2
Hidup dalam lingkup keluarga yang menjunjung adat lebih dari segalanya, itulah yang dijalani oleh Diana. Ibunya yang merupakan keturunan asli suku Lampung Saibatin, memiliki logat khas bergaya Sumatera yang banyak dikenal orang dengan gaya bahasanya yang terdengar keras. Suku Kesaibatinan yang dianut keluarga Diana, membuat banyak orang berlomba lomba untuk menjadi bagian dari keluarga Saibatin, hingga akhirnya demi untuk mengurai sedikit persaingan, dan permusuhan antara satu dan lainnya, kakek Diana memutuskan sebuah perjodohan untuk Diana dengan laki-laki dari keluarga Saibatin lain.
Disinilah kisah itu bermula, kegundahan hati Diana antara memilih laki laki yang selama ini ia cintai, ataukah memilih mengalah, dan menerima perjodohan atas dasar adat yang sudah direncanakan jauh sebelum ia dilahirkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu jagad 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang pisang
Huek...
Arga terus terusan memuntahkan isi perutnya. Membuat Gita dan Diana menjadi repot sendiri. Kedua gadis itu secara bergantian mengusap punggung Arga yang masih terus saja muntah sejak lima belas menit yang lalu.
"Gimana Kak, udah mendingan?" tanya Diana khawatir
"Gue lemes banget" Arga merebahkan badannya diatas pasir putih yang ada di pesisir pantai "Eh tapi... coba deh lo semua rebahan kayak gue, gue jadi berasa tourist kalo kayak gini" ucap Arga, yang kontan saja membuat Ardan menendang kakinya "Sakit gila"
"Udah udah, gue ngejadwalin kita buat ngga nginep disini, jadi mari kita mulai petualangan menyusuri pulau pisang ini" seru Diana
"Lets go"
"Jadi pulau pisang ini adalah pulau dengan nama yang unik. Menurut masyarakat yang ada disini, kenapa pulau ini dinamakan pulau pisang, karena kalo kita ngeliat pulau ini dari menara yang ada diujung sana, maka pulau ini terlihat membentuk buah pisang. Tapi ada juga cerita yang bilang kalo dulu penemu pulau ini menggunakan batang pisang yang dibuat jadi bentuk perahu, makanya pulau ini dinamain pulau pisang. Tapi cerita yang menurut gue paling oke adalah bahwa, dulu pulau ini dipenuhi oleh tumbuhan pisang, makanya dinamain pulau pisang" jelas Diana, saat ini mereka tengah berjalan kaki menuju spot wisata Batu Inton
"Wih keren banget, batu pantainya jadi kerlip kerlip gitu. jujur ini indah banget" seru Gita
"Itulah mengapa pantai ini disebut Batu Inton, karena batu yang ada di pantai ini bakalan ngeluarin semacam cahaya kerlap kerlip kalo kena sinar matahari, dan kita kayak ngeliat kilauan intan yang eksotis" ucap Diana menerangkan
"Kenapa gue bisa berpikiran jelek tentang Lampung selama ini ya Dee. Padahal pesona Lampung ngga kalah dari tempat tempat wisata lainnya" ucap Gita
"Jujur gue juga bingung kenapa orang orang selalu menilai Lampung itu buruk, padahal Lampung is wonderful" seru Ardan
Lama mereka berkeliling, melihat pulau pisang yang menyimpan beragam keindahan. Beberapa kali mereka dibuat takjub dengan beberapa hal yang mereka temui. Mulai dari keramahan penduduk setempat, sejuknya alam, dan indahnya pemandangan. Setelah puas berkeliling, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang
"Sayang banget ya Dee, coba kita bisa disini lebih lama. Gue pengen tinggal disini aja rasanya" ucap Gita
"Kalo lo mau, lo bisa tinggal disini lebih lama kok Git, tapi gue ngga ikutan" ucap Diana cengengesan
"Udah yuk, kita pulang" seru Lion
"Bentar, gue nyiapin mental dulu buat ngadepin lautan. Sumpah perut gue udah mulai kayak di aduk aduk" keluh Arga
Diana menghampiri Arga, memapah laki laki itu untuk naik keatas perahu dibantu oleh teman teman yang lain. Setelah selesai, mereka mulai kembali berlayar menuju daratan. Perjalanan yang memakan waktu satu jam itu akhirnya berlalu, mereka bisa sampai dengan selamat ke Dermaga Kuala kembali.
Huek...
Lagi lagi Arga memuntahkan isi perutnya. Ia berjalan sempoyongan menuju mobil, dan langsung duduk di kursi tengah, tanpa mempedulikan kenyataan bahwa dirinya telah mengambil tempat duduk orang lain. Melihat Arga yang tampak sangat pucat membuat Diana akhirnya menyusul Arga untuk duduk ditengah. Diana mengeluarkan minyak angin yang ia bawa, menempelkannya di hidung Arga untuk sedikit menenangkan laki laki itu. Melihat Diana duduk dibelakang membuat Daffa akhirnya berinisiatif untuk duduk didepan bersama Lion, sedangkan Ardan dan Gita dengan terpaksa duduk di belakang