Indonesia
NovelToon NovelToon
Double Hate(Love)

Double Hate(Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa-Teen school / Pasangan manis
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Novita Sari

"jika suatu hari aku terdampar di sebuah pulau dan Kevin adalah orang yang terakhir bersamaku maka, aku lebik baik memilih jomblo seumur hidup" Kesya Naraya Putri

"jika harapan terakhir hidupku adalah Kesya. Aku lebih memilih mati dari pada harus hidup bersamanya" Kevin Brahmana Putra

Kesya dan Kevin adalah dua kutub magnet yang saling bertolak belakang, keduanya saling membenci satu sama lain, hingga takdir membuat mereka menjadi tetangga dan saling bertemu tidak hanya disekolah tapi juga dirumah.

Apakah benar cinta memang tumbuh karena kita selalu sering bertemu?

Akankah sikap dingin keduanya bisa dilumpuhkan dengan cinta?

Temukan jawabannya di hati author 😅, maksudnya cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 Bertemu Jodohku atau Jodoh Orang Lain?

Naya termenung, menikmati pemandangan di luar jendela, tak ada yang menarik, ia kemudian tersenyum menatap kotak robot yang di pegang nya. Andai saja ia punya seorang adik atau kakak di rumah, ia pasti tidak akan kesepian tapi, siapa yang mau hidup sepertinya. Punya kedua orang tua yang sibuk dengan pekerjaan mereka, tidak pernah sekalipun menghabiskan waktu bersama, meskipun ia hidup mewah, rasa kesepian tidak akan bisa di obati dengan uang.

Seharusnya Naya bersyukur, tidak ada manusia yang merasakan apa yang sedang di rasakannya sekarang.

Naya kembali melempar tatapannya keluar, ia tidak sengaja menemukan segerombolan laki-laki yang sedang bertengkar.

"Pak, berhenti!" Perintah Naya pada supirnya.

Saat mobil berhenti, Naya langsung keluar dari sana. "Non, mau kemana?"

Supir tersebut kemudian langsung mengikuti Naya dari belakang.

"Berhenti!" Teriak Naya. Kali ini ia berteriak untuk menghentikan perkelahian, lebih tepatnya menghentikan adegan pengeroyokan karena yang terlihat tiga orang laki-laki tampak memukul seseorang yang tampak sudah tidak berdaya.

"Dasar menyebalkan, berhenti! Atau aku akan melaporkan hal ini kepada polisi." tintah Naya. Wajahnya merah padam menahan emosi. Tak berselang lama muncul pak supir di belakang Naya.

Melihat hal tersebut, ketiga laki-laki itu langsung kabur. Naya berjalan mendekati laki-laki yang wajahnya sudah tampak babak-belur. "Kamu tidak apa-apa?"

Pertanyaan tersebut membuat si pemuda sedikit mengerakkan kepala ke arah si sumber suara. Ia tidak bisa melihat jelas wajah di depannya.

Naya yang menyadari hal tersebut, melihat ke sekeliling, ia mengambil kacamata yang tergeletak tak jauh dari mereka.

"Ini," Naya menyerahkan kacamata tersebut. Pemuda itu langsung memakainya.

"Terima kasih," katanya tulus. Naya hanya membalas ucapan tersebut dengan tersenyum.

"Pak, tolong ambil kotak P3K di dalam mobil," pinta Naya kepada supirnya. Pak supir segera pergi untuk mengambil benda yang di inginkan majikannya.

"Ini, Non." Pak supir menyerah kotak tersebut ke tangan Naya. "Lain kali, anda harus lebih berhati-hati, tidak boleh langsung turun dari mobil seperti tadi, bagaimana jika para penjahat itu menyerang anda?"

Bukannya Naya merasa takut, ia malah tersenyum lucu. "Itu kejadian spontan pak, saya gak sempat mikir. Lagipula bapakkan bisa berkelahi, pukul saja mereka."

Sang supir hanya bisa menghela napas panjang, anak majikannya memang tidak kenal takut. Pantas saja, saat dulu ia melamar pekerjaan untuk menjadi supir, ia harus bisa berkelahi. Ternyata ini alasannya.

"Bapak pulang saja, saya bisa jalan kaki ke sana, lagipula jaraknya sudah dekat." Sang supir yang awalnya menolak, akhirnya menuruti perintah Naya.

Setelah Pak supir pergi, Naya membantu pemuda tersebut untuk duduk di sebuah bangku.

"Sini aku obati," tawar Naya, ia mengambil cairan antiseptik, kemudian di tuangkan cairan tersebut di atas kapas.

"Tidak perlu, biar aku obati sendiri," tolak lawan bicaranya. Naya menatap pemuda itu sebentar. Kacamata itu mengingatkan Naya pada sesuatu, persis seperti cowok cupu yang sering Naya temui di perpustakaan sekolah.

Tiga detik kemudian, Naya tersadar. "Kamu dari SMA NT kan?"

Pemuda tersebut mengangguk lemah. "Dari mana kamu tahu?"

"Kita satu sekolah, aku pernah melihatmu di sekolah." jelas Naya singkat. "Namaku Ayana Putri, aku kelas XI Mia 3."

"Riko, kelas XII Mia 5," balasnya singkat, lengkap dengan sebuah senyum singkat. Namun, mampu membuat Naya terhipnotis kagum.

Naya segera menyadarkan dirinya, ia menyerahkan kotak P3K pada Riko.

Riko menerima kotak tersebut dalam diam, ia berusaha mengobati lukanya sendiri. Ya meskipun tampak kesusahan, apalagi di bagian wajah, ia bahkan tidak tahu di mana letak pasti luka tersebut.

Naya yang memperhatikan Riko yang sedang kesusahan, mengambil alih salep, lalu mengoleskan pelan di wajah Riko.

Untuk beberapa detik Riko terkesima, wajah mereka sangat dekat sekarang, Riko bisa melihat dengan jelas, wajah Naya sangat cantik dan imut. Ia langsung membuang wajahnya ke samping.

"Ada apa?" tanya Naya sedikit terkejut karena Riko tiba-tiba memalingkan wajahnya ke samping.

Riko segera menggeleng cepat, "Tapi, wajahmu tampak memerah, ada yang sakit?" tanya Naya bingung.

Riko tersenyum canggung, ia berusaha untuk mundur sedikit ke belakang, agar jarak mereka tidak terlalu dekat. "Tidak ada."

Setelah itu keduanya bangkit, Naya ingin melanjutkan perjalanannya ke rumah Kesya tapi, keburu di cegah Riko. "Kamu mau kemana?"

"Aku mau ke rumah sahabatku, namanya Kesya, letaknya gak jauh lagi kok." Naya tersenyum singkat.

"Aku antar ya, kamu tunggu di sini!" Belum sempat Naya menjawab, Riko sudah pergi entah kemana.

Ia kemudian memutuskan untuk kembali duduk menunggu. Tak berapa lama, Riko datang dengan sepeda miliknya. "Ayo naik."

Naya menurut, ia duduk di belakang. Suasana seketika berubah menjadi sangat canggung. "Kamu boleh pegang baju aku kok, biar gak jatuh."

Tangan Naya terulur ragu, ia menggenggam pakaian Riko di kedua sisi. Namun, belum jauh mereka melaju, Riko mengerem sepeda miliknya tiba-tiba yang membuat Naya tidak sengaja memeluk tubuh Riko erat.

Kaget.

Tentu saja, Naya merasa jantungnya hampir copot saking terkejutnya, untuk ia punya refleks yang cepet, jika tidak bokongnya pasti sudah menyentuh aspal.

Sementara Riko, yang menyadari keterkejutan Naya langsung berbalik. "Maaf, tadi ada kucing yang lewat," jelasnya jujur, ia sendiri juga ikut terkejut saat sang kucing lewat dengan santuynya.

