Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 : Gulungan Tinta Pembangkang Langit
Bab 18 : Gulungan Tinta Pembangkang Langit
________
Setelah melalui beberapa pertandingan , akhirnya muncul dua nama yang kini ramai di perbincangkan. Mereka berdua adalah Sun Haoran dan Shen Yan , finalis Pertemuan Naga Muda di dalam Sekte Puncak Terang. Final Pertemuan Naga Muda itu di putuskan akan di laksanakan 3 hari mendatang. Itu memberi waktu keduanya untuk beristirahat memulihkan kondisinya.
________
Pukul 7 malam , Puncak Meditasi.
"Adik Yan , kami akan pergi ke perpustakaan sekte! Apa kau mau ikut dengan kami?" ucap Cheng Yuan.
Ia bersama kedua temannya telah bersiap berangkat ke Puncak Pengetahuan setelah mendapat ijin dari Tetua Ming Yue. Shen Yan berpikir sejenak , ia lalu mengangguk setuju.
"Baiklah , aku ikut!" ucapnya.
Setelah itu Cheng Yuan melemparkan sebuah gulungan di tangannya , itu berubah menjadi kendaraan terbang milik gurunya. Keempat murid Puncak Meditasi itu akhirnya pergi mengunjungi Puncak Pengetahuan yang selalu ramai pengunjung. Ini karena satu satunya bangunan perpustakaan paling lengkap hanya ada di Puncak Pengetahuan.
Setelah tiba dengan cepat , mereka berjalan melewati beberapa penjaga Gerbang Puncak Pengetahuan. Shen Yan cukup terkesan dengan suasana di puncak ini yang sangat berbeda dengan puncak miliknya , hingga akhirnya sebuah bangunan tinggi menjulang ke awan terlihat dari kejauhan. Tepat saat mereka tiba di depan bangunan besar itu , suara dingin tiba tiba terdengar di belakang mereka.
"Jadi ini anak yang sedang terkenal itu!?"
Cheng Yuan mengenali suara pemuda itu , ia lalu memutar tubuhnya dan saling bertatap muka dengan pemuda yang memiliki tanda pedang di dadanya.
"Kau juga datang , Sun Zicheng!" sapa Cheng Yuan.
"Aku tidak berbicara denganmu! Aku berbicara dengannya!" jarinya menunjuk ke arah Shen Yan.
Cheng Yuan mengerutkan keningnya , ia tahu bahwa pemuda di hadapannya ini datang dengan niat yang tidak baik. Apalagi semua orang tahu jika ia adalah kakak kandung Sun Haoran yang akan menjadi lawan Shen Yan 3 hari mendatang.
"Salam hormat kakak Sun Zicheng! Aku pernah melihat mu saat pertama kali datang ke Puncak Terang!" ucap Shen Yan sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Bagaimana kau bisa melihatku! Matamu saja cacat?" ucap Sun Zicheng yang di iringi tawa di belakangnya.
Sun Zicheng datang bersama 4 temannya yang sama sama angkuh. Ia memang punya kebiasaan kesana kemari memamerkan kesombongannya karena statusnya sebagai jenius Puncak Pedang dan di idolakan banyak gadis. Shen Yan hanya diam , ia tak merespon ucapan Sun Zicheng yang menghinanya.
"Jangan kau pikir aku takut denganmu , Zicheng!" ucap Cheng Yuan membela Shen Yan.
Cheng Yuan maju , keduanya akhirnya saling dorong hingga menimbulkan keributan di depan gedung besar perpustakaan. Karena cukup mengganggu , salah satu murid Puncak Pengetahuan akhirnya melaporkan kejadian itu kepada seniornya. Hanya dalam beberapa detik suasana menjadi hening saat sosok ini datang.
"Jika kalian membuat onar disini! Jangan salahkan aku berbuat kejam! Nama kalian akan di blacklist selamanya dari Puncak ini!"
Transmisi suara yang datang secara tiba tiba itu cukup membuat beberapa murid Puncak Pengetahuan di area tersebut memberi salam. Mereka semua tahu siapa yang datang. Sosok itu adalah Gu Wen Tian dari keluarga Gu. Ia sangat di hormati di Puncak Pengetahuan bahkan di puncak lainnya.
"Kakak Gu Wen! Maafkan kami! Ini hanya kesalahpahaman kami berdua!"
