Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 Bertemu dengan Mas Arief
Setiap hari aku di antar jemput suamiku, sesudah mengantar aku di tempat kerja dia ke kafe, sore aku di jemput, kemudian aku dia ajak ke kafe tapi kadang kalau aku cape aku di antar pulang duluan. Kalau aku ikut ke kafe dia akan membeli makan malam di mall ,tapi kalau aku pulang ke apartemen pasti aku di belikan untuk makan malam, atau di beliakan go food, kalau masalah makan aku nggak pernah sampai telat.
Mas Arya selalu tanggung jawab ke istrinya terutama nafkah lahir juga nafkah batin semua kebutuhan aku sudah di cukupi, kerja di antar, skincare di belikan dan perawatan juga di biayai, suamiku tidak sekaya mas Arief, tapi dia sangat tangung jawab.
Aku kerja sudah tiga kali gajian, aku mau kasih uang transport suami ku nggak mau. Aku kerja nggak pernah keluar uang kalau begini aku bisa cepat beli rumah mana bonusku lumayan,tahun depan pasti bisa bayat DP rumah impian ku.
Hari ini bulan ke empat aku kerja dan ini pertama kali PT Makmur Sejahtera mengembangkan bisnisnya.di bidang kontraktor selain rumah, ya ini berusaha mengambil tender pembangunan rumah sakit milik swasta yang lokasinya dekat dengan pantai Utara.
Jam sembilan tim kami yang di pimpin pak Dimas berangkat ke hotel yang di tunjuk untuk presentasi, aku dan tim sudah siap dan aku yang di tunjuk mempresentasikan proposal dan perencanaan.
Ternyata ada Lima PT yang bersaing ikut tender, termasuk PT Adi jaya punya pak Wicaksono dan mereka mendapatkan keistimewaan untuk presentasi pertama kali, sedang PT Makmur sejahtera mendapatkan kesempatan terakhir tapi nggak apa apa aku sudah siap dan aku yakin akan menang,
Mas Arief dengan percaya diri dia presentasi dia di dampingi papa mertua dan Bara. Bara selalu mencuri pandang padaku dan seperti memberi kode aku hanya senyum sama dia, ya dulu kami bekerja sama berjibaku, dan lembur sampai tidak kenal waktu agar menang tender.karena tempat duduk kami jauh jadi kami hanya saling pandang.
Setelah semua selesai sekarang ganti dari PT Makmur Sejahtera di buka oleh pak Dimas dan lanjut aku yang presentasi, aku menerangkan kelebihan dan perencanaan yang aku presentasikan, bangunan kokoh dan kuat dengan bahan bangunan yang berkualitas dan tahan lama dengan harga yang bersaing.
Kami berani bersaing walaupun harga yang di tawarkan lebih mahal tapi semua bahan bangunan yang berkualitas tinggi.
Selesai kami semua presentasi, kami di minta menunggu pengumuman besok yang akan menang tender, kemudian kami makan siang bersama dan aku di sapa mertua dan juga mas Arief
" Kamu bekerja di sini sudah lama" tanya papa mertua basa basi
" Iya pah sudah hampir empat bulan aku bekerja sama pak Dimas" jawabku sopan bagaimanapun dia kan mertuaku yang harus aku hormati.
" Kamu kok bergabung di perusahaan pak Dimas itu kan perusahaan properti kecil selama ini nggak pernah menang tender, ayo kamu pindah saja di PT Adi Jaya gajimu ku naikan" tawar mas Arief
" Maaf pak Arief jangan ambil karyawan saya, Nadia itu karyawan spesial pilihan Direksi" kata pak Dimas
Pak Dimas bisa saja pilihan Direksi siapa aku juga nggak kenal tapi biarlah biar mas Arief nggak ngelunjak.
Aku fokus pada makanan di hadapan ku kerena aku lapar jadi nggak ikut berbincang tapi Bara mendekat ke arahku
" Mbak Nadia presentasi mu bagus, Bara kagum sama mbak ide mbak sangat cemerlang yang nggak bisa di tiru orang lain" kata Bara
" Barra jangan dekat dekat dengan aku kan aku sudah punya suami" jawabku cuek sambil makan
" Mbak aku kagum ingat ya bukan cinta tapi kagum bilang sama suami mbak suruh jaga istri cerdasnya " kata Bara sambil tersenyum.
" kalau ada lowongan aku mau jadi asisten mbak Nadia lagi di PT Makmur Sejahtera aku sudah bosan dengan marah marahnya bos" kata Bara
" Barra jangan cari masalah di sini, sana kembali ke mejamu toh aku belum tentu menang tender" jelasku
Selesai makan kami pun kembali pulang ke tempat kerja,di mobil pak Dimas bilang semoga kita bisa menang tender.
" Nad gimana perasaan kamu barusan bertemu mantan dan juga mertua?" tanya pak Dimas
" Teryata pak Dimas tahu, nggak apa apa pak, saya sudah jatuh cinta ke suami saya pak jadi biasa saja yang nyebelin itu Bara masak dia ingin bergabung dengan perusahaan kita, menag. tender saja belum" jawabku
" Siapa Bara nad yang tadi ngobrol sama kamu?" tanya pak Dimas
" Iya pak katanya dia kerja di sana bosen di lihat bosnya marah marah terus" jawabku
" Kita mampir ke proyek perumahan pak" kata pak Dimas kepada pak supir
Kami satu tim berlima sama supir, kita mengecek ke lapangan jangan sampai para tukang dan mandor berniat nakal, jadi ada tim pengawasan di sini, para pekerja di awasi dengan cctv jadi jangan sampai malas malasan.
Sampai di proyek,kami meninjau dan aku juga sering meninjau kesini terutama rumah yang perencanaan nya aku kerjakan.
Alhamdulillah pembangunan sudah berjalan tiga puluh persen dan tidak ada kendala Rancanganku, lebih mahal dari pada yang lain tapi seperti nya pembelinya tajir jadi mereka sudah membayar dua kali memang sangat cerewet sih, tapi ku layani dengan baik , ya karena untuk membangun rumah harus cerewet.
Kami di sini lama kerenaaku butuh melihat dan memotret semua dan aku minta di jemput suamiku kelokasi proyek biar rombongan pak Dimas pulang duluan. nanti absen pulang lewat hp dari sini.
Jam empat mas Arya menjemput ku dan semua sudah selesai kerja para tukang juga bersiap pulang.
" Mas kita mampir ke masjid aku belum sholat ashar" pinta ku
" ok saya gimana tadi tendernya?" tanya dia
" Doakan menang ya mas, tadi aku ketemu papa mertua juga mas Arief" kata ku
" Tadi cium tangan nggak sama papa mertua ?" tanya mas Arya sambil tertawa terbahak bahak
" Aduh aku lupa, nggak cium tangan sama papa mertua,dasar menantu nggak sopan" jawabku
" kamu ketemu Arief juga, pasti kamu deg degan?" tanya mas Arya.
" Nggak lah mas dia masa lalu aku dan kamu masa depan aku, dan pesona Judeku tidak kalah sama Arief dan aku sudah klepek klepek sama Jude ku apalagi dengan si Loopi yang imut dan mengemaskan" jawabku merayu biar dia tidak cemburu.
" Mas Pokok nya doakan aku menang tender ya nanti bisa beli rumah yang belum laku itu satu " pinta ku
" Aamiin, semoga cita cita istri mas berhasil" jawab dia
Kami mampir dulu untuk sholat ashar dan kami mampir beli makanan untuk di makan nanti di rumah karena mas Arya tidak kembali ke kafe katanya akan memanjakan aku, seepri biasa dia akan memijitku biar aku tidak tergoda oleh mas Arief atau orang lain.
Suamiku memang ng jos, dia mengerti aku dan memanjakan aku,kalau dia konsisten seperti itu mana mau aku berpaling ke yang lain, dan kalau ada pelakor mendekat ku hajar saja dia.
Bersambung