Bryan Saputra merupakan anak dari pengusaha terkenal dijodohkan dengan putri sahabat ayah nya.
Namun Bryan menolak perjodohan tersebut karena menyukai gadis lain.
Sang adik mengetahui jika kakak nya akan di jodoh kan membantu nya menjebak gadis yang disukai kakak nya karena ia juga menyukai gadis itu .
Gadis tomboy seperti Denada saputri yang bergabung dengan geng motor dan juga sangat dingin dan jutek.
Ketika ia juga mendengar akan di jodohkan dengan salah seorang putra sahabat ayah nya , dengan tegas Nada menolak nya . Ia berpikir jika ia masih muda dan ingin melanjutkan cita cita nya .
Namun seorang gadis menjebak nya hingga terpaksa harus menikah dengan kakak nya .
Kedua orang tua mereka terkejut ketika memperkenalkan sebagai suami/ istri karena ternyata mereka sudah di jodohkan sejak kecil.
Bagaimana kisah nya Bryan dan Nada yang hoby dengan Balap motor menghadapi kisah mereka ?
Happy reading guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risky hayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Trending kampus.
Setelah berjalan dengan berlarian di koridor akhir nya sampai juga kelas yang akan ane ikuti.
" Untung saja tidak terlambat ."
Gumam ane dalam hati nya yang melihat kanan kiri depan belakang mencari keberadaan sang sahabat yang kini belum hadir di ruang tersebut.
" Eh ,,, kemana si gembul ? kenapa dia belum datang ? Biasa nya aku yang sering terlambat tapi kenapa jam segini belum nongol ?"
Guma ane dalam hati nya.
Menit berlalu menjadi jam hingga mata kuliah yang ia ikuti selesai namun tia belum juga menampakkan batang hidung nya.
" Aneh, kenapa tia tak ada ? Apa dia sakit atau jangan jangan bolos ? Ah ,,,tidak ,,,tidak tia bukan orang seperti itu."
" lalu kemana dia ? nggak seperti biasa nya apalagi dosen ini yang sangat ribet ."
Ane yang tengah bermonolog sendiri tertegun ketika ada seseorang memanggil nya.
" Dena,,,, dena,,, denaaa,,,."
Denada terkejut mendengar panggilan dari seseorang yang tak lain adalah sahabat nya tia .
" Eh ,,,gembul,,,kau dari mana aja ? kenapa tak masuk ruang kuliah ? Tumben loe bolos ?"
Ucap ane yang berdiri dari kursi duduk nya setelah membereskan buku buku nya.
" Membantu tim untuk perayaan tahun baru besuk malam . Loe sih susah di hubungi , lagian udah ada ijin dari dosen ."
Denada menghentikan langkah nya mendengar penuturan yang tia ucapkan .
" Wah,,, tumben tumbenan loe mau gabung dalam panitia biasa nya ogah ."
Ane mengedipkan salah satu mata nya tanda mengejek tia yang tak seperti biasa nya.
" Semua gara gara selebrity tukang kompor itu . Cantik nggak ? sexy biasa aja , tapi mulut nya jahat ."
Tia tengah kesal dengan seseorang yang tidak ane ketahui namun sebagai sahabat ane wajib menenangkan tia yang sedang badmood.
" Sudah lah . Ayo ke kafe biasa ! aku traktir kamu sekalian cari highheel buat besuk ."
Mata tia berbinar mendengar sahabat nya akan mentraktir nya di kafe favorite nya .
" Benar kah ?"
Tia bersemangat mendengar perkataan dena membuat nya melupakan rasa kesal dalam hati nya .
" He'em ."
Mereka berdua berjalan menuju halaman depan melewati koridor kampus yang lumayan cukup luas .
Di sela sela perjalanan mereka ane dan tia berhenti sejenak di depan gerombolan mahasiswi yang tengah bergosip.
Seperti biasa nya suasana kampus yang selalu diwarnai dengan isu isu yang membuat mereka terkadang jengkel .
" Kalian tahu tidak ? Si bintang kampus mengantar cewek nya sampai di parkiran ."
Ucap salah satu mahasiswi .
" Bintang kampus ? maksud mu bryan saputra ? si cowok dingin itu ?"
" Iya ,, iya bener ."
" Benarkah ? "
" Tapi setahu ku dia kan dekat dengan clara .Apa jangan jangan dia clara ?"
" Tidak ,, tidak mungkin . Clara sedang ijin keluar kota untuk membintangi iklan."
" Lalu siapa dia ?"
" Entahlah ?"
" Benar benar menarik .Apa dia pacar nya ?"
" Jangan jangan adik nya ."
" Mana mungkin ? Adik bryan masih sekolah menengah ."
" Berarti benar pacar nya."
" Bisa jadi ,,."
" Apa yang terjadi jika clara tahu ?"
" Iya benar sekali ."
" Wajah nya cantik nggak ?"
" Entahlah ? karena menurut sumber tertutup setelah turun dari mobil cewek itu berlari rambut nya yang panjang menutupi wajah nya."
" Yah, sayang sekali."
Beberapa gerombolan mahasiswi yang mereka berdua lewati membuat telinga ane terasa panas .
Ane secara tiba tiba menarik tangan tia yang membuat sahabat nya itu merasa heran dengan sikap ane .
" Kenapa kau menarik ku ? Hampir saja terjatuh ."
Ucap tia mengatur nafas nya .
" Karena aku pesan ojek online takut sudah datang ."
Ane yang tak mau tia menaruh curiga harus memutar otak mencari alasan yang tepat untuk tia .
" Tumben tak bawa motor atau mobil den ?"
Ucap tia yang memang tak pernah mengendari motor atau mobil karena ia selalu di antar oleh sopir.
" Aku kesiangan . Kau tau sendiri kan , mama ku tidak akan ngijinin aku naik motor !"
Ucap denada .
" Den, menurut mu berita itu benar nggak ?"
Tia yang memang mengidolakan cowok tampan itu seperti penasaran dengan berita itu .
" Entahlah ? Lagi pula aku tidak mengenal nya ?"
Ucap denada dengan cuek nya .
" Huh,,,, gawat jika sampai semua orang tahu . Aku akan menjadi bahan bulian ."
Gumam ane dalam hati nya .
" Bagaimana ini ? Bagaimana menolak bryan untuk tidak menjemput ku ?"
" Apalagi dia minta aku menemani nya besuk malam ?"
" Aaaa,,, Mau di taruh di mana wajah ku ?"
Ane yang bermonolog sendiri dalam hati nya tak mendengar kan beberapa kali panggilan tia dan bunyi telepon nya yang terus menerus berdering .
" Den,,,, dena,,,."
" Den,,,, denaaaa,,,."
" Eh ,,,iya,,, ada apa ?"
" Itu,,,, bener nggak abang ojek nya ?"
Ucap tia yang menunjuk ke arah mobil yang menunggu di depan .
" Oh ,,iya ,,, ayo kita masuk !"
Ucap ane yang menarik tia masuk ke dalam mobil si abang ojek online nya .
Tia memandang sahabat nya penuh heran yang seperti nya tengah melamun tapi tia enggan menanyakan nya pada ane .
Ane yang memang beberapa hari bersama dengan bryan mulai merasa khawatir tentang hal itu menjadi trending kampus yang pasti nya di musuhi banyak cewek cewek kampus.
Mobil itu membawa mereka ke kafe favorit mereka sesuai aplikasi yang di pesan.
Bersambung 😊😊😊🙏🙏