Indonesia
NovelToon NovelToon
AMIRA MENANTU TERBUANG

AMIRA MENANTU TERBUANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Dua tahun menikah
berpisah setelah akad bahkan belum pernah malam pertama
amira menunggu dengan sabar
mengabdi kepada keluarga suami
tapi setelah dua tahun berpisah
kata yang pertama dari suaminya adam "Amira aku akan menikah lagi"
bagaimana kelanjutannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 TAGIHAN BANK

Hari itu, kepala Ibu Mirna terasa mau pecah. Baru satu pagi saja Amira tidak ada di rumah, pinggangnya sudah serasa mau patah.

"Kurang ajar si Amira! Main pergi begitu saja... Tidak masak, tidak mencuci, piring menumpuk berantakan!" gerutu Mirna seorang diri di ruang tamu.

Sonia sudah berangkat ke kampus, sementara Pak Diki sudah keluar menarik ojek online. Keringat dingin membasahi punggung Mirna. Sambil mengurut pelipisnya, ia merengkuh ponsel lalu mengusap layar untuk melihat pembaruan status WhatsApp.

Pandangannya terhenti pada status Amira:

[Menunggu dua tahun, berakhir kecewa.]

"Lebay banget sih!" gumam Mirna sinis.

Ia lalu menggeser layar dan melihat status WhatsApp anak kesayangannya, Adam:

[Welcome back!] lengkap dengan stiker gambar pesawat terbang.

Bibir Mirna tersenyum bangga. "Mau ke mana anakku ini?" bisiknya. Ia selalu bangga melihat tiap pencapaian Adam yang menurutnya sukses di luar negeri.

Saat Mirna hendak memejamkan mata untuk rebahan, terdengar ketukan pintu rumah yang cukup keras.

"Tumben Pak, jam segini sudah pulang?" seru Mirna sambil melangkah membukakan pintu, mengira suaminya yang kembali. Namun, di hadapannya berdiri dua pria asing mengenakan kemeja putih rapi dan berdasi.

"Maaf, Ibu... cari siapa ya?" tanya Mirna heran.

"Saya mencari Ibu Mirna," jawab salah seorang pria dengan nada formal.

"Saya sendiri, Pak."

"Boleh kami masuk sebentar, Bu?"

"Oh, silakan..."

Mirna mempersilakan kedua pria itu duduk di sofa, lalu bergegas menyajikan dua gelas air minum. "Bapak-bapak ini dari mana, ya?"

Pria ber-kemeja putih itu mengeluarkan sebuah map dokumen. "Bu, kami dari Bank Mandiri. Kedatangan kami ke sini ingin mengonfirmasikan bahwa pinjaman atas nama Ibu sudah menunggak cicilan selama empat bulan."

"Oh... yang pinjaman pakai sertifikat rumah ini ya?" sahut Mirna polos.

"Betul, Bu. Pembayarannya sudah menunggak empat bulan dengan total tagihan mencapai 32 juta rupiah."

Mirna tersentak kaget. "Tapi uangnya bukan saya yang pakai, Pak! Uangnya dipakai sama anak saya, Mila!"

Pria itu menggeleng tegas. "Sesuai prosedur operasional kami, Bu... Pinjaman ini atas nama Ibu dan dijaminkan dengan sertifikat rumah ini. Jadi secara hukum, Ibu yang bertanggung jawab melunasinya."

"Tapi saya benar-benar tidak pakai uangnya, Pak!"

"Kami tidak mau tahu urusan internal keluarga, Bu. Kami hanya menjalankan tugas untuk mengingatkan: jika bulan depan tidak ada pembayaran masuk, rumah ini resmi akan kami sita."

"Apa?! Disita?!" mata Mirna membelalak horor.

"Iya, sesuai dengan surat perjanjian kredit yang Ibu tandatangani. Tolong koordinasikan dengan Ibu Mila untuk segera mencicilnya," ucap petugas bank itu dingin sambil menyodorkan kartu nama. "Catat nomor saya. Kalau uangnya sudah ada, segera hubungi saya."

"Ba... baik, Pak..." sahut Mirna dengan hati yang berkecamuk hebat.

Begitu petugas bank pergi, Mirna langsung menekan nomor ponsel Mila. Setelah dua kali nada dering, panggilan baru diangkat.

"Mila! Kamu ini bagaimana sih?!" semprot Mirna histeris. "Kamu yang pinjam uang, kenapa orang bank malah menagih dan mengancam menyita rumah Ibu?!"

Terdengar keluhan malas dari Mila di ujung telepon. "Aduh... maaf, Bu. Usaha toko sembakoku lagi sepi. Aku kira kemarin-kemarin usahanya lancar-lancar saja..."

"Lalu bagaimana ini?! Ibu tidak mau ya rumah ini sampai disita bank!"

"Ya Ibu minta saja sama Amira!" sahut Mila enteng. "Amira pasti punya banyak tabungan! Dia kan yang pegang seluruh uang gajinya Mas Adam!"

Mirna makin naik darah. "Itu dia masalahnya! Si Amira pagi-pagi begini malah kabur liburan ke Bali!"

"Nah! Dia pasti pakai uangnya Mas Adam buat foya-foya ke Bali, Bu! Udah, Ibu telepon saja dia, suruh pulang sekarang!"

"Nomornya tidak aktif! Pokoknya kamu besok harus ke sini! Orang bank bilang besok-besok mau datang lagi!"

"Ih, tidak mau ah, Bu! Aku lagi tidak ada uang kok!" tolak Mila cepat.

"Ya sudah, kalau begitu Ibu suruh orang bank datang langsung ke rumah kamu saja!" ancam Mirna.

"Jangan dong, Bu!" tegur Mila panik. "Nanti Mas Doni tahu! Bisa marah besar dia kalau tahu aku ada tunggakan bank!"

