kehilangan seorang istri membuat Erlangga kembali lagi menjadi gunung es . Kekejamannya kembali semula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhayati 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Aldi langsung memandang Tuanya dia berkata " Hah itu , aku tidak yakin jika tempat Itu masih di gunakan Tuan . Semenjak kami membawa Tuan Gavin hanya Asistenya itu yang masih terselamatkan . "
Erlangga mengerutkan keningnya berfikir sejenak " Benar juga apa yang di katakan Aldi .
" Terkadang apa yang kita lihat , tidak membenarkan kenyataan Al ." Ujar Erlangga setelah menimbang nimbang , Apa salahnya mencari tau terlebih dahulu .
" Benar Juga Tuan . Baiklah kita menuju kesana . ah iya , sebelum kita kesana . Lebih baik Tuan makan terlebih dahulu . "
Erlangga engan untuk mengisi perutnya , tidak perduli dengan kondisinya yang terpenting adalah menemukan Istrinya .
Aldi membuang Nafas kasar ia harus memutar otak agar bisa membujuk Tuanya . Jika dengan keadan seperti ini takut tubuh Tuanya semakin lemah .
" Tuan kita harus mengatur strategi terlebih dahulu . Sebelum itu , kita ke restoran terlebih dahulu . Jika Nanti Nona melihat Tuan dengan keadan seperti ini . Aku yang akan di salahkan , atau lebih tepatnya tuan lah yang akan di salahkan . " Aldi mencoba membujuk Tuanya degan embel embel Nonanya .
Sekarang ini Aldi membuang rasa takut terhadap Tuanya . Mau Tuanya marah pun tidak perduli , ia harus bisa membujuk tuanya agar mengisi perutnya terlebih dahulu . Sebelum menghadap bahaya , dengan tubuh fit tentunya akan memudahkan membereskan lawan .
Jika degan keadan lemah tentu saja akan memakan waktu cukup lama , atau mungkin akan membuatnya celaka .
...***************...
Di Mansion milik Erlangga
Kinan tidur di kamar Arga setelah ia membersihkan Tubuhnya lalu menganti pakaian yang di berikan oleh kepala pelayan bernama Bima tadi sore .
Entah Besok berangkat kerja atau tidak tapi yang pasti ia harus istirahat yang cukup .
Kinan tidak sendirian tidur di kamar Arga ada Lala dan Ana yang menemaninya . Jadi bisa bergantian menjaga Arga
" Aku tidak menyangka jika sahabat ku akhirnya bisa kembali lagi dengan Suaminya . " kinan membuyarkan keheningan yang tercipta dari bibir mereka bertiga .
" Iya Kami juga sempat terkejut . Tetapi kami juga sangat bahagia akhirnya Tuan bisa kembali lagi dengan Nona , bukan wanita lain ." Sahut Ana cepat , sangat bersyukur sekali mempunyai majikan yang sangat mengerti para pekerja seperti dirinya .
Nerin tidak menganggap dirinya sebagai orang luar , melainkan saudaranya . Hanya saja ia harus tau diri , dan ia tidak boleh besar kepala .
" benar , aku juga berfikir sama apa yang kalian katakan tadi . " Lala menyambung ucapan Kinan dan Lala .
Kinan mengembangkan senyum lebar ternyata sahabatnya sangat di sayangi serta di hormati oleh para pelayan .
Tak terasa obrolan ketiga wanita itu hingga menunjukan pukul setengah malam itu artinya 00.00 manik mata mereka nampak masih sangat cerah .
Hinga Arga terbangun dari tidur lelapnya untuk pertama kalinya . Bocah kecil itu menangis karena ingin minum susu .
...****************...
Tiga mobil berhenti di semak semak tidak jauh dari gedung yang terlihat terbengkalai tidak hanya mobil saja Deni menyarankan menyiapkan Helikopter .
Satu jam yang lalu , Deni telah mengirim beberapa orang untuk mengecek gedung tua yang terbengkalai itu sebelum nanti melanjutkan rencana selanjutnya .
Dan benar gedung Tua terbengkalai itu banyak penghuni di sana , Hanya saja ia tidak tau jika Nonanya di sekap di sana atau tidak .
" Sudah siap kalian semua ." Deni menginstruksi para bodyguardnya
" Kami siap Tuan ." Jawab serentak mulai mencari posisi yang aman .
Erlangga berjalan sangat tenang yang ada di pikiranya hanya lah mendapatkan istrinya kembali .
Jika tidak mendapatkan istrinya di tempat sekarang ini tidak tau lagi harus mencari istrinya kemana .
" Tuan !" Aldi menyengol lengan Tuanya agar lebih hati hati .
" Emm." jawab Erlangga tak ada sahutan apa pun hanya deheman saja yang keluar dari bibirnya .
Reaksi Tuanya terlihat sangat bersemangat walau pun terlihat sangat tenang .
Aldi tidak lagi mengatakan apa pun ia fokus menjalankan misinya kali ini mencari Nonanya dengan mendampingi Tuanya selalu di sampingnya .
Sedangkan Deni dia sudah tak terlihat lagi dengan membawa sebagian bodyguardnya
#
#
Bersambung