Mawar, gadis desa yang merantau ke kota dan bertemu duda tampan Will namanya, lalu mereka jatuh cinta. awalnya seperti tidak mungkin seorang pengasuh anak jatuh cinta dengan Majikannya, namun ternyata Sang majikan juga mencintainya.
yuk ikuti terus ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beli cincin
Paginya Will buru-buru mengajak Mawar untuk segera ikut dengannya.
"Ayo Mawar kamu ganti baju eh nggak usah itu aja udah cantik" Will yang baru saja turun dari kamarnya dan sudah rapi menyapa Mawar sedang menyuapi anaknya.
"Lho.. mas nggak ke kantor kok pakai baju santai?emang kita mau kemana asal ayo ayo aja" sahut Mawar memandang Will di depannya yang sedang meneguk air putih. Lalu Mawar mengambilkan sarapan untuk nya
"Wah kita mau jalan-jalan lagi ya pa?" sahut Shem dengan tersenyum
"Iya sayang,habis sarapan kita langsung berangkat yaa" jawabnya .
"Asyik.. " asyikk anak itu dengan senangnya.
"Memangnya kita mau kemana sih mas "
cetus Mawar yang kembali ke sebelah Shem melanjutkan menyuapi nya.
"Udah nanti kamu juga tahu " Jawab Will dengan santai , seolah-olah tak mau mereka tahu , sembari menyuap makanan dengan lahap nya.
Tumben amat ini orang nggak bilang-bilang mau kemana, biasanya juga ngomong. batin Mawar yang memandang majikannya itu sambil mengerutkan bibirnya.
Di Mobil pun Mawar hanya bercanda dengan Shem, tanpa bicara apapun dengan Will, sekitar 25 menit mereka pun sampai di toko emas x yang terkenal di ibu kota.
"Ayo kita turun " sahut Will setelah memarkirkan mobilnya.
"Kita ngapain ke sini pa, aku kirain mau ke mall lagi aku kan pengen bermain" cetus Shem dengan nada agak kesal.
"Setelah ini kita ke mall kamu bermain sepuasnya, udah ayo papa cuma ada perlu sebentar "
Mawar tidak mengatakan apapun hanya menurut saja.
Setelah turun Will langsung merangkul pinggang Mawar dan Mawar menggandeng tangan Shem, terlihat begitu romantis seperti satu keluarga.
Saat masuk pun pelayan toko menyapa mereka dengan sangat sopan dan seperti sudah kenal dekat dengan Will. Mawar begitu kaget baru pertama kalinya masuk ke toko emas yang begitu besar dan sangat mewah itu.
"Selamat pagi tuan William" sapa seorang wanita yang berpakaian berbeda dari seragam pelayan lainnya yang sepertinya supervisor nya, dengan menundukkan kepalanya dan tersenyum.
"Pagi.. " balas Will tersenyum
"Untuk pesanan tuan sudah kami siapkan dan kami simpan karena memang itu barang limited edition,dan kebetulan hanya satu-satunya di tempat kami".Ucap pelayan itu yang kemudian mengambil sebuah kotak di etalase terkunci di belakangnya.
Memang mas Will pesan apa sih sampai limited edition kaya gitu, batin Mawar yang melihat-lihat berbagai macam emas dan berlian di sekeliling nya.
Will menerima kotak itu dan langsung membukanya, Mawar begitu takjub saat melihat kotak yang di buka Will, berisi gelang, sepasang cincin dan kalung ,modelnya sederhana, elegan tetapi terlihat sangat mewah.
"Coba mana tangan kamu " ucap Will yang mengambil cincin dari kotak, Mawar pun langsung menunjukkan kedua tangannya
"Ngapain semua sih " saut Will lalu mengambil jari manis tangan kiri Mawar dan memasangkan cincinnya ternyata sangat pas dan cocok sekali.
"Wah.. mewah sekali ini buat aku mas? " tanya Mawar yang sangat senang itu dengan mengangkat tangannya memandangi cincin yang di pakainya. "Seumur-umur baru kali ini saya pakai emas sebagus ini mas, pasti mahal banget ya " cetus Mawar lagi.
