Indonesia
NovelToon NovelToon
Falling In Love With My Ex Wife

Falling In Love With My Ex Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Teen
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

kisah sepasang suami istri yang menyerah di tahun kedua pernikahan karena terlalu banyaknya pertengkaran diantara mereka.

pernikahan yang diawali dengan sebuah perjodohan antara Seraphina Anastasya dengan seorang pria dingin bernama Dikta Rey Ibrahim membuat keduanya mengalami konflik berkepanjangan dan yang diperparah oleh Dikta yang dengan sengaja tetap menjalin hubungan dengan kekasih pria itu yakni Delara Sasmita yang berujung pengkhianatan oleh Delara dengan berselingkuh dibelakang Dikta.

setelah 5 tahun, Dikta dan Sera dipertemukan kembali karena sebuah kecelakaan yang tidak disengaja oleh Sera sehingga dirinya diharuskan bertanggungjawab atas Dikta.

yuk simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

setiap detik yang manis

Matahari pagi menyelinap lewat celah tirai jendela apartemen Dikta, menyinari meja makan tempat Sera sedang menyusun piring-piring sarapan. Aroma kopi yang baru diseduh bercampur harum roti panggang, menciptakan suasana yang hangat, seperti hati mereka yang kini perlahan menemukan ritme yang nyaman satu sama lain.

Setelah melalui perdebatan panjang antara Sera yang bersikeras ingin kembali ke penginapannya sementara Dikta terus memintanya untuk tetap tinggal di apartemen laki-laki itu dengan sebuah janji tidak akan melakukan hal diluar batas meski mereka tidur dengan berbagi ranjang yang sama.

Dan pada akhirnya Sera setuju menginap di apartemen itu dengan syarat agar Dikta tidak boleh melewati batasannya.

Dikta tersenyum manis dari arah pintu kamar ketika melihat Sera yang memakai kaos oversize miliknya yang berubah menjadi daster karena perbedaan ukuran tinggi badan mereka yang lumayan jauh.

Laki-laki itu kemudian melangkah mendekat, lalu melingkarkan lengannya di pinggang ramping Sera dari belakang. Ia menempelkan pipinya ke bahu perempuan itu, menghirup aroma parfum yang lembut namun tegas, ciri khas Sera yang selalu menenangkan hatinya.

"Pagi, sayang," bisiknya pelan di telinga Sera, membuat perempuan itu tersenyum sambil memutar tubuhnya menghadap Dikta.

"Pagi. Kau sudah siap berangkat kerja?" tanyanya lembut, jari-jarinya menyentuh pelan kerah kemeja Dikta, merapikannya sedikit.

Dikta menggeleng pelan, lalu menangkup wajah Sera di kedua tangannya. "Belum. Sebelum aku dapat jatah pagi ini."

Sebelum Sera sempat membalas, bibir Dikta sudah mendaratkan kecupan lembut di keningnya, lalu turun ke pelipis, hingga akhirnya mendarat di bibir Sera, singkat namun penuh makna, penuh dengan rasa syukur yang tak pernah lelah Dikta ucapkan setiap hari.

"Terima kasih sudah ada di sini," ucap Dikta saat mereka melepaskan pelukan, matanya menatap dalam ke manik mata Sera. "Kadang aku masih takut... kalau ini cuma mimpi."

Sera tersenyum, meremas pelan tangan Dikta di genggamannya. "Ini nyata, Dikta. Aku di sini. Dan aku tidak ke mana-mana."

Dikta mendekatkan bibirnya ke sisi telinga Sera lalu berbisik lembut dan menggoda " Kau cantik sekali dengan kaos ini..." ucap Dikta mengerling genit.

"Dikta....!!" seru Sera memukul dada bidang Dikta yang dibalas olehnya tawa yang menggelegar mengisi seluruh sudut ruangan apartemen yang biasanya sepi dan hening.

Hubungan mereka memang belum sempurna. Luka masa lalu belum sepenuhnya hilang, bayang-bayang perceraian dulu masih sesekali datang menyapa, belum lagi kehadiran Delara yang seakan tak pernah lelah mencoba mengganggu. Tapi justru di tengah segala ujian itu, ikatan mereka terasa makin kuat. Mereka belajar mendengarkan, belajar memaafkan, dan, yang paling penting, belajar mempercayai kembali.

...****************...

Hubungan keduanya makin lengket dari hari ke hari.

Saat akhir pekan tiba, mereka sering menghabiskan waktu dengan hal-hal sederhana. Berjalan santai di taman kota, duduk berdua di kafe sambil bercerita tentang hal-hal kecil yang terjadi seharian selama mereka LDR.

Dikta yang dulu kaku dan tertutup kini perlahan membuka diri. Ia sering bercerita tentang kesibukannya di perusahaan, tentang Gavin yang kadang membuatnya kesal, bahkan tentang ketakutan-ketakutan yang dulu ia pendam sendiri.

Dan Sera? Ia juga mulai berani membagi keraguannya, harapannya, dan impian-impiannya. Dikta selalu mendengarkan, selalu ada.

Suatu sore, saat mereka duduk berdua di depan tenda ketika summer camp, sambil memandang langit yang berwarna jingga keunguan, Dikta merangkul bahu Sera, menariknya mendekat.

"Kita masih punya jalan yang panjang ke depan, Sera," ucapnya pelan. "Mungkin tidak akan selalu mulus. Mungkin nanti ada yang coba mengganggu lagi. Tapi aku janji... aku akan berusaha sekuat tenaga supaya kau tidak pernah menyesal memilihku lagi."

Sera menyandarkan kepalanya di bahu Dikta, merasakan detak jantung laki-laki itu yang tenang di bawah telinganya.

"Aku juga, Dikta," jawabnya lembut. "Kita jalani bersama. Perlahan saja."

Dikta mengecup puncak kepala Sera, membiarkan keheningan yang manis menyelimuti mereka. Di luar sana mungkin masih banyak hal yang menanti untuk diuji, namun untuk saat ini, kebersamaan mereka sudah lebih dari cukup. Cinta yang pernah hilang kini kembali tumbuh, makin dewasa, makin kuat, dan makin manis dari sebelumnya.

bersambung....

1
Asriani Rini
Klau pub sera dan dikta tidak kembali bersama bukan berarti dia mau kebsli sama kamu delara
Dewi Andayani
Aku mampir lagi di karyamu, ya Thor😍...
Ditunggu crazy up nya💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!