Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 29

Pintu kamar dibanting hingga membentur dinding.

"Kirana!" panggil Arga dengan suara yang sangat berat dan dingin.

"S-Sayang? Itu kamu, Sayang?!" jerit Kirana sambil menutup telinganya, menoleh ke kiri dan ke kanan dengan pandangan kosong. "Sayang, aku takut! Suara apa di bawah tadi?! Kenapa ada yang teriak-teriak dan membanting barang?! Jangan tinggalkan aku sama Marni, Sayang... Dia kasar sama aku pagi tadi!"

Arga melangkah mendekati istrinya. Ia berjongkok, menatap lekat-lekat wajah ketakutan itu. Napas Arga memburu. Ia mencari celah, sekecil apa pun, yang bisa membuktikan bahwa istrinya sedang bersandiwara.

"Sayang... coba jawab aku dengan jujur. Semalam, waktu Marni tidur di kamar ini, apa kamu memegang HP-nya?" tanya Arga. Suaranya ditekan serendah mungkin, mencoba memancing Kirana.

"HP? HP apa, Sayang? Kamu tahu sendiri aku ini buta! Layar HP aja rata dan nggak ada tombolnya, bagaimana aku mau memencetnya?!" isak Kirana, air matanya mengalir membasahi pipinya yang pucat. "Lagipula, semalam Marni tidur nyenyak banget di sofa. Aku cuma meringkuk di kasur karena kedinginan. Kamu menuduh aku mencuri HP pembantu, Sayang? Sehina itu aku di mata kamu sekarang?"

Arga menatap mata Kirana. Mata itu benar-benar tidak fokus. Air matanya tampak sangat tulus. Keputusasaan di wajah istrinya terlihat begitu nyata dan menyedihkan.

Arga menghela napas panjang. Tidak mungkin. Kirana tidak mungkin melakukannya. Dia gila dan cacat. Pasti Marni yang berbohong. Marni pasti mata-mata yang disusupkan oleh Darmawan dengan kedok agen penyalur.

"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak menuduh mu," ucap Arga. Nada suaranya berubah lembut, kembali memerankan sosok suami yang penuh kasih. Ia menarik kepala Kirana dan menyandarkannya ke dadanya. "Ternyata pembantu baru kita ini pencuri. Dia komplotan orang jahat yang mau menipu kita. Beruntung aku cepat pulang."

"P-pencuri? Terus Marni mau kamu apakan, Sayang? Jangan biarkan dia menyakiti kita," lirih Kirana, wajahnya tersembunyi di dada Arga. Di balik tangisannya, senyum mematikan terukir jelas di bibir Kirana.

"Tenang saja, Sayang. Aku yang akan mengurus hama satu ini. Kamu diam di kamar, kunci pintunya dari dalam. Jangan buka sebelum aku yang mengetuknya, mengerti?"

Arga melepaskan pelukannya, berdiri, dan berjalan keluar. Pintu dikunci dari luar oleh Arga, namun kali ini Kirana tahu, suaminya sedang sibuk dengan mangsa barunya.

Di lantai bawah, Marni masih menangis tersedu-sedu di ruang tengah. Arga turun dengan langkah lambat yang mematikan. Ia berjalan menuju dapur, mengambil sebuah tali tambang tebal, lalu menghampiri Marni.

"P-Pak Arga... Bapak mau melakukan apa bawa tali? Saya mau pulang saja, Pak! Saya berhenti kerja hari ini juga!" jerit Marni. Ia berusaha berdiri dan berlari menuju pintu utama.

Namun Arga jauh lebih cepat. Pria itu menendang lipatan lutut Marni dari belakang hingga wanita gempal itu jatuh tengkurap. Dengan cekatan, Arga menduduki punggung Marni, melilitkan tali tambang itu ke kedua pergelangan tangan Marni, dan mengikatnya dengan sangat kuat.

"Tolong! Tolong ada orang gila!" teriak Marni sekuat tenaga.

Arga menyumpalkan sebuah kain lap kotor ke dalam mulut Marni. "Teruslah berteriak. Rumah ini kedap suara. Pengacara tuamu itu tidak akan bisa mendengar teriakanmu dari sini."

Arga menarik kerah baju Marni dari belakang. Ia menyeret wanita bertubuh besar itu menyusuri lantai menuju ke bagian belakang rumah. Menuju pintu gudang bawah tanah yang masih menyimpan sisa-sisa eksekusi mengerikan sebelumnya.

Ceklek.

Pintu gudang dibuka. Arga menyeret Marni menuruni anak tangga semen yang lembap. Di sana, Marni membelalakkan matanya ngeri melihat sisa-sisa genangan darah yang sudah mengering di lantai. Marni meronta-ronta dengan sisa tenaganya, air matanya membanjiri wajahnya yang penuh teror.

"Selamat datang di tempat peristirahatan terakhirmu, Marni," bisik Arga, melempar tubuh wanita itu ke sudut ruangan. "Sekarang, kita punya banyak waktu untuk mengobrol. Beri tahu aku, apa saja rencana Pak Darmawan selanjutnya."

Tiga jam berlalu dengan sangat lambat. Di dalam kamar utama, Kirana duduk bersila di atas ranjang. Telinganya terus menangkap suara-suara rintihan tertahan dan bunyi pukulan benda tumpul yang merambat samar-samar melalui ventilasi lantai bawah.

Kirana memejamkan matanya. Tidak ada sedikit pun rasa iba di hatinya. 'Di medan perang ini, siapa yang memilih untuk mengabdi pada iblis, maka ia harus siap terbakar di nerakanya,' batin Kirana dingin. Marni yang kasar dan merendahkannya pagi tadi kini sedang menerima bayarannya secara tunai.

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang sangat berat terdengar menaiki tangga. Langkah itu diseret perlahan, seolah kehilangan banyak tenaga.

Ceklek.

Pintu kamar terbuka. Kirana mencium aroma keringat bercampur anyir darah yang sangat menyengat sebelum Arga bahkan mengucapkan sepatah kata pun.

"Sayang? Itu kamu?" panggil Kirana dengan suara bergetar, meraba-raba selimutnya. "Bau apa ini, Sayang? Baunya anyir sekali. Kamu habis melakukan apa di bawah?"

Arga melangkah masuk. Jas mahalnya sudah ia tinggalkan entah di mana. Kemeja putihnya dipenuhi percikan darah segar. Buku-buku jarinya memar dan lecet parah. Pria itu terengah-engah, wajahnya terlihat sangat lelah namun matanya memancarkan kepuasan seorang psikopat.

"Aku cuma membereskan hama di belakang rumah, Sayang," jawab Arga sambil menjatuhkan dirinya di atas sofa, menghela napas panjang. "Ternyata pembantu kita itu lumayan keras kepala. Tapi tenang saja, sekarang dia tidak akan bisa bicara apa-apa lagi ke pengacara tua itu."

Kirana menelan ludah, menekan rasa mual di perutnya. "K-kamu apakan Marni, Sayang? Kenapa baunya sama seperti waktu kita pergi ke gudang waktu itu?"

"Aku cuma memberinya pelajaran tentang arti sebuah kesetiaan," Arga beranjak dari sofa, berjalan menuju ranjang, dan membelai pipi Kirana dengan tangannya yang masih menyisakan noda merah. "Kamu tidak perlu takut. Aku melakukan ini semua demi melindungi kamu. Demi melindungi kedamaian rumah tangga kita."

Sentuhan darah di pipinya membuat tubuh Kirana meremang jijik, tapi ia memaksakan sebuah senyum tipis yang penuh kepatuhan. "Makasih, Sayang. Kamu memang suami yang paling bisa diandalkan. Tapi... aku takut sendirian di rumah. Bagaimana kalau teman-teman pencuri itu datang lagi waktu kamu sedang kerja?"

"Mulai besok, aku akan menyewa bodyguard profesional untuk berjaga di luar rumah. Tidak akan ada lagi orang dari agen penyalur murahan yang bisa masuk ke sini. Sekarang aku mau mandi dulu, badanku terasa sangat lengket."

Begitu Arga masuk ke kamar mandi dan suara air shower terdengar menderas, Kirana langsung beraksi. Ia turun dari ranjang tanpa menimbulkan suara. Ponsel Marni sudah direbut Arga, dan kabel telepon rumah sudah diputus. Tapi Kirana mengingat satu hal penting yaitu...

1
Muft Smoker
sesama pengkhianat saling membuka aib dan saling membunuh😏😏
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!