Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Pernikahan kami sempurna. Harta, takhta, dan sepasang anak kembar yang rupawan telah kami miliki. Sebagai sesama pemilik perusahaan, aku dan Mas Hanif adalah definisi pasangan ideal di mata dunia.

​Namun, kesempurnaan itu runtuh saat Mas Hanif meminta izin untuk menikah lagi. Didukung oleh ibu mertuaku, seorang wanita polos datang dan mengaku siap berjuang dari bawah bersamanya.

​Dunia mengira aku akan mengamuk. Nyatanya, di balik anggunnya hijabku, aku justru tersenyum tenang. Aku mengiyakan, bahkan mengantarnya langsung ke pelaminan maduku.

​Mereka pikir aku pasrah? Salah besar.

​Sebelum melepasnya, sebuah perjanjian gono-gini rahasia telah kutandatangani bersama Mas Hanif. Lewat strategi bisnis yang rapi, perlahan akan kutarik semua aset dan kejayaan yang menyokongnya selama ini.

​Katanya siap berjuang dari bawah? Silakan nikmati perjuangan itu tanpa sepeser pun sisa hartaku. Selamat datang di skenario dendam manisku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Setelah insiden celana robek yang super dramatis dan memalukan di area perosotan naga tadi, Tian akhirnya kembali dengan setelan celana chinos baru berwarna hitam pekat yang dia beli terburu-buru dari salah satu butik desainer di lantai bawah. Wajahnya sudah kembali rata, kaku, dan sedingin es. Pria itu bersikap seolah-olah tragedi berjalan mirip kepiting beberapa puluh menit lalu hanyalah ilusi optik belaka di mata Hanum.

​"Saya lapar. Kita makan sekarang," ucap Tian pendek tanpa basa-basi begitu dia melangkah mendekati wahana bermain.

​Mereka berempat akhirnya bergerak menuju sebuah restoran Jepang premium yang terletak di lantai dasar mal. Ruangan restoran itu didesain sangat privat dengan sekat-sekat kayu minimalis, memberikan ketenangan yang cukup dari kebisingan mal. Begitu pelayan mengantarkan buku menu, Kayla dan Kenzie langsung menunjuk-nunjuk gambar makanan dengan heboh.

​"Bunda, Kayla mau pesan Beef Ramen yang kuahnya merah ini! Terus pakai es krim cokelat yang besar!" seru Kayla dengan mata berbinar-binar.

​"Kenzie juga mau ayam goreng karage yang banyak, sama sosis!" timpal kembarannya tidak mau kalah.

​Hanum tersenyum lembut. Dia baru saja hendak mengangguk setuju sebelum sebuah dehaman berat dari seberang meja seketika memotong kalimatnya. Tian melirik menu pilihan anak-anak itu, lalu menatap Hanum dengan pandangan mata elangnya yang sarat akan penilaian kritis.

​"Jangan berikan anak-anak makanan dengan kadar MSG dan natrium setinggi itu di siang hari, Hanum," protes Tian langsung dengan nadanya yang kaku, dingin, dan lempeng tanpa ekspresi manis sedikit pun.

​Hanum mengembuskan napas pendek, menatap kakak ipar tirinya dengan sejumput rasa kesal. "Kak, mereka tadi sudah lelah bermain seharian di playground. Sekali-kali makan makanan kesukaan mereka tidak akan langsung merusak sistem pencernaan, kan?"

​Tian mendengus pelan, lalu meluncurkan doktrin kaku andalannya. "Secara medis, memberikan asupan karbohidrat sederhana berlebih ditambah sodium tinggi pasca-aktivitas fisik berat akan memicu sugar crash. Mereka akan menjadi sangat rewel dan lemas dalam dua jam ke depan. Sebagai ibu, kamu seharusnya memiliki manajemen nutrisi yang lebih taktis, bukan malah menuruti keinginan impulsif anak-anak."

​Hanum seketika meremas sumpit di tangannya dengan erat. Dadanya naik turun menahan rasa gemas yang teramat sangat.

​"Astaghfirullah... yang meminta ramen itu Kayla, yang meminta karage itu Kenzie, tapi kenapa yang diceramahi panjang lebar soal manajemen nutrisi malah AKU?!." umpat Hanum di dalam hati.

