Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayangan Sang Kembar

Bayangan Sang Kembar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Balas dendam pengganti / Tamat
Popularitas:204.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Zee dan Zia adalah saudara kembar tak identik yang bersekolah di tempat berbeda. Zia, sang adik, bersekolah di asrama milik keluarganya, namun identitasnya sebagai pemilik asrama dirahasiakan. Sementara Zee, si kakak, bersekolah di sekolah internasional yang juga dikelola keluarganya.
Suatu hari, Zee menerima kabar bahwa Zia meninggal dunia setelah jatuh dari rooftop. Kabar itu menghancurkan dunianya. Namun, kematian Zia menyimpan misteri yang perlahan terungkap...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Segelas Teh dan sebuah Rencana

Tok! Tok!

Suara ketukan dari luar kamar membuat Viola menghentikan aktivitas belajarnya. Ia mengerutkan kening, sedikit ragu untuk membuka pintu. Selama ini tak pernah ada yang mengetuk pintu kamarnya.

"Kira-kira siapa, ya," gumamnya, masih duduk di depan meja belajar.

Tok! Tok!

Ketukan itu terdengar lagi. Viola menarik napas, mencoba tetap tenang, lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.

Klik!

Pintu terbuka. Di sana berdiri Zee dengan wajah datarnya yang khas. Viola langsung mengembuskan napas lega.

Zee menatapnya sambil mengerutkan alis. "Kenapa muka lo begitu?"

"Aku pikir siapa tadi. Maklum, Zee… gak pernah ada yang ngetuk pintu kamar aku sebelumnya," jawab Viola dengan cengiran kecil. "Ada apa? Tumben banget kamu nyamperin ke sini."

"Gue udah bikin teh hangat. Cocok diminum sore-sore kayak gini," ucap Zee tenang.

Viola mengerutkan kening, bingung dengan sikap tak biasanya.

"Lo mau atau nggak?" tanya Zee, kembali menunjukkan ekspresi datarnya.

Viola pun mengangguk. "Mau lah. Mumpung mood kamu lagi bagus."

---

Di balkon kamar Zee, dua kursi santai telah tertata rapi, lengkap dengan beberapa camilan dan dua cangkir teh hangat. Pemandangan senja yang merambat turun terlihat indah dari sana.

Viola terkejut melihat persiapan itu. Ini pertama kalinya dia masuk ke kamar Zee dan duduk di balkon miliknya.

"Kamu gak ada maksud aneh-aneh kan?" tanya Viola sambil duduk di samping Zee.

Zee tersenyum miring. "Lo curiga sama gue?"

"Wajar dong. Kamu gak biasanya kayak gini," jawab Viola jujur.

Zee mengangguk pelan, mengakui. "Bener juga. Kita emang harus waspada sama orang yang tiba-tiba berubah."

Ia terdiam sejenak, lalu berkata pelan, "Gue cuma... rindu ngeteh bareng sama seseorang. Makanya gue panggil lo."

Zee menatap langit senja. Yang ia maksud tentu saja Zia, saudara kembarnya. Dulu, setiap kali pulang dari asrama, mereka selalu duduk berdua di balkon sambil berbagi cerita dan menyeruput teh favorit mereka.

Viola mulai merasa bersalah atas prasangkanya tadi.

"Maaf ya, Zee… aku gak bermaksud nuduh."

"Tenang aja, gue gak ambil pusing," jawab Zee ringan sambil menyeruput tehnya. "Silakan diminum. Gue jamin gak gue racunin."

Viola ikut meneguk teh hangat itu. Matanya berbinar. "Ini teh apa sih? Enak banget!"

Zee mengambil sekotak teh dan menyerahkannya pada Viola.

Viola terbelalak kecil. "Ini kan teh mahal yang itu..."

Zee hanya mengangkat bahu. "Ada harga, ada kualitas."

Mereka terus mengobrol ringan. Dari balkon, mereka bisa melihat para murid asrama lainnya yang mulai keluar menikmati sore dan cahaya senja.

Tiba-tiba, Zee mengalihkan topik. "Ketua ekskul Bahasa... siapa, ya? Gue lupa."

"Oh, Susi. Emang kenapa?" Viola balik bertanya.

