Alya adalah Ratu mafia yang memimpin sebuah organisasi Order Tabir Hitam dengan nama First Order.
Tapi sayangnya ia mencintai pria kantor biasa saat ia sering menjelajahi tempat yang akan menjadi misinya.
Dan saat itulah ia memutuskan untuk keluar dari dunia hitam dan membuang mahkotanya ke dalam lumpur demi bisa menjalani hidup bahagia bersama sang suami.
Sayangnya pernikahan itu tidak berlangsung lama, mertua tidak menyukainya, dan suaminya menikah dengan manager di tempat kerjanya.
Pembalasan di mulai, Alya kembali mengambil mahkotanya dan menjadi Ratu Mafia kembali dan membawa putri kecilnya menjadi orang ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
Setelah sampai di rumah dan merapikan tas sekolah Alisya, Alya langsung menuju ke dapur.
Suara minyak menggoreng dan aroma harum telur gulung menyelimuti ruangan kecil itu.
"Alisya, makanannya sudah siap, Sayang," panggil Alya dengan suara yang kembali lembut dan penuh kehangatan.
Alisya berlari kecil dari kamar, duduk di meja makan kayu yang agak lapuk, lalu menatap piringnya dengan mata berbinar. "Wah! Telur gulungnya banyak banget, Ma!"
"Iya dong, khusus buat anak pintar kesayangan Mama," jawab Alya seraya mengelus lembut rambut Alisya. "Dihabiskan ya, lalu Alisya tidur siang. Biar nanti sore kita bisa main lagi."
"Siap, Mama!" seru Alisya riang, melupakan kesedihannya sejenak saat mulai menyantap makanannya.
Alya tersenyum memperhatikan Alisya hingga putrinya itu selesai makan dan tertidur lelap di kamar.
Begitu memastikan napas Alisya sudah teratur dalam lelapnya, senyuman hangat di wajah Alya meluap tanpa bekas.
Ia melangkah ke sudut kamar, menarik sebuah kotak besi tersembunyi dari balik lemari pakaian. Dari dalam kotak itu, Alya mengeluarkan sebuah ponsel terenkripsi khusus yang sudah berbulan-bulan tidak ia sentuh.
Ia menekan satu nomor cepat. Hanya dalam dua kali nada panggil, panggilan itu langsung terhubung.
"(Madam Alya?)" suara di ujung telepon terdengar terperanjat, disusul nada nada hormat yang mendalam. "(Apakah ini benar-benar Anda, Madam?)"
"Ini aku, Leon," jawab Alya dingin.
"(Akhirnya Anda menghubungi kami, Madam! Seluruh jaringan sedang mencari Anda! Kami siap menerima perintah Anda kembali!)" seru Leon, tangan kanan Alya di dunia bawah tanah yang sangat setia.
Alya menatap ke luar jendela kontrakan, matanya menyipit tajam. "Simpan dulu urusan jaringan. Aku punya tugas khusus untukmu hari ini."
"(Sebutkan saja, Madam. Apa pun itu, akan kami selesaikan sebelum matahari terbit,)" sahut Leon tanpa ragu.
"Cari tahu seluruh data bisnis, aset, dan keuangan mantan suamiku, Andi. Termasuk usaha baru yang sedang ia rintis bersama keluarga wanita bernama Ranti," perintah Alya dengan suara dingin
Terhenyak sejenak di ujung telepon, Leon segera menjawab, "(Mantan suami Anda? Pria yang dulu mengabaikan Anda dan Putri Alisya? Baik, Madam. Apakah Anda ingin kami langsung menghabisi...)"
"Tidak," potong Alya cepat. "Membunuhnya terlalu mudah dan tidak adil untuk air mata anakku."
Alya mengepalkan tangannya rapat-rapat. "Aku ingin kamu menghancurkan semua perusahaannya dari dalam. Tarik semua investor utamanya, bekukan rekening bisnisnya, dan pastikan proyek terbesarnya bangkrut total dalam kurun waktu empat puluh delapan jam."
Leon tertawa kecil di ujung telepon, memahami maksud sang Ratu. "(Perintah dimengerti, Madam. Kami akan buat dia kehilangan seluruh harta dan kesombongannya sampai dia tidak punya sepeser pun uang bahkan hanya untuk membeli sebotol air.)"
"Dan satu hal lagi, Leon," tambah Alya.
"(Apa itu, Madam?)"
"Pastikan saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya... dia tahu siapa yang telah menghancurkannya," tegas Alya.
"(Laksanakan, Madam Alya. Laporan lengkap akan ada di tangan Anda malam ini,)" tutup Leon sebelum memutus sambungan telepon.
Alya menyimpan kembali ponselnya. Ia berjalan pelan menuju kamar tempat Alisya tertidur pulas.
Alya duduk di tepi ranjang, merapikan selimut yang menutupi tubuh mungil putrinya, lalu mengecup dahinya dengan lembut.
"Tidak akan ada lagi yang bisa meremehkanmu, Alisya..." bisik Alya pelan di samping telinga sang putri. "Mama akan memastikan orang-orang yang pernah menyakitimu berlutut memohon ampunan padamu."
Jangan lupa gabung grub khusus author ya.
Chat no di bawah ini biar masukan ke grub🥰
0821 6834 0651