Indonesia
NovelToon NovelToon
Akad Di Tanah Haram

Akad Di Tanah Haram

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Romansa
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anara_Ta

Dilarang plagiat.!
Novel ini real hasil imajinasi penulis, tidak bermaksud untuk menyinggung atau merendahkan sebuah tokoh. Jika ada kesamaan baik nama tokoh, alur, dsb nya mohon dimaklumi karena karya ini merupakan hasil dari author sendiri.
.
.

Kehidupan Zahra terasa begitu sempurna, tatkala ia dikelilingi oleh orang-orang yang begitu mencintai dan menyayangi nya. Setiap harinya Zahra selalu ceria dan bahagia tanpa ada sedikit pun kesedihan dalam hidupnya.

Namun, semua itu berubah tatkala ia menikah. Semua kebahagiaan nya tidak berlangsung lama, berbagai ujian datang menghampiri hingga pernikahan nya berada di ujung tanduk.

Mampukah Zahra mempertahankan pernikahan nya? atau justru ia melepaskan orang yang ia sayangi demi kebahagiaan keluarga nya?

Jangan lupa mampir dan berikan dukungan nya ya readers ❤️belajarlah untuk menghargai karya orang lain tanpa harus menjatuhkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anara_Ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29. Kok Bisa!

Di sepertiga malam, Zahra turun dari hotel untuk melaksanakan sholat tahajud di masjid Nabawi sebelum mereka bertolak dari Madinah ke Mekkah. Suasana malam terasa begitu menenangkan, tidak hanya Zahra saja namun disana juga banyak jamaah lain yang juga tengah melakukan ibadah malam.

"Ya Allah, terima kasih ya karena sudah memberikan kesempatan untuk Ara bisa sholat tahajud di masjid Nabawi."ucap Zahra dengan senyum uang merekah di bibirnya

Zahra begitu khusyu melakukan ibadah malam nya, selepas sholat tak lupa ia juga berdzikir dan bersholawat. Tanpa terasa air mata Zahra jatuh begitu saja, ia menangis sesenggukan dengan menutup wajahnya, hatinya benar-benar tersentuh dengan segala kasih sayang yang Allah berikan untuk nya. Terlebih lagi ketika kemarin ia datang ke makam Rasulullah, hatinya kembali dibuat luluh dengan cinta Allah. Ia menyadari bahwa dirinya bukan lebih baik dari orang lain melainkan lebih baik dari diri nya yang kemarin.

Setelah puas mengadukan semua nya dengan pengharapan dengan segala keyakinan telah ia titipkan pada sang semesta. Zahra pun keluar dari sana, tanpa ia sadari ia telah kehilangan sesuatu.

Zahra terus berjalan menuju hotel, namun langkah nya terhenti ketika ia menyadari jika tasbih nya tidak ada di dalam tas nya."Astaghfirullahaladzim, tasbih aku mana ya."monolog Zahra. Ia terus mencari nya di dalam tas namun tetap saja tidak ada.

Tanpa pikir panjang Zahra kembali ke masjid dan mencari tasbih nya."Semoga saja masih ada."ucap Zahra. ia begitu menyayangi tasbih itu karena pemberian orang tuanya.

Sesampainya disana, Zahra mencoba mencari tasbih nya ditengah ramai nya orang yang sedang berlalu lalang disana.

"Ya Allah, dimana ya?"ucap Zahra dengan mata terus mencari di setiap sudut nya.

Karena tidak menemukan nya, Zahra memilih untuk beristirahat sejenak. Sambil memikirkan dimana tasbihnya terjatuh.

Setelah cukup lama beristirahat, Zahra kembali melanjutkan pencarian nya. Kali ini ia lebih teliti untuk mencarinya.

Namun Zahra menghentikan langkahnya ketika kening nya membentur suatu benda, Zahra menatap nya dan ternyata itu adalah tasbih milik nya.

"Apa kamu sedang mencari benda ini?"tanya orang tersebut yang seperti nya ia juga berasal dari tanah air.

Zahra mendongak ke atas dan mata kedua nya pun bertemu. Zahra diam tanpa bersuara, ia benar-benar tidak menyangka jika ia akan bertemu lagi dengan pria itu, pria yang ia kagumi yang tak lain adalah Alif. Layak nya pepatah mengatakan dunia tak selebar daun kelor memang benar adanya, nyata nya di tanah suci pun mereka dipertemukan lagi.

"Apa tasbih ini milik mu?"tanya nya lagi hingga membuyarkan lamunan Zahra

"I...iya. Kok bisa Gus Alif ada disini juga?"

"Iya, kebetulan saya lagi umroh bareng keluarga."

"Kapan Gus Alif berangkat? Kok saya nggak lihat rombongan Gus Alif?"

"Kami sudah beberapa hari disini, kamu sendiri kapan berangkat nya?."

"Oh, gitu. baru beberapa hari juga sih, Gus. Ngomong-ngomong kok Gus Alif tau kalau ini milik saya?"

"Tentu saja saya tau. Disini juga terukir nama kamu Khadijah Azzaira Humaira Az Zahra, yang sering dipanggil Ara dan sepupu nya Mutia? Bener kan saya?" tanya Alif yang dibalas anggukan oleh Zahra.

"Ambil lah, lain kali lebih hati-hati lagi."ucap nya lalu membalikkan badan hendak meninggalkan Zahra.

"Tunggu."teriak Zahra, Alif pun menghentikan langkahnya, Zahra berlari kecil mendekati Alif."Terima kasih ya."ucap Zahra sembari tersenyum.

