Indonesia
NovelToon NovelToon
Please, Remember Me

Please, Remember Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:366.8k
Nilai: 5
Nama Author: ElizabethMelyna

Elena adalah seorang gadis sederhana yang menghabiskan 17 tahun hidupnya di panti asuhan. Selama masa remaja, hanya bullyan dan hinaan yang selalu dia terima dari teman satu sekolah nya. Tak ada seorangpun yang mau berteman atau menolongnya karena status sosial Elena.

Namun di suatu waktu, dia dipertemukan dengan seorang lelaki tampan bernama Leonard Maxmuel Alexander yang merupakan murid pindahan yang menjadi kakak kelas Elena. Banyak kebetulan yang membuat Elena terlibat dengan Leonard hingga terjalin sebuah keakraban dan bersemi menjadi perasaan suka di hati gadis 17 tahun itu.

Setelah memiliki beberapa kenangan manis di masa sekolah yang cukup singkat, tiba tiba Leonard menjadi sosok yang berbeda dan sama sekali tidak mengenal nya lagi.

Bahkan saat mereka berdua beranjak dewasa dan dipertemukan kembali setelah 7 tahun berpisah, kata pertama yang diucapkan Leonard adalah " Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu. " dengan dinginnya.

Ikutin yuk keuwuan dan alur cerita menariknya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElizabethMelyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 " Masih Sama "

Bab 29

Setelah tanpa sengaja melihat Elena berduaan dengan Kevin, suasana hati Leonard dihantui dengan rasa kesal marah dan penasaran.

Ia sendiri menyadari bahwa tak seharusnya ia bersikap seperti  itu, terlebih lagi ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Elena menurut yang diketahuinya.

Namun perasaan nya berkata lain,  Leonard kembali mengurutkan beberapa kejadian yang dia alami bersama Elena..

Mulai dari ketika Elena dengan antusias memeluknya setiba dia dari Singapura..

Kemudian gerak reflek Leonard yang lebih memilih melindungi Elena di banding Via ketika berada di dalam lift..

Dan juga perasaan yang saat ini berkecamuk di hati nya saat melihat Elena bersama pria lain..

" Sepertinya aku sudah gila. Aku terpengaruh oleh gadis itu. " Gerutu Leonard semakin kesal.

Sekeras apapun dirinya mencoba menguak masa lalu yang ia lupakan, itu hanya membuat kepalanya sakit dan menguras tenaga.

" Pak.. pak, apa anda baik baik saja?? " Kata Sekretaris Leonard yang terabaikan beberapa menit sejak ia masuk ke ruangan, karena Leonard yang sibuk dengan pikiran nya sendiri.

" Tidak. Aku hanya sedikit bermasalah. " Jawab Leonard jutek.

" Divisi marketing ingin mengadakan rapat dengan anda siang ini mengenai perpanjangan kontrak klien. Apakah anda ada waktu?? " Tanya sekretaris Leonard menyesuaikan jadwal.

" Apa wanita itu juga ada?? " Tanya Leonard tiba tiba.

" Wanita??? Maksud anda siapa?? " Tanya sekretaris nya tidak mengerti.

" Nana.. siapa lagi. " Bentak Leonard kesal.

" Oh.. Nana, tentu saja ada pak. Dia termasuk dalam tim proyek ini. " Jawab sekretaris nya tanpa mengetahui situasi yang saat ini di hadapi Leonard.

Ruang Divisi Marketing..

" Apaa?? Aku dikeluarkan dari tim?? Kenapa??? " Sahut Elena tidak terima dengan keputusan sepihak yang tiba tiba dari General Manager.

" Ini sudah keputusan dari Pak Leonard. Dia bilang dalam proyek ini tidak perlu melibatkan banyak orang. Kami juga tidak bisa membantah. " Jawab GM itu.

" Oh.. begitu. Lalu pertanyaan nya, kenapa hanya saya yang dikeluarkan dari tim. Apa bedanya membuang 1 orang saja. " Sindir Elena tetap tidak terima.

" Nana.. mengertilah.. aku hanya melakukan perintah. Kamu bisa memulai mencari klien yang lain. " Kata GM tidak ingin berdebat lebih panjang.

Elena pun begitu geram dengan perbuatan Leonard yang sangat tidak profesional.

Mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan yang sangat diperjuangkan oleh Elena selama ini.

Dengan langkah berani Elena pergi ke ruangan Leonard untuk protes, namun ia tidak menemukannya padahal hari masih sore dan belum waktunya jam pulang kantor.

