Indonesia
NovelToon NovelToon
Contract Marriage

Contract Marriage

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:385.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayu Lestary

>>>SEASON 1<<<
Natasha yang dijodohkan dengan Fadhil, sabatnya sendiri. Harus menelan pil pahit ketika pacar Fadhil kembali disaat Natasha sudah menikah dengan Fadhil.

Lalu apa jadinya, ketika Natasha hamil, Pacar Fadhil juga mengaku hamil setelah berhasil menjebak Fadhil di saat mereka sudah putus.

Akankah Natasha memaafkan Fadhil dan menerimanya kembali? Atau memilih merelakan suaminya untuk wanita lain?

>>>SEASON 2<<<
Nazira Taraan, Anak dari Natasha.
Dan Nabilla Anastasya, Anak dari mantan Pacar Fadhil. Beranjak dewasa bersama, walaupun sering diperlakukan berbeda.

Ana, sapaan untuk Nabilla Anastasya. Gadis malang itu tidak tahu, mengapa dia diperlakukan berbeda.

Sampai dia harus dijodohkan dengan Alfath. Yang bermaksud hanya untuk mendapatkan Anak dari rahim Ana. Karena istrinya mandul.

Ana yang padahal sudah memiliki pacar saat itu tidak punya pilihan, kecuali menuruti keinginan keluarganya.

Akankah penderitaan Ana terbayarka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akad !!!

Kami menghadiri undangan dari CEO tersebut. Kami di undang untuk makan Malam, sekalian untuk mengenalkan dia padaku, dan sebaliknya.

Yang datang hanya Aku, Papa dan Mama.

Kami sudah menunggu di meja yang sudah dipesan oleh nya. Tapi, dia sendiri justru belum datang. Kami menunggu cukup lama. Membuatku sedikit kesal dengan tak tepat waktunya dia.

"Maaf, saya terlambat." Ku alihkan pandanganku ke sumber suara.

Lelaki dewasa, 25 tahun, berarti kami beda 7 tahun, dengan tinggi 180cm, tampan, dan dengan penampilan yang cukup rapi, kemeja putih dan jens hitam. Namun, tak lantas itu membuat ku langsung jatuh cinta pada nya. Ingat ! Masih ada Kim Tan di hatiku. Walaupun bisa di bilang dia lebih tampan dari Kim Tan.

Papa ku langsung bangkit dari tempat duduk nya. Mereka berjabat tangan.

Laki-laki itu cukup ramah, sejauh yang aku perhatikan.

Dia menyodorkan tangannya padaku.

"Alfath Elzar" Ucapnya.

"Nabilla Anastasya." Balas ku.

Dia duduk dan mulai mengobrol dengan Papa. Tentu saja tentang bisnis mereka yang tidak aku mengerti.

"Hufftt..." Ku menghela nafas panjang. Mama yang tahu kegundahan hatiku, langsung menggenggam erat tanganku. Sudah aku katakan kan, dia orang yang paling mengerti aku. Bagaimana aku bisa mengabaikan kesedihannya.

"Jadi Ana sudah yakin dengan keputusan Ana ini ?" Tanya nya pada ku dan membuyarkan lamunanku.

Aku menoleh ke arah Mama, Mama tersenyum, memberiku keyakinan.

"Iyaa, Ana yakin."

"Baiklah, kita tidak perlu ada kan tunangan atau semacamnya. Dan tidak perlu pesta mewah. Hanya sekedar akad nikah. Bagaimana ? Ana keberatan ?"

"Sama sekali tidak." Jawabku yakin.

"Baiklah. Akad nya akan di adakan dirumah saya. Minggu depan."

***

Seperti itulah akhir pembicaraan kami.

Tidak ada persiapan pesta. Tidak ada acara lamaran.

"Kakak beneran yakin ? Nikah bukan untuk main-main loh Kak." Ucap Nazira disela-sela obrolan kami.

"Kakak udah yakin kok. Kamu tenang aja, pokoknya kakak udah siap dengan segala konsekwensinya." Aku meyakinkan Nazira.

"Dunia bisnis kejam yaa Kak. Kita harus merelakan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu."

Aku hanya tersenyum menanggapinya.

***

Paginya aku sudah bersiap dan menunggu laki-laki itu. Pasalnya, dia akan datang menjemput ku untuk membeli gaun.

Gaun yang akan aku gunakan di acara akad nanti. Dan juga cincin.

