Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.
Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.
Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15: RAJA SPIRITUAL YANG BERLUTUT
Suara teriakan Guan Long menggelegar hebat, membuat kaca-kaca jendela Vila Puncak bergetar keras.
Ribuan anggota Pasukan Eksekutor Sekte Naga Langit mengepung seluruh area gerbang dengan senjata terhunus.
Aura kegelapan dari Tombak Iblis Pemutus Nyawa membumbung tinggi, menutup sinar matahari pagi.
Alya yang berada di dalam kamar langsung memucat, menggenggam jemarinya penuh ketakutan.
'Suara itu... menyeramkan banget. Reno, tolong hati-hati,' batin Alya berdoa dalam hati.
Di balkon lantai dua, Reno berdiri santai sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
Dia menatap Guan Long dari ketinggian dengan pandangan seperti melihat serangga kecil.
"Lu teriak-teriak pagi begini nggak takut bikin tetangga bangun?" pukas Reno dengan nada meremehkan.
Deggg...!
Guan Long terbelalak murka, dahinya berkerut parah mendengar respon santai dari Reno.
"Pemuda Sombong! Lu nggak tahu sedang berhadapan sama siapa?!" bentak Guan Long dengan mata merah menyala.
"Gue ini Guan Long! Praktisi Ranah Raja Spiritual sekaligus Penguasa Sekte Naga Langit!" seru Guan Long bangga.
Reno melompati pagar balkon, meluncur turun tanpa bobot dan mendarat mulus di tanah.
Brakkk!
Pendaratan Reno sama sekali tidak menimbulkan suara atau retakan tanah, menunjukkan kontrol Qi yang sempurna.
Bagas melangkah di belakang Reno, berdiri siaga dengan ekspresi wajah yang sangat tenang.
"Gue nggak peduli lu Raja Spiritual atau Raja Ketoprak," sahut Reno terkekeh pelan.
"Yang jelas, lu sudah ganggu tidur istri gue," tambah Reno dengan tatapan mata yang mendadak berubah sangat dingin.
"Kepala lu bakal gue penggal hari ini!" jerit Guan Long histeris.
Brakkkk!
Guan Long menghentakkan kakinya, melesat maju bagaikan kilat hitam menuju arah Reno.
Tombak Iblis Pemutus Nyawa di tangannya memancarkan gelombang petir hitam yang sangat mematikan.
*Wusss! Wusss!*
Tebasan tombak itu membelah udara, mengincar leher Reno dengan kecepatan luar biasa.
"Jurus Naga Hitam Membelah Langit!" teriak Guan Long penuh tenaga dalam.
Para anggota pasukan eksekutor bersorak riuh, meyakini Reno akan hancur berkeping-keping.
Namun, di mata Reno, pergerakan cepat Guan Long terasa sangat lambat.
Reno tidak memilih untuk menghindar.
Dia hanya mengangkat tangan kanannya, menyambut ujung Tombak Iblis itu dengan telapak tangan telanjang!
*Bangg!*
Ledakan energi dahsyat tercipta di antara benturan tersebut, menghempaskan debu dan batu-batu kecil ke udara.
Tetapi ujung tombak tajam milik Guan Long mendadak berhenti total tepat di telapak tangan Reno.
Tidak ada setetes darah pun yang mengucur dari tangan Reno.
'S-Sinting! Nggak mungkin! Dia nahan Tombak Iblis pakai tangan kosong?!' batin Guan Long terkejut setengah mati.
Keringat dingin langsung mengucur deras membasahi dahi dan punggung Guan Long.
Dia mengerahkan seluruh Qi Ranah Raja Spiritual milikinya untuk menekan tombak tersebut ke depan.
Tapi tangan Reno seperti dinding gunung abadi yang tak tergoyahkan.
"Ranah Raja Spiritual cuma segini?" pukas Reno dengan senyum tipis sinis.
Reno menggenggam mata tombak tersebut, lalu mencengkeramnya kuat-kuat.
