Cinta yang datang tanpa di duga,
membuat seoarang wanita harus menggelar panggilan PELAKOR, karena dirinya diam-diam menikah dengan lelaki yang sudah ber istri, karena alasan keterpaksaan demi kesembuhan adiknya, ia pun mau menikah dengan seorang dokter yang sudah beristri,Namun.... hal yang tidak terduga di dapatkan oleh gadis itu, ia begitu di cintai oleh suaminya dan juga mertuanya,
Namun sayangnya, beberapa konflik membuatnya terus merasakan rasa bersalah, benar kata orang, tidak akan bahagia jika hasil merebut milik orang lain, mungkin itu yang di rasakan Naina,
Kesalahan Zalia istri pertama nya, membuat Abi dengan begitu berat harus menceraikan Zalia, meski Cinta masih bersenggang di hatinya.
Akhirnya kata talak dan surat cerai tidak bisa lagi di batalkan.
Zalia menyadari akan kesalahannya, dan menerima kalau kini Abi hanyalah milik Naina.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen LoVe NT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30 Tidak Saling Bertemu
Sebagai manusia yang menjalani kehidupan, tentunya kita tidak lepas dari segala macam masalah.
Masalah memang tidak bisa di prediksi, dan terkadang datang dalam berbagai macam bentuk yang senantiasa membuat hidup kita semakin sulit baik secara fisik ataupun mental.
"Nai, kita kerumah bunda sebentar"ucap Abi
"Apa terjadi sesuatu sama Bunda mas?"tanya Naina yang mana Abi sudah duduk di samping Dimas,
"Cih, itu modus nya Abi Nai, karena ingin berdua dengan mu, Bunda baik-baik saja, aku sudah berkunjung kesana "ucap Dimas.
"Mas, sebaiknya mas pulang, sekarang ada mbak Zalia, dia pulang demi mas juga"ucap Naina.
Abi menatap lekat wajah istrinya, apakah ia tidak cemburu melihatnya bersama wanita lain meski itu juga adalah istri nya.
"Ah, baiklah...."ucap Abi seraya beranjak pergi meninggalkan Dimas dan Naina.
Naina menatap kepergian Abi, begitupun dengan Dimas, mereka sama-sama menatap kepergian Abi.
"kalau begitu Naina juga akan pergi, Terima kasih untuk semuanya"ucap Naina pada Dimas
"oke kalau begitu hati-hati, salam kan untuk raksa"ucap Dimas.
Naina menganggukkan kepalanya nya Seraya tersenyum.
sedangkan Zalia terlelap tidur karena kelelahan.
dalam perjalanan Abi menyadari akan suatu hal, seharusnya ia tidak melakukan hal ini pada Zalia, seharusnya iya bisa memberikan waktu lebih banyak bersama Zalia.
"maafkan aku Zal"ucap Abi seraya menyetir.
dengan rasa bersalah Abi membawa mobilnya dengan begitu cepat, sehingga tidak butuh waktu lama untuk Abi sampai di rumah nya.
dengan langkah kaki yang cepat Abi mencari sosok istrinya.
"sayang Aku udah pulang"teriak Abi,
namun tidak ada jawaban dari pemilik rumah.
abi terus berjalan menuju kamarnya, saat ia membuka pintu kamarnya Ia hanya bisa menggelengkan kepala Seraya tersenyum.
"is... Kau pasti kelelahan"ucap Abi,
Abi pun membenarkan posisi tidur zalia lalu menyelimutinya, mengecup keningnya lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi,
rasanya Abi sangat lelah hari ini.
beberapa hari kemudian.
Abi dan Naina benar-benar tidak pernah bertemu lagi, mereka sama-sama disibukkan dengan tugas masing-masing, rasa rindu Abi kian memuncak saat melihat Naina melintasi ruangannya, namun terlihat Naina yang tidak menoleh sekalipun.
"Apakah kau tidak merindukanku Nai?"ucapan Abi didalam hatinya.
abi terus memandang langkah kaki Naina, sehingga wanita itu benar-benar hilang dari pandangannya,
sedangkan Naina yang merasa selalu dipandang oleh Abi hanya bisa menangis dalam hati,
"Aku sangat merindukanmu Mas tapi hanya ini yang bisa aku lakukan untuk sekarang, Mbak Zalia butuh perhatiannya mas, Aku tidak ingin mengambil mas terlalu jauh,"ucap Naina dalam hati.
"apa yang kakak pikirkan"ucap Raksa, Seraya menyentuh tangan Naina, Naina sadar akan lamunannya.
"tidak ada kok kamu istirahat lah Kakak akan kembali bekerja"ucap Naina membalas pegangan tangan Raksa,
"kakak, jika ada masalah ceritakan pada Raksa, Raksa sudah dewasa untuk memahami masalah kakak,"ucap Raksa
"apa yang kau bicarakan, Kakak benar tidak ada masalah apapun kau istirahatlah,"ucap Naina pada Raksa
"kapan aku bisa pulang ke rumah biaya rumah sakit sudah pasti sangat mahal, Raksa tidak ingin merepotkan kak Abi terus"ucap Raksa saat Naina sudah membalikkan tubuhnya, sejenak Naina menghentikan langkahnya lalu menetap pada Raksa.
"Kau jangan berfikir yang tidak-tidak, fokuslah pada kesehatanmu, setelah kau sehat kamu bisa memikirkan hal untuk kehidupanmu selanjutnya, Raksa hanya kamu satu-satunya yang kakak miliki, apapun akan kulakukan untuk kebahagiaanmu"ucap Naina lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Raksa,
kini sudah satu minggu Raksa berada di rumah sakit keadaannya pun benar-benar sudah pulih,
"sayang kau benar-benar tidak bisa cuti hari ini"tanya zalia pada Abi
"memangnya kenapa sayang" ucap Abi
"Aku rindu keluargaku bisakah kita berkunjung ke sana"ucap zalia Seraya memeluk suaminya.
Sejenak Abi terdiam, tidak biasanya zalia minta untuk pulang.
Abi pun membalas pelukan istrinya ia menyadari akan 1 hal ini tubuh zalia terasa makin mengurus,
"sayang kau kenapa? apa kau sakit?"tanya Abi pada zalia
"sakit oh tidak sayang mana mungkin seorang Zalia bisa sakit"ucap zalia Seraya mendongakkan kepalanya dengan bibir tersenyum,
"tubuh mu makin hari semakin kurus sayang Apa kau melakukan diet?" tanya Abi pada zalia
"benarkah mungkin itu hanya perasaanmu saja sayang"ucap zalia pada Abi.
Zalia menyandarkan kepalanya pada dada Abi, iya memikirkan akan perkataan Abi tentang kondisi tubuhnya
"Apa benar yang dikatakan Abi, benarkah aku semakin kurus, berarti benar apa yang dikatakan fetty, karena aku sudah ketergantungan dengan barang itu, oh Tuhan jika bisa jauhkan aku dari barang itu lagi"ucap zalia dalam hati.
malam yang sunyi berlalu dengan sepi Abi saat ini benar-benar fokus akan zalia, ia menuruti kemauan Naina untuk tidak lagi menghubunginya selagi Zalia masih ada dalam rumah, ia tidak ingin menyakiti Zalia lebih jauh lagi meskipun Zalia tidak tahu akan hubungan mereka tapi rasa bersalah Naina selalu menghantuinya.
"kau benar-benar tidak ingin menemuinya Abi" tanya Dimas
"dia sudah pulang ke rumahnya lagi" imbuh Dimas
"aku tahu itu Dim, ini yang Naina inginkan, aku juga tidak ingin dia merasa selalu bersalah pada zalia,"ucap Abi pada Dimas,
"Dimas, Bagaimana keadaan bunda saat ini?"tanya Abi mengalihkan pembicaraan, karena jika semakin membahas Naina, kerinduan Abi pada wanita itu semakin besar.
"Bunda jauh lebih sehat,oh iya kemarin Zalia sempat mengunjungi Bunda"ucap Dimas pada Abi
"Dan lebih mengherankan lagi zalia sudah mau melihat bunda di kamarnya"ucap Dimas lagi pada Abi.
"pada dasarnya, zalia dan Bunda sangatlah dekat aku tahu itu, karena zalia jijik akan luka yang ada di kaki bunda, sehingga membuat Zalia enggan bertemu dengan Bunda"ucap Abi pada Dimas
"luka Bunda sudah kering karena obat yang diberikan oleh Naina"ucap Dimas
*****
"Kakak semenjak aku pulang kenapa Kak Abi tidak pulang" tanya Raksa pada Naina
"Setahuku Kak Abi masih ada di rumah sakit saat itu kenapa ia tidak menjengukku saat itu"tanya Raksa lagi
"Raksa dokter Abi bukanlah dokter biasa ia sangat sibuk Sayang"ucap Naina pada Raksa
"benarkah karena sibuk atau karena ada wanita lain?"ucap Raksa,
seketika Naina menghentikan tangannya untuk mengambilkan rasa makanan.
"Apa yang kau katakan Raksa?"tanya Naina
"Kakak Aku bukan anak kecil lagi, aku bisa memahami dan mengerti apa yang terjadi pada Kakak, tolonglah Kak jangan rahasiakan ini dariku"ucap Raksa dengan nada sedih.
"Kakak apakah ini semua demi Raksa? demi kesembuhan Raksa Kakak rela menyakiti hati kakak sendiri, jawab jawab Raksa kak"
puncak nya sih sbnrx menurutku pas naina SDH siap menerima Zalia sbg madunya dan Zalia akan ditalak Abi..tp alurnya jd berbelok dan ganti judul dari berbagi suami😊😊