Indonesia
NovelToon NovelToon
Hasrat Om Tampan

Hasrat Om Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:198.4k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Sosok wanita cantik yang mulai mengusik kehidupan seorang pria yang di mulai hasrat yang selama ini dia pendam seolah mulai menunjukkan sisi posesif dan ingin memiliki apa yang wanita itu miliki.
"Hanya aku seorang yang pantas untukmu." Gumam Pria itu dengan mulai menunjukkan hanya dirinya yang pantas memiliki wanita cantik itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

 Hazel mencoba menarik nafas pelan-pelan hingga ia sedikit demi sedikit mengontrol emosinya,"sepertinya wanita itu benar-benar tergila-gila dengan calon suamiku."gumam Hazel yang secara langsung menghadapi sosok wanita yang benar-benar menyukai calon suaminya itu.

 Tiba-tiba dari belakang Mama Monica membawa piring berisikan roti cake yang sengaja Rose bawa.

 Mama Monica melirik kanan kiri seperti mencari sesuatu, Dimana Rose?" tanya Mama Monica yang bukannya sedari tadi ada kehadiran Rose.

 "Baru saja pergi ,Ma." jawab Hazel yang tidak bilang terus terang dengan apa yang sebenarnya terjadi.

 "Bagitu ya, Mama kira dia akan menemani Mama mengobrol.Tapi tak perlu khawatir masih ada kamu sayang." ucap Mama Monica yang sudah merasa senang dengan kehadiran Hazel ditempat itu.

 Hazel hanya tersenyum begitu kehadirannya diterima oleh Mama Monica dan mulai dengan obrolan ringan keduanya.

 Di tempat lain

 Haris duduk santai bersama tuan Mario, keduanya terlihat begitu serius dengan obrolan mereka.

 "Apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?" tanya Tuan Mario kepada putranya, yang mulai bertanya perihal tentang rencana pernikahannya.

 "Semuanya sudah Haris persiapkan, Hanya tinggal menunggu kedatangan tuan Steve." reaksi Tuan Mario hanya terdiam mengerti apa yang dikatakan oleh putranya.

 "Jika kamu ingin urusan ini cepat selesai, secepatnya kalian berdua harus menikah. Sepertinya wanita itu akan terus mengganggumu, sebelum dia akan berbuat nekat di belakang."Tuan Mario mulai memperingati putranya untuk berhati-hati.

"Haris sudah itu tahu Pa, Hanya tinggal menunggu waktu saja."jawab Haris dengan santai.

"Lalu bagaimana urusanmu dengan orang itu?"pertanyaan itu sontak membuat harus menghela nafas.

 "Sudah ada seseorang yang mengurusnya, apalagi untuk urusan itu sudah Haris pasrahkan pada Neo."mendengar penjelasan itu, tuan Mario hanya terdiam mendengar penjelasan dari putranya.

 "Kamu harus berhati-hati, jangan sampai dia berhasil mengambil apa yang dia inginkan darimu."Tuan Mario hafal betul Bagaimana sifat Tuan Leo yang begitu ambisinya ingin merebut sesuatu yang dimiliki oleh putranya.

setelah perbincangan panjang itu, Haris beserta Tuan Mario keluar dari ruang kerja. terlihat sosok dua wanita yang sedang asyik mengobrol, dan nampak kebahagiaan terlihat dari wajah mama Monica.

 "Mama." Sapa Haris yang menyapa Mama Monica.

 "Sudah selesai?" tanya Mama mau nikah kepada putranya.

 "Sudah Ma."jawab Haris yang langsung duduk di samping Hazel.

 "Apa tidak sekalian, menunggu makan malam?" tanya Mama Monica kepada mereka berdua.

"Tidak Ma, masih ada pekerjaan yang harus Haris selesaikan. Apalagi setelah pulang dari sini Haris harus keluar mencari cincin untuk Hazel."seketika mata Mama Monica berbinar-binar mendengar ucapan putranya.

"Baiklah, jika kalian memang akan pergi kesana.Tapi ingat, belikan cincin yang paling indah untuk calon istrimu." sekali lagi Mama Monica memperingati putranya untuk memberikan perhiasan yang terbaik dan paling terindah untuk calon istrinya itu.

Haris pun mengerti apa keinginan Mamanya, Ia sengaja mengajak hasil memilih cincin untuk mereka pakai untuk acara pernikahan nanti.

Pada akhirnya mereka berdua pergi dari tempat itu dan sebelum pergi mereka berdua berpamitan kepada mereka.

"Hati-hati di jalan." Pesan mama Monica kepada mereka berdua.