"Makanya besok pagi kamu ke sini! Amira tidak bisa dihubungi!"

"Ya... ya, besok Mila ke sana," jawab Mila pasrah sebelum memutus sambungan.

Kebencian Mirna pada Amira mendadak membumbung tinggi. Ia terus-terusan meneror nomor Amira lewat pesan singkat dan telepon, namun semua pesannya hanya menunjukkan ikon centang satu.

"Sialan anak ini! Awas saja kalau pulang, bakal beri pelajaran keras!" gerutu Mirna berapi-api.

Sementara itu, di bandara...

Hatsyi! Amira bersin cukup keras saat duduk di ruang tunggu penerbangan menuju Bali.

"Belum juga naik pesawat sudah bersin-bersin saja," tegur Rika sambil menyodorkan selembar tisu.

"Kayaknya ada yang lagi menggunjingkan aku deh," sahut Amira santai sambil mengelap hidungnya.

Rika menatap bosnya itu curiga. "Bu Bos... sebenarnya lagi kesal kenapa sih? Jangan-jangan gara-gara keluarga suamimu ya?"

Amira menatap lurus ke depan. "Mas Adam mau nikah lagi."

Uhuk! Rika tersedak air minum yang baru saja diteguknya.

"Waduh! Gila itu suami kamu, Bos! Belum dua tahun nikah, belum pernah memberi nafkah batin, tahu-tau mau poligami?! Nikah di mana dia? Bukankah mengurus dokumen nikah di Jepang itu rumit?"

"Dia sudah pulang ke Indonesia. Mungkin saat ini sedang melangsungkan akad nikah di Jawa."

Rika mengepalkan tangannya kesal. "Dasar pria keparat! Mau aku acak-acak tidak hidupnya?! Mending Bu Bos ajukan gugatan cerai sekarang juga! Buat apa dipertahankan pria model begitu?"

Amira mengulas senyum tipis. "Terlalu ribet kalau aku yang menuntut cerai duluan, Rika. Lebih baik biarkan dia sendiri yang menceraikan aku."

"Caranya?"

"Ya ini caranya... Nanti, jangan lupa kamu upload foto-foto liburan mewah kita selama di Bali ke medsos ya. Soalnya ponsel utamaku sengaja tidak aku aktifkan."

Rika langsung menyeringai paham. "Oalah... jadi Bu Bos mau membakar kepala dan emosi mereka?"

"Iya. Biar mereka panas... Mereka itu tipe orang yang gaya hidupnya sok elit, tapi ekonominya sulit," ujar Amira tenang.

"Setuju banget, Bu Bos! Siap laksanakan!" Rika tertawa puas.

Di tempat lain, di dalam rumahnya, Mila sedang bersungut-sungut seorang diri.

"Enak saja menyuruhku bayar utang! 8 juta per bulan dikira uang kecil apa? Mending uangnya kupakai buat memenuhi stok warung daripada dibayarkan ke bank! Lagipula enak banget si Amira memegang uang gajinya Mas Adam. Aku ini saudaranya malah tidak ikut menikmati. Harusnya dulu aku juga bisa kuliah! Gara-gara Mas Adam mau berangkat ke Jepang, aku jadi gagal kuliah!" cerocos Mila melampiaskan kekesalannya.

"Mila, jangan lupa uang cicilan bank bulan ini dibayarkan, ya. Uangnya sudah Mas transfer ke rekening kamu," suara Doni—suami Mila—tiba-tiba mengejutkannya dari belakang.

Mila buru-buru mengubah raut wajahnya dan tersenyum manis. "Iya, Mas... tenang saja, aman kok."

Doni mengangguk tegas. "Bagus. Jangan sampai lupa, apalagi sampai ada orang bank datang menagih ke rumah. Mas tidak mau meropotkan ibu kamu."

"Tenang, Mas... Pokoknya beres!" sahut Mila bohong tanpa rasa bersalah.

1
sunaryati jarum
Semoga keluarga Amira
sunaryati jarum
Mulai jadi pemuas sang penguasa,Sonia
sunaryati jarum
O mau jadi wanita simpanan ,Sonia.Tapi Yamamoto tak akan pernah menyentuh Amira
@Mita🥰
wiiiih mungkin kakak nya Amira
@Mita🥰
pasti anak buah kakek Amira yang bikin unggah an Amira hilang
YuWie
anak siapakah kamu amir
sunaryati jarum
Mungkin kau putri pebisnis besar yang diculik dan ditinggalkan di panti asuhan
YuWie
rung sadar kan..malah tambah dodro..alias tambah kebangetan niat jahatnya
YuWie
benar kata pak polisi..bertele tele
Suanti
sonia tak pernah kapok klu kejadian lgi sm amira jgn mau pki jln damai jeblos kan aja ke penjara biar kapok 🤭
sunaryati jarum
Keluarga pak Diki tidak waras semua kecuali Pak Diki
@Mita🥰
ealah ..alah bukan nya sadar malah makin menjadi
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 nah sekarang tahu kan
Suanti
sdh lah amira jeblos kan aja sonia ke penjara byk btl cerita keluarga mantan mu yg toxin 🤣🤣
Suanti
beri hukuman setimpal amira jangan mau jln damai biar kan aja di penjara biar tau rasa mantan keluarga toxin 🤭🤣
YuWie
Luar biasa
santi damayanti: terimakasih kaka
total 1 replies
YuWie
bacottt..ciatt..tendang aja al
YuWie
ngerti anak yatim piatu malah diperas.. situ waras
Suanti
jgn2 pria tua itu bpk nya amira atau kakek nya, amira 🤣🤣
Suanti
dasar keluarga toxin selalu salah kan amira 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!