​Rasanya dia ingin sekali menyumpal mulut kaku pria di depannya ini dengan gulungan sushi berukuran besar. Rasa kesalnya membuat selera makan Hanum mendadak amblas ke dasar bumi. Hari ini dia baru benar-benar menyadari bahwa di balik sikap dingin dan berwibawanya, Tian adalah tipe laki-laki yang menyebalkan luar biasa dan sama sekali tidak mau kalah dalam berargumen.

​Namun, pemandangan kontras yang terjadi sedetik kemudian mendadak membuat Hanum tertegun. Tian memutar tubuhnya sedikit ke arah Kayla dan Kenzie yang duduk di sampingnya. Meskipun nada suaranya masih terdengar agak ketus khas pembawaannya, cara pria itu menatap kedua anaknya ternyata jauh lebih lembut.

​"Kalian berdua, dengar," ucap Tian, matanya menatap lekat si kembar. "Hari ini kalian boleh makan mi, tapi kuahnya diganti yang kaldu ayam murni, bukan yang merah pedas itu. Dan es krimnya baru boleh keluar setelah nasi dan sayur kalian habis bersih. Paham?"

​"Paham, Om Tian!" jawab Kenzie dan Kayla serempak tanpa bantahan. Anehnya, anak-anak yang biasanya suka merajuk jika dilarang oleh Hanif dulu, kini justru menurut patuh di bawah kendali tegas Tian.

​Tian kemudian menoleh ke arah pelayan. "Berikan mereka dua porsi Chicken Udon anak-anak, satu porsi buncis goreng bawang putih, dan air mineral hangat. Untuk ibunya, berikan Salmon Teriyaki Set," pesan Tian secara sepihak tanpa meminta persetujuan Hanum lagi.

​Hanum hanya bisa membuang muka, menyandarkan punggungnya ke kursi dengan wajah cemberut menahan dongkol. Makan siang itu dimulai dengan atmosfer yang terasa kaku bagi Hanum, namun luar biasa hangat bagi si kembar. Hanum memperhatikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sisi positif dari seorang Tian mulai terlihat nyata.

​Every time makanan datang, Tian dengan sigap memotong-motong daging ayam karage milik Kenzie menjadi potongan-potongan kecil agar bocah itu tidak tersedak. Saat kuah udon Kayla menetes di ujung dagunya, tangan besar Tian dengan refleks yang sangat natural mengambil tisu dan mengusapnya dengan sangat hati-hati meskipun wajahnya tetap lempeng tanpa senyuman. Tian memberikan perhatian fisik yang luar biasa protektif untuk kedua anaknya.

Sesuatu yang bahkan hampir tidak pernah dilakukan oleh Hanif selama pernikahan mereka, karena Hanif selalu terlalu malas mengurus anak saat makan di luar.

​Di tengah-tengah momen makan tersebut, Kayla yang sedang asyik mengunyah mendadak mengambil sepotong daging ayam dari piringnya menggunakan sumpit khusus anak. Dengan tangan mungilnya yang agak gemetar, bocah perempuan itu mengarahkan sumpitnya tepat di depan bibir kaku Tian.

​"Om Tian dari tadi suapin Kak Kenzie terus, Om Tian belum makan ayamnya. Ini, Kayla suapin Om! Buka mulutnya, Om... Aaaa..." ucap Kayla dengan kepolosan yang begitu manis.

​Hanum yang sedang mengunyah nasinya seketika menghentikan gerakannya. Jantungnya berdegup cemas. Matanya melotot waswas menatap ke arah Tian. Hanum tahu betul betapa tingginya tingkat higienitas dan kedisiplinan seorang Tian. Pria itu sangat kaku dan memiliki batasan privasi yang sangat ketat. Hanum sudah bersiap-siap menarik tangan Kayla, takut jika Tian akan menolak suapan itu dengan kalimat ketus yang bisa melukai hati kecil putrinya.

​Namun, kejutan besar kembali disuguhkan oleh sang pangeran es.

​Tian sempat terpaku selama dua detik menatap potongan ayam di depan wajahnya. Pria itu melirik ke arah Kayla yang menatapnya penuh harap dengan mata bulatnya yang jernih. Perlahan, rahang tegas Tian melunak. Tanpa ada guratan jijik atau penolakan sedikit pun, Tian memajukan kepalanya sedikit, membuka bibirnya, dan menerima suapan dari tangan mungil Kayla dengan sangat tenang.

​Pria itu mengunyah makanan tersebut dengan khidmat, lalu berdehem pelan untuk menutupi rasa canggungnya. "Ayamnya... sedikit terlalu asin. Tapi tidak apa-apa," gumam Tian ketus, berusaha keras mempertahankan gengsi dinginnya di depan Hanum.

​Hanum yang menyaksikan momen langka itu secara langsung dari jarak dekat merasa energinya mendadak tersedot habis. Di dalam hatinya, rasa kesal yang tadinya menumpuk akibat ceramah nutrisi tadi perlahan-lahan mencair, digantikan oleh rasa hangat yang aneh. Hanum terpaksa menelan kembali semua umpatannya. Ya, Tian memang laki-laki kaku yang menyebalkan setengah mati jika sedang bicara dengannya, tetapi Hanum tidak bisa menampik kenyataan bahwa pria dingin ini memiliki ruang terlembut di hatinya khusus untuk menjaga dan menyayangi kedua buah hatinya.

1
Irianti
Thor kenapa harus ada kata papa tiri Hanif, lebih baik disebut mertua Hanum atau pak siapa gitu biar enak baca nya, maaf yaa Thor sekedar masukan
Irianti
di bab sebelum nya pake jilbab instan, lah ko di bab ini ngga pake jilbab, ayoo Thor lebih di perhatikan lagii tulisan nyaa💪💪💪
Hana Nisa Nisa
ini juga bukannya dirumah ya ngasih uang 10jtnya kok sekarang di parkiran ktr
Hana Nisa Nisa
usahanya yg bener apa ya hijab apa disegn interior
Anonim
💪💪💪💪
Anonim
Hereeem
Alya Cahaya Hati
lanjut👍
Indra Wahyu Rianti
hanif kan penggelapan ya. kl rahma kena pasal apa?
Indra Wahyu Rianti
wkt nikah yg orang kampung dtg dikasih seragam itu siapa? sodara sarah apa orang kampungnya sarah? masa gak nagsih tau kl menikah buat menipu.
Indra Wahyu Rianti
jd penasaran cerita awal hanum hanif. knp dulu hanum gak sama tian aja y. apa krn dari dulu tian di LN mulu?
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Indra Wahyu Rianti
bego bgt bu rahma ditinggal pak irwan demi mantu sarah 🤣
Indra Wahyu Rianti
Yaa Allah... lakilaki udah dpt hanum spec sultan dan bidadari menggadaikan segalanya hanya untuk HS sm sarah.
Indra Wahyu Rianti
Yaa Allah bu rahmaaaaa.... udah dibuat hidupnya enak koq gak tau diri. dpt suami dan menantu spek sultan, nyari mantu yg selevelan dia lg 😅
Indra Wahyu Rianti
keren. seribu jempol buat papa hanif yg membela menantunya 💙
Indra Wahyu Rianti
real ada laki laki yg terpikat seorang perempuan krn didepannya rajin shalat. begitu udah dinikahi, gak tuh 😅. perempuan itu kekeh kerja LDR jd lakilakinya gak diopeni dari sejak nikah tp lakilakinya ttp nafkahi anakanaknya dan gak punya tabungan krn uangnya habis buat bolak balik pesawat nengok keluarga, bayar asuransi pendidikan anaknya dan beli aset dinkota istrinya. lucunya pas suaminya minta keluarganya pindah sekota dgnya istrinya mau asal dibelikan rumah gak mau tinggal di rumah mertuanya yg besar. lah pdhl uang suaminya udah dibeliin aset di kota istrinya. skrg suaminya sakit, istri dan anaknya gak ada yg nengok. harusnya nemenin kontrol ke penang malah jalanjalan sendiri ke china, korea, jepang. 😅 tertipuuuuuuu
Indra Wahyu Rianti
bego banget. kan udah tau kondisi yg di setting hanum. batalin aja nikahnya. kan blm nikah ini. setidaknya mgkn batal dicerein 😅. mikir dong bakal kehilangan hanum anak anak dan harta. trus dpt sarah?? hellow
Indra Wahyu Rianti
kerenkerenkeren.
author bikin kelas buat para istri dong biar bs kyk hanum 💙
Indra Wahyu Rianti
penasaran kl punya pengacara pribadi gitu bayarannya berbulan apa percase?
Mukeseh
q bingung thor 🤣🤣🤣 bab berapa gitu mereka tinggal di rumah kumuh eh skrg kok ada pembentong eee🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!