Indonesia
NovelToon NovelToon
KISAH KASIH DISEKOLAH

KISAH KASIH DISEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: aenyn unyu

Romeo, anak baru di SMA PERTIWI yang tampannya kebangetan yang membuat para siswa SMA PERTIWI mengidolakannya dan menjadikan Romeo menjadi incaran nomer satu yang harus dijadikan sebagai pacar.

Disaat gadis-gadis disekolahnya sangat terobsesi dengan Romeo, tidak begitu halnya dengan Kasih, Kasih justru malah sebaliknya, gadis itu sangat kesal pada Romeo karna laki-laki itulah yang menabraknya saat dalam perjalanan menuju sekolah.

Namun karna mereka satu kelas dan sering tergabung dalam kelompok yang sama sehingga membuat benih-benih cinta diantara keduanya mulai tumbuh, akankah kedua remaja itu akan menjadi sepasang kekasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aenyn unyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAHNYA ROMEO

"Maksud elo apa sieh, emang lo gak mendapatkan kasih sayang gitu dari orang tua elo." Kasih langsung menyimpulkan hal tersebut begitu mendengar kata-kata Romeo barusan.

Sadar kalau dirinya bicara lebih banyak dari yang diharapkan, Romeo langsung berkata, "Ahh sudahlah Kas, kita lebih baik gak usah bahas tentang orang tua lagi."

"Hmmm." gumam Kasih juga tidak memperpanjang topik tentang orang tua.

Romeo kemudian menghentikan motornya disebuah rumah besar dan mewah yang tidak kalah besar dan megahnya dari rumah-rumah yang sebelumnya mereka lewati, gak lama kemudian, gerbang rumah tersebut terbuka sendiri, sepertinya memang gerbang itu memang didesain otomatis, entahlah, kalau penasaran, tanyakan langsung dah ya sama sik Romeo, tuh anaknya masih bernafas kok.

Begitu tiba didepan rumah utama yang didominasi oleh warna putih, Kasih hanya menatap rumah tersebut dengan takjub.

"Turun donk Kas, betah amet lo duduk motor gue." imbuh Romeo yang sukses mengembalikan kesadaran Kasih.

Kasih kemudian buru-buru turun dari motornya Romeo.

"Busettt, nieh anak benar-benar kaya ya, pantas saja dia mengganti sepeda gue dengan sepeda mahal tanpa berfikir waktu itu." batin Kasih yang tidak melepaskan pandangannya pada rumah besar tersebut.

Seakan masih tidak percaya kalau rumah yang berdiri kokoh dihadapannya adalah rumahnya Romeo, Kasih melayangkan pertanyaan, "Rom, beneran ini rumah lo."

Jawab Romeo, "Ya jelas bukanlah."

Kasih dengan cepat memutar lehernya ke arah Romeo, tatapannya sarat akan kebingungan dengan kata-kata Romeo, dalam hati Kasih bertanya-tanya, "Kalau bukan rumahnya elo, kenapa kita berhenti disini, itu juga gerbang, kenapa terbuka segala saat tahu kalau elo yang datang."

Seolah bisa mendengar kata hati Kasih, Romeo menjawab keheranan Kasih tersebut dengan lisan, "Maksud gue, ini itu memang bukan rumah gue, tapi ini adalah rumah bokap gue Kasih." jelas Romeo.

"Ya itu sama artinya dengan rumah lo juga dodol." seru Kasih agak jengkel setelah mendengar penjelasan Romeo, tadi dia berfikir ini beneran lagi bukan rumahnya Romeo, "Gue fikir beneran tadi ini bukan rumah elo."

"Ya jelas bukanlah, ini murni rumah bokap gue, gue disini cuma sekedar numpang doank."

"Ihh, mulai lagi deh lo." dengus Kasih yang membuat Romeo terkekeh.

"Udah ahh yuk masuk, katanya lo mau gue pinjemin novel." Romeo meraih tangan Kasih dan menariknya untuk masuk kedalam rumah besarnya.

Bahkan setelah memasuki rumah tersebut, Kasih tidak kalah takjubnya, rumah itu didesain dengan sangat indah bergaya eropa clasik, berbagai barang-barang mewah dan pajangan mahal berada disetiap sudut rumah mewah tersebut, Kasih bahkan sampai takut berjalan dekat-dekat guci yang dijadikan sebagai pajangan untuk memperindah rumah tersebut, dia tahu guci itu adalah guci mahal, Kasih takut menyenggolnya dan kalau sampai pecah, diakan pastinya tidak akan bisa menggantinya.

"Bikk, bikkk Imahh." Romeo berteriak memanggil salah satu ART dirumahnya, "Bikk Imahhh."

Terlihat seorang wanita yang lumayan sudah tua, tapi masih terlihat segar dengan mengenakan kebaya kuno dengan rambut yang sanggul sederhana dengan beberapa bagian rambut sik wanita yang sudah memutih dibeberapa bagian terlihat berjalan dengan tergopoh-gopoh menghampiri mereka.