*Crakkk!*
Aliran energi emas Sutra Naga Kuno mendadak meledak keluar dari telapak tangan Reno.
Energi emas murni itu merayap cepat menyelimuti seluruh batang Tombak Iblis.
*Pranggg! Pranggg! Pranggg!*
Tombak Iblis Pemutus Nyawa yang merupakan senjata pusaka ratusan tahun hancur berkeping-keping menjadi debu hitam!
"T-Tombak Iblis gue... hancur?!" jerit Guan Long histeris, matanya melotot hampir keluar.
Sebelum Guan Long sempat menarik tangannya, Reno sudah melayangkan satu tendangan lurus ke dadanya.
Brakkkk!
"Guaaarkkk!"
Guan Long memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak saat dadanya dihantam kekuatan raksasa.
Tubuhnya melesat mundur menabrak mobil tank taktis di belakangnya hingga penyok parah.
Brakkk!
Guan Long tersungkur di tanah, terengah-engah dengan tulang dada yang retak hebat.
Ribuan pasukan eksekutor sekte langsung terdiam seribu bahasa, senjata di tangan mereka mendadak gemetaran.
Pemimpin besar mereka yang tak terkalahkan... tumbang cuma dalam satu serangan!
Reno melangkah menghampiri Guan Long, berdiri tepat di depan pria tua yang kini tak berdaya itu.
"Lu masih mau meratakan vila gue?" tanya Reno dingin.
Guan Long menatap Reno dengan ketakutan yang luar biasa mendalam.
Kekuatan keemasan tadi bukan milik manusia biasa, itu adalah aura Penguasa Kultivasi Tingkat Agung yang hanya ada dalam mitos!
Bruk!
Guan Long langsung merangkak naik, membenturkan kepalanya ke lantai tanah di depan kaki Reno.
"A-Ampun, Tuan Agung! Hamba buta tak mengenali dewa!" jerit Guan Long menangis histeris.
"Sekte Naga Langit bersedia tunduk dan menjadi pelayan setia Anda!" tambah Guan Long meratap pasrah.
Ribuan anggota pasukan eksekutor di belakangnya ikut berlutut serentak, membenturkan dahi mereka ke tanah.
Reno menatap Guan Long dengan pandangan datar tanpa emosi.
"Bagas, ambil alih seluruh wilayah kekuasaan Sekte Naga Langit di provinsi ini," perintah Reno tegas.
"Siap, Tuan Muda!" jawab Bagas membungkuk hormat.
"Siapa pun yang berani menolak, ratakan tanpa sisa," pukas Reno berbalik arah melangkah masuk ke dalam vila.
Guan Long hanya bisa bernapas lega karena nyawanya masih disisakan, biarpun seluruh kejayaan sektenya kini berpindah tangan.
Di saat yang sama, di ibu kota negara yang berjarak ratusan kilometer dari Kota Provinsi.
Sebuah aula megah berarsitektur kuno tampak dipenuhi oleh para sesepuh dari Istana Dewa Perkasa—organisasi kultivasi tertinggi tingkat nasional.
Seorang pria tua berrambut perak menatap layar proyektor yang menayangkan rekaman kehancuran Sekte Naga Langit.
"Pemuda bernama Reno itu... memusnahkan klan dan sekte provinsi cuma dalam hitungan hari?" tanya pria tua berambut perak dengan suara berat.
"Benar, Tetua Agung! Kekuatannya diduga sudah mencapai Ranah Kaisar Spiritual!" jawab seorang utusan berlutut di bawah.
Pria tua itu mengepalkan tangannya, matanya memancarkan kilatan pembunuh yang sangat pekat.
"Kirim Empat Pelindung Dewa ke Kota Provinsi sekarang!" perintah Tetua Agung tegas.
"Bawa pemuda itu hidup-hidup ke hadapan gue, atau hancurkan kota itu sampai rata!"