"Itu cincin nikah papa sama kak Mawar kan" sahut Shem
"Pinter sekali anak papa" Will mengusap-usap rambut anaknya itu .
"Yasudah lepas dulu, kan buat nanti kita nikah, kamu pakai kalung sama gelangnya aja ini"
"Pakai kalung aja deh mas, nggak mau pakai komplit terlalu berlebihan" jawab Mawar tersenyum senang, tidak menyangka Will membawanya membeli emas yang sangat mewah itu, apalagi sudah ia pesan dari jauh hari itu pertanda memang dia serius menikahinya.
Will langsung memakaikan kalungnya ke leher Mawar, begitu indah dan sangat menyatu dengan kulit Mawar yang putih bersih itu.
"Wah cantik sekali.. oh ini calon istrinya saya kira yang biasa di ajak kesini hehe" ucap pelayan toko yang masih di depan mereka berniat mengajak bercanda.
mendengar hal itu Will tidak menjawab dan langsung membayar dengan menggunakan cek, tetapi Mawar tidak tahu nominalnya berapa, yang jelas sih sangat mahal baginya dan tidak seberapa bagi Will yang kaya itu.
"Biasanya siapa ya kak? oh mbak Karin ya? " tanya Mawar dengan sangat kepo
Pantas saja di sambut dengan begitu sopan, ternyata pelanggan sini terus biasa kesini sama mbak Karin toh. batin Mawar
Melihat Mawar bertanya-tanya Will langsung menariknya keluar dan mereka langsung naik mobil menuju ke mall sesuai perjanjian dengan Shem tadi.
"Makasih banyak ya mas, aku seneng banget "ucap Mawar
" Iya sayang, itu nggak seberapa "jawab Will dengan melihat Mawar dari kaca spionnya.
"Udah sayang-sayangan aja nih ayah " Shem ngeledek ayahnya itu yang sedang mabuk asmara.
Will tidak menjawab dan hanya tersenyum lebar menoleh ke Shem.
**
Sampai di mall x mereka tidak sengaja bertemu tantenya Will yang kebetulan arah pulang dengan membawa beberapa tas isi belanjaannya.
"Nenek kok disini sih "tegur Shem dengan menepuk pelan tangan neneknya itu
" Eh Shem sayang kok nggak sengaja ya kita bisa ketemu "jawabnya melirik Will dan Mawar yang sedang bergandengan tangan cukup mesra, dan kemudian fokus ke kalung Mawar.
" Kenapa tante menatap Mawar seperti itu "cetus Will
" Jangan sensitif, tante cuman mau minta maaf atas kejadian kemaren itu, maafin saya ya Mawar "ucapan tante Mira seperti terpaksa dan menyembunyikan sesuatu.
" Soal itu sudah saya maafin tante "balas Mawar tersenyum.
enak aja gadis kampung ini dapat perhiasan sebagus semahal itu , sedangkan aku yang keluarganya nggak dapet apa-apa, tenang saja untuk sementara harus berbuat baik di depan William. batin tante Mira
" Will.. tante merestui kamu kalau kamu mau menikah dengan Mawar, sepertinya dia baik dan cocok untukmu"ucapan yang sangat halus dari mulut tantenya itu.
"Ada angin apa ini.. bagus deh kalau tante merestui juga, nanti saya kabarin harinya" jawab Will yang masih ketus dan merasa tantenya aneh
Setelah mengatakan itu tantenya langsung pamitan pulang lebih dulu,ia pulang ke kontrakannya, berniat ke Jakarta menemui Will berharap tinggal di rumahnya eh malah kemaren ada cekcok dengan ponakannya itu. Sekarang karena sudah baikkan nanti secepatnya ia akan minta tinggal di rumah Will yang mewah itu.
"Mau tante merestui atau tidak saya akan tetap nikahi kamu"cetus Will setelah tantenya pergi
"Ma.. kasih mas" Mawar masih tak menyangka yang dulunya hanya gadis kampung, sebentar lagi akan menjadi istri duda masih muda tampan dan juga kaya raya.
Selesai menemani Shem bermain , mereka langsung makan bareng lalu pulang.