Kendrick Stewart Delwyn, merupakan pria matang dengan usia menginjak 28 tahun. pria dengan sejuta pesona yang tak dapat ditolak gadis mana pun. apa yang tak dimiliki nya? harta, jabatan, kekuasaan semua nya dimiliki oleh Tuan muda Delwyn.
sedangkan Shireen Lovania Anderson merupakan putri pertama dari Anderson. gadis cantik dengan kecerdasan yang dimilikinya mampu membawa Anderson group melambung lebih tinggi hingga mencapai masa kejayaan nya.
hanya saja miris nya gadis ini di khianati oleh adik tersayang nya, Aurora candika Anderson.
Tunangan serta adik nya bersekongkol untuk menyingkirkan Shireen dari Anderson group hingga diam diam kedua nya menjalin hubungan dibelakang Shireen
" bawa dia untukku. " datar kendrick-
bagaimana pertemuan Shireen dan Kendrick?
serta bagaimana benih benih cinta tumbuh diantara mereka, akankah dendam atas sebuah penghianatan akan terbayar kan?
tunggu setiap bab dalam novel
"JERAT CINTA TUAN MUDA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanda Silaban, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenyataan pahit
" sayang." panggil Kendrick.
pria itu hendak menyentuh tangan istrinya namun Shireen menepis sentuhan tangan suaminya itu.
Kendrick tersenyum maklum mungkin saja Shireen masih marah padanya, tapi apapun itu ia sangat bahagia mengingat Shireen sedang mengandung bayinya.
" Love, aku sangat bahagia dokter bilang kamu sedang mengandung." ujar Kendrick, ia mengelus rambut Shireen.
Shireen termenung ia mengandung?
itu artinya akan ada bayi yang lahir sebagai buah pernikahan nya, tapi apa mungkin ia dapat bertahan dengan Kendrick yang memiliki anak dari wanita lain.
" kamu jahat Ken." jawab Shireen dengan Maya berkaca-kaca. Kendrick tersenyum ia mengecup kening wanitanya.
" no sayang, aku minta maaf karna kesalahan ku tapi harus kamu tau aku sangat bahagia karna akan ada junior di tengah kita." ucap Kendrick.
" trimakasih Love." sahut pria itu lagi.
Shireen nampak menahan tangis nya ia takut hamil dengan keadaan yang baru saja ia ketahui bahwa Kendrick memiliki anak yang lain bagaimana bisa.
" pergi Ken, aku tidak ingin melihat mu." usir Shireen ia menyingkirkan tangan Kendrick yang terus mengelus rambut nya.
" Shireen, aku tau kamu marah karna kesalahan ku tapi aku hanya ingin menyentuh istriku dan anakku!!" geram Kendrick kesabaran nya menipis karna terus membujuk Shireen namun tak ada efek nya bagi wanita itu.
dengan kesal Kendrick pergi meninggalkan Shireen sendirian di ruang rawat nya setelah kepergian Kendrick barulah tangis Shireen pecah.
" maaf, aku tidak bermaksud mengusir papa mu tapi kenyataannya begitu menyakiti ku. " tangis Shireen ia mengelus perut nya yang masih rata berharap calon anak nya mengerti keadaan nya.
Sarah dan sekertaris Harry yang melihat Kendrick keluar dengan wajah yang merah menahan marah pun bingung.
" buat beberapa orang menjaga istriku, dan kay Sarah awasi Shireen jangan biarkan ia melakukan apapun sendiri." perintah Kendrick dengan dingin.
Sarah mengangguk patuh meski tak tau apa yang baru saja terjadi hingga membuat pertikaian di antara dua sejoli itu hingga terjadi seperti ini.
Kendrick pergi di ikuti oleh sekertaris Harry yang mulai bingung dengan sikap bos nya itu.
.
.
.
" nona muda. " panggil Sarah ia memasuki ruang rawat inap itu, melihat keadaan Shireen tentunya Sarah pun sudah tak heran lagi pasti karna masalah yang disebabkan Bianca tadi pagi membuat Shireen tak ingin melihat Kendrick.
" Sarah tolong selidiki tentang Bianca dan apa hubungannya dengan suamiku di masa lalu. " pintah Shireen.
" baik nona muda akan saya selidiki." jawab Sarah, ia menghubungi seseorang melalui ponsel nya.
dua jam berlalu Shireen masih tak diperbolehkan pulang oleh dokter karna tingginya tekanan darah wanita itu, Sarah selalu menemani Shireen bahkan tak meninggalkan wanita itu.
" nona muda anda harus makan ingat ada bayi yang harus anda beri nutrisi." ucap Sarah, ini sudah kesekian kali Shireen menolak makan bahkan Sarah berusaha untuk menyuapi atasan nya itu.
" Sarah, aku tidak lapar." ujar Shireen, Sarah meletakkan nampan itu di atas nakas samping ranjang wanita itu.
