Han Yoori wanita pengganti untuk Dokter tampan bernama Park Shinju. Saat itu temannya meminta untuk pergi menggantikannya ke tempat kencan buta. Di sanalah awal mula Han Yoori bertemu dengan dokter Park, dan saat itu dokter Park hanya tahu bila Han Yoorilah partner kencan buta yang di pilihkan ayahnya.
Awalnya Han Yoori tak ingin pergi apa lagi harus berpura-pura sebagai wanita yang bernama Kim Jioh, teman yang memintanya untuk pergi ke tempat kencan buta. Namun, saat itu Kim Jioh menawarkan sejumlah uang jika Han Yoori mau pergi menggantikannya, yang di mana uang tersebut dapat melunasi seluruh hutang ayahnya. Han Yoori pun tergiur dengan imbalan tersebut, terlebih lagi hutang yang ditinggalkan ayahnya harus lunas dalam kurun satu minggu. Dengan terpaksa Han Yoori menerima tawaran temannya tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hesti Noviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29.
Dibuat terkejutlah Han Yoori atas perlakuan kasar Lee Miran. Han Yoori sampai dibuat tertunduk dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
"Saya minta maaf," ucap Han Yoori sembari menitikan air matanya.
Lee Miran menghebuskan kasar nafasnya. "Kau pikir semua yang kau lakukan itu lucu. Kau membuat anakku dan aku percaya bahwa kau Kim Jioh. Bahkan kau juga sudah mengancam Kim Jioh untuk menjauhi anakku. Yang seharusnya menjauhi Shinjoo itu kau, bukan Kim Jioh," ucapnya meninggikan suara sambil menunjuk.
Apa yang dikatakan Lee Miran memang benar adanya, Han Yoori memang sudah menipu Lee Miran dan anaknya. Tapi, semua yang dikatakan Lee Miran seolah hanya menyudutkan Han Yoori saja, padahal Kim Jioh juga ikut terlibat. Han Yoori ingin sekali membela diri, bahwa apa yang telah dilakukannya tak sepenuhnya salahnya. Akan tetapi, tangisnya telah membuatnya tertahan untuk tak membela diri.
Lee Mira kemudian mengambil sebuah kertas kecil berbentuk persegi panjang dari dalam tasnya. Lalu meletakannya di atas meja sambil berkata. "Jauhi anakku dan ambilah cek senilai 50 juta won ini."
Han Yoori pun langsung berdiri dari duduknya. "Baik, saya akan menuruti permintaan anda untuk menjauhi kak Shinjoo, tapi saya tak akan menerima cek yang anda berikan."
Sesaat Han Yoori akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja Park Shinjoo datang dengan raut cemasnya.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanyanya sembari memegang kedua lengan Han Yoori, yang kemudian ia menatap ibunya dengan rautnya yang nampak begitu marah. "Apa yang sudah ibu lakukan padanya?"
"Ibu hanya memberinya pelajaran karena dia sudah menipu kita. Dia berpura-pura sebagai Kim Jioh, agar dia bisa mendekatimu."
Park Shinjoo seketika menghembuskan kasar nafasnya. "Aku sudah tahu dari awal dia bukanlah Kim Jioh. Aku tak merasa dia telah menipuku, bila memang saat itu Kim Jioh berniat menemuiku seharusnya dialah yang datang, bukan Han Yoori."
Han Yoori terkejut setengah mati setelah mendengar apa yang dikatakan kekasihnya itu. Ia tak menyangka bila Park Shinjoo sudah mengetahui bahwa Han Yoori berpura-pura sebagai Kim Jioh.
Han Yoori seketika melepaskan tangan Park Shinjoo dari lengannya. "Jadi kau sudah mengetahuinya sejak awal. Lalu, sejak kapan kau tahu namaku? Apa Younghoon yang sudah memberitahu namaku?" Tanyanya dengan raut yang penuh amarah.
"Bukan Younghoon yang memberitahuku. Tapi aku tahu siapa kau sejak awal bertemu dan mungkin sebelum kita bertemu aku sudah tahu siapa kau."
Han Yoori mengalihkan pandangan sambil menangis. "Seharusnya kau memberitahuku sejak kita bertemu. Kau telah membuatku seperti orang bodoh."
Park Shinjoo meraih kedua tangan Han Yoori. "Aku tak bermaksud seperti itu. Awalnya aku ingin memberitahumu, tapi aku tak ingin membuatmu malu, oleh sebab itu aku menunggumu untuk mengaku lebih dulu."
"Lalu, apa kau sudah mengetahuinya, bila aku adiknya Han Yoora."
Park Shinjoo menundukan kepalanya. "Hm, iya aku tahu. Kau adalah orang spesial yang sering di ceritakan Han Yoora. Aku tahu kau melalui foto yang sering Han Yoora tunjukan padaku."