Cheng Yuan dan Sun Zicheng memberi salam dan meminta maaf kepada pemuda yang sedang berjalan dari kejauhan. Nampak pakaian putih panjang hingga angin mudah menggoyangkannya. Di pinggangnya ada 2 barang yang cukup menarik perhatian , satu adalah Labu Emas dan kantong Qian Kun dari kulit naga. Labu emas sangat jarang terlihat di Puncak Pengetahuan karena mereka bukanlah seorang kultivator alkemis. Namun pemuda tampan ini menggantungnya di pinggang sebelah kiri.
"Sekali lagi! Aku pastikan sekali lagi! Jika kalian membuat keributan disini , aku akan mengusir kalian dari Puncak Pengetahuan!"
Gu Wen Tian sengaja mengulangi perkataannya dengan tegas. Ucapannya juga sebenarnya ia tujukan kepada semua orang bahwa Puncak Pengetahuan tidak mentolerir keributan seperti apapun. Itu membubarkan kerumunan yang menonton keributan dua kelompok murid yang berseteru ini. Akhirnya dengan wibawa Gu Wen Tian , semua orang kembali melanjutkan aktivitasnya masing masing.
"Adik! Apakah kau murid baru yang mengalahkan murid senior di Pertemuan Naga Muda , kan?"
Shen Yan tersentak saat ia tahu bahwa Gu Wen Tian menyapanya saat ia ingin beranjak pergi. Shen Yan lalu memutar tubuhnya dan berkata bahwa yang di katakan olehnya benar. Gu Wen Tian tersenyum dan mengatakan bahwa adiknya juga merupakan murid baru di Puncak Terang.
"Ayo! Kalian ikut denganku!"
Gu Wen Tian mengajak Shen Yan dan temannya masuk bersama sama. Di dalam perpustakaan ini ada sebuah lantai yang selalu tersegel. Itu berada di lantai paling atas bangunan ini. Desas desus mengatakan bahwa di ruangan itu terdapat peninggalan peninggalan dewa yang sangat bernilai.
"Deg"
Jantung Shen Yan tiba tiba berdegup kencang , ia merasakan sesuatu yang aneh di dalam lautan kesadarannya. Ia lalu meminta ijin kepada temannya untuk beristirahat di sudut bangunan.
"Ada apa ini! Tubuhku! Jangan jangan akan menerobos lagi!" batin Shen Yan.
Ia lalu duduk dengan posisi bersila , ia mengedarkan kesadarannya mengelilingi lautan spiritualnya. Ia melihat riak halus yang mampu membuat aliran Qi nya terganggu.
"Apa ini!" gumam Shen Yan.
Cahaya emas berputar putar di dalam lautan spiritualnya , auranya terasa familiar namun ia masih tak bisa mengenalinya.
"Kau ternyata masih hidup , Yan!"
Shen Yan tersentak saat mendengar seseorang yang memanggilnya dengan sebutan 'Yan'.
"Tian Nu!" ucap Shen Yan.
Zao Hua Tian Nu merupakan Dewi kuno di istana langit. Lahir dari Tinta Pertama Langit , tugasnya menulis Kitab Hukum Langit. Ia sangat dekat dengan Shen Yan kala itu di Dunia Dewa. Lalu ia menghilang secara misterius setelah menciptakan Dunia Terlarang dan kabar yang beredar mengatakan bahwa ia tersegel oleh ciptaannya sendiri.
"Kau masih ingat denganku! Aku mendengar Dunia Dewa telah runtuh , apakah itu benar?" ucap Tian Nu.
"Aku pun tak tahu , aku mati terjebak dalam formasi aneh beberapa saat setelah kau menghilang!" ujar Shen Yan.
"Memang ada yang janggal!"
Tian Nu saat ini hanya berwujud cahaya emas , tubuhnya hancur saat tersegel oleh gulungan tinta pembangkang langit yang ia ciptakan sendiri.
"Kenapa kau bisa ada disini?" ucap Shen Yan penasaran.
"Aku tak tahu , aku hanya ingat saat tubuhku hancur , pecahan jiwaku tersegel di dalam gulungan yang aku ciptakan sendiri!" ujar Tian Nu.
"Jangan jangan gulungan itu ada di gedung ini!" ucap Shen Yan.
Namun sebelum Tian Nu menjawab , cahaya emas itu memudar lalu menghilang secara tiba tiba. Shen Yan mencoba meraihnya namun terlambat. Ia lalu mendengar seseorang memanggil namanya.
"Bangun! Kau malah tidur disini! Ayo kembali ke Puncak!"
Saat membuka matanya , ternyata Cheng Yuan telah berdiri di hadapannya mengajaknya untuk pulang.
"Maaf , kakak Cheng!"
Mereka akhirnya kembali ke Puncak Meditasi.
_________