Oke, seperti biasa. Aku sudah menunggu hampir satu jam dari waktu yang dia tentukan.

"Ini orang emang gak konsisten sama waktu banget." Ketus ku dalam hati.

Setelah menunggunya sampai berakar. Akhirnya orang yang di tunggu sampai juga. Dengan wajah kesal, ku hampiri dia.

"Maaf, tadi ada urusan mendadak." Ucapnya, namun tidak ku gubris.

Aku langsung masuk kedalam mobilnya.

Dia pun akhirnya kembali masuk kedalam mobilnya juga.

Di toko perhiasan.

"Yang ini suka gak ?" Tanyanya ramah sambil menyodorkan sebuah cincin.

"Suka, yang mana aja boleh. Terserah Anda."

"Jangan terserah saya dong. Kan yang pakai Ana. Jadi tergantung Ana."

Aku hanya tersenyum sekenanya.

"Yang ini aja." Ucap ku sambil menunjuk sebuah cincin yang cukup menarik perhatianku.

Oke selesai. Kita beralih ke butik yang menyediakan gaun pengantin.

Kali ini tidak terlalu berlama-lama. Aku langsung memilih gaun yang pertama kali aku lihat. Untuk mempersingkat waktu.

"Bagaimana kalau kita makan dulu ?" Tawar nya saat kami sedang dalam perjalanan pulang.

"Saya tidak lapar Tuan."

"jangan panggil saya Tuan. Saya tidak setua itu."

"Lalu ?"

"Kamu bisa panggil saya Alfath, atau Al boleh juga. Biar lebih akrab." Ucapnya sambil tersenyum, bisa kulihat jelas kedua lesung pipi yang menambah ketampanannya.

"Ana usahakan."

"Maaf sudah menempatkan kamu di posisi seperti ini."

Aku tercengang. Apa maksudnya ucapan itu ? Dia merasa bersalah ? Kenapa ? Lalu untuk apa dia menawarkan pernikahan bodoh ini ?

Namun, pertanyaan-pertanyaan itu ku simpan untuk diriku sendiri. Aku tidak ingin bertanya, toh apa pun alasannya. Aku juga tetap harus menikah dengannya bukan !!!

***

Kembali ku sambut hari yang paling tidak ingin aku hadapi.

Aku sudah bersiap. Dan semuanya juga sudah. Kami hanya tinggal melaju ketempat tujuan.

Sesampainya disana.

Sepi !!!

Tidak ada tenda yang terpasang, tidak ada tamu.

Kami melangkah masuk kedalam rumah dengan pintu yang terbuka itu.

Hanya ada penghulu dan beberapa saksi.

Sesederhana inikah pernikahanku ?

Walaupun ini bukan pernikahan yang aku inginkan. Namun, aku tetap kecewa.

Aku yakin, semua gadis pasti akan menginginkan pernikahan yang luar biasa bukan.

Tak ku dapati orang tuanya, sanak saudara atau kerabatnya.

Acara dimulai, dia mengucapkan ijab kabul dengan begitu lancar. Tanpa rasa gugup sedikitpun.

Mama menuntunku untuk duduk disampingnya.

Sekarang kami sudah sah sebagai suami istri.

Dia memakaikan cincin padaku. Dan begitu juga denganku.

Ya, hanya seperti itu. Dan acaranya pun selesai. Bahkan tanpa ada acara makan-makan.

Aku di temani Mama untuk ganti pakaian.

Aku memang sudah membawa pakaianku, sesuai dengan permintaannya. Karena setelah selesai ijab kabul. Aku tidak pulang lagi. Aku akan tinggal bersamanya di rumah tersebut.

"Mama kenapa nangis ?" Tanya ku saat melihat Mama mulai terisak.

"Maafkan kami Ana."

"Ma, sudahlah. Ini keputusan Ana, jangan pernah merasa bersalah."

"Tapi Ana..."

"Sudah-sudah.." Ku peluk tubuhnya. Sebenarnya untuk menguatkan diriku sendiri.

Setelah berbincang-bincang sebentar di ruang tamu. Keluarga ku pun berpamitan.

Dan kini, tinggallah kami berdua.

"Ana, ikut saya sebentar." Ucapnya saat aku masih berdiri di ambang pintu melepas kepergian keluargaku.

Ku ikuti langkah kakinya yang menuju keruang tengah.

Aku duduk di hadapannya.

