Pengkhianatan itu terjadi ketika merasakan ketidaknyamanannya dalam hati. Ada cinta baru hadir dari teman lama. Hingga merusak rumah tangganya.
Bagaimana cerita lengkapnya? Ikuti novelnya dengan judul AKU INGIN SETIA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Menikahimu
"Mas Putra! Aku tidak janji bisa memberikan kamu anak setelah menikah. Dulu bertahun-tahun, aku bersama Angga suami aku tidak mempunyai anak. Aku takut, jika mengecewakan kamu, mas. Aku takut jika aku ternyata bukan wanita yang sempurna,"kata Rini sambil melihat ke samping ke arah Putra.
"Ya Tuhan! Maaf sayang! Kamu jadi sedih dan ingat ini yah! Oke, kita jangan membahas hal ini dulu yah. Oke! Cup.. cup.. ayo kita cepat pulang biar bisa makan plencing kangkung," sahut Putra berusaha mengalihkan pembicaraan dan mengembalikan keceriaan Rini.
"Mas!" panggil Rini.
"Hemm?" sahut Putra.
"Terimakasih untuk semua nya," kata Rini.
"Oke! Terima kasihnya nanti saja. Tapi aku mau yang lain yah!?" goda Putra seketika Rini mencubit pinggang Putra.
"Oww, mamas mu lagi nyetir sayang!" sahut Putra sambil terkekeh.
*******
Di rumah bunda Rini. Rini begitu lahap memakan plencing kangkung buatan bundanya. Putra sampai melongo dan tersenyum melihat Rini yang begitu semangat menghabiskan sayuran dengan sambel itu. Bundanya Rini pun tidak kalah terkekeh-kekeh melihat Rini yang makan sayuran itu seperti tidak peduli dengan orang di dekatnya. Rini tidak sungkan dan malu dengan Putra yang sedari tadi menatapnya penuh tawa.
"Pelan- pelan sayang! Pakai nasi gak, biar kenyang?" kata Putra sambil menyodorkan air mineral ke Rini supaya tidak tersedak.
Rini mengambilkan sedikit sayuran dengan sambel itu ke mulut Putra. Putra menolaknya karena memang selama ini Putra tidak menyukai sayuran-sayuran. Namun karena Rini memaksanya akhirnya Putra membuka mulutnya dan mencoba memakannya.
"Enakan?" tanya Rini yang melihat Putra mulai menguyah dan menelan sayuran dengan bumbu pedas itu.
"Enak yah!" kata Putra akhirnya lalu mengambil sayuran dengan sambel itu ke piringnya. Putra mulai memakannya dengan lauk iga bakar yang mereka beli ketika di jalan menuju rumah Rini.
"Pakai nasi, mas! Biar kenyang," goda Rini yang membuat Putra jadi cekikikan.
"Eh, kalian makan jangan sambil bercanda yah! Nanti tersedak loh!" tegur bunda Rini.
Putra dan Rini diam sambil tersenyum. Diambilnya iga itu dari piringnya lalu diberikannya ke mulut Rini. Rini membuka mulutnya dengan lebarnya. Membuat Putra malah menahan tawanya karena Rini sangat lucu dengan ekspresi seperti itu.
"Enak yah, iga bakarnya?" sahut Rni lalu mengambil iga bakar yang masih banyak di atas piring itu. Dengan sangat rakus, Rini memakannya.
"Bunda tidak nyobain iga bakar ini?" tanya Putra sambil memberikan suapan ke mulut Rini.
"Bunda sudah kenyang! Ini sudah makan roti yang bawa kalian tadi," jawab Bunda Rini.
"Bunda! Rencananya mas Putra mau segera nikahin Rini bulan depan, bun!" kata Rini ceplas-ceplos tanpa memikirkan Putra dan Bundanya terkejut jika dirinya menyampaikan kabar itu kepada Bundanya.
Bunda Rini melihat ke Putra. Putra tersenyum lalu membenarkan.
"Iya bunda! Boleh kan bun, kami secepatnya meresmikan hubungan kita ini supaya kita halal,"kata Putra sambil tersenyum.
