Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Lin'er yang berada di dalam kereta tampak harap-harap cemas.
"Nyonya..." lirihnya, dia sungguh takut nyonya nya tidak bisa mengendalikan kekuatan nya karena emosi.
Kalau ke enam pengawal itu sampai matii. Mereka akan dapat masalah besar. Meski Lin'er tadi cukup terkejut. Ternyata, nyonya nya menemukan alasan yang cukup masuk akal dan sangat cerdas menurut nya.
Nyonyanya menunggu sampai kusir itu benar-benar terluka. Hingga dia punya alasan menyerang para penjaga yang menjaga pintu gerbang. Jadi, dia tidak akan dituduh menyerang karena memang ingin keluar tanpa surat ijin.
Hanya saja Lin'er tahu sekali seperti apa kekuatan Nyonya nya. Kalau benar-benar menggunakan setengah saja dari kekuatan itu, maka para pengawal itu bisa berakhir tragis.
Kusir kuda pangeran Ziyu bangkit perlahan, dia merasa harus menghindar dari area itu. Suara pedang berdering dan gerakan menghindar sangat cepat, membuatnya takut terkena pedang yang memang tak punya mata.
Kusir itu mendekat ke arah kereta.
"Nona pelayan, apa kita perlu melaporkan ini pada komandan pasukan?" tanya kusir itu.
"Tidak perlu, kamu siap-siap naik ke kereta. Begitu enam orang itu tumbang. Kita segera pergi bersama nyonya!" kata Lin'er.
Dia sudah melihat situasinya, tak lama lagi Nyonya nya pasti menang dalam pertarungan enam lawan satu itu.
Enam pengawal Perdana Menteri Su bergerak hampir bersamaan. Enam bilah pedang terhunus membentuk kilatan tajam di bawah cahaya siang, mengepung Bai Ningyuan dari berbagai arah. Namun Bai Ningyuan sama sekali tidak mundur. Ia berdiri dengan kedua kaki kokoh menapak tanah, tubuhnya sedikit merendah, sementara pedang di tangannya terangkat di depan dada.
Tatapannya menyapu keenam lawannya dengan tenang, seolah jumlah mereka bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Serangan pertama datang dari sebelah kiri.
Sringgg
Bai Ningyuan memiringkan tubuh, membiarkan pedang lawan melintas hanya beberapa jari dari bahunya. Pada saat yang sama, ia mengangkat pedangnya dan menangkis serangan kedua yang datang dari belakang.
Tranggg
Percikan kecil berhamburan dari benturan kedua bilah. Bai Ningyuan memutar pergelangan tangannya, mengunci pedang lawannya, kemudian mendorongnya hingga pengawal tersebut kehilangan keseimbangan. Belum sempat pria itu kembali berdiri tegak, dua pengawal lainnya sudah menerjang dari depan.
Bai Ningyuan melangkah mundur. Lalu tubuhnya tiba-tiba berputar. Pedang di tangannya bergerak membentuk lengkungan tajam, memaksa kedua pengawal itu mundur untuk menghindari tebasan. Gerakannya tidak banyak, tetapi setiap langkahnya tepat. Ia tidak membuang tenaga untuk gerakan yang tidak diperlukan. Ketika salah satu pengawal mencoba menyerang dari sisi yang terbuka, Bai Ningyuan langsung berbalik dan menahan pedangnya.
Tranggg
Tranggg
Dua benturan berturut-turut menggema di halaman. Enam orang melawannya sekaligus, tetapi justru keenam pengawal itu yang mulai terlihat kewalahan. Mereka mencoba mengepung Bai Ningyuan dan menyerang secara bergantian, namun pria itu terus berpindah posisi, membuat mereka saling menghalangi. Setiap kali satu orang membuka celah, Bai Ningyuan langsung memanfaatkannya.
Seorang pengawal menerjang dengan teriakan keras. Bai Ningyuan menunduk.
Pedang itu melintas di atas kepalanya.
Dalam gerakan yang sama, Bai Ningyuan menghantam gagang pedangnya ke dada pria tersebut. Pengawal itu terhuyung mundur sambil terbatuk, sementara Bai Ningyuan sudah berbalik menghadapi lima orang lainnya.
Napasnya mulai terdengar berat, tetapi tatapannya tetap setajam sebelumnya.
Sebaliknya, wajah keenam pengawal mulai dipenuhi kepanikan.
Bai Ningyuan mengangkat pedangnya.
Clangg
Bilah-bilah itu bertemu dalam satu ledakan suara yang menggema. Ia menahan tekanan keenam senjata sekaligus, rahangnya mengeras dan otot lengannya menegang. Untuk sesaat keenam pengawal itu mengira mereka berhasil menjepitnya.
Lalu Bai Ningyuan tiba-tiba menggeser langkah. Tekanan keenam pedang itu terlepas. Ia berputar cepat dan menerobos celah di antara mereka.
Dalam sekejap, formasi keenam pengawal itu berantakan.
