Naura adalah gadis polos yang ingin membahagiakan orang tuanya,yang nantinya terpaksa menikahi anak dari majikannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sriyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback
Aku pun semakin serius mendengar cerita mbak mina
" Terus mbak nyonya sely tetap pergi waktu itu?" tanyaku
"Iya dia tetap dengan keputusannya untuk pergi meninggalkan rumah nyonya sinta" dan dia berkata
"Mbak belakangan ini suka sekali menamparku
itu artinya mbak memang sudah tidak suka kan sama aku dan ingin aku secepatnya untuk pergi dari rumah mu ini?"
"Itu karena kau sudah sangat keterlaluan bukannya kamu merenungi kesalahanmu kenapa aku tampar kamu dan apa kamu bilang tadi kamu bilang mbak tidak sayang sama kamu justru mbak sangat sayang sama kamu mbak tidak ingin kamu terus seperti ini mbak pengen kamu berubah, berubah jadi sely yang mbak kenal dulu , sely yang tutur katanya lembut, sely yang rajin belajar yang tidak suka ngelawan mbak"
"Sudahlah mbak
Awas sely akan tetap ingin pergi dari sini
"Sely tolong dipikirkan lagi kenapa kamu seperti ini kamu seperti bukan seperti sely yang mas kenal dulu, kenapa kamu mau pergi dari sini" ucap tuan
"Tante sely kenapa tante mau pergi dari rumah, apa kesalahan yang sudah kami perbuat ke tante, bahkan akhir-akhir ini tante lah yang sering mama bersedih sampai menangis dan tante tidak minta maaf juga dan terus seperti itu" tambah farel
"Farel kamu tuh masih kecil yah tidak usah ikut campur urusan mbak"
" Mbak memang keras kepala , mbak juga sekarang sudah sombong , mbak tidak seperti lagi tante sely yang farel kenal" ucap farel dengan emosi
" Terus kenapa kalau mbak tidak seperti dulu lagi
mau-mau mbak dong
Terus kenapa kalau sekarang mbak sombong yah wajarlah mbak akan jadi calon istri pengusaha sukses mbak akan jadi kaya dan oh iya kalau kamu butuh sesuatu nanti bilang saja ke tante akan tante wujudkan " jawabnya dengan senyum dan sombong
"Udah farel
Mbak tidak suka kamu sombong seperti itu dan sekali lagi mbak bilang kamu jangan pergi dengarkan mbak"
"Bodoh amat"
Sely tetap saja tidak memperdulikan nyonya dia tetap masuk menerobos masuk ke dalam rumah untuk mengambil baju-bajunya
Nyonya hanya mematung dan menangis yang berharap ini hanyalah mimpi tapi ternyata tidak ini adalah suatu kenyataan, aku, tuan dan farel pun menenangkan nyonya
Selang beberapa menit
Keluarlah sely dengan membawa koper
"Sely jika kamu tetap ingin pergi jangan kembali lagi kesini" kata nyonya sinta dia tidak tau lagi harus bagaimana sely tetap ingin pergi
"Baiklah mbak aku juga sudah tidak mau balik ke sini aku akan pindah ke rumah yang lebih besar kamar yang lebih nyaman aku juga sudah tidak betah tinggal disini"
"Astagfirullah sely keterlaluan sekali kamu" ucap tuan kala itu
"Pergi lah kamu aku juga tidak mau punya tante yang sombong seperti kamu" tambah farel dengan sangat emosi mendengar perkataan tantenya barusan
"iya farel tenanglah lah aku akan pergi tidak usah teriak-teriak seperti itu"
"Oh iya mbak dan yang lainnya ada satu lagi yang aku lupa untuk memberitahu kalian dan ini tu penting sekali eh penting tidak yah entahlah tapi aku rasa aku akan memberitahu kalian semua disini
dan yang ingin saya sampaikan adalah saya Hamil..