"Tuan muda sudah pulang." sapa wanita bernama bik Imah itu, dia menyapa tuan mudanya, tapi pandangannya tertuju pada wanita yang saat ini tengah bersama dengan sang tuan muda yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kasih.

Wajah wanita tua itu terlihat teduh, dan sepertinya sih ramah, itu yang difikirkan oleh Kasih pertama kali saat melihat bik Imah, dan Kasih yang dipandang oleh bik Imah merasa kikuk.

"Dia Kasih bik." tahu kalau bik Imah menatap Kasih dengan tingkat kekepoan yang tinggi sehingga membuat Dewa memperkenalkan Kasih terlebih dahulu.

"Pacarnya tuan ya." tanya bik Imah spontan.

"Iya." jawab Romeo.

"Bukan." jawab Kasih.

Dua remaja itu menjawab secara bersamaan dengan jawaban yang berbeda, dan hal itu tentu saja membuat Kasih memberikan tatapan pada Romeo karna memberikan jawaban 'iya' atas pertanyaan bik Imah barusan, kalau diartikan, makna tatapan Kasih itu adalah, 'Maksud lo apa, jawab yang benar'

Pertanyaan yang sama, dengan jawaban yang berbeda yang diberikan oleh kedua remaja itu tentu saja membuat bik Imah bingung, "Ini maksudnya gimana ya tuan."

Romeo terkekeh, mungkin karna menjiwai perannya sebagai pacar pura-puranya Kasih sehingga dia reflek menjawab 'Iya' atas pertanyaan yang dilontarkan oleh bik Imah barusan.

"Gini bik Imah, Kasih ini sebenarnya adalah teman saya, teman kelas gitu lho."

"Ohh, saya fikir nona ini adalah pacarnya tuan."

"Bukan bik." Romeo menggeleng.

Kini Romeo beralih memperkenalkan bik Imah pada Kasih, "Dan Kasih, perkenalkan ini adalah bik Imah, bik Imah ini sudah ikut keluargaku sejak dulu banget sebelum aku dilahirkan, dan beliaulah yang merawatku sejak kecil." sangat jelas terlihat kalau Romeo menyayangi dan menghormati bik Imah.

"Halo bik Imah, saya Kasih." Kasih mengulurkan tangannya untuk dijabat, jabat tangan merupakan budaya yang berkembang dan mengakar di Indonesia saat dua orang baru berkenalan.

"Saya bik Imah nona." bik Imah membalas uluran tangan Kasih.

"Tumben banget lho tuan bawa teman kemari."

"Iya bik, itu karna Kasih ingin minjem novel, dikamarnya Julietkan terdapat banyak novel bik, daripada nganggur dan hanya sebagai penghias lemari saja, ya lebih baik dipinjam sama Kasihkan bik."

"Iya tuan benar."

"Mmm bik, kami lapar nieh, bisa minta tolong suruh mbak Murni nyiapin makan siang." mbak Murni merupakan ART lainnya.

"Tentu saja tuan." angguk bik Imah.

"Kalau begitu, sebelum makanannya siap, aku akan mengajak Kasih ke kamarnya Juliet dulu."

"Baik tuan."

"Ayok Kas." ajak Romeo yang dijawab oleh Kasih dengan sebuah anggukan.

Kasih mengikuti Romeo dibelakang, Romeo melangkahkan kakinya menuju lantai dua rumah besarnya, dan Romeo berhenti disebuah pintu berwarna coklat tua, Romeo kemudian memberitahu tanpa diminta, "Ini adalah kamarnya Juliet, dan itu." Romeo menunjuk pintu satunya yang persis tepat didekat kamar tersebut, "Itu merupakan kamarku."

"Ohhh."

"Juliet itu adikmu atau kakakmu." Kasih bertanya.

"Adikku."

"Dia dimana."

"Ada disuatu tempat." jawab Romeo seadanya tanpa menjelaskan lebih banyak, dan Kasih tidak bertanya-tanya lagi tentang sik Juliet ini.

Romeo kemudian mendorong grendel pintu, dan saat pintu terbuka, ruangan tersebut didominasi oleh warna ungu.

"Ayok masuk." ajak Romeo melangkahkan kakinya yang diikuti oleh Kasih.

Kamar itu begitu luas dengan warna ungu yang begitu mendominasi, bahkan barang-barang yang ada dikamar tersebut hampir semuanya berwarna ungu, mulai dari tempat tidur dengan bed cover berwarna ungu, lemari juga berwarna ungu, meja rias dan kursinya juga berwarna ungu, boneka-bonekanya juga kebanyakan berwarna ungu, pokoknya, memasuki kamar tersebut, serasa memasuki purple world, alias dunia ungu, dan ditambah lagi, dinding kamar tersebut terdapat poster segede gaban yang memampangkan 7 personil boyband yang saat ini lagi ngehits, boyband apalagi kalau bukan BTS, boyband terbesar abad ini, dari sini Kasih tahu kalau pemilik kamar ini adalah Armi, Kasih juga armi sieh, tapi tidak sepanatik Juliet sang pemilik kamar.

****

1
Mutiara Destianny
kasih coba mintanya sambil banting pintuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!