" Pak Leon hari ini pulang lebih awal. Katanya beliau sedang tidak enak badan. " Kata Sekretaris Leonard kepada Elena.

Sepulang kantor, Elena pun tidak menyerah untuk memperjuangkan haknya sebagai staf di Hotel Zeus yang dikeluarkan secara tidak terhormat dari tim.

Ia memutuskan untuk menghampiri apartmen Leonard menggunakan taksi.

Ting tong.. ting tong ting tong..

Cekrek...

Pintu terbuka dan Elena yang dalam kondisi sangat marah mendapati Leonard yang baru saja selesai mandi memakai kimono berwarna putih dengan rambut yang masih basah berantakan.

" Kamu?? Bagaimana kamu bisa tahu rumah ku?? " Sahut Leonard terkejut dengan kehadiran Elena.

" Seharusnya aku yang lebih terkejut dengan perbuatan mu yang tidak profesional. " Sindir Elena to the point.

Akhirnya Leonard pun meminta Elena masuk ke dalam untuk berbicara dengan lebih nyaman.

Elena dengan segera duduk di sofa yang tidak asing baginya dan sesekali melihat ke sekeliling apartmen Leonard.

' tidak ada yang berubah. Hanya manusia ini yang berubah. ' Batin Elena sambil menatap tajam ke arah Leonard.

" Jadi kamu kesini, untuk protes? " Kata Leonard santai.

" Tentu saja, untuk apa lagi. Anda tidak bisa semena mena mengeluarkan saya dari tim. Selama berminggu minggu saya ikut bersusah payah mengerjakan proyek ini. " Jawab Elena memperjuangkan posisi nya.

" Suka suka saya dong. Saya sedang meminimalisir pertemuan dengan mu. " Jawab Leonard tidak merasa bersalah.

" Tenang saja, sekalipun saya bertemu ratusan kali dengan anda. Saya tidak akan mendekati anda dan membuat masalah dengan anda. " Kata Elena menegaskan.

Situasi pun kemudian berubah begitu saja setelah Leonard mendengar jawaban Elena.

Ia mendekat ke arah Elena dan memandang wanita itu lebih dekat hingga Elena harus terus menghindar dan terhenti di sandaran sofa.

" Bukan kamu, tapi aku yang sedang bermasalah. " Kata Leonard memandang dalam ke kedua mata Elena berharap ia bisa menemukan jawaban atas kegundahan hatinya.

" A.. apa yang anda lakukan?" Kata Elena gugup dan jantung nya berdebar sangat kencang.

Saat ini bahkan mereka bisa merasakan hembusan nafas masing masing karena jarak yang sangat dekat.

" Bagaimana kamu tahu rumah ku? Apa kamu sudah pernah kesini?? " Tanya Leonars mencari informasi.

" Be.. belum. " Jawab Elena berbohong dan mengalihkan pandangan nya.

" Apa mungkin saya merasa gundah hanya karena menginginkan sesuatu dari mu? " Sahut Leonard yang mulai berpikiran dewasa.

" Jangan ngawur. Meskipun kita pernah pacaran, kamu bisa mengendalikan pikiran kotor mu itu.. kita tidak.. " Elena pun menyadari bahwa ia baru saja tanpa sengaja membicarakan hubungan mereka sebelum lelaki itu kehilangan ingatan.

" Pacaran?? Dengan mu??? " Tanya Leonard mengkonfirmasi.

" Ehm.. maksud ku, ehm.. itu. " Elena pun tergagap bingung harus menjelaskan bagaimana.

" Apa aku boleh mencium mu?? " Tanya Leonard tiba tiba.

" Kamu benar benar sudah tidak waras. Kenapa?? Apa setelah puas mencium ku.. kemudian kamu akan melupakannya. Begitu?? Dasar brengs*k. " Untuk pertama kali nya Elena berani memaki Leonard, meski begitu kedua matanya tidak bisa berbohong dan mulai mengeluarkan air mata.

" Itu artinya boleh. " Sahut Leonard menyimpulkan.

Dengan agresif seperti yang pernah terjadi, Leonard mencium bibir Elena dengan lembut dan terus menikmati suasana romantis di antara mereka.

Elena yang awalnya melawan, tidak bisa membohongi hatinya yang masih menyukai Leonard dan merasakan ciuman dari bibir yang sama.

Untuk beberapa saat ciuman itu terjeda, terlihat Leonard masih menatap nya penuh keinginan dan sedikit terengah engah.

Ia menggendong Elena dan membawa nya masuk ke dalam kamar utama kemudian merebahkan dirinya ke ranjang yang biasa menjadi tempat beristirahat Leonard sehari hari.

