Indonesia
NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian gila dokter Markus.

"Kau pasti salah satu kiriman dari organisasi yang menjadi musuh Starling Group, kan?" Tanya Markus menekan.

"di belakang lehermu terdapat simbol aneh, katakan! apa kau datang kemari untuk mendekati kami, 4 pewaris Starling Group?!" Teriaknya.

Pekikan itu kian menggema di ruangan full ac dan kedap suara itu. Aku menepis tangannya dengan tenaga pelan, tangannya terlepas yang semakin lama semakin menusuk ke pipiku.

Aku menyembunyikan amarahku yang sudah bersarang di ubun-ubun kepala ini. Aku berusaha diam dan mencari celah untuk menjawab.

 Markus mendorong tubuhku yang masih lemah ke atas tempat tidur. Aku terperangah.

 "Jika kau datang untuk mendekati kami dan mendapatkan kekayaan kami, Oke, aku akan meladenimu! Malam ini kau akan menghabiskan malam bersamaku, puaskan aku, aku akan memberimu uang yang banyak."

"Tutup mulutmu!" Bentakku pelan.

"Kenapa? apa tebakanku benar?"

Aku menahan mulutku untuk bicara kasar. Aku memalingkan wajah. Nafasku semraut. Markus mendorong pipiku ke arah wajahnya. Dia membenamkan wajahnya di leherku, menjilatjnya dan mengigitnya dengan ganas.

Ssshhh ... Aku mendesis kesakitan. Aku mendorong tubuhnya kasar. Dia termundur ke belakang.

Plaaaaakkk. Ku tampar wajahnya dengan keras.

Aku berusaha duduk dengan sisa-sisa tenagaku yang masih belum pulih, aku balik menatap Markus dengan tatapan tajam dan dingin. Tampak dia mundur gemetar.

"Kenapa? Kenapa matanya seperti orang itu?" batin Markus ketakutan.

Belum pernah dilihatnya tatapan semenakutkan itu selain dari tatapan ibunya. Markus mundur ke dekat tiang infus dengan wajah pucat. Aku membenarkan posisi dudukku.

"Jika kau memang sangat mencurigaiku, teruslah curiga padaku, Pak dokter, dengan begitu kau akan semakin tahu tentang jati diriku yang sebenarnya, bahwa aku hanya seorang gadis biasa." Ucapku santai setengah marah.

Markus kembali mendekatiku dengan ganas, ia menempelkan tubuhnya di atas ranjangku. Posisinya sangat dekat kepadaku. Wajahnya menampakkan kecurigaan melebihi kecurigaan seorang teroris kepada negara.

 Tapi aku tak ingin memperlihatkan sisi lemahku padanya, aku menatapnya dengan dingin seolah tak terjadi apapun. Aku memegang leherku yang terasa sakit bekas gigitannya.

"Jika suatu hari nanti aku bisa membongkar rahasiamu apa kau mau bertaruh denganku?"

" Kau sangat suka bertaruh ya, dokter?"

"Ya ! Karena bagiku taruhan adalah satu-satunya penyemangat hidupku dan membuatku terus ingin melangkah maju."

Aku mendorong tubuh Markus, dan menghempaskan nya ke atas kasurku. Kini posisi kami terbalik. Aku berada di atasnya. Ku lilitkan tali infus di tanganku pada leher nya. Ku kencangkan ikatan itu hingga dia merasa terkcekik lalu ku hempas tubuhnya.

"Oke ... tapi kau tidak akan menang!"

Aku menarik kerah kemeja putihnya lagi. "Sampai kapanpun, kau tidak akan bisa membuktikan apapun!" Ucapku membakar egonya.

Hahahaha, Markus tertawa. Mendengar tawanya itu sontak kepalaku mendadak pusing. Pandangan mataku berkunang-kunang. Terasa sesuatu memukul kepalaku dengan kuat dari dalam. Dadaku tiba-tiba berdetak tak normal. Keluar darah tipis dari hidungku.

Aku berdiri dan terhuyung. Tubuhku seperti terbakar. Hahaha ... Markus semakin nyaring menggelakan tawanya. Aku memegang kepalaku yang terasa mau pecah. Aku tersungkur ke lantai.

"Apa .. apa yang kau suntikan tadi, dokter sialan???" Teriakku pelan.