Han Yoori seketika menghempaskan tangan Park Shinjoo dari tangannya, ia menghela kasar nafasnya lalu berkata. "Kupikir akulah yang telah membodohimu, ternyata aku salah. Kaulah yang sudah membodohiku. Aku tak merasa bila kau mencintaiku. Kau menjadikanku teman maupun kekasih hanya untuk melepas rindumu pada kakakku."
Han Yoori pun kemudian melangkah pergi sembari menitikan air matanya. Park Shinjoo dengan cepat menyusul langkahnya, lalu meraih tangannya agar langkah Han Yoori terhenti.
"Aku tulus mencintaimu, aku mencintaimu karena kau adalah Han Yoori. Bukan karena Han Yoora aku mencintaimu dan bukan pula karena kau terlihat mirip dengan Han Yoora. Tapi aku mencintaimu sebagai Han Yoori."
Han Yoori kembali menghempaskan tangan Park Shinjoo. "Bila kau benar-benar mencintaiku, tak seharusnya kau menungguku untuk mengakui kebohonganku. Dan dari awal seharusnya kau menyuruhku untuk mengakui semua kebohonganku." Han Yoori menghela kasar nafasnya. "Bila kau mencintaiku, kau pasti sudah membuang semua barang yang menyangkut tentang kisahmu dan kakakku. Kau masih menyimpannya dengan rapih di sebuah ruangan di apartemenmu, karena kau masih mencintainya."
Park Shinjoo menghela, raut sendu pun muncul di wajahnya. "Kau salah. Sebenarnya saat Kim Younghoon datang ke apartemenmu, aku hendak membereskan barang-barang itu, untukku kubuang esoknya."
"Berhenti mencari alasan, aku membencimu, kau sudah membuatku terlihat bodoh," ucap Han Yoori sambil memukul-mukul dada bidang Park Shinjoo.
Lee Miran menghampiri Han Yoori dan Park Shinjoo dengan raut wajahnya yang penuh dengan amarah, lalu dengan cepat ia menampar keras wajah Han Yoori. "Kaulah yang sudah membodohi anakku. Kau merasa tersakiti, tapi kenyataannya kaulah yang dari awal telah menipunya. Kau adalah penipu sesungguhnya!"
"Cukup! Park Shinjoo meninggikan suaranya. "Berhenti merisaknya, jangan menyalahinya karena aku juga sama bersalahnya."
Lee Miran mengehebuskan cepat nafasnya, lalu matanya terbelalak menatap Han Yoori. "Kau apakan anakku hingga dia berani menentangku."
Tanpa membalas ucapan Lee Miran, dengan cepatnya Han Yoori kembali melangkahkan kakinya. Park Shinjoo kembali mengejarnya, namun kali ini ia tak berhasil menghentikan langkah Han Yoori, karena sebuah taxi berhasil membawa Han Yoori pergi dari jangkauan Park Shinjoo.
Selama perjalanan pulangnya, Han Yoori tak bisa berhenti menitikan air matanya. Hatinya sangat terisak setelah di bentak hebat oleh Lee Miran. Apa lagi, saat tahu bila selama ini Park Shinjoo mengetahui siapa sebenarnya dirinya. Ia tak menyangka bila dirinya telah dibodohi oleh Park Shinjoo. Han Yoori tahu bila dirinya juga sama bersalahnya, tapi mengapa tak dari awal saja Park Shinijoo mengaku bila ia sudah tahu siapa Han Yoori.
Han Yoori hanya bisa berandai, andai saja dari awal Park Shinjoo mengaku bila ia sudah tahu siapa Han Yoori, dan andai saja Han Yoori menolak tawaran Kim Jioh, mungkin ia tak akan pernah di cap penipu seperti yang dikatakan ibunya Park Shinjoo.
Saat sampai di rumah, nampak Kim Younghoon tengah duduk bersama ibunya di ruang tamu. Baik ibunya maupun Kim Younghoon, langsung dibuat terkejut ketika melihat Han Yoori yang pulang dalam keadaan menangis dengan penampilannya yang sangat berantakan. Kim Younghoon dan Choi Shin'e pun langsung saja menghampiri Han Yoori.
"Yoori, kau kenapa? Siapa yang sudah membuatmu seperti ini?" Tanya Kim Younghoon dengan raut paniknya.
"Iya, siapa yang telah membuatmu seperti ini?" Sambung Choi Shin'e.
Han Yoori tak menjawab, ia hanya meresponnya dengan tangisan. Kim Younghoon pun kembali bertanya. "Kemarin kau menangis dan sekarang pun kau menangis, siapa yang sudah membuatmu menangis seperti ini. Sebutkanlah siapa, karena aku tak akan membiarkan orang yang sudah membuatmu menangis hidup dengan tenang."
Han Yoori lagi-lagi tak menjawab, kali ini ia malah langsung pergi ke kamar dan langsung mengunci pintu.