"Halal??? Makanan dan minuman?" sahut Rini sambil nyengir.
"Itu lebih baik bukan? Kalian sudah dewasa dan memang tidak perlu lama- lama bertunangan nya. Bunda juga ingin segera menimang cucu dari anak kalian," kata Bunda Rini. Rini jadi tersipu malu.
"Minggu depan, mama dan papa serta kami sekeluarga akan silaturahmi lagi ke mari, bun! Kita nanti akan membicarakan tentang acara pernikahan dan segala proses nya. Rini, sih maunya dibuat sederhana acaranya. Namun, keluarga saya mana ada jika tidak dibuat semeriah mungkin," jelas Putra.
"Mana baiknya saja, nak Putra! Kami dari keluarga Rini tidak bisa berbuat banyak karena kami dari dulu hidup sederhana berbeda dengan keluarga nak Putra,"ucap Bunda Rini.
"Bunda! Saya sangat senang di keluarga ini," kata Putra sambil mengusap dibawah bibir Rini dengan tisu karena ada sambel yang menempel di pipi bawahnya. Bunda Rini tersenyum melihat begitu perhatian nya Putra terhadap Rini.
"Bunda ikut senang jika kalian bahagia. Dan Terima kasih nak Putra bisa menyayangi Andini yang penuh kekurangan," kata Bunda Rini dengan menatap Rini.
"Terimakasih Mas Putra!" sahut Rini sambil merapikan meja makan itu.
Setelah membereskan semuanya, Rini dan putra pamit keluar. Putra minta ijin kembali pada bunda Rini untuk mengajaknya pergi.
*******
"Kamu yakin, mau menikah dengan aku mas?" tanya Rini. Putra menatap tajam ke bola mata Rini.
"Kenapa kamu mulai ragu lagi?" sahut Putra.
"Bukan begitu! Sekian banyak gadis- gadis yang masih perawan di luar sana. Kenapa memilih aku untuk menjadi istri kamu yang sudah second dan dibuka segelnya," ucap Rini yang membuat Putra menjadi tersenyum dan terkekeh- kekeh.
Putra mendekati Rini begitu dekat dan sangat dekat sampai nafas mereka saling beradu. Nafas Putra terasa menghangat dan deru jantungnya mulai tidak beraturan. Putra meraih dagu Rini, Rini sesaat tidak berani bernafas. Hal itu malah membuat Putra terkekeh apalagi mata Rini seketika terpejam ketika Putra seperti hendak menciumnya.
Rini menjadi tersipu malu ketika Putra terkekeh dan tidak sesuai dengan pikiran Rini yang menganggap dirinya hendak dicium oleh Putra.
Rini diam untuk beberapa saat. Namun dengan cepat Putra meraih tubuh Rini lalu mendekapnya erat.
"Menikah lah dengan aku, sayang! Jadi istri dan ibu dari anak-anak ku. Mendampingi dan menemani aku sampai kita menua bersama. Menjaga ikatan suci dalam noktah pernikahan kita. Menyatukan dua keluarga yang berbeda ini menjadi satu yang saling melengkapi," ucap Putra.
Rini diam merasakan damai dan tentram dalam dekapan hangat Putra. Rini membalikan tubuhnya hingga saat ini mereka saling berhadap-hadapan. Rini mengusap dan memegang kedua pipi Putra lalu mendekatkan ke wajahnya. Rini yang memulainya. Rini mengecup bibir tebal milik Putra. Putra seketika melotot matanya karena Rini nekat dan berani memulainya duluan. Rini tersenyum menatap Putra yang seperti perjaka yang tidak pernah merasakan bersentuhan.
Putra tidak mau tinggal diam ketika lampu hijau itu sudah menyala. Putra ingin menuntut yang lebih dari itu dan tidak hanya sebuah kecupan saja. Putra mulai meraup bibir mungil nan tipis milik Rini. Rini memejamkan matanya menikmati perlakuan lembut dan penuh kasih sayang dari Putra.
"I love you, Rini sayang!" ucap Putra pelan.