"Gue mau nanya sesuatu, tapi gak tahu kamar asrama dia di mana."

"Lantai dua. Kamar nomor 200, paling pojok."

"Thanks," ucap Zee, sambil tersenyum miring. Dalam diam, pikirannya mulai menyusun sebuah rencana.

••••

Tengah malam.

Zee menatap bayangannya di cermin. Ia mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan hoodie dan masker yang menutupi sebagian wajahnya.

Ia meraih ponsel dari atas meja, lalu mengetik sesuatu—pesan yang isinya hanya dia sendiri yang tahu. Setelah beberapa detik, bibirnya tertarik membentuk senyum miring.

"Aman."

Zee melirik jam di layar ponselnya. Pukul 00.00.

Dengan langkah ringan dan senyap, ia meninggalkan kamar. Matanya menyapu koridor asrama dengan waspada, memastikan tak ada satu pun suara atau gerakan.

Sesampainya di tujuan, Zee menarik sesuatu dari balik hoodie-nya.

Klik.

Pintu terbuka tanpa suara. Ia segera menutupnya kembali dengan perlahan.

Pandangan Zee langsung tertuju pada sosok gadis yang tengah tertidur pulas di dalam kamar itu.

Dengan langkah pelan, ia menyusuri ruangan. Matanya bergerak cepat, menelusuri tiap sudut, sampai akhirnya terhenti pada sebuah gantungan kunci dengan boneka kecil yang menjuntai di ujungnya.

Zee mendekat, lalu mengambil kunci itu tanpa ragu.

"Gue pinjam dulu..." bisiknya lirih, sebelum melangkah keluar—sunyi, nyaris tanpa jejak.

1
bakpao
/Good//Good/
hadeta yorsi
ini yang aku tidak suka, seharusnya ciuman atau kecupan itu didasarkan suka sama suka. Harusnya rey lebih menghargai zee. bukan membuat dia kesal. seolah olah cinta itu harus seperti itu agar terlihat tulus.
hadeta yorsi
dari awal dia udah mencurigakan kok,
hadeta yorsi
tolong jangan buat aku kesel bacanya. walaupun rey suka sama zee, tapi dia seperti mempermainkan zee, itu menyebalkan. aku jadi enggak berharap mereka jadi pasangan.
hadeta yorsi
kalau ini tema misteri, aku fikir bukan hera deh, terlalu kelihatan
Akta Fernanda S
Luar biasa
Asra
wah, ceritanya bagus! sudah tamat aja, kak, nggak ada lagi ya?😁
Nona Jmn: Ada kak! Cari di kronologibaku🥰🫶
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Bener2 arti sahabat ada diantara mereka dengan versi masing2 sifat.
Siti Choiriyah
di lihat dr profil masih sedikit karyanya... tp ceritanya udah top... dn bagus bngt gk bertele tele...
Nona Jmn: Makasih kakak🫡🫶
total 1 replies
arniya
luar biasa kak, apalagi klo ceritanya di lanjutkan....
arniya
banyak teka-teki yang harus di pecahkan....
Mut Dawamah
terlalu berbelit alurnya ngga sat set sok misterius
Itoh
kyanya si vio deh ini yg bunuh zia
Ira Resdiana
ooh bukan sama Raka ya suka nya si Klara
Ira Resdiana
nah kaaannn.. bener kan.. cuman aku kok td nulisnya miss rahma ya xixixiixi, miss sarah maksudnya.. semuanya penuh topeng
Nona Jmn: Jangan Lupa Vote Kakak🤭🫰
total 1 replies
Ira Resdiana
whaattt... sdh lulus kuliah 2 taon lalu???? dan semua hanya karena cinta bertepuk sebelah tangan...
Ira Resdiana
hooo..akhirnya terungkap.. beneran Viola
Ira Resdiana
hooo bukan biola brati.. klara pelakunya?
Ira Resdiana: eh kok biola... wkwkwkkw viola mksd nya
total 1 replies
Ira Resdiana
eh kok bingung... yg anaknya kepsek nih viola ato klara sih... kok klara jg mencurigakan. ibu ini miss rahma bukan?
Ira Resdiana
owalaaahhh pada suka sama Raka ternyata....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!