"Ana, awalnya aku ingin merahasiakan alasan mengapa aku ingin menikahi mu. Namun, setelah ku pikir-pikir, seperti nya kamu harus tahu alasannya. Alasan yang bahkan orang tua mu tidak tahu."

Aku menarik nafas dalam-dalam. Mempersiapkan diri untuk mendengar alasan yang akan di katakan nya.

"Sebenarnya aku sudah punya istri."

"APA !" Aku kaget setengah mati mendengar kalimat itu.

"Dengar dulu, tunggu sampai aku selesai berbicara."

Aku kembali duduk, dan mencoba mendengar penjelasannya.

"Istri ku tidak bisa hamil. Dan entah dari mana akhirnya dia punya ide gila ini. Dia memintaku untuk menikah lagi. Dan memiliki keturunan dari wanita lain."

"Lalu ?" Aku bertanya, pasti ada kelanjutan dari ide gila istrinya itu.

"Lalu.. Setelah anak itu lahir. Aku akan berpisah denganmu."

Gila !!!

Ini benar-benar gila. Jadi dia menikah denganku dengan kedok akan membantu perusahaan Papa hanya untuk mendapatkan Anak ?

Aku menggeleng-gelengkan kepala, tersenyum sendiri, merasa lucu dengan kegilaan kedua orang itu.

"Kalian benar-benar konyol." Ucapku begitu saja.

"Iyaa, ini memang benar-benar konyol."

Dia justru terkekeh sendiri. Sambil meremas kasar rambutnya.

"Dia juga tinggal di komplek ini. Hanya selang satu rumah dari sini. Dan aku akan bersama nya 4 hari dan bersamamu 3 hari setiap minggu."

"Terserah kalian." Ku tinggalkan dia begitu saja. Aku beranjak dan menuju ke kamar.

Bukannya menangis. Aku justru tertawa seperti orang gila. Atau aku memang sudah gila, karena berada di antara orang gila ?

...----------------...

1
Firgi Septia
kenapa kamu sedih padahal perempuan itu yg buat rumah tanggamu hancur
Firgi Septia
mana ada orang baik sdh tau mantannya sdh ada istri rencanain untuk menjebak biar bisa hamil apa namanya ya perempuan jalang mana baiknya coba
Firgi Septia
enak aja si pelakor jalang
Firgi Septia
bilang saja perempuan jalang yg buat rumah tangga orang lain kacau nitip anaknya lagi semudah itu minta maaf enak saja suruh orang jaga anak hasil menjebak suami orang
Eka Kaban
sebelum nya aku cuek buat baca novel kamu tapi kelamaan kok ke enakan
Mouse
Next thorrrrrr, mana nih kelanjutan nya. Udah lama nunggu.
Wawa Balqis
syukur deh hanya dlm mimpi
Mami Vanya Kaban
wah kena prank kita, ah siauthor ternyata hanya mimpi, semoga rumah tangga mereka baik2 aja, kalau pun ada konflik yg ringan2 aja thor
Khatijah
Up yang banyak Thor...
Jangan cepat-cepat END
Khatijah
Kena prank Author 😭😭😭😭
Ayu_Lestary
Mau tanya dong, pendapat kalian.. Novel ini di lanjutin lagi, atau udahan aja?
Wawa Balqis
kenapa ending nya ana meninggal thor jgn la thor buat aba hidup kembali kasihan hilman dan alfath thor hilman baru aja merasakan kasih syg mamany
Ayu_Lestary: Maaf endingnya mengecewakan 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

gak tau juga kenapa bisa kepikiran buat ending gitu tiba-tiba.

Diluar rencana 🤦‍♀️
Gak mungkin di hidupkan lagi 🤦‍♀️
total 1 replies
Mami Vanya Kaban
kok jadi sad ending thor, kasihan anna knp hrs meninggal bersama anak yg dikandungannya..
Ayu_Lestary: Itu lah, gak tau kenapa tiba-tiba jadi kepikiran buat endingnya gitu...
total 1 replies
Momy Fatma
Next up thorrrr
Any
Suka suka suka 🥰🥰🥰
Nurmala
Aduhhh Ana, knpa gak mau hamil. Bukannya dari dulu Alfath memang sangat menginginkan Anak. Menikah dengan Ana pun juga demi Anak kan. Kenapa skrng Ana justru gak mau punya anak.
Zea
Di tunggu up nya thor
Putroe
Lanjut thor...
Melda
Up lagi dong thor...
Putroe
Seru banget Novelnya. Semangat up nya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!