"I love you to, mas!" sahut Rini sambil berusaha mengatur detak jantungnya yang mulai menderu.
Putra mulai menelusuri bibir Rini sampai lama. Rini ikut membalasnya dengan penuh kelembutan dan gejolak. Putra mulai tidak kuasa akan ciuman nya. Tangan Putra mulai nekat menelusuri lekukan tubuh milik Rini. Putra mulai membaringkan tubuh Rini pelan- pelan. Rini pasrah karena laki-laki inilah yang sudah merubah kehidupan dan keluarga nya menjadi lebih baik dan bersemangat.
Namun tidak sampai lama, Putra menyudahi tindakan nya. Putra tidak ingin melakukan itu sebelum menikahi Rini.
"Maaf, sayang!" ucap Putra lalu merapikan pakaian nya dan mulai duduk dengan posisi yang benar. Rini pun merapikan pakaian nya. Dengan malu- malu mulai bersembunyi dibalik ketiaknya.
⭐⭐⭐⭐⭐
Satu bulan kemudian. Pernikahan Rini dengan Putra akhirnya terlaksana juga dengan meriah. Mereka saat ini sudah benar-benar resmi menjadi pasangan suami istri dimata hukum dan agama. Putra akhirnya memboyong Rini ke rumah pribadinya.
Rini memohon dan merayu bundanya untuk ikut pindah ke rumah Putra bersama dirinya. Namun bunda Rini tetap bersikeras tinggal d rumah yang sederhana itu. Dengan berat hati Rini dan Putra tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Bunda.
"Saya disini saja, nak! Bunda masih sabar menunggu ayah kalian menjemput bunda di rumah ini. Rumah ini menjadi kenangan kami sewaktu Andini masih kecil," jelas Bunda Rini saat Rini dan Putra berpamitan hendak kembali pulang ke rumahnya yang baru.
Dan saat ini mereka berdua sedang menikmati kebersamaan dan kemesraan itu. Setelah hampir tiga hari ini Putra menunggu untuk membuka segelnya Rini serta menunda malam pertama mereka. Karena acara pernikahan mereka yang begitu megah dan menguras energi yang lebih. Banyak saudara- saudara dari keluarga Rini dan juga Putra yang dari jauh pun ikut menghadiri acara pernikahan mereka. Sehingga Rini dan Putra masih selalu beramah tamah terhadap mereka saudara- saudara nya yang sudah lama tidak berjumpa karena kesibukan dan jarak itu sendiri.
Putra mulai memeluk Rini. Senyum Putra saat ini begitu manis membuat Rini tidak kuasa melihat nya. Tatapan mata Putra makin tajam menatap manik mata Rini. Sinar mata itu seolah bikin lemes jantung Rini.
"Kamu sudah siap kan, yank?" bisik Putra nakal.
"Siap apa sih?" tanya Rini pura-pura tidak tahu.
Putra meniupkan sedikit nafasnya ke belakang telinga Rini lalu memberikan kecupan dibelakang leher Rini. Rini seketika merinding dan merasakan bulu kuduknya berdiri.
"Putra!" keluh Rini sambil memejamkan matanya ketika Putra mulai mendekati bibir nya setelah membalikkan tubuh Rini hingga mereka saling berhadapan.
Ciuman yang panas itu terjadi. Rini mulai menyambut dan membalasnya. Mereka saling memainkan lidah dan bertukar saliva nya. Putra menuntun Rini ke peraduan nya. Membaringkan tubuh Rini dan mulai pelan- pelan membuka semua yang masih melekat di tubuh Rini. Setelahnya baru Putra melepas semua pakaian nya.
Putra kembali memberikan sensasi yang bikin ber getar dan ber goncang tubuh Rini. Dengan sangat pelan dan hati- hati Putra bermain - main dengan setiap inci bagian-bagian tubuh lekukan milik Rini. Putra tidak ingin membiarkan bagian terlewatkan. Rini hanya pasrah menerima perlakuan dari Putra yang begitu lembut memperlakukan dirinya. Walaupun ini bukanlah membuka segel yang pertama kalinya untuk Rini. Namun ini adalah kegiatan yang sudah lama tidak Rini lakukan pada siapapun apalagi dengan Putra. Putra selalu menjaga dan menghargai Rini selama ini. Dan inilah awal untuk Putra melakukannya bersama dengan Rini.
