cinta yang terbentuk dari usia belia akhirnya berbuah manis dikala sang pujaan hati melamarnya, lika liku perjuangan cinta mereka lalui bersama. hingga dimana takdir cinta mereka harus terpisah oleh tragedi kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh Julia. akankah Julia selamat dari maut dan kembali pada Reno yang merupakan cinta pertama sekaligus tunangannya
yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kyio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# kenangan 4 #
tepat pukul 1.30 siang bel berbunyi para siswa dan siswi pada berambur keluar kelas. di sebuah ruang kelas tiga lelaki idaman siswi sedang mengobrol " ren, aku mau nanya sebenarnya kau jadi pindah sekolah, soalnya kalau kau pindah aku rasa nanggung sebentar lagi kita akan ujian semester dan lain lain, paling sekitar empat lima bulan kita sudah kelar" ucap Sammy " betul tu lagi pula kau gak kasian dengan Julia baru jadian dah pisah" ucap Bayu, Reno hanya diam sambil mereka berjalan keluar kelas. " semua itu sudah ku pikirkan, yang pasti aku tak jadi pindah, seperti yang kau katakan nanggung dan soal Julia aku pasrahkan pada sang khalik, kalau jodoh kami akan dipertemukan dan aku berharap julia jodoh ku" ucap Reno. " kak" seorang perempuan memanggil sontak mereka menoleh ke arah suara. terlihat seorang gadis cantik tersenyum pada mereka " hai sayang, yuk kita makan siang di restoran western biar kakak ganteng ini yang traktir kita" ucap Sammy menghampiri julia sambil tangannya mengulur ke depan mempersilakan Julia jalan. Julia tersenyum melihat aksi Sammy Reno menggeleng kepala tersenyum. mereka pun berjalan menuju parkiran " kak kereta ku gimana" tanya julia " mana kuncinya biar Bayu yang bawa" ucap Reno. Julia memberikan kunci kereta nya pada Bayu " ren kita ini mau makan dimana" tanya Bayu " kita ke restoran di jalan Wahidin" ucap Reno " oke bos" ucap Bayu dan Sammy. mereka langsung membawa kereta masing-masing, Julia di bonceng Reno sedangkan Sammy membawa kereta sendiri.
dijalan raya Reno terus tersenyum " Julia pegangan" ucap Reno, Julia langsung memeluk reno dari belakang " deg...deg.. deg.." jantung dua remaja itu berdetak kencang desiran darah mengalir ke seluruh tubuh. Bayu dan Sammy saling melirik kearah Reno dan Julia, mereka tersenyum melihat tingkah Reno dan Julia. hanya dua puluh menit mereka sampai di restoran western. Bayu dan Sammy memarkirkan kendaraannya sedikit jauh dari kereta Reno. mereka pun berjalan menuju pintu masuk restoran lalu mencari tempat duduk yang nyaman. " kak duduk sebelah sana aja" ucap Julia menunjuk ke arah sofa yang empuk dengan dagunya. mereka pun berjalan menuju meja yang di tunjuk Julia. Reno duduk bersebelahan dengan Julia dan Sammy serta Bayu duduk berdampingan menghadap Julia dan Reno.
tak lama datang pelayan " pesan apa mas" ucap pelayan yang telah memberikan menu makanan " aku burger dan juice melon" ucap Sammy menunjuk gambar menu " aku sama" ucap Bayu " kamu mau makan apa Julia" ucap Reno " spaghetti dan juice sirsak " ucap Julia
" samakan aja mas" ucap Reno pelayan itu pun menulis " harap menunggu sebentar mas" ucap pelayan sambil menundukkan kepalanya lalu pergi " ren kata Sahrul kau nnt melanjutkan pendidikan ke luar negeri, betulkah" ucap Sammy, Julia menatap Reno begitu pula Reno. Julia membuang muka tak ingin Reno melihat kekecewaan yang dirasakan nya, Reno melirik Sammy dengan tatapan kesel, Sammy yang dilirik mengucapkan maaf tapi tak bersuara" huruf " Reno kembali menatap Julia dan tangannya menggenggam tangan Julia" Julia, aku pergi jauh menuntut ilmu bukan berarti kita putus, kita bisa video call dan aku berjanji akan selalu menghubungi mu " ucap Reno memberi harapan. " aku bukan tidak ingin menghalangi pendidikan kakak, aku takut kakak berpaling hati kalau melihat cewek yang lebih sexy dan tergoda, karena yang Julia tau di luar negeri kehidupan nya kan bebas " ucap Julia yang tidak mau menatap reno dengan bibir manyun nya. Bayu, Sammy dan Reno tersenyum melihat tingkah dan ucapan Julia. Reno langsung memeluk Julia dan mengelus rambut panjang Julia " aku tidak seperti lelaki lain yang mudah jatuh cinta dan mengobral janji" ucap Reno " aku akan selalu setia, percayalah padaku" ucap Reno " aku pegang janji kakak" ucap Julia, Reno mengangguk dan mencium kening julia " aku janji" ucap Reno.
dua Bulan berlalu Reno dan Julia merajut cinta. Reno yang penyayang dan pengertian selalu melindungi Julia. hari Sabtu pun tiba anak muda pada keluar sekedar jalan jalan pada malam hari. Reno dengan gaya cool bersiap siap untuk keluar bersama Julia dan temannya " assalamualaikum Julia, lima belas menit lagi kakak jemput ya" ucap Reno
"(........…) ". Reno pun menutup ponselnya dan keluar dari kamar menuruni anak tangga sambil bersiul gembira. Delia Mama Reno heran melihat tingkah anak semata wayang nya " happy banget anak Mama malam ini" ucap Delia sambil memakan kacang goreng " iya dong.. namanya juga malam Minggu" ucap Reno tersenyum sambil mencium pipi kiri kanan Delia " sepertinya anak Mama lagi jatuh cinta ni, mau ngapel ya, siapa cewek yang udah nakluki hati anak Mama"ucap Delia
" ada deh.." ucap Reno tertawa " ajak kerumah sekali kali ren, Mama kepingin ngobrol sama dia" ucap Delia " Mama sebenarnya kenal sama dia dan keluarganya" ucap Reno " maksud mu "
Terimakasih