Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:134k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Suasana di ruang makan malam itu terasa jauh lebih hening dari biasanya. Aroma hidangan daging panggang bertabur rempah mengisi udara, namun Alexa sama sekali tidak menyentuh piringnya dengan penuh gairah.

Gadis itu duduk lemas di kursinya, menyandarkan siku ke meja dengan raut wajah yang merana. Efek dari lari belasan putaran tadi pagi baru benar-benar menghantam fisiknya malam ini. Setiap kali ia mencoba menggerakkan kakinya di bawah meja, otot paha dan betisnya terasa menegang hebat dan gemetaran tanpa bisa dikontrol.

CTAK.

Denting pisau makan Raiden yang bersentuhan dengan porselen memecah keheningan. Pria itu menyapu bibirnya dengan serbet kain, lalu menatap Alexa dengan iris mata hitamnya yang dingin dan tajam.

"Besok pagi. Jam lima tepat di tempat yang sama," perintah Raiden datar, suaranya mengalun penuh penekanan tanpa niat memberi kompromi. "Aku tidak menerima alasan terlambat lagi."

Mendengar kata 'besok jam lima', Alexa seketika menegakkan punggungnya dengan susah payah. Rasa trauma akan siksaan lari belasan putaran tadi pagi mengalahkan rasa takutnya pada sang penguasa mafia.

"Nggak mau!" potong Alexa cepat dan tegas, mengibaskan tangannya di udara. "Aku nggak mau latihan lagi! Biarlah... biarkan saja aku mati dibunuh musuh-musuhmu kalau memang sudah takdirnya!"

Raiden menaikkan satu alisnya, menatap Alexa dengan pendar mata yang berbahaya. "Kau menolak?"

"Iya, aku menolak!" cerocos Alexa bersemangat, menunjuk ke bawah meja. "Lihat ini! Kakiku sekarang saja masih gemetaran bagaikan diguncang gempa bumi! Mau berdiri saja susah, apalagi disuruh lari-lari lagi besok pagi? Bisa-bisa kakiku copot dari engselnya!"

Alexa menghela napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi sembari menatap Raiden dengan raut wajah yang mendadak berubah percaya diri—mencoba mengingat-ingat potongan nasihat konyol dari ibu-ibu kantin rumah sakit tempo hari tentang 'menempel, manja, dan menyentuh sisi kemanusiaannya'.

"Lagipula..." Alexa memajukan tubuhnya ke meja, menopang dagu dengan kedua tangannya sembari menatap lurus ke dalam iris mata hitam Raiden dengan tatapan sok manis. "Aku nggak perlu capek-capek belajar bela diri. Aku kan punya kamu... kamu pasti bakal melindungiku, kan?"

DEG.

Kalimat itu meluncur mulus tanpa beban dari mulut Alexa.

Gerakan tangan Raiden yang hendak meraih gelas anggurnya seketika terhenti total di udara. Pria itu terdiam beberapa saat, seolah tidak percaya dengan kombinasi kegilaan dan keberanian wanita di hadapannya ini.

Raiden menaikkan sebelah alisnya lebih tinggi, menyunggingkan sebuah senyuman miring yang teramat remeh, dingin, dan sarat akan ejekan tajam.

"Kau..." Raiden merendahkan suaranya, memangkas jarak dengan menyandarkan badannya ke meja makan. "Sepercaya diri itu, Alexa?"

Pria itu menatap Alexa bagaikan menatap mangsa kecil yang konyol. "Kau pikir siapa dirimu sampai aku harus membuang peluru dan tenagaku hanya demi melindungimu? Kau hanya pajangan di rumah ini. Jika kau mati, aku hanya perlu mencari pengganti baru."

Ejekan dingin itu terasa begitu menohok, tetapi Alexa tidak menyerah. Mengingat nasihat ibu-ibu kantin bahwa pria sekeras apa pun hatinya pasti bisa diluluhkan jika ditekan terus, Alexa nekat melancarkan trik berikutnya.

Alexa menggeser kursinya, berdiri dengan kaki yang masih agak gemetaran, lalu melangkah mendekati posisi duduk Raiden. Pria itu hanya memperhatikan setiap gerak-geriknya dengan tatapan mata hitam yang makin meredup pekat.

Alexa berhenti tepat di samping kursi Raiden. Mumpung Raiden tidak langsung mengusirnya, Alexa memberanikan diri menyentuh pelan lengan jas tegap Raiden—sebuah sentuhan singkat yang membuat otot lengan pria itu seketika menegang keras.