Akhirnya mereka berdua pergi dari tempat itu dan berlanjut ke perjalanan ke toko perhiasan untuk membelikan cincin pernikahan mereka. setelah menempuh setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di depan toko perhiasan.

Saat mereka masuk ke dalam mereka langsung disambut oleh dua pelayan dan menuntut mereka ke area cincin yang mereka akan beli.

Sungguh fantastis perhiasan-perhiasan yang ada di meja etalase. dari bentuk cincin hingga satu set perhiasan terdiri dari kalung,gelang, cincin dan anting.

"Apa tidak terlalu mahal?" bisik Hazel yang melihat langsung harga di perhiasan itu di atas 1 M.

"Tidak ada yang mahal untukmu, ambil beberapa yang kamu sukai atau jika masih kurang tertarik akan aku suruh pelayan mengambil perhiasan yang lebih bagus dari ini."Hazel langsung menepuk lengan Haris.

"Jangan terlalu boros."Hazel memperingati Haris untuk tidak menghambur-hamburkan uang.

"Ini uang milikku, terserah aku ingin mengeluarkan sebanyak apapun. Aku pun mengeluarkan uang ini hanya untuk memanjakan mu, karena sebentar lagi kamu akan menjadi istriku. Tidak ada alasan apapun, uangku ini milikmu juga." Hazel tak bisa berkata apa-apa lagi, setelah Haris begitu menunjukkan sifat sayang kepada dirinya, akan memberikan semua apa yang dia miliki.

Hazel merasa seperti di ratukan oleh calon suaminya itu, keyakinan Hazel semakin besar dan yakin jika mana Haris laki-laki yang begitu tanggung jawab dan begitu serius dengannya.

Apalagi ini adalah momen penting yang mungkin semua orang alami menikah sekali seumur hidup.

"Kamu pilih yang mana sayang?"tanya Haris yang berdiri tepat di belakang Hazel.

"Aku pilih yang di barisan nomor 4." setelah perhiasan itu keluar dari meja etalase, pilihan yang Hazel pilih berupa cincin dengan permata yang tak begitu besar tapi tampak sederhana.

"Apa tidak terlalu sederhana?" Tanya balik Haris kepada hasil yang lebih memilih perhiasan yang lebih ukuran kecil daripada yang lainnya dengan permata yang lebih besar dan sekaligus dengan ukiran yang begitu indah.

"Ini sudah bagus untukku."jawab hazel dengan senyuman, Ia pun sudah merasa cukup memilih perhiasan itu.

Sejujurnya, Hazel tidak terlalu suka dengan penampilan terlalu menyolok. Ia lebih memilih dengan berpenampilan biasa namun lebih elegan, karena ia tak ingin menjadi pusat perhatian dari orang lain.

"Baiklah juga itu memang pilihanmu."pada akhirnya Haris membeli perhiasan itu untuk cincin kawin mereka berdua. Diam-diam Haris melakukan sesuatu di belakang Hazel, ternyata dia membeli sesuatu perhiasan yang sengaja ia belikan khusus untuk Hazel.

Setelah selesai membeli cincin, Mereka pergi ke minimarket membeli beberapa bahan makanan untuk di rumah.

Haris mengikuti dari belakang sembari membawa kereta dorong, beberapa menu makanan dari yang siap saji maupun dari bumbu-bumbu lainnya pun sengaja Hazel beli.

Setelah selesai berbelanja, mereka bergegas untuk pulang dan sebelum itu mereka ingin memasak menu makan malam mereka.

keduanya begitu saling membantu di saat memasak di dapur, tak disangka keduanya mempunyai hobi yang sama yang akhirnya keduanya saling bekerja sama.

"Sepertinya makan malam hari ini sangat enak." gumam Haris yang menikmati makan malam bersama di rumah dan keduanya saling bahagia meluangkan waktu mereka berdua.

Setelah selesai makan malam, duanya duduk di ruang tengah dengan posisi Haris memeluk erat Hazel dari belakang dengan posisi tanganya melingkar diperut Hazel.

"Ada apa, kenapa dari tadi diam saja?" tanya Haris yang menaruh dagunya di pundak Hazel.

1
D_wiwied
hmmm positif ni Hazel, gimana nggak orang tiap hari digempur 😆🤭
D_wiwied
Jodohin aja tu Sean ama Claudia
nilim
wess
Mia Camelia
makin seruuuu👍🥰
D_wiwied
pagi2 dah disuguhi yg hot hotttt
D_wiwied
ini gimana ceritanya melamar sambil telanjang gituu😱🤭🤣
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!