Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:187
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

 Pak Danu menghela napas panjang,lau menandai kolom absensi Lastri dengan tinta merah.

"Saya harap begitu.Jika sampai besok tidak ada kabar,pihak kampus akan melibatkan polisi.Kalian berempat adalah orang terakhir yang bersamanya. Siapkan mental kalian untuk di mintai keterangan"

kuliah pun di mulai,namun bagi Arman, Desi, Reza dan Damar.Kata-kata pak danu barusan adalah sebuah vonis mati.

 Saat mereka berempat saling melempar pandang ketakutan,tiba tiba ponsel desi yang di letakkan di atas meja bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal. Desi membuka pesan itu dengan tangan gemetar.

..."Kalian pikir kota ini aman? Air terjun itu tahu apa yang kalian lakukan padaku"...

 Desi hampir menjerit,spontan menjatuhkan ponselnya ke lantai. Di bawah meja kelas yang gelap,merka menyadari satu hal.Lastri mungkin sudah tidak ada,tapi dendamnya telah mengikuti mereka sampai ke kota.

  Di jam istirahat Desi meminta ketiga teman untuk mendekat ke tempatnya duduk.Ia memberikan isi pesan tadi di ponselnya kepada teman temannya.

"Hah..apa lastri masih hidup?" Tanya damar dengan konyol.

  Semua terdiam.

"gak mungkin lastri masih idup,pikir aja secara logika lu jatuh dari ketinggian air terjun itu.Sedangkan di dalam air itu banyak bebatuan.Bagian tubuh lastri pasti ada yang terkena batu itu,kalian liat sendiri kan banyak darah di air itu?" Ucap reza menjelaskan.

   Mereka mengangguk,apa yang di katakan reza ada benarnya.

"Kita harus kesana lagi buat mastiin lastri masih hidup atau nggak"

"Kita kesana sekarang aja,udah gak ada kelas juga kan??"Tanya desi.

  Setelah kompak,semuanya berlalu pergi menuju parkiran.Mereka masuk ke dalam mobil damar yang terampang jelas terparkir di sana.

"Mas arman..dimana?kok gak ada kabar dari kemarin?"

Arman membuka ponselnya yang bergetar di saku celananya.Ia memikirkan sebuah ide agar wida tak menaruh curiga kepadanya.

"Mas lagi ada masalah keluarga..nanti mas kabari lagi kalo semuanya sudah beres ya.."

  Ia lalu menutup dan mematikan ponselnya,ia tak ingin kekasihnya tahu dan ikut terlibat dalam masalah yang sedang di alami arman dan teman temannya.

  Sedangkan di rumahnya,wida merasa bosan karena beberapa hari ini arman belum menemuinya seperti biasa.Ia takut arman melupakan janjinya untuk menikahi wida setelah lulus nanti.

  Damar melajukan mobilnya dengan kencang,bertujuan agar cepat sampai ke air terjun itu.Dan mereka tak perlu menjelaskan apapun kepada pihak kepolisian.

  Setibanya di sana,para warga tengah berkumpul.Menutup hidung mereka karena bau busuk sangat menyengat.Arman turun dari mobil damar,di susul dengan ketiga temannya.

"Permisi pak.bu..ada apa ya?kok rame gini?"tanyanya kepada salah satu warga.

"itu mas,ada mayat di air terjun.Perempuan cantik,kepalanya sobek kena batu kayaknya.Warga disini ngeluh beberapa hari ini air sungai yang ngalir dari air terjun itu bau bangkai mas,pas kita telusuri ternyata ada mayat disini"Ucap bapak bapak itu.

 Arman dan temannya saling beradu pandang.ia menarik tangan reza untuk masuk kedalam mobil damar.

"Gimana ini?apa kita harus samperin warga?"Tanya desi dengan tangannya yang gemetar.

"iya,kita harus bujuk warga buat nguburin lastri disini.Bilang aja Lastri sudah gak punya keluarga,karena memang iya kan?kalo di bawa ke kota siapa yang mau ngurus?kita??gak lah.yang ada polisi bakal curiga sama kita"

 Mereka setuju dengan usul Damar.Keempatnya turun dari mobil,lalu menghampiri kerumunan warga disana.

"Pak..temen kita ada yang hilang dari kota sejak camping beberapa hari lalu.Boleh kita lihat wajah mayat perempuan itu?siapa tahu dia teman kita yang kita cari."ucap Arman.

   Warga percaya begitu saja dengan keempat komplotan itu.Mereka mempersilahkan arman dan teman temannya untuk melihat mayat yang sedang di evakuasi oleh warga,mereka menantang untuk melapor ke pihak kepolisian karena hanya akan mempersulit warga sana.

   Desi menutup mulutnya dengan kedua tangannya.Mayat yang membusuk itu ternyata memang benar Lastri.Air matanya luruh,bagaimana pun Lastri satu satunya sahabat yang ia miliki di kota.

"Pak..bu..ini sahabat saya.dia yang kita cari,beberapa hari ini dia menghilang saat kita akan pulang ke kota"ucap desi dengan tangisnya.

"Ya allah..mas,mbak yang sabar ya.jadi gimana ini mau di bawa ke kota saja?"Tanya warga sana.

"Kalo gak keberatan,kita minta teman saya ini di kubur di sini sana pak..bu.Karena beliau sudah tidak mempunyai keluarga lagi"

"Mudah sana mbak,mas asal mas sama mbaknya mau tanggung jawab sama biaya pemakaman dan adat adat disini bagaimana?"

"Kami siap menangguk pak"Ujar Damar tanpa persetujuan dari teman temannya.

"biar gue yang tanggung semuanya,asal semuanya beres dan kita gak perlu nyerahin diri kita ke polisi bisa berabe"ucap Damar.

  ketiganya mengangguk,mau tak mau mereka harus mengikuti kata damar.Demi masa depan mereka.

Setelah deal.para warga berbondong bondong mengangkat mayat Lastri dengan tandu buatan mereka. Tak diam saja,Desi membantu ibu ibu untuk memandikan mayat Lastri.

   Ia tak mampu memandang wajah lastri yang sudah hancur penuh dengan belatung.

"Maafin aku las..aku juga udah maafin semua kesalahan kamu sama aku"batinnya.

  Sedangkan Arman,reza dan damar ikut menggali tanah untuk mengubur lastri di desa itu.Hati mereka sedikit tenang karena warga sana sepakat untuk tidak melibatkan polisi.

  Damar membayar salah satu warga untuk berpura pura menjadi salah satu keluarga lastri.Meski awalnya di tolak,namun saat melihat uang yang di pamerkan damar,seorang kakek tua itu mengangguk setuju.

  Acara pemakaman pun selesai.Lastri sudah di makamkan dengan layak.Berharap tak ada lagi gangguan dari lastri kepada teman temannya.

  Sore itu kakek yang bernama Adam ikut pulang ke kota bersama mereka.Pagi nanti kek adam akan di pertemukan dengan pak Danu untuk mengungkap bahwa Lastri cucu samarannya meninggal saat sedang dalam perjalanan ke kampungnya.

  Meski tak begitu tua,namun kakek itu sangat membutuhkan uang yang di janjikan oleh damar.Untuk membelikan anaknya motor bekas,agar anaknya tak perlu berjalan kaki dari rumah ke sekolah yang jaraknya sangat jauh.

  Kini keempat teman itu sudah bisa tersenyum,Hati mereka seakan lega karena sudah menguburkan lastri dengan layak.Begitu juga Arman,kini ia sudah bisa fokus kepada wida.Janjinya untuk menikahi wida hanya butuh waktu beberapa bulan lagi.Ia akan menjalani wisuda,dan wida juga akan menjalani kelulusan.

  Saat keduanya lulus,arman tak akan menunda nunda lagi pernikahannya dengan wida.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!