"Aku tahu kamu itu dingin, kejam, dan suka mengancam mau bunuh orang..." bisik Alexa dengan nada suara yang dibuat selembut dan sedamai mungkin, menatap mata Raiden dengan binar ketulusan buatan. "Tapi aku tahu... bukan berarti kamu sama sekali nggak punya perasaan atau hati nurani, kan?"

Alexa menyunggingkan senyum tipis yang hangat, mencoba tampil semanja mungkin di hadapan pria iblis tersebut.

"Kamu memang kelihatan jahat dari luar, tapi buktinya kemarin kamu tetap suruh dokter terbaik obati aku, kamu bawa aku kembali ke kamar pas aku mau pingsan, dan kamu izinkan aku makan enak di rumah sakit. Jadi... aku yakin di balik sifat iblis kamu ini, kamu pasti nggak bakal biarkan istrimu mati konyol begitu saja."

Atmosfer di ruang makan yang megah itu seketika merosot hingga ke titik beku absolut.

Raiden mematung di tempatnya. Iris mata hitam legamnya mengunci penuh pada wajah Alexa dan jemari kecil wanita itu yang masih menempel di lengannya. Untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Raiden Damon Alteir, ada seseorang yang berani menguliti sifatnya secara terang-terangan dan menyebutnya punya perasaan di depan wajahnya sendiri.

1
Maminya Thania
apa sih,,kalo Indonesia y Indonesia aja,ga usah layar belakang luar negeri. ngga nyambung. kebiasaan para author kek gini,,ga ingat ceritanya latar belakangnya dimana. mana ada di Eropa manggil neng. cerita Uda bagus malah dibuat ga jelas
D Mamie...
Thorr
Adakah bonchap? 🤭🤭🤭
Diah Al Khalifi
Alhamdulillah ending bagus😍
merry
si Rey yg dtg ke dunia nyata demi Alexa,,,
merry
sembuh jg kmu lex syukur lhn
MOZZA AUDYA
maksih kkk buat ceritanya yang sangat baguss ini ..... tolong buat yang banyak Iyah kk novel nya yang bagus kek gini hehehhehe
Serli Hayati
ya kk😁knp udh tamat sih.. AQ masih menunggu kelanjutan manisnya🤭
D Mamie...
lope lope sekebon Thor 😍
Pa Muhsid
TAMAT??
mimief
aaakkkkkk🥹🥹🥹
ending nya manis banget.
jadi inget dongeng dr negri China
yg dia bermimpi menjadi seekor kupu-kupu
dia menceritakan kesemua orang ketika dia bangun
tapi .. sebenarnya wanita ini yg jadi kupu kupu dalam semalam atau kupu kupu yg menjadi wanita itu ?
terkadang batas imagi itu kabur ketika pengalaman batin seseorang melampui itu semua.

happy ending buat Alexa dan Raiden
dan...titip pesen buat kakaknya
KA..masukin namaku donk di karakter novelmu,tapi jgn serem" ceritanya 🤣🤣🤣
Mita Paramita
🔥🔥🔥🔥
mimief
Raiden di dunia realita kah?🥹🥹🥹
merry
stres lex gr gr dunia novel ya,, sdr lex jgn kyk gt mungkin berat tp aku rasa ckp kmu tau dan kmu rasakan sndri ajj klo bisa org luar gk tau tentang khdpnn kmu di dunia novel,,, lbh bgs hdp dunia nyata ada kluarga gt loh lex
Pa Muhsid
ternyata dunia halu juga berbahaya sama seperti dunia maya bikin nagih dan stres
mimief
apakah mereka akan ketemu lagi di dunia nyata ini
kaya di moon levers, walaupun cuman khayalan para fans nya 🤣🤣🤣
Mom Yara
suka banget ceritanya kak
Pa Muhsid
lebih seru kalau rei dunia nyata yang kata cika kakak alexa misterius itu
mimief
huaaaaaaa...othor
ada apa ini
huaaaaaa🥹🥹🥹
Mita Paramita
semoga Raiden bisa hidup lagi 😭 jangan pisahkan mereka thor🤣🤣 Baru juga bahagia sebentar
merry
ret nyusul lbh suka balik ke dunia mu lex kshn kluarga mu jg si,, kn kt kakakmu Rey ada di dunia nyata 🤭🤭🤭🤭ywd hidup didunia yg nyata ajj dan Rey lbh baik gk srh kmu gosok ruang bawah tanah lg🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!