Tubuhku gemetar. Efek obatnya baru bereaksi. Tanganku berkeringat dingin, leherku terasa tercekat. Markus mendekat dan memegang kedua tanganku. Tak lama datang dua orang dari balik pintu kamar membawa rantai besar.

"Mau apa kau ... " tanyaku panik memandang dua orang laki-laki bertubuh besar di belakang Markus.

Hahahaha... "Kau takut? Kau akan tau selanjutnya!" Ujarnya sembari memberikan kode pada dua orang itu.

Aku mengigil. Tubuhku terasa panas membara. Kedua orang itu adalah pengawal pribadi Markus yang sedari tadi sudah berjaga di depan pintu. Aku ketakutan, apa yang akan di lakukannya kepadaku?

Suara Mike yang biasanya terdengar, hari ini kupingku terasa senyap. Aku bingung. Kenapa tiba-tiba chipsku mati. Kedua orang itu semakin mendekat. Mereka mencabut jarum tali infus dan selang darahku dengan bengis.

Aauuu ... aku menjerit. Darah menetes kelantai. Aku menutup tanganku dengan satu tangan lainnya, niatku untuk menghentikan pendarahan dari lubang jarum itu. Seketika titisan darah merah segar merebaki porslen yang putih. Aku sedikit tegang. Nafasku bagai tersendat sesuatu.

Markus membalut lukaku dengan kain kasa, sementara kedua orang pengawal itu menahanku di tempat tidur dan mengikatku dengan rantai. Setiap sisi rantai itu di kunci dengan gembok yang kuat dan spesial. Mereka mengeluarkan kamera dan mulai merekam. Keduanya juga meninggalkan satu suntikan di dalam brankar besi kecil yang terkunci rapat. Setelah itu, mereka berdua keluar dan Markus tersenyum.

"Apa yang kau lakukan, Markuuuussss!!"

 Teriakanku terdengar serak. Suaraku hampir habis. Nafasku tak stabil. Ritmenya tak lagi teratur. Mataku mulai menegang.

Markus tertawa lebar, dia mengambil suntikan di dalam sakunya lalu menyuntikkan jarum suntik yang penuh dengan cairan biru itu ke lehernya sendiri.

Traas.

 Aku menjerit. "Apa yang sebenarnya kau lakukan? katakan!!"

Setelah beberapa detik cairan itu masuk ke lehernya, Markus lalu terhuyung dan terhempas ke lantai. Aku meronta di dalam jeratan lantai itu.

"Seseorang... tolong!!!"

Aku berteriak sekuat tenaga, berharap kegilaan itu akan ada yang menghentikannya. Tapi, aku harus menghadapi kenyataan pahit. Ini adalah jebakan.

Markus terkulai ke lantai dekat jendela. Jaraknya kurang lebih lima meter dariku. Dokter itu tersenyum puas. Matanya tampak hampir tertutup. Dia duduk tersandar di dinding, dengan sisa-sisa kesadarannya dia menertawakanku.

"Ini adalah racun mematikan dari bisa ular piton dari Afrika, kita sama-sama terkena racun, dan penawarnya hanya ada satu di dalam brankas itu." Markus menunjuk kearah brankar besi di depan kamera. "Kau hanya punya waktu 3 menit lagi untuk menetralkan racunnya, tapi hanya salah satu dari kita yang akan selamat."

"Apa kau kehilangan akal?? Berani-beraninya kau bermain dengan maut!" Teriakku memutus Kata-katanya.

 "Jika kau ingin menyelamatkan dirimu sendiri, maka bukalah kunci dengan 8 level ini secepatnya, lalu lewati pintu itu. Tapi ingat, rekaman itu akan membuktikan bahwa kau adalah mata-mata yang dikirim oleh organisasi gelap untuk membunuhku dan membiarkan aku mati keracunan disini."

"Dimana penawarnya??!" Pekikku emosi.

"Penawar itu hanya ada satu, jika kau menyelamatkanku lebih dulu, maka aku akan memberi tahukan padamu letak penawar yang lain."

"Jangan bertele-tele Markus, dimana penawarnya?"

Markus tertawa dengan nafas yang terengah-engah.

