Indonesia
NovelToon NovelToon
Hanya Sebuah Pernikahan

Hanya Sebuah Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:84.5k
Nilai: 5
Nama Author: Arum

" Aku sangat mencintaimu Mbak. Kenapa Mbak Arin pergi saat aku memperjuangkan mbak ? Memperjuangkan kita ! "
Henry Winata seorang pemuda tampan yang usianya terpaut sepuluh tahun lebih muda dari Arina Dwi Renata.

," Maaf ......aku hanya sedikit mencintaimu. Aku sangat mencintai Dik Asri. Kami sudah lama bersama,"
" Aku pikir dengan menikahimu. Perasaan cintaku pada Dik Asri akan hilang. Ternyata tidak, malah semakin membuat aku merasa berdosa,"
Jujur Satrio Adi Penengah. Suami Arina Dwi Renata.

Ikuti kisah cinta, Pengorbanan, suka dan duka Arina Dwi Renata dalam novel " Sebuah Pernikahan ".
Seorang Arina yang harus bertahan dengan rumah tangganya atau berpisah. Bagaimana kisah cintanya dengan Henry kekasihnya.
Dengan siapa Arina melabuhkan cintanya......?
Henry Winata kekasihnya ataukah Satrio Adi Panengah suaminya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 70

Aku berdiri dari sofa ini berjalan ke arah jendela yang ada di ruangan ini. Jendela ini sangat lebar dan panjang. Terdiri dari dua bagian berjajar, hanya terpisah oleh kayu bingkai jendela. Ku buka jendela kayu tampaknya hujan belum juga reda.

" Jangan di buka jendelanya nanti bertambah dingin," perintah Henry padaku.

" Aku ingin melihat hujan di sini," jawabku sambil duduk di jendela besar ini. Memandang semua dari sini. Tampak kelap kelip lampu dari jauh, di pemukiman penduduk dibawah sana.

" Hujannya semakin deras, dengan mobil pun akan sangat kesulitan karena medan jalannya yang berkelok-kelok." urai Henry. Kedua tangan Henry memakaikan syal rajut segitiga pada bahuku. Dan aku menerimanya semakin aku rekatkan pada tubuhku. Memakai syal segitiga ini membawa sedikit hangat untuk tubuhku.

" Mbak Arin, pasti dingin. Ayo duduklah di kursi." Henry menutup jendela yang aku buka dan mengikutiku dari belakang, melangkah menuju sofa. Kembali Henry memainkan lagu - lagu kesukaannya dengan piano. Aku hanya duduk di sofa ini sambil berharap - harap cemas dengan hujan deras yang tak kunjung reda. Aku benar-benar mengantuk dengan suasana ini. Hujan deras, suara piano yang indah sebagai pengantar tidur.

.......................

," Mbak Arin......bangun, sudah jam lima pagi ! " Suara lembut dan sentuhan jemari Henry membangunkan aku.

Aku menggeliat merasakan kenyenyakan tidurku yang pulas, sampai - sampai aku tidak mengigau atau terbangun sama sekali. Thavisa juga tidak merengek meminta ASI, demikian juga Tangguh pasti terlelap karena hujan semalam. Tidurku sangat nyenyak malam ini.

Aku hentikan menggeliatkan badanku, karena merasa ini bukan kamarku......ku pandangi sekitar. Ini bukan kamarku ! Aku menoleh, Henry.....ya bukankah barusan yang membangunkan aku adalah Henry..... ? Aku masih disini, di Villa Henry semalaman ! Meninggalkan anak - anakku. Aku terburu - buru untuk bangkit mendudukkan badanku sendiri dari posisi berbaring.

" Henry........,"

," Sholatlah dulu. Aku akan antar Mbak Arin dan menjelaskan semuanya pada keluarga Mbak Arin," tutur Henry sambil membantuku berdiri dari ranjang.

Bolehkah aku jujur, kali ini sholatklu tidak khusuk karena pikiranku terus tertuju pada anak - anakku dan parahnya lagi, ternyata aku menginap di sini.......di Villa Henry. Aku sholat..... ? Ya masa nifas ku sudah habis sejak seminggu yang lalu.

" Sarapan dulu mbak ! Dan minumlah jus buah yang aku buat ! " saran Henry.

" Henry.....aku tidak bisa. Aku ingin pulang,"

" Setidaknya minumlah jus buahnya !"

Aku menuruti perintah Henry memimum jus buah mix mangga dan buah naga buatan Henry.

" Tukarlah pakaian dulu. Aku tidak bisa melihat orang yang tetap memakai baju yang sama di hari yang berbeda. Menimbulkan aroma yang aku tidak suka," sindir Henry padaku.

" Aku tidak membawa pakaian," Jawabku setengah membentak Henry.

," Baiklah, aku juga tidak punya baju perempuan seukuran Mbak Arin. Tapi ada baju istri Javier mungkin cukup dengan Mbak Arin,"

," Henry....aku terburu-buru,"

," Aku antar dan aku jelaskan semuanya. Motor Mbak Arin sudah diantar sama Pak Sobri dan Pak Ali." Pak Sobri dan Pak Ali adalah pegawai yang menjaga villa dan kebun Henry.

" Kapan ? "

" Sebelum aku membangunkan Mbak Arin," Jawab Henry sambil tersenyum. " Karena aku tahu Mbak Arin tidak akan mau aku antar, maaf kalau caraku sedikit kurang sopan,"

Kami sudah berada di dalam mobil Henry. Jalan sudah ramai dengan para pekerja perkebunan dan para petani yang berlalu lalang.

" Henry.......Apa kau yakin kita....... ? " tanyaku tertahan tidak ingin melanjutkan kalimat setelahnya.

" Apa Mbak Arin tidak percaya padaku ?" Henry balik bertanya padaku.

" Aku...... Henry......,"

" Itukah alasan Mbak Arin meninggalkan aku ? Karena Mbak Arin tidak pernah percaya padaku ? Mata Henry menyipit dan bernanar. Seakan tumpukan luka ada disana di dalam hatinya dan sangat jelas terlihat dari sorot matanya yang memudar.

" Mbak Arin tidak pernah percaya padaku ? "

," Henry itu lain. Kita memang bukan ditakdirkan berjodoh. "

" Bukan aku yang menggendong Mbak Arin ke kamar, Bu Siti dan Bu Sri yang memindahkan Mbak Arin. Sungguh aku tidak melakukan apa - apa pada Mbak Arin. Aku tidur di sofa, semalaman," jelas Henry padaku.

" Aahhhh kata bukan jodoh lagi. Ternyata sakit sekali aku mendengar kata " bukan berjodoh" ." tangan Henry memukul pelan kemudi mobil ini.

" Kalau tidak berjodoh. Kenapa aku tidak diberi kuasa melupakan perasaanku pada Mbak Arin ? "

" Henry.....mungkin ini ujian," ucapku. Seandainya aku bisa berkata. Aku juga sangat mencintai Henry. Tapi biarlah semua berlalu, aku tidak ingin memberi harapan untuk Henry. Aku ingin melihat Henry bahagia dengan perempuan lain.

," Andai Mbak Arin tahu, bagaimana aku berusaha melupakan Mbak Arin. Sampai aku bisa menjalin hubungan dengan dua perempuan diwaktu yang sama. Semua itu untuk melupakan Mbak Arin. Tapi tetap tidak bisa melupakan Mbak Arin."

" Aku menjalin lebih dari lima kali dalam waktu hampir tiga tahun. Betapa piciknya aku.........,"

," Dari semua wanita itu, aku hanya memeluk dan bersentuhan bibir, karena tidak bisa melakukan lebih dari itu. Hasrat ku hilang ketika wajah Mbak Arin muncul, dan yang aku peluk bukan Mbak Arin." Suara Henry terbata-bata dengan bola mata yang semakin penuh dengan air mata. Henry menoleh padaku sesaat kemudian kembali ke arah depan fokus pada jalan yang kami lalui.

" Segila itu aku mencintaimu Mbak. Aku tidak tahu cara menghilangkan rasa canduku pada Mbak Arin,"

," Henry.....tolong aku tidak bisa bersamamu lagi," ucapku memandang Henry dari samping. Pipi Henry sudah teraliri oleh air matanya. Aku menyerongkan badanku agar bisa melihat dan memandang Henry. Betapa pemuda tampan di hadapanku ini terpuruk oleh rasa cinta yang mendalam dan yang membuat luka hatinya. Semuanya karena aku. Karena besarnya cinta dan rasa bersalahnya padaku.

" Aku tidak mungkin terus - terusan berganti pasangan. Akan berapa banyak hati yang terluka karena aku ? Betapa semakin berdosanya aku ? Karena itu aku putuskan sebaiknya aku sekarang sendiri dan berdoa jika memang ada keajaiban. Aku berharap satu saja keajaiban itu terjadi pada kita. Agar kita bisa bersama."

" Aku benar - benar berharap ada mukjizat untuk kita. Tapi, aku minta Mbak Arin juga berdoa yang sama denganku. Agar tujuan kita terwujud." Henry menurunkan tangan kirinya yang memegang kemudi. Ingin menggapai tanganku, tapi dia hentikan dan kembali ke kemudi lagi.

" Aku ingin menggenggam tanganmu Mbak......ingin sekali. Tapi tidak mungkin, jika aku melakukannya pasti aku akan melakukan lebih dari menggenggam tangan Mbak Arin."

Air mata Henry semakin deras berjatuhan. Aku......Aku juga sama. Air mataku berpacu turun dari permukaan bola mataku.

" Aku sangat ingin memelukmu Mbak. Ya Tuhan beri aku kekuatan dan keimanan," Seru Henry keras dan tersayat. Aku semakin terisak dengan semua pengucapan Henry. Betapa sakit hatiku melihat Henry dengan Lukanya. Luka yang aku timbulkan.

" Henry.....maaf. Aku membuatmu seperti ini. Aku minta maaf, aku sangat berdosa padamu,"

" Aku sangat mencintaimu Mbak. Kenapa Mbak Arin tidak percaya padaku. Seandainya dari awal Mbak Arin punya rasa kepercayaan yang tinggi padaku, kita tidak akan terpisah seperti sekarang,"

," Maaf........Henry.......Maafkan aku,"

Bersambung.......

1
Muhammad Dio
y karena wanitanya begok aj.
ajeng pramudianingtias
terimakasih author,,kisah Arin ini,,sangat memberi pelajaran,,tentang sebuah komitmen untuk rumah tangga yg tidak di awali dgn cinta,,meski tidak sama persis,,tapi ini kisah nyata saya,,dan Alhamdulillah saya sudah bertahan 20 THN,,semangat untuk Arin² yg sedang berusaha ya,,,
Diko Dhimas: Terima kasih juga kakak. Kisah Arin memang saya tulis berdasarkan Nara sumber. Minta maaf klu tdk sesuai dengan keinginan pembaca.
total 1 replies
Muhammad Dio
karena terlalu bodoh aj.dan pantas di sebut jalang dan pelacur.
Muhammad Dio
Arin memang pantas di sebut jalang.pelacur.
Siti Komariah
ini beneran tamat,,😭😭
Diko Dhimas: Tamat KK Arin sdh bahagia
total 1 replies
Siti Komariah
hidup g ad yg sempurna Bu,,,,, kadang kehidupan kita kluar dr apa yg kita impikan,,,,,
Diko Dhimas: Top koment
total 1 replies
Siti Komariah
romantisnya,,,,,,,
Diko Dhimas: yang ditunggu
total 1 replies
Siti Komariah
wow,,,,beruntungnya Arin,,,,wanita yg baik akn dpt jodoh yg baik. ,,,,,betul ap betul,,,
Diko Dhimas: Siiip kakak. koment yang sangat author tunggu selalu memberi semangat untuk Author
total 1 replies
Siti Komariah
itu baru namaya romantis,,,,,,senengnya klo udh akur gtu,,,,,langgeng slalu,,,,next thor
Diko Dhimas: sip kakak terimakasih banyak atas dukungannya
total 1 replies
Siti Komariah
Arin,,,,,yg lalu biarlah yg lalu,,,,jngn d ingat LG dn jngn d kaitkan lg,,,,,kunci rapat2
Diko Dhimas: Top koment kakak
total 1 replies
Mohammad Basuki
g masuk akall
sebanyak apapunslhnya apa iya istri g di kasih uang belanja.....
cerita g masukm akal
sari awal penulisnua cm fokus ke asri...
setelah ingat baru bikin cerita seolah lupa
yaniDanang: jangan lupa mampir MARRIED YOUNG klik profil kk
total 2 replies
Siti Komariah
kynya udah aman sejahtera ni,,,,,,hasil dr kesabaran,,,,,,,,lanjut,,,,
Diko Dhimas: Top koment kakak
total 1 replies
Sondang Sartika Lumbanraja
author nya mungkin suka kalau wanita nya seperti wanita yg mau aja harga dirinya diinjak injak dan ditipu terus.
Diko Dhimas: Author juga kasian, tapi bagaimana lagi jalan ceritanya seperti itu.
total 1 replies
Sondang Sartika Lumbanraja
dikasi rumah bekas aha dah jadi melempem
Diko Dhimas: waduh.....
total 1 replies
Siti Komariah
aku suka karyamu Thor,,,,semangat,,,
Diko Dhimas: Terima kasih banyak kakak atas suport kakak yang membuat author semangat berkarya
total 1 replies
Sondang Sartika Lumbanraja
salah sendiri jadi perempuan mau aja diinjak injak harga dirinya sekarang yah menderita sendiri
Muhammad Dio: betul.oon aj.tau di sakiti masih bertahan
total 5 replies
Sondang Sartika Lumbanraja
perempuan oon
Diko Dhimas: waduh
total 1 replies
Sondang Sartika Lumbanraja
perempuan bodoh mau aja dibodohin laki laki pecundang . perempuan kaya gini yah diajak ijakk terus harga dirinya krn tidak mampu membela diri sendiri dan anak nya
Diko Dhimas: siiip top koment
total 1 replies
Rio Akbar
Thor visual arin ko g d tampilkan 😔
Diko Dhimas: Author msh nyari
total 1 replies
Siti Komariah
wow rzki tak terduga,,,,Alhamdulillah🤲 semangat trus thor,,,,,
Diko Dhimas: Siap kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!