Indonesia
NovelToon NovelToon
I'M Not A Mafia

I'M Not A Mafia

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Afsheen

Orion Drago dan Freya Isvara adalah sepasang gamer yang memerankan karakter kuat bernama Robin dan Hyuna di game mafia simulator. Keduanya berpacaran secara virtual di dunia game.

Freya yang memerankan karakter Hyuna, tak menyangka selama ini bekerja di rumah Robin sebagai asisten rumah tangganya. Dia bahkan tak menyangka karakter Robin yang dia kenal romantis merupakan lelaki yang sangat dingin dan menyebalkan di dunia nyata.

Seiring berjalannya waktu, mereka tidak hanya berurusan dengan mafia di dunia game. Tetapi juga di dunia nyata. Identitas tersembunyi keluarga Drago mulai terkuak lewat buku merah pemberian kakeknya, sang pengedar ganja yang dihukum mati.

Akankah mereka berhasil melawan mafia di dunia nyata?

Kisah yang romantis diselingi misteri dan penuh ketegangan.

***

follow Ig: @afsheen_yanyan
fb: Afsheen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afsheen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Berhadapan denganmu Membuatku Gugup.

"Apa ada hal lain lagi yang kamu butuhkan?" tanya Freya sedikit canggung ketika sudah sampai rumah.

"Tidak ada! Bersikaplah seperti biasa di sini," ucap Drago.

Keduanya berjalan ke arah kamar masing-masing. Karena tak ada lagi yang dibutuhkan, Freya berbalik arah menuju ruang ganti pakaian. Hendak mengganti seragamnya dengan pakaian pelayan. Kebetulan Pak Gun baru saja membuatkannya seragam.

"Nona, bawakan pakaian tuan muda Drago yang sudah di setrika ini ke kamarnya. Masukkan dan rapihkan di dalam lemari," perintah Pak Gun kepada Freya saat gadis itu sudah selesai berganti pakaian. Pak Gun menunjuk setumpuk pakaian yang sudah dirapihkan di atas sebuah meja ruangan laudry.

Pak Gun adalah atasan dari seluruh asisten rumah tangga yang berjumlah hampir sepuluh di rumah itu. Masing-masing memiliki asisten pribadi. Niki saja memiliki asisten pribadi berjumlah tiga orang untuk mengurus semua kebutuhannya. Bahkan Drago yang baru di rumah itu sudah disediakan satu asisten yaitu Freya. Tidak ada yang membantah perintah dari Pak Gun, kecuali kalau sudah tak ingin bekerja di rumah itu lagi.

"Setelah itu jangan lupa bawakan makanan dan minuman ini untuk makan tuan muda Drago," perintah Pak Gun lagi.

Freya mengangguk. Dia segera melaksanakan apa yang diperintahkan Pak Gun. Lebih cepat lebih baik agar dia bisa cepat bersantai, memiliki waktu luang untuk membalas pesan para pelanggan barunya di toko online.

"Permisi," kata Freya sesudah mengetuk pintu beberapa kali kamar Drago.

Drago membuka pintu kamar. Dilihatnya Freya sedang berdiri di depan pintu membawa setumpuk pakaian di tangan. Drago sempat tertegun sejenak melihat penampilan Freya memakai seragam pelayan baru. Freya terlibat lebih imut dengan rok mini dan pakaian yang pas menyesuaikan tubuhnya yang kurus.

"Maaf mengganggumu. Aku ingin menaruh pakaian ini ke lemari," ucap Freya langsung menunduk, tahu kalau Drago memperhatikannya.

"Masuklah," balas Drago.

Pelan-pelan Freya berjalan memasuki kamar. Melewati Drago yang masih berdiri di depan pintu. Semenjak Drago meminta Freya jadi pacar bohongannya, gadis itu merasa canggung setiap kali berhadapan dengan Drago. Entah karena dia gede rasa atau ada perasaan lain. Yang Jelas Freya selalu berusaha memalingkan wajah agar tak bertemu mata dengan Drago. Termasuk kali ini, Freya terus berjalan lurus tanpa menoleh ke samping.

Kenapa dia memperhatikanku? Batin Freya seakan tahu kalau Drago masih memperhatikannya. 'Tenang Freya, tenang. Jangan terbawa perasaan.'

Kenapa tubuhnya sangat pendek? Bahkan tidak ada sebahuku? Apa dia kekurangan gizi? Tetapi kenapa dia terlihat lucu dan imut mengenakan pakaian itu ... tidak, tidak! Dia sangat menggemaskan seperti tokoh anime idolaku. Ah' bodoh sekali. Kenapa aku malah memuji gadis itu? Kata Drago terus membatin.

Diam-diam, Drago terus memperhatikannya dari belakang ketika Freya sibuk memasukkan pakaian ke lemari. Memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Freya. Drago sudah terbiasa melihat wanita cantik dengan tinggi semampai seperti Calista. Tinggi Freya hanya 150 cm sangat kontras dengan tinggi badan Drago 187 cm. Namun kali ini, tatapannya berbeda ketika melihat Freya. Rambut pendek berponi, mata bulat, bentuk wajah yang tirus membuatnya sangat imut dan mengalihkan pandangannya. Sangat unik dan cantik, kata Drago lagi.

"Sudah selesai. Tapi setelah ini, aku akan masuk lagi membawakan makanan dan minuman ke kamar. Apa ada yang dibutuhkan lainnya, tuan muda? Agar aku bisa membawakan sekalian ke sini," kata Freya setelah selesai memasukkan pakaian di dalam lemari.

