menceritakan perjalanan hubungan rumit antara Nadin, William (kakak iparnya), dan Jason (sahabatnya di Belanda), serta pengungkapan identitas ganda Nadin yang mengejutkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Kecil Wiliam
...****************...
Apa aku sangat menakuti mu gadis kecil ku?" tanya William lembut namun tatapan mata nya tak pernah lepas dari pandangan nya terhadap Nadin
"I..ya Kak" sahut Nadin jujur
"Kenapa?" tanya William
"Suara Kakak dan tatapan
Kakak buat ku merasa jantung ini terus berdebar" jujur Nadin lagi dan itu membuat William seketika tertawa
"Kenapa tertawa Kak?" tanyanya
"Kamu lucu banget Din" ucap William tersenyum tampan hingga membuat Nadin terpukau sesaat dengan senyuman William saat ini
"Cup..cup..." terdengar suara William menciumi pipi dan bibir Nadin dