Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEMERAN PENJAHAT PROFESIONAL

SISTEM PEMERAN PENJAHAT PROFESIONAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Reyhan Mahardika adalah seorang aktor figuran gagal yang nasibnya berubah drastis setelah ia diikat oleh Sistem Pemeran Penjahat Profesional yang menjanjikan karier legendaris. Namun keberuntungan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika setiap adegan pembunuhan yang ia perankan di depan kamera tiba-tiba terjadi di dunia nyata dengan pola yang sama persis. Publik dan polisi, termasuk Detektif Alena Prameswari yang cerdas dan dingin, mulai mencurigainya setelah sebuah video aktingnya yang terlalu realistis tersebar ke internet. Kini Reyhan harus membuktikan dirinya tidak bersalah sambil terus menjalankan misi dari sistem misterius itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

[Panel Skenario Bukti terbuka.]

[Peringatan: Memanipulasi bukti fisik dan digital secara langsung membutuhkan jumlah poin yang sangat besar.]

"Aku tidak peduli dengan harganya, gunakan semua poin yang aku punya."

"Aku ingin kau meretas server pusat data kepolisian tanpa meninggalkan jejak."

"Ubah rekaman CCTV jalanan di sekitar kawasan kumuh Sektor Utara malam ini."

Gilang mulai memberikan instruksi demi instruksi dengan suara yang sangat pelan namun penuh dendam.

"Buat agar rekaman itu menunjukkan Reyhan sedang membawa tas berisi bahan peledak C4 saat dia berjalan masuk ke Teater Harapan."

[Perintah diterima. Proses injeksi visual mengonsumsi 5.000 Poin Tragedi.]

"Lalu, manipulasi hasil uji laboratorium tes DNA pada sisa-sisa detonator yang ditemukan di lokasi ledakan."

"Ganti sampel DNA keringat milikku dengan sampel darah Reyhan yang sempat menempel di meja ruang ganti."

[Perintah diterima. Proses distorsi forensik mengonsumsi 7.000 Poin Tragedi.]

Gilang tertawa tanpa suara hingga tulang rusuknya terasa ngilu.

"Dan satu hal penting lagi, Sistem."

"Tanamkan sebuah jejak riwayat transfer palsu ke rekening bank rahasia milik Reyhan yang sudah ditutup."

"Buat seolah-olah dia menerima bayaran puluhan miliar rupiah dari kartel narkoba internasional pesaing Yayasan Pelita Hati."

[Perintah diterima. Proses fabrikasi data perbankan mengonsumsi 3.000 Poin Tragedi.]

[Semua Poin Tragedi telah habis digunakan sepenuhnya.]

[Skenario bukti baru telah berhasil ditanamkan secara permanen ke dalam database kepolisian dan laboratorium forensik.]

Gilang memejamkan matanya kembali dengan perasaan yang sangat puas.

"Sekarang, tidak ada lagi keajaiban yang bisa menyelamatkan nyawamu, Reyhan."

"Kebenaran di dunia ini adalah apa yang tertulis dan dicetak di atas kertas bukti."

Kembali ke dalam sel isolasi bawah tanah yang gelap gulita.

Reyhan yang sedang bersandar di dinding tiba-tiba membelalakkan matanya karena suara alarm sistemnya berbunyi.

Tett! Tett! Tett!

[Peringatan Darurat Tingkat Tertinggi!]

[Sistem Sutradara Tragedi telah mendistorsi realitas bukti forensik.]

Reyhan langsung berdiri tegak dari atas dipan betonnya.

"Apa maksudmu dengan mendistorsi realitas bukti forensik?" tanya Reyhan dengan nada mendesak.

[Gilang baru saja menghabiskan seluruh poin sistemnya untuk memanipulasi database kepolisian pusat.]

[Rekaman CCTV palsu, DNA palsu pada detonator, dan riwayat rekening palsu telah tercipta di dunia nyata.]

[Semua bukti fisik kini mengarah secara mutlak kepada Host sebagai perakit bom dan pembunuh bayaran murni.]

Reyhan memukul dinding beton di sampingnya dengan sangat keras melampiaskan rasa frustrasinya.

Bugh!

"Bajingan gila!" maki Reyhan dengan napas memburu dan dada naik turun.

"Dia benar-benar menukar semua kemampuannya hanya untuk menanam bukti palsu yang tidak terbantahkan oleh sains."

Reyhan menyadari betapa mengerikannya kekuatan Sistem Sutradara Tragedi milik Gilang.

Sistem itu memang tidak memberikan kemampuan fisik dan karisma seperti miliknya, melainkan kemampuan untuk mengubah alur realitas dan mengukir fakta baru.

"Kalau bukti forensik sudah diubah langsung oleh sistem, Kania tidak akan bisa menolongku dari luar lagi."

"Semua artikel yang dia buat akan dianggap sebagai kebohongan publik kalau polisi menggelar konferensi pers dengan bukti-bukti baru ini."

Langkah kaki berat beberapa pria bersepatu lars terdengar mendekati lorong sel isolasi Reyhan.

Tap. Tap. Tap.

Kunci pintu besi itu dibuka paksa dari luar dengan suara decitan engsel yang memekakkan telinga.

Ceklek.

Brigjen Surya kembali masuk ke dalam sel, namun kali ini wajahnya dihiasi oleh senyuman kemenangan yang sangat lebar dan menjijikkan.

"Sepertinya dewa keberuntungan sudah benar-benar meninggalkanmu hari ini, Reyhan Mahardika," sapa Surya dengan nada sombong.

Reyhan menatap jenderal polisi itu dengan tatapan dingin yang siap membunuh.

"Kalian baru saja menemukan bukti CCTV dan DNA yang secara kebetulan mengarah padaku, kan?" tebak Reyhan tanpa ragu.

Surya sedikit terkejut karena tebakan Reyhan sangat cepat dan akurat, namun ia segera menguasai ekspresinya kembali.

"Cerdas sekali."

"Tim laboratorium forensik baru saja mengirimkan laporan dadakannya sepuluh menit yang lalu."

"Kami menemukan sidik jari dan DNA milikmu menempel kuat di sisa detonator bom C4 tersebut."

"Dan kami juga menemukan bukti mutasi transfer dari sindikat narkoba luar negeri ke rekening tuamu."

Surya melipat tangannya di dada sambil menatap Reyhan dengan pandangan merendahkan.

"Kau bukan Sang Keadilan yang dipuja-puja masyarakat miskin di luar sana."

"Kau hanyalah pembunuh bayaran rakus yang disewa oleh musuh bisnis Yayasan Pelita Hati untuk membersihkan pasar."

Reyhan tertawa pelan, sebuah tawa merdu yang terdengar sangat kering dan hampa.

"Kalian para perwira tinggi sangat mudah dibodohi oleh selembar kertas hasil rekayasa."

"Jaga ucapanmu baik-baik, buronan bajingan!" bentak Surya kehilangan kesabarannya.

"Besok pagi tepat jam sembilan, kami akan menggelar sidang etik dan pidana internal secara tertutup di gedung ini."

"Di sana, kami akan membeberkan semua bukti fisik ini di depan majelis hakim khusus kepolisian."

"Dan kau akan dijatuhi hukuman mati malam itu juga sebelum masyarakat di jalanan sempat melakukan protes anarkis."

Surya berbalik badan dan berjalan keluar dari sel isolasi tersebut dengan langkah pongah.

"Nikmati sisa waktu malam terakhirmu bernapas di dunia ini, Aktor Kematian."

Pintu besi kembali ditutup rapat dan dikunci dengan bantingan yang sangat keras.

Reyhan berdiri terdiam di tengah kegelapan selnya sendirian tanpa ada setitik cahaya pun.

Ia tidak merasa takut akan ancaman kematian, justru amarah murni mulai membakar setiap sel di tubuhnya.

"Sistem," panggil Reyhan dengan suara yang sangat rendah dan menyeramkan.

[Sistem siap menerima instruksi, Host.]

"Apa aku bisa menggunakan Skill Manipulasi Pikiran pada majelis hakim di ruang sidang besok pagi?"

[Bisa, namun durasinya sangat terbatas dan berisiko gagal tinggi jika ada lebih dari tiga orang target dengan mental kuat di dalam ruangan.]

"Aku tidak peduli dengan seberapa besar risikonya."

Reyhan mengepalkan kedua tangannya ke bawah hingga buku-buku jarinya memutih pucat.

"Gilang ingin bermain naskah murahan dengan bukti palsu untuk membungkamku."

"Maka aku akan bermain dengan pikiran para jenderal penontonnya secara langsung."

"Aku akan membuat para hakim dan jenderal korup itu saling memakan satu sama lain di ruang sidang besok."

Pertarungan puncak yang sesungguhnya tidak akan pernah terjadi dengan adu baku hantam fisik.

Pertarungan besok pagi adalah adu kecerdasan manipulatif dan adu kekuatan sistem yang sebenarnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!