Indonesia
NovelToon NovelToon
PLAYING WITH FIRE

PLAYING WITH FIRE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Jordan Carlton mengira Vanessa adalah wanita lemah yang tak akan pernah berani meninggalkannya.

Yessika mengira ia berhasil merebut segalanya dari Vanessa, termasuk calon suaminya.

Namun Vanessa memegang kunci takhta sejati keluarga Carlton dan ia memilih untuk menyerahkannya pada pria yang paling dibenci Jordan.
Alessio Carlton mungkin terlihat menakutkan, dingin, dan licik. Namun saat Vanessa menawarkan pernikahan sebagai senjata balas dendam, Alessio tersenyum gelap. Sebab, jauh sebelum Vanessa memasuki kamarnya malam itu, Alessio sudah menyiapkan panggung untuk menjadikannya sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Jordan tidak membuang waktu lagi. Dengan napas memburu dan dada yang terbakar oleh amarah, ia langsung menerobos masuk ke ruang kerja Arthur tanpa mengetuk pintu.

"Ayah! Ada pengkhianat di rumah kita!" seru Jordan dengan suara tertahan.

Ia lalu membeberkan seluruh pengakuan Yessika mengenai hubungan rahasia antara Alessio dan Pak Ben.

Mendengar nama kepala pelayan kepercayaan keluarga Carlton terseret, wajah Arthur seketika mengeras.

"Kita pulang sekarang!" ucap Arthur dengan nada dingin.

Keduanya pun bergegas pulang ke rumah. Begitu sampai, Arthur langsung menuju ruang baca, disusul oleh Jordan dan beberapa pengawal yang ia panggil sebelum masuk ke dalam rumah.

Pria tua itu langsung memerintahkan dua pengawal pribadi untuk menyeret Pak Ben ke hadapannya.

"Bawa Ben kemari! Cepat!"

Tidak butuh waktu lama, Pak Ben, pria paruh baya yang selalu tampil rapi dengan setelan jas hitamnya kini sudah berdiri di tengah ruangan.

Di bawah tatapan mengintimidasi dari Arthur dan Jordan, Pak Ben diinterogasi layaknya seorang tersangka kasus kejahatan berat.

Namun, Pak Ben tetap berdiri tegak dengan guratan wajah yang teramat tenang. Tidak ada keraguan atau kedipan panik di matanya.

"Ben, jawab dengan jujur! Apa benar jika kau mengkhianati ku? Apa benar jika kau sedang membantu Alessio untuk merebut semuanya dariku!?" tanya Arthur dengan nada penuh amarah yang tertahan.

"Tuan Besar, semua tuduhan Tuan Muda Jordan tidak benar," ujar Pak Ben mantap dengan nada suara datar namun penuh penghormatan.

"Saya telah mengabdi pada keluarga Carlton selama puluhan tahun. Apa yang dikatakan Tuan Muda Jordan sepenuhnya adalah kabar burung yang palsu dan tidak berdasar."

"Jangan berbohong, Tua Bangka!" bentak Jordan seraya menunjuk wajah Pak Ben.

"Yessika melihatmu sendiri berbicara dengan Alessio mengenai dokumen warisan rahasia itu."

"Cukup!" potong Arthur tegas. Ia memijit pelipisnya yang pening, lalu menatap pengawalnya.

"Geledah kamar pribadi Pak Ben sekarang juga! Periksa setiap sudut, brankas, hingga sela-sela lantai. Jangan ada yang terlewat! Dan, jika kalian menemukan bukti pengkhianatan Ben, langsung eksekusi dia di markas rahasia! Biarkan mayatnya menjadi makanan harimau peliharaan ku."

Pengawal segera melaksanakan perintah. Selama hampir satu jam penuh, suasana rumah keluarga Carlton mendadak mencekam.

 Namun, saat tim pengawal kembali ke ruang kerja, mereka hanya menggelengkan kepala. Tidak ada satu pun dokumen rahasia, surat pengalihan aset, atau bukti komunikasi ilegal yang ditemukan di kamar pribadi Pak Ben.

"Tidak ada bukti apa pun, Tuan Besar," lapor kepala pengawal.

"Apa?! Tidak mungkin. Coba kalian periksa lagi!" kata Jordan panik.

"Kami sudah periksa dua kali, Tuan Muda. Tapi... semuanya bersih," jawab kepala pengawal dengan nada sungkan.

Jordan menggeram kesal. Sementara, Arthur tampak menghela napas berat.

"Oke. Kau boleh pergi," titah Arthur kepada pria itu.

Sang kepala pengawal pun undur diri dengan mengajak seluruh bawahannya.

Diam-diam, Pak Ben tersenyum tipis. Jelas saja, orang-orang itu tak akan menemukan apapun di kamarnya. Karena, Pak Ben adalah pria yang sangat teliti dan cerdik.

Dia tak pernah meninggalkan jejak apapun dalam setiap tindakan rahasianya.

"Ben, kau juga boleh pergi!"

"Terimakasih, Tuan Besar," ucap Pak Ben seraya membungkuk hormat lalu berbalik meninggalkan ruangan itu.

Begitu pintu ruang kerja tertutup rapat meninggalkan Arthur dan Jordan berdua, amarah Arthur langsung meluap hingga puncaknya.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi Jordan, membuat pria muda itu tersungkur pelan ke samping meja kerja.

"Dasar anak tidak berguna!" murka Arthur dengan napas memburu.

"Kau membiarkan dirimu dibodohi lagi oleh wanita ular itu! Kau membuatku mempermalukan kepala pelayan tertua di rumah ini hanya demi mempercayai omong kosong Yessika!"

"Tapi Ayah! Yessika bersumpah dia melihatnya sendiri!" ringis Jordan seraya memegangi pipinya yang terasa panas terbakar.

"Tutup mulutmu!" bentak Arthur dengan mata menatap tajam.

"Sudah kubilang, jangan pernah berhubungan lagi dengan Yessika! Dengar baik-baik, Jordan... kau harus menikahi Vanessa, apa pun yang terjadi! Kunci utama agar kau bisa diangkat menjadi pemimpin keluarga Carlton secara sah adalah dengan menikahi Vanessa!"

Jordan mendongak, tertegun. "Maksud Ayah?"

"Itu tertulis jelas dalam perjanjian mengikat antara Kakekmu dan kakek Vanessa puluhan tahun lalu!" ungkap Arthur dengan nada menekan. "Garis keturunan Carlton yang menikahi Vanessa-lah yang berhak memegang kendali penuh atas takhta dan seluruh anak perusahaan Carlton Group! Jika kau gagal menikahi Vanessa dan dia jatuh ke tangan Alessio, maka selesai sudah riwayatmu!"

*****

Malam harinya, dengan kemarahan yang masih membakar dada dan rasa sakit di pipi yang masih membekas, Jordan mendatangi apartemen sewaan Yessika.

Begitu pintu terbuka, Jordan langsung memburu masuk dan mendorong Yessika hingga punggung wanita itu membentur dinding koridor apartemen.

"Sialan kau, Yessika!" bentak Jordan, matanya merah padam.

"Gara-gara tuduhan bodohmu soal Pak Ben, aku malah dihajar oleh Ayahku! Tidak ada bukti apa pun di kamarnya! Kau mempermainkanku lagi, hah?!"

Yessika meringis menahan rasa sakit di punggungnya. Air matanya mengalir deras membasahi pipi.

"Jordan, maafkan aku... demi Tuhan, aku tidak berbohong! Aku benar-benar melihat Pak Ben dan Alessio berbisik di sudut lorong malam itu! Aku yakin mereka menyembunyikan dokumen itu di tempat lain!"

"Cukup, Yessika! Aku tidak sudi mendengar bualanmu lagi!" desis Jordan dingin, hendak berbalik pergi.

Menyadari ia akan kehilangan Jordan sepenuhnya, Yessika bertindak nekat. Ia tahu betul bahwa membujuk Jordan dengan kata-kata tidak akan pernah berhasil.

Maka dari itu, ia harus menggunakan satu-satunya senjata yang selalu berhasil menjerat pria di hadapannya itu.

Yessika melangkah maju, lalu perlahan melepas tali gaun tipis yang melekat di tubuhnya. Gaun halus itu meluncur jatuh ke lantai, menyisakan Yessika yang kini berdiri pasrah hanya dengan pakaian dalam renda yang sangat menantang.

"Jordan..." bisik Yessika dengan suara serak yang penuh godaan.

Wanita itu maju merapat, melingkarkan kedua tangan halusnya ke leher Jordan dan menempelkan tubuh hangatnya ke dada tegap pria itu.

"Jangan pergi... hukum aku jika kamu memang marah. Ambil apa pun yang kau mau dariku..."

Aroma parfum manis khas Yessika dan sentuhan kulit mulus yang begitu dekat seketika meruntuhkan seluruh dinding pertahanan Jordan.

Logika dan amarah yang tadinya membakar di kepala Jordan menguap begitu saja, berganti dengan gairah liar yang tak tertahankan.

Gengsi dan rasa sakit hatinya hancur berkeping-keping. Jordan menatap bibir merah Yessika yang merekah di hadapannya.

Pria itu tidak pernah bisa menolak godaan Yessika.

Dengan erangan rendah yang beringas, Jordan mencengkeram pinggang Yessika dengan kasar, menarik tubuh wanita itu makin rapat, lalu mendaratkan ciumannya secara buas di ceruk leher dan seluruh tubuh Yessika.

"Sialan kau, Yessika! Kau benar-benar rubah yang licik," desis Jordan sebelum mengangkat tubuh Yessika masuk ke dalam kamar.

1
Muft Smoker
aduuuh jgn sampai deeh si Vanessa nikah ma si Jordan Medusa ,,
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
di cubit simpanse Jordan ,, 🤣🤣🤣🤣
ryuka
diihh dasarmental tempe kamu jordan
Muft Smoker
bukan yessika yg licik ,, ente aj yg lemah iman ,, 😒😒😒😒
Tri Handayani
ditunggu up selanjutnya kak💪💪💪
Arieee
bagus mencekam👍👍👍👍👍👍👍
Mundri Astuti
orang mah si Jordan yg pergi 😛
Putriana
gacor bangett thor! sukaakkk!
Tri Handayani
aku padamu thoor 😍😍ku tunggu up selanjutnya
Muft Smoker
.mamfuus anda Arthur ,,
udh tua jgn makan duit byk2 ,,
nnti diabetes , kolesterol , gagal jantung Dan insomnia ,,
jd segera tanda tangani draft pengalihan aset yg emnk jd hak ny Alessio ,,
ryuka
wkwkwkwk.. mantqbbb alessio pak tua itu ampe ga bisa berkata kata 🔥🔥🔥🔥🔥
ryuka
bagus alesio 👍👍👍👍👍
Muft Smoker
niat hati mau mengkambing hitam kan Alessio ,,
eeeh malah dy yg ke jebak sendiri ,,
senjata makan tuan yx yessika😏😏😏😏
ryuka
bagusss vanesaa.. mati kutu kan kamu yesika
Mundri Astuti
kalo sebaliknya berarti Jordan yg merat 😛
Titi Liana
suka
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin kesini makin seruuuuuuu ,,
penasaran kak ,,
Tri Handayani
seru semakin seru, up lagi donk kak
rurry Irianty
KK outhor up banyak² yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!