"Sama-sama, saya duluan. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Zahra terus memperhatikan pria tersebut, hingga hilang dari pandangan. Tepat di pintu 338, mereka bertemu, pintu yang selalu disebut-sebut sebagai pintu yang paling romantis bagi setiap orang. Karena di pintu itulah orang-orang sering menunggu orang terkasih mereka setelah beribadah.

...----------------...

"Enak ya kak disini."ujar Zahra sambil memperhatikan suasana di luar restoran

"Enak kenapa dek?"tanya Hanan

"Ya enak aja, disini tu rasanya adem banget terlebih lagi saat ibadah rasanya lebih khusyuk aja di bandingkan kita ibadah biasa nya di rumah."

"Hmm, namanya juga tanah suci dek. disini bersih dari segala kekafiran dan kemunafikan. Makanya Ara merasa tenang dan nyaman disini karena udara nya pun terasa sejuk."

"Iya kak. Boleh nggak sih kalau kita disini lebih lama lagi, kalau perlu mbak Ratih lahiran nya disini aja."

"Nggak bisa sayang, kakak kan juga harus kerja, kakak mu ini juga punya tanggung jawab yang besar. Nanti ins syaa Allah kita kesini lagi bareng keponakan Ara, ins syaa Allah."ucap Ratih

"Iya mbak."ucap Zahra nyengir kuda.

"Permisi."ucap seseorang tampak nya dia orang Arab namun ia sudah fasih berbahasa Indonesia

"Iya. kenapa pak?"tanya Zahra

"Saya mau mengambil foto mu untuk keperluan berkas mu."ucap nya dengan logat arab.

"Berkas? Berkas apa ya pak?"

"Ada masalah di identitas mu, kebetulan kamu lagi pake baju putih, saya ingin mengambil foto kamu sebentar saja."

"Baik lah, dimana foto nya pak?"tanya Zahra. Sebenarnya ia kebingungan, ia merasa semua identitas maupun berkas-berkas dirinya sudah benar semua tapi sekarang justru ia diminta untuk mengurus nya kembali.

"Terima kasih."

"I-iya pak."

Zahra duduk kembali bersama Hanan dan Ratih."Siapa ya orang itu kak, kenapa dia minta data Ara lagi? Perasaan semua nya udah beres dech."

"Kakak juga nggak tau."ucap Hanan

Bukan hanya foto tapi kartu identitas lainnya pun diminta, tanpa curiga sedikit pun Zahra memberikan nya.

"Dek, beberapa hari lagi Gus Alif menikah, Ara benar-benar nggak apa-apa kan?"pesan dari Mutia

"Ya Allah mbak, Ara dengan Gus Alif itu nggak ada hubungan apa-apa, jadi nggak apa-apa kalau dia mau menikah, toh Gus Alif juga tidak tau kalau Ara menaruh hati padanya dan gus Alif pun tidak memiliki perasaan apa-apa sama Ara. Jadi Yo wes kalau dia mau menikah silahkan, mbak."balas Zahra panjang lebar.

"Nggeh... nggeh. Mbak juga tau kalau adik mbak ini perempuan yang baik dan kuat."

"😘."Zahra hanya mengirimkan stiker pada Mutia.

Zahra membaringkan tubuhnya di kasur, sementara pak Adam dan Bu Sinta lagi keluar. Saat Zahra lagi-lagi nyenyak nya tidur, tiba-tiba Hanan datang meminta tanda tangan Zahra.

"Tanda tangan apa toh kak? Ara ngantuk."Suara serak nya.

"Udah tanda tangan aja."

Zahra pun menandatangani permintaan Hanan tanpa membaca nya terlebih dahulu. Zahra tidak mengambil pusing, ia langsung tidur lagi tanpa mencari tau apa isi kertas tersebut.

Sementara di tempat lain, Alif sedang berada di pelataran Nabawi bertemu dengan teman-teman nya yang kuliah disana.

"Kapan nikah, lif?"

"Doakan saja. Ins syaa Allah secepatnya."

"Widih, kayaknya beneran udah siap nih."

"Ins syaa Allah."

"Undang kita nanti ya."

"Aman."

Alif terlihat tertawa puas ketika bertemu dengan teman-teman nya, sudah hampir tiga tahun mereka tidak berjumpa.

"Siapa calon nya lif? Apa dia seorang Ning?"

"Tidak harus putri kiyai, yang penting dia perempuan aja."

"Hahaha, udah bisa ngelawak ya sekarang."

"Lho beneran kan?"

"Iya-iya. Semoga disegerakan ya."

"Aamiin."

...To Be Continued🍁...

1
Aghitsna Agis
kenapa usah oama banfet baru up.lg jd luoa isi veritanya kasih doble up setiap harinya thor mks
Anara_Ta: maaf ya kak, ins syaa allah nanti di up lagi. soal nya akhir² ini banyak kesibukan kak.
total 1 replies
Queena
p
Aghitsna Agis
ini nga akan dilanjutin gitu.udah lama nga up aja
Anara_Ta: ins syaa Allah nanti di lanjut lagi ya kak
total 1 replies
nurul kibtiyah
karya yang bagus enak dibaca dan sangat menhibur
Anara_Ta: terima kasih ibu❤️
total 1 replies
Aghitsna Agis
kaya zulaeha kieim foto waktu zahro ngobrol sm raka yg n ketemu nga sengaja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!