Drago langsung sadar dan kembali duduk di depan meja kerjanya. Bukannya menjawab dia malah berpura-pura tak tahu dan menghiraukan Freya. Kembali fokus dengan pekerjaannya, menghadap lagi ke layar komputer.

"Baiklah, aku keluar saja daripada mengganggu."

Kembali Drago tak peduli. Karena kesal dicuekin, sebelum benar-benar keluar kamar, tangannya yang hendak mencakar dia arahkan di atas kepala Drago. Bertingkah seperti macan yang ingin menerkam mangsanya hidup-hidup sambil mengintip apa yang sedang dikerjakan Drago sekarang. Freya mengumpat di dalam hati 'Dasar si muka datar. Ada maunya saja kamu berbicara denganku!'

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Drago menyindir sambil sibuk mengetik.

Freya meringis pelan lalu menurunkan tangannya dan mencari alasan, "Anu ... tadi ada kecoa di kepalamu. Aku ingin menagkapnya, sayangnya sudah keburu kabur tadi."

Drago menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke belakang.

"Jangan berbohong! Sekali saja kamu ketahuan berbohong, orang akan sulit mempercayaimu lagi."

Omongan Drago barusan membuatnya langsung tidak berkutik. Freya menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu berbalik badan hendak pergi. "Menghiraukan dan tidak menjawab ucapan orang ketika berbicara juga tak baik. Itu sama saja tak menghargai lawan bicara kita."

"Apa maksudmu?"

"Ops, aku keceplosan. Eum ... lupakan saja ucapanku tadi. Aku hanya ingin bicara jujur. Sebaiknya aku keluar saja," ucap Freya enteng sambil meneruskan langkahnya.

Drago tersenyum. Menurut Drago ucapan Freya barusan tak perlu dia balas karena tak ada yang dia butuhkan tadi. "Untuk apa aku menjawab kalau tidak ada yang aku butuhkan. Kamu bilang ingin membawakanku makanan, kan? Kalau begitu cepatlah. Jangan banyak bicara, aku sudah lapar."

"Maksud aku harusnya kamu bilang tidak ada. Apa salahnya si?"

Drago mendekati Freya dan menatap wanita itu lekat. Memegang dagunya. "Kamu mengaturku? Kamu lupa aku siapa?"

Glek, Freya menelan ludahnya sendiri sambil menundukkan pandangannya. Lagi-lagi dia kedapatan saling bersitatap dengan Drago dan membuatnya kembali gugup. "Ah' lupakan saja! Aku keluar dulu," ucap Freya lalu berbalik badan dan berjalan cepat. Rasanya kali ini dia ingin langsung kabur saja. Dadanya selalu bergemuruh ketika berhadapan dengan lelaki di depannya.

Beberapa menit kemudian, Freya sudah membawakan makanan. Kali ini dia terpaku di depan pintu, tak berani mengetuk karena saking gugupnya. 'Kenapa aku harus menjadi pacar bohongan cowok datar itu? Kenapa dia sering menatapku lekat? Dan jantungku, selalu saja berdetak tak karuan. Kalau seperti ini terus menerus bisa-bisa aku jantungan,' batin Freya. Gadis itu masih memegangi dada sambil terus mengatur napas.

"Maaf, aku datang lagi?" ucap Freya memasuki pintu. Kebetulan pintu tidak terkunci dan dia bisa masuk begitu saja.

'Kemana dia?' tanya Freya dalam hati.

Freya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan mencari Drago. Namun tidak ada kemunculan lelaki itu. Freya menaruh nampan berisi makanan dan minuman di sebelah meja kerja Drago.

"Mafia Simulator? Dia juga memainkannya?" gumam Freya.

Freya memusatkan matanya melihat ke arah layar komputer. Rupanya sebelum pergi ke kemar mandi Drago belum menutup aplikasi game. Freya melihat beberapa item yang dibeli Drago di game tersebut. Saking penasaran, Freya memberanikan diri hendak membuka profil karakter game milik Drago.

"Aku ingin tahu seperti apa karakter game yang kamu mainkan?" gumam Freya lagi.

1
Erina Munir
kok abis thoor...
Erina Munir
hayyuh luu dragon..kena luuh
Erina Munir
freyaa...bpk mu ketangkap lgii...
Erina Munir
kennaa deh loohh pdaa
Erina Munir
waduuhh...jahat juga nih pelayannya...
Erina Munir
waduuhh..ketauan deeh
Erina Munir
ada ajjaah biang kusut...ga boleh aja aman hadeeh
Erina Munir
waduuh...kesian juga nih firo..yg buat siapa...sekarang jdi imbasnya k dia
Erina Munir
waduuhh lama2 drago jdi begiti ya sifatnya
Erina Munir
makanya soreen ..dengerin kata anaknluuhh...klo udh kaya gini..jan yg susah eluhh..juga anakluuh...iihhh hidup nambah2in masalah ajaahh
Erina Munir
freya...biar begitu tpi dia baik kuat n semangat
Erina Munir
klo d suruh ngerjain pr mah hukuman ri gan itu maah
Erina Munir
syarat lgi lgi syarat
Erina Munir
o ooooo...ternyata oh ternyataa
Erina Munir
semoga berjodoh bneraan ya thooor
Erina Munir
yaahhh...mau d bilang apaa lgiii
Erina Munir
waaduuh jngn2 ini jodohnya drago
Erina Munir
yaaahh ga jdi brangkat deh drago....ada aja masalah...jngn2 sonay udh kluar dri penjara
Yora Fitriani86
Thor lanjutannya mana Thor
udah lama bingit
Hasan Basri
bikin cerita macam makan tak kenyang atau berlayar tak sampai pantai...ya salam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!