Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Protective Guard
Pih.. kira kira kapan masalah di sekolah selesai?" Tanya Bolivia yang masih duduk bersantai di ruang tengah bersama suaminya.
"Enggak tau. Tapi, yang jelas hari ini guru gurunya bakal ngadain rapat" papar Austen yang membuat Bolivia cemberut.
"Tenang aja.. masalah ini bakal cepet selesai kok" tambah Austen menenangkan istri nya.
Bolivia berdecak "ck, bukan itu." Tiba tiba wajah Bolivia berubah semringah "mami udah dapet calon istri buat anak kita. Tapi," wajah Bolivia kembali berubah lesu.
Ada apa dengannya? Bipolar kah? Semoga saja tidak.
"Tapi, Jack nya sibuk" lanjut Bolivia
"Calon istri?" Ulang Austen
Bolívia mengangguk semangat.
Lalu Austen menggaruk kepalanya yang tiba tiba terasa gatal "entah kenapa papi ngerasa kalau si Jack ini sudah suka sama seseorang. Jangan di jodoh jodohin dulu deh. Takutnya dia malah jadi marah"
"Suka? Suka sama siapa?" Tanya Bolivia tak percaya "dia itu sudah tiga puluh satu loh Pi.. memangnya papi gak khawatir. Lagian papi lupa kalau papi sendiri yang minta mami buat nyariin calon istri buat Jack?" Sindir Bolivia sinis
"Papi ngomong gitu cuman buat mancing Jack biar cepet nyeriusin cewek yang dia suka" terang austen
"Kok kayaknya papi tau banget. Dia pernah cerita sama papi?" Tanya Bolivia yang merasa cemburu. Kenapa Austen bisa lebih peka dari dirinya? Padahal Bolivia seorang ibu.
"Mmmm.. gimana ya?" Austen mengusap usap tengkuknya. Pria itu tampak ragu
"Gimana?" Desak Bolivia.
Austen menyengir polos "karena dulu papi juga gitu"
Tiba tiba billby menghampiri mereka dengan wajah merah kepanasan.
"Geser.. geser.. billby mau duduk" ucap Billby meminta Bolivia dan austen untuk memberi space baginya.
"Billby dari mana?" Tanya Austen sambil menggeser pantatnya. Bolivia juga melakukan hal yang sama
"Main basket" balas Billby
"Emang gak panas?" Tanya Austen lagi
"Panas banget lah" keluh Billby. "Naikin suhu AC nya nek" perintah Billby seenak jidat.
Bolivia nurut nurut saja. Ia mengambil remot AC yang ada di sebelahnya. Lalu ia menaikkan suhu AC hingga16° Celcius sesuai permintaan Billby.
"Billby mau minum apa? Nenek ambilin" tawar Bolivia
"Jus jeruk yang dingin banget" request Billby cepat
"Tunggu sebentar ya" ucap Bolivia lalu beranjak pergi ke dapur untuk membuat jus jeruk permintaan bos kecil Zloty alias cucu satu satunya
"Ngapain kamu main basket panas panas gini? Lagian sejak kapan Kamu suka olahraga yang bikin keringetan kayak gitu?" Austen merangkul Billby membuat gadis kecil itu bersandar padanya.
"Cancan" balas Billby singkat
"Cancan? Apa maksudnya?" Austen mengernyit tidak paham
"Aku pengen temenan sama dia. Dia suka banget sama basket. Aku pikir kalo aku bisa basket dia bakal mau temenan sama aku" jelas Billby apa adanya
"Cewek apa cowok"
"cewek lah" balas billby sewot "namanya aja Cancan"
Austen terkekeh. sepertinya Billby sangat kepanasan jadi galak begitu "iya.. iya.. kakek bingung dia cewek apa cowok karna Billby bilang dia suka banget sama basket biasanya kan yang basketan itu laki-laki. tapi, kenapa Billby pengen temenan sama dia sih?"
"soalnya dia juga nggak punya temen" Billby melirik ke dapur mencari Bolivia karena ia sudah sangat kehausan.
detik berikutnya Bolivia muncul dari dapur membawa segelas jus jeruk
"Ini sayang" Bolivia memberikan jus jeruk tersebut untuk billby yang langsung disambar cepat oleh kedua tangan mungilnya . setelahnya ia segera meneguk jus tersebut dengan sekali tegukan hingga tandas. Bolivia melotot heran.
apa billby se haus itu? Billby meletakkan gelas tersebut di meja "makasih nek.. Billby ke atas dulu" setelah itu ia lari tunggang langgang menuju kamarnya yang ada di lantai dua. setelah tiba, segera ia mengambil baju untuk mandi karena badannya sudah sangat-sangat lengket
•••
"Oh ya Bu Sinta Saya mau bicara sebentar sama ibu" ucap Jack saat Bu Sinta hendak ke kelas untuk mengajar usai rapat dengan guru guru yang lain
"Baik pak" balas Bu Sinta. lalu Jack mempersilahkan bu sinta untuk duduk di depannya dengan isyarat tangan.
Bu Sinta mengangguk sekilas lalu duduk di depan Jack.
"Saya mau tanya soal Cantika. anak kelas 3C yang di kelas ibu" pinta jack to the point
"Bagian mananya yang mau bapak tanyakan?" Tanya Bu Sinta meminta kejelasan.
"Semuanya. Mulai dari akademik, sifat dan keseharian" papar Jack
Bu Sinta terdiam sebentar untuk memikirkan jawaban yang valid untuk pertanyaan Jack. "Mmm, kalau akademiknya sih kurang ya.. dari kelas 1 peringkatnya paling tinggi ada di 5 dari bawah" ucap bu Sinta apa adanya kalau sifat, dia anaknya agak pendiem. mungkin karena nggak ada temen. tapi sebenarnya menurut saya sulit untuk mengetahui sifat asli siswa-siswi kita. walaupun di sekolah mereka cukup tertib, belum tentu di luar kayak gitu. contohnya sekolah kita kan melarang siswa-siswi nya berpacaran. di sekolah tidak ada yang seperti itu. namun sangat mungkin untuk mereka berpacaran di luar sekolah. saya bilang kayak gini karena saya tidak tahu pasti sifat cantika. takutnya yang bapak lihat dia nanti nggak sesuai sama penilaian saya. jadi saya jelaskan kalau kita sebagai guru hanya bisa melihat siswa di sekolah. itu pun belum tentu keadaan asli mereka" tambah bu Sinta
jack mengangguk paham "ya sudah itu saja dulu. terima kasih" tutup Jack
•••
Billby yang baru selesai mandi langsung duduk di depan meja riasnya. Ia memakai semua rangkaian skincare nya dengan lengkap.
Setelah itu ia menatap cermin. Bengong. Itu yang ia lakukan.
Setelah berlalu sekian menit, tiba-tiba Billby teringat kalau ia sudah sangat lama tidak mengunggah postingan di social media. Apalagi live.
Billby memang buka siapa siapa. Tapi, dari kecil Billby sangat aktif di media social. Bahkan followersnya saat ini sudah hampir mencapai dua juta.
Seperti yang pernah Billby ucapkan di cafe, kalau cita citanya nanti adalah menjadi seorang artis.
Billby sangat rajin membuat konten dan membuka siaran langsung. Tapi, yang pasti semua itu di pantau ketat oleh Jack.
Yang paling gila adalah Billby pernah mengeluarkan beberapa merchandise. Layaknya artis besar. Dan itu semua terjual habis.
Bahkan Billby sudah memiliki nama untuk penggemar penggemar nya.
Billbers. Itulah nama yang ia sematkan untuk fans fansnya.
Billby bangkit lalu mengambil benda gepengnya yang ada di atas nakas. Ia segera membuka Instagram
Saat itu ia melihat ada spam singkat dari vahan.
Billby segera membuka nya. Spam tersebut ternyata sudah masuk dari kemaren
@vahan: udah pulang?
@billby_IZX: selamat pagi. Maap baru bales. Kemaren ada orang penting. Jadi aku gak buka handphone. Ada apa?
Tidak lama setelah itu vahan membalasnya
@Vahan: cuman mau tanya ada PR gak? Tapi gak jadi deh kayaknya.
Kemaren vahan menghubungi Billby memang untuk menanyakan hal tersebut. Namun, setelah dipikir pikir lagi sepertinya keputusan yang salah menanyakan kegiatan sekolah pada Billby si penyandang gelar sleeping queen.
Tapi, Vahan tidak punya pilihan lain. Karena ia hanya berteman dengan Mex dan Afghan. Diantara ke duanya Mex lah yang sekelas dengan vahan.
Namun, seperti yang kita ketahui. Mereka di skorsing berjamaah.
Vahan menatap pesan dari Billby itu cukup lama. Dia gak tahu? Batin Vahan
Tapi, menurut Vahan memang lebih bagus jika Billby tidak mengetahuinya. Entah ia harus menyembunyikan wajahnya dimana jika Billby tahu vahan di skors karena tidak mendengarkan penjelasan Bu Raisa yang sedang mengajar dan malah sibuk menatap Billby tentu sangat memalukan.
Walaupun ia menatap Billby bukan karena naksir atau yang semisalnya, tapi belum tentu Billby mengerti alasan Vahan menatap nya.
Billby sempat menunggu balasan dari Vahan. Tapi tak kunjung ada balasan yang masuk. Akhirnya ia memilih untuk keluar dari room chatnya dengan vahan.
Saat Billby sedang mempersiapkan diri untuk membuat konten, tiba tiba ia mendapat balasan dari vahan
@Vahan: dih. Masih tanya. Jelas gara gara Lo.