Leonard menindih tubuh Elena dan terus memandang wajah Elena berharap semakin banyak kejadian semakin dia bisa mengingat, namun tidak.. yang ada malah ***** yang semakin memuncak dalam diri Leonard disertai degup jantung nya yang sangat kencang.

" Kenapa kamu tidak melawan?? " Tanya Leonard heran.

" Aku.. juga tidak tahu. Aku hanya mengikuti apa yang dirasakan hati ku. " Jawab Elena terpengaruh suasana.

Saat ini yang ia lihat hanyalah lelaki yang masih dianggap kekasihnya dan mengesampingkan kenyataan yang ada, bahwa Leonard melupakannya.

" Kamu membuat ku kacau. Kenapa aku reflek melindungi mu? Dan kenapa aku tidak suka melihatmu dengan lelaki lain?? Siapa sebenarnya dirimu? " Tanya Leonard mengharap jawaban.

" Hmm.. jadi begitu. Hanya otak mu yang menghapus ku, tetapi tidak dengan hati mu. " Kata Elena sambil tersenyum manis.

Ia merasa sedikit senang, karena setidaknya ia masih punya ruang di dalam hati lelaki ini.

Tidak melanjutkan pembicaraan nya, Leonard kembali menyalurkan nafsunya dan mencium kembali bibir Elena. Tangan Leonard mulai membuka kancing kemeja Elena perlahan..

Kancing pertama, kancing kedua hingga ketiga..

Leonard hilang kendali, tidak hanya mencumbu bibir Elena.. ia juga mencium leher Elena yang mulai merasa geli, dan perlahan semakin turun ke area dada Elena yang terlihat menggunakan bra warna hitam..

Namun di tengah tengah situasi intim itu, Leonard mendadak menghentikan perbuatan nya.

" Aku akan melanjutkannya, ketika aku sudah mendapatkan jawaban ku." Kata Leonard sambil menutup kancing pakaian Elena.

" Kamu tidak berubah. " Kata Elena yang senang karena ia tidak salah sudah mempercayai lelaki itu.

Baik dulu maupun sekarang, ingat maupun tidak.. Leonard selalu melakukan usaha terbaik untuk mengendalikan diri nya.

1
Sri Ariyanti
nah bener kan via terlibat kematian ibu pengasuh leon. Siap2 via hotel prodeo menunggu kehadiranmu
Sri Ariyanti
apakah kematian ibu leon ulah si Via
Sri Ariyanti
othor jahat 😭😭 leon dibuat lupa lagi. kasian elena
Sri Ariyanti
hati2 leon dengan perangkap Via. Semoga kamu baik2 saja dan tidak terjebak
Sri Ariyanti
akhirnya leonard kembali.
Sri Ariyanti
so sweet Leon. Ayo Elena kamu pasti bisa melawan teman2 yang jahat padamu.
Sri Ariyanti
leon sakit apa thor?
Oma Umi
selamat...semoga lancar dsn sukses
Tut Eny
lanjut
Riris Hutapea
aku menyukai cerita mu Thor 🥰🌹🌹
Riris Hutapea: pasi Thor 👍👍
total 2 replies
Tissa Lasso
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️selalu suka bgt sama karya2nya kak Ezme..❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Pansy
Aku mampir lagi kak ❤️
Sri Widjiastuti
elena yg naifff
DiElva2
dramanya terlalu berlebihan 🤦‍♀️🤣🤣.. cewek pintar padahal tp otak gk jalan dong.. kebanyakan cerita selaku begini 🤦‍♀️
DiElva2
hdeh.. mending ellena putusin si leon ajalah.. bosen juga kalo leon gitu mulu.. kalo banyak cewek modelan kek via, bisa gawat dah
Chandra Dollores
bagus juga punya penyakit lupa macam Leon
apalagi klo byk utang
hahahaha
Chandra Dollores
hayu hayu di Leon sakit apa tuhhhh
Chandra Dollores
gas lagi kemari..... benar2 dah
Ezme: Trimakasiiii kakaaa untk support nyaa 🥰🤗
total 1 replies
Eni Purwanti
didikan ga bener tuh via😡😡😡😡😡
Gabrielle
Terima kasih kak Ezme...karyamu luar biasa👍
👍👍
Tetaplah semangat, aku tunggu karyamu selanjutnya💪💪💪❤️❤️❤️
Gbu🙏😇
Ezme: trimakasiii banyak buat supportnyaa..

Siiaappp... ditunggu yaah.. Gbu too 💕💕💕
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!