Mereka saling berpandangan dengan napas tersengal.
'Siall! karena harus membiarkan mereka hidup. Maka jadi lama seperti ini. Jika bisa membunuhh mereka. Ini pasti akan berakhir dengan cepat!' batin Bai Ningyuan.
Ya, karena memang membunuhh baginya lebih cepat. Hanya sekali serang saja cukup.
Namun pertarungan itu akhirnya berakhir dengan keenam pengawal Perdana Menteri Su tergeletak tersungkur di atas tanah. Satu per satu mereka jatuh setelah tak lagi mampu mengikuti gerakan Bai Ningyuan. Pakaian mereka telah berdebu dan beberapa bagian robek akibat benturan, sementara luka-luka gores tampak di lengan dan bahu mereka.
Tidak ada yang parah, tetapi cukup membuat tubuh mereka nyeri dan sulit untuk segera bangkit. Itu yang membuat pertarungan itu lama.
"Kalian yang para pecundang, lawan yang sepadan. Jangan yang lebih lemah! pecundang!" pekik Bai Ningyuan melemparkan pedang di tangannya ke tanah.
Salah seorang pengawal mencoba menopang tubuhnya dengan satu tangan, namun lengannya gemetar hebat. Ia meringis ketika rasa sakit menjalar dari bahunya. Di sisi lain, dua pengawal masih terbaring telentang sambil mengatur napas yang tersengal. Yang lainnya duduk dengan satu lutut menyentuh tanah, wajah mereka pucat dan penuh ketakutan.
Pedang mereka telah terlepas dan berserakan beberapa langkah dari tubuh masing-masing.
Sementara itu, Bai Ningyuan masih berdiri di tengah halaman. Ujung pedangnya mengarah ke bawah, dan napasnya terdengar sedikit berat setelah pertarungan panjang.
Tatapannya menyapu keenam orang yang telah dibuatnya tersungkur. Mereka datang berenam dengan senjata lengkap, tetapi pada akhirnya bahkan untuk berdiri pun mereka kesulitan.
"Ini hukuman karena kalian menyiksa orang yang tidak mampu melawan." katanya lagi yang menegaskan pada semua yang melihat pertarungan itu, kalau Bai Ningyuan menyerang karena kusir itu terluka.
Bukan karena dia mau menerobos keluar dari istana. Bai Ningyuan bergegas naik ke kereta kuda.
"Jalan!" kata Bai Ningyuan pada kusir.
"Baik Nyonya!" jawab kusir itu cepat.
Dan kereta itu pun berjalan dengan cepat keluar dari gerbang istana. Tangan Bai Ningyuan terkepal kuat, ini bahkan sudah lebih dari satu jam. Entah bagaimana keadaan kakak iparnya di kediaman jenderal Bai.
"Nyonya, pangeran Ziyu pasti sudah sampai sejak tadi. Semoga nyonya pertama dan bayinya selamat!"
"Semoga saja Lin'er!" sahut Bai Ningyuan.
Karena kalau sampai terjadi sesuatu pada kakak iparnya itu. Mungkin Bai Ningyuan akan benar-benar datang ke kediaman perdana menteri membawa banyak bubuk mesiu dan meledakkan kediaman itu bersama dengan dirinya sendiri.
***
Bersambung...
Permaisuri udah capek² cari perhatian pun, masih juga di abaikan.. 🤭
Dia tak tahu, bahkan jika dia berhasil tidur dengan kaisar, Permaisuri tak akan punya keturunan..
👧🏻 :"Ape abang.. Ingat ya, dedek selir mulia.. "
🧔🏻 :"Abang mencintaimu Ning'er.. "🤤
👧🏻 :" Dihh.. Lap dulu tuh ilerrr woyy.. "🫢
Agar tak ada yg mempersulit mu untuk datang & pergi..
Kena kan dikit tuh pedang ke lehernya, biar cacat tuh kulit nya Permaisuri Su.. 🤭
kelakuanmu aja macam a Su , Bai terus yang kau salahkan dan jadi pelampiasan 😔
boleh tanya gak sama teman teman disini, aku kan baca neh, tapi aku gak bisa nge like cerita ( dan ada tulisan akun aku di blokir) itu kenapa ya.. padahal aku gak pernah ngelapor atau ngeblok loh tapi ko aku gak bisa koment itu cerita.. padahal bagus loh cerita dia.. selama ini aku baca baik baik aja.. ko di dia aku d blok ya.. sedih..
makasih teman semua udah dengerin curhatku...
semangat kaka othor nulisnya😍😍😍😍
Kenapa hanya Kaisar yg kau buat mandul..?
Andai saja jika kau ingin menaburkan racun di sumur kediaman Perdana Menteri itu, aku bisa membantu mu selir Bai.. 🤧
Termasuk tabib², tujuan nya untuk mempersulit Bai Ningyuan sebagai selir istimewa..
Begitulah intrik yg terjadi di dalam kehidupan dunia kerajaan..