Putra masih bermain- main di ujung pangkal paha milik Rini. Putra mulai bermain di daerah itu sampai putra akan melihat kalau Rini sudah siap akan serangan selanjutnya. Namun, dengan permainannya Putra yang cukup mumpuni, Rini mulai menegang hingga tubuhnya bergetar sangat hebatnya. Rini semakin menekankan Kepala Putra yang masih di bawahnya. Rini kemudian terkulai setelah mengeluarkan cairan yang hangat dalam miliknya.
"Mas!" panggil Rini pelan. Putra tersenyum penuh kemenangan karena melihat Rini sudah mencapai puncak itu padahal dirinya belum juga memberikan serangannya.
Putra mulai menghujani senjatanya hingga pertempuran itu kembali memanas sampai bom yang terakhir itu meletus dan terlempar cepat ke dalam milik Rini. Semoga di sana akan terbentuk nyawa baru dari benih yang ditanam Putra di sana.
di novel2 bertema suami selingkuh tidak ada maaf untuk suami, istri dibuat tegas tidak mudah memaafkan, dan akhir istri yang berakhir bahagia
tapi lihat novel bertema istri selingkuh dia akan melakukan berbagai macam cara untuk membela dan membenarkan perselingkuhan itu dan suami dibuat kayak lelaki bodoh dan pada akhir istri tukang selingkuh yang berakhir bahagia
ini memperjelas karakter authornya yang ketika suami berbuat salah dia tidak akan mudah memaafkan tapi ketika dia salah mau semudah itu dimaafkan bahkan dia akan membenatkan perbuatannya bahkan perselingkuhan sekali pun
hanya.bermodal mulut manis laki2 yg gak jelas yg baru hadir itu, dia rela akan kehilangan sesuatu yg sangat berharga dari suami yg sdh cukup sempurna 👍
dan itu hanya karena mudah tertipu laki2 jaman now 😜
baca cerita ini, jadi pernah dengar kasus kaya gini dehh...
dimana banyak jeratan laki2 hanya dengan bermodal ucapan manis, sayang, dan rindu serta cinta semu, bisa bikin hati wanita yg mau meladeni dan menyambut nya jadi terbuai jauhhhh....
dan puncaknya yaa kalau sdh bisa mendapatkan madu dari si korbannya 👍
hingga ia jd mengorbankan apa yg sdh dimiliki yg awalnya baik-baik saja 😌
nantinya kalau udah dapat yg diinginkan si penjahat laki2 tsb, pastinya dia cari korban2 berikutnya 😏
berhubungan tapi membayangkan yg lain 😁
Godaan setan dalam hubungan rumah tangga seorang manusia memang kuat banget.. bahkan level tertinggi pencapaian bangsa Jin dikatakan, kalau bisa menggoda anak Adam hingga mereka bercerai dalam pernikahan nya 👍😁
Tapi... harusnya, setiap godaan apapun itu, jika melawan takdir dan ketetapan yg di sdh di gariskan Oleh yg Maha Kuasa, harusnya bisa menghindari hal tsb. Karena yg namanya melawan takdir, pasti sesudahnya adalah sesuatu yg TIDAK akan Baik pada akhirnya....
Banyak bersyukur jika sdh diberi suami yg ganteng, baik, cinta sama kita, dan masih setia 👍
Karena untuk laki2 sekali nya di khianati, mudah baginya untuk bisa dapat pengganti yg Jauhhh lebih baik dari yg sebelumnya 👍
Kasian Angga dong,,, istri ada main sama Endro meskipun belum bertemu secara langsung tapi Rini udah menghianati RT nya🙈🙈
Rini yg selingkuh 😜😜
AQ yg deg deg an 🤭🤭
Alamaakk.....🤪🤪