Sarah menghela nafas nya ia paham dengan keadaan Shireen tapi tidak bisa jika Shireen mengabaikan kesehatan nya.
" nona muda, ingat anda sedang mengandung dan tak sepantasnya anda mengabaikan nya seperti ini." ucap Sarah mengingatkan, Shireen terdiam yang dikatakan Sarah memang lah benar tak harusnya ia menolak makan hanya karna masalah nya dengan Kendrick.
setelah perkataan itu Sarah kembali menyuapi Shireen dan barulah ia mau membuka mulutnya untuk makan.
.
.
.
kediaman keluarga Anderson.
" jadi maksud kamu kalau tuan Dewlyn sedang di jebak?" ujar tuan Anderson, Aurora mengangguk cepat.
" karna hal ini lah pah, kak Shireen dan tuan Dewlyn bertengkar bahkan mereka tidak tegur sapa parah nya lagi tadi malam mereka pisah kamar." kata Aurora, Mirna yang mendengar itu menggeleng tak menyangka masalah yang disebabkan memanglah besar.
kevano yang mendengar cerita Aurora ikut menimpali hal yang sama, " benar sekali, aku juga ingin menjelaskan pada Shireen bahwa Kendrick bukan laki laki brengsek seperti itu tapi jikalau Shireen sedang marah aku juga bingung mendekatinya." ucap kevano.
tuan Anderson pun paham kedatangan Aurora dan Kevano murni hanya ingin memperbaiki hubungan Shireen dan Kendrick, hanya saja mereka bingung bagaimana cara memperbaiki nya.
" biasanya jika Shireen sedang marah hanya mama mu yang bisa membujuk nya dan itupun bisa sangat sulit." ujar tuan Anderson, itu artinya kecil kemungkinan untuk Shireen berbaikan dengan Kendrick meskipun dengan bantuan dari Mirna.
" lalu kamu harus bagaimana pah, kami juga canggung sekali jika kakak dan tuan muda belum berbaikan." keluh Aurora, kevano mengangguk mengiyakan keadaan rumah menjadi sangat tidak nyaman menurutnya.
" Mama akan coba membujuknya." putus Mirna ia akan mencoba berbicara pada putri sulung nya itu agar lebih dewasa lagi.
.
.
.
" rencana pertama ku sudah berhasil tinggal menunggu mereka mencari keberadaan ku." puas Bianca dengan rencana nya yang berhasil mengadu domba Kendrick dan Shireen.
Denio tak menyangka semudah itu membuat Shireen masuk kedalam perangkap Bianca, " kau gampang sekali menipu Shireen, tapi omong omong benar jika kamu memiliki anak?" tanya Denio.
" tentu saja benar, aku memiliki seorang putri dan itu adalah anak Kendrick." ujar Bianca, tak menyangka bahwa benar yang dikatakan Bianca.
" lalu di mana dia sekarang?!" kaget Denio, Bianca terkekeh sinis ia tak sebodoh itu membuat keberadaan anak nya mencolok ia harus tetap menyembunyikan anaknya.
"anakku bersama seseorang yang kuat, ia akan melindungi anakku dan identitasnya agar keberadaan nya tidak sampai tercium oleh Kendrick." jawab Bianca, ia menggoyangkan gelas wine nya terlihat sangat puas melihat Shireen yang terkejut tadi.
Denio masih tak menyangka orang yang di puja banyak gadis menyimpan sejuta misteri, seorang Kendrick ternyata sama brengseknya dengan dirinya itu sangat menakjubkan.
" dulu Shireen sangat bangga memiliki Kendrick yang sangat sempurna dalam hal apapun tapi sekarang Shireen akan menyesali pilihan nya karna menikah dengan pria itu. " ujar Denio ia tersenyum jahat karna mengetahui fakta baru itu.
Bianca memutar matanya jengah melihat Denio dengan kebodohan nya, bagaimana pun brengsek nya Kendrick itu masih dapat di tutupi dengan identitas nya sebagai bos muda yang kaya raya sedangkan Denio pria dengan kebodohan.
" setidaknya Kendrick masih diatas jika di bandingkan dengan mu lihat Kendrick adalah ceo muda yang cerdas dan juga kaya raya sedangkan kau hanyalah Upik abu yang di kutip oleh Shireen." hina Bianca, tak terima di hina Denio menaikkan suaranya.
" aku bukan Upik abu, ayahku memiliki pertambangan yang besar." sahut Denio dengan tak terima, Bianca menatap pria itu.
" sekali lagi itu milik ayah mu bukan milik mu, lagipula ayah mu tak mengakui mu lagi kan akibat kebodohan mu." ejek Bianca, Denio kalah dalam berdebat ia memilih diam daripada melanjutkan berdebat dengan wanita itu.
ak suka cerita ny Thor..