"Penawarnya ada di dalam brankas pribadi di ruang kerjaku. Jaraknya sekitar dua ratus meter dari sini. Tapi jika aku selamat, pengawalku akan langsung mengambilkannya untukmu. Racun itu sudah menyebar setengah jam yang lalu di tubuhmu, kau punya waktu kurang dari 3 menit untuk hidup. Siapa yang akan kau selamatkan?"

 Mendengar perkataan itu otakku langsung panik, seketika insting bertahan hidupku bangkit.

"Ujian kegilaan dari dokter bedah ini benar-benar menakutkan, dia rela menyakiti dirinya hanya untuk menguji diriku. Aku bingung harus bagaimana?"

Mudah Saja bagiku untuk membuka kunci ikatan rantai itu, tapi jika aku menyelamatkan diri duluan, maka aku akan dicap sebagai pembunuh dan ini bukanlah kebohongan. Otakku mendadak mendidih. Sesuatu yang disuntikannya kepadaku benar-benar adalah racun, aku merasakannya sendiri sedari 14 tahun yang lalu.

 Tubuhku sudah disuntik dengan berbagai macam eksperimen dari organisasi berulang kali sejak saat bergabung. Hal itu membuatku sangat-sangat mengenali jenis racun ataupun obat-obatan yang masuk ke dalam darahku. Reaksi racun memang akan lambat di tubuhku, karena sudah di bekali anti body sebagai agent profesional.

 Tubuhku memang sedikit kebal, namun racun berbisa ini tetap menggerogot di jantungku dan membuat tubuhku lemah. Walaupun kematian tidak akan cepat terjadi, tapi pada akhirnya aku akan tetap mengalami kerusakan organ. Pikiranku kemana-mana.

Tik ... tok... tik ... tok ... tik ... tok ... bunyi detik jam mundur di atas kamera itu terus berbunyi, aku menatapnya dengan mata garang, waktu kurang dari tiga menit untuk menyelamatkan diri membuat kepalaku ingin meledak.

 "Aku harus bagaimana?"

 Aku semakin panik melihat Markus terkulai lemas, mulutnya mulai memuntahkan darah segar dalam jumlah yang lumayan banyak, dan itu bukan tipuan.

Tik ... tok ... tik ... tok ... detak jam di atas kamera itu semakin mendebarkan jantungku yang tak lagi normal, aku harus cepat.

Jika aku tak menyelamatkannya, maka dia akan mati, dan seluruh sistem keamanan rumah sakit ST Markus akan menyatakan aku sebagai pembunuh. Itu akan memicu kontroversi yang menghebohkan jagat raya, tapi jika aku menyelamatkan diriku sendiri, maka aku juga akan terjebak dan mati tanpa penawarnya. Tapi jika aku berhasil menyelamatkannya dan menyelamatkan diriku, maka identitasku akan terungkap. Apa yang harus aku lakukan?

 Aku bingung, aku harus bagaimana, ketiga pilihan itu sangat mustahil, semuanya beresiko yang memicu kehancuran misi, tapi aku tetap tidak punya pilihan. Aku harus hidup walau seluruh organisasi hancur karena racun ini.

1
sinnox
wkwkw lucu bgt aldrik cembokurnyaᯣ_ᯣ
sinnox
Selamat kmu jadi babysitter😌
sinnox
YEU MAKANYA JANGAN ASAL NUDUH
sinnox
aduh aku kok malah jdi pgn milik aldrik sama irish ya daripada sama zane🙉
sinnox
Nangis po? alamak😭
sinnox
Tendang aja tendang😭
sinnox
ak dukung zane sama irish
sinnox
Kok jdi kasian sama zane😶
sinnox
harusnya bilang mau aja, kapan lagi coba
azza Binury: 🤭 gengsi lah
total 1 replies
sinnox
Zane ga sadar ya wkwk informasi nya di keruk sedikit demi sedikit 😭
sinnox
ahaha mike😭
sinnox
lah udh ketahuan😭
sinnox
GEDE KALI BAH😭
sinnox
pasti gugup kan, ngaku aja irish🫢
sinnox
mau diapain itu woi😭
azza Binury: 🤭🤭🤭🤭 dag dig dug😄
total 1 replies
sinnox
zane mengambil kesempatan dalam kesempitan 😀
sinnox
lagian malah di provokasi😀
sinnox
woi😭
sinnox
iya bjir, irish ga ada berhenti berhentinya. berani bgt😭
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!