"Apa" ucap nyonya merasa sangat syok sampai tersungkur ke lantai
kulihat tuan juga sangat kaget aku juga sama farel juga
"Yah seharusnya kamu senang dong mbak akan punya keponakan"
"Tutup mulutmu apa yang kamu bilang tadi
Kamu bercanda kan?? Tanya nyonya
"Aku hamil mbak aku hamil "
Plak
Plak
Dua kali berturut turut sely di tampar oleh nyonya
"Dimana rasa malu mu , aku bahkan malu menganggap mu sebagai adik aku merasa gagal mendidik mu aku gagal menjagamu"
Tidak memperdulikan nyonya dan yang lain nya sely tetap pergi masuk ke mobil dan meninggalkan kami semua
Pecah tangis nyonya sinta kala itu aku juga tidak bisa menahan air mataku sedih sekali membayangkan jadi nyonya sinta dimana adiknya pergi dengan lelaki lain yang bukan suaminya ditambah dengan pengakuan adiknya yang dengan bangganya dia sudah hamil di luar nikah dia merasa tidak bersalah sama sekali
Tiba-tiba
Nyonya sinta pingsan tidak sadarkan diri kami semua panik
Tuan pun langsung membawa nyonya ke dalam ke kamar
kami berusaha menyadarkan nyonya
2 menit kemudian Alhamdulillah nyonya sadar kami semua lega
"Mah sudah mama harus istirahat jangan di pikirkan lagi dia sudah menentukan jalan hidupnya kita sudah melarang tapi dia tetap mau pergi, mamah selama ini sudah jadi kakak yang baik untuk dia mama orangnya baik sekali ayah bangga sama mama dan sayang sekali sama mama, mama jangan sedih lagi lagi yah kalau mama sedih ayah juga akan sedih" ucap tuan sambil memeluk istrinya dan siapa sangka itu adalah pelukan terakhir tuan kepada nyonya
"Pah terima kasih banyak pah kamu selalu ada untuk ku aku juga sayang sama papah"
"Iya sayang"
"Mama jangan sedih yah farel juga sedih liat mama menangis terus" tambah farel
"iya sayang"
mereka bertiga pun berpelukan
Saya melihatnya pun sangat terharu
Tapi setelah itu
Nyonya mengeluh sakit kepala dia merasa kepalanya sakit sekali
"Pah kepala mama sakit sekali"
"Itu mungkin karena kamu sudah lama menangis sayang makanya sudah jangan menangis lagi yah"
"Iya pah tapi sakit sekali"
"Mbak mina minta tolong mbak mina ambilkan obat untuk istri saya yah obat yang biasa di minum kalau lagi sakit kepala" ucap tuan kepadaku
"Oh iya baik tuan"
"Makasih yah mbak mina" tambah nyonya sinta
"Iya nyonya" akupun langsung menuju kotak obat ku cari-cari obat nya tidak ada obat sakit kepala ternyata habis, aku pun kembali ke kamar nyonya dan mengatakan obatnya sudah habis
"Maaf tuan obatnya sudah habis"
"Oh kalau begitu biar aku saja yang keluar aku juga mau keluar mau beli sesuatu sekalian, mbak mina tolong jagain istri saya yah, farel kamu disini saja dulu jagain mama yah dengarkan kata-kata mama yah jangan nakal jangan buat mama sedih jangan ngelawan kata mama
Dan sepertinya kata kata tuan hari itu adalah sebuah firasat kalau dia akan meninggalkan kami semua tapi kami tidak berpikiran seperti itu kami hanya mengira tuan mau buat mama dan farel tersenyum saja
"Papah pastilah farel akan jadi anak yang baik dan mendengarkan perkataan orang tua"
Nyonya dan tuan pun tersenyum mendengarkan perkataan farel
"Ya sudah sayang aku pergi dulu yah" ucap tuan ke nyonya
"Iya sayang hati-hati yah"
"Iya sayang"
"Assalamu alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Akupun segera ke kotak obat memeriksa