"Tidak apa, aku baik-baik saja," Naya melepaskan pelukannya, ia kembali menggenggam kedua sisi baju Riko.

Sepeda tersebut kembali melaju tapi, lebih pelan dari sebelumnya, Riko hanya takut kejadian tadi terulang lagi.

"Itu kak, rumahnya," tunjuk Naya, ia melihat ada Dipta yang sedang bermain di halaman bersama Kesya.

Riko memakirkan sepedanya, di depan rumah yang di tunjuk Naya. Kesya dan Dipta yang menyadari kehadiran dua manusia tersebut, langsung berlari ke arah mereka. "Naya, kak Riko kok kalian bisa barengan?"

Pertanyaan tersebut sontak membuat Naya terheran, bagaimana Kesya juga kenal dengan Riko.

"Kok kamu tahu namanya Riko?" tanya Naya kepo.

Kesya tersenyum bangga sebelum memulai kembali kalimatnya. "Kemarin aku dan Kevin tidak sengaja bertemu di depan gang, dia juga yang menyematkan Kevin waktu di pukul Alex di sekolah."

Mendengar jawaban Kesya, Naya hanya merespon dengan ber o ria. "Aku juga tidak sengaja bertemu dengannya tadi, di depan gang."

"Pacar kakak ya?" tanya Dipta dengan wajah polosnya, plus senyum imut yang akan membuat siapapun tidak bisa memalingkan wajahnya untuk tidak melihat.

***

Akhirnya update juga, ada yang rindu gak ni sama Kesya dan Kevin.

Lanjut ke Chapter selanjutnya ya.

Bakalan ada kejutan 😉. Kejutan membuat Kevin atau Kesya yang kesal 😂

Love Double Hate.

Karena cinta tak pernah bisa di paksakan dan rasa benci tak dapat dihilangkan.

Semua tergantung jawaban dari hatimu 🤭🤭

Quote by author.

jangan lupa like dan komen. biar author makin semangat nulis😊😊

1
Asri Anjarwati
g ada kelanjutannya LG ???
Asri Anjarwati
paket downy
Sweet Bangtan
suka banget ceritanya, apalagi kesya sama kevin sibuk bertengkar terus
Ummi Syifa Zulfa
kak. semangat lanjut dong. lagi sibuk ya😊
Ummi Syifa Zulfa
Gelang couple
Ummi Syifa Zulfa
kapan updatenya lagi kak? udah gak sabar
Novita Sari ig: novita_ininovi: hehehe nanti ya😅
total 1 replies
Ummi Syifa Zulfa
wahh kerennn. Crazy up dong kak. sesekali😂😂
Mahasana (IG: @anaalien10)
Next Thorrr 😁 Jgn lupa like back ceritaku yaa 👌
Novita Sari ig: novita_ininovi: siap😁
total 1 replies
Ummi Syifa Zulfa
lanjut lagi kak
Mimosa Pudica
😍😍😍😍😍
Mimosa Pudica: 😂😂 iya, itu bentuk chat.
total 2 replies
Ummi Syifa Zulfa
keren kak🤗 aku udah like +vote .lanjut kak semangat
Ummi Syifa Zulfa
kereeen
Novita Sari ig: novita_ininovi: makasih
total 1 replies
Ummi Syifa Zulfa
cerita yang keren gak bikin bosen hehehe
Ummi Syifa Zulfa
kerenn
Ummi Syifa Zulfa
hahahah .lanjut thor
Ummi Syifa Zulfa
kerennn kak
Sioba Masibasa
mantap thor
Sioba Masibasa
wkwk Kesya kesal😁
Sioba Masibasa: Ok siip thor ditunggu kelanjutannya ya😁
Semangat thor👍😇
total 4 replies
Sioba Masibasa
ceritanya makin seru nih thor hehe
Sioba Masibasa: Janganlah thor hehe😄
total 2 replies
Sioba Masibasa
Kevin Kevin hehe
ditunggu up nya ya thor
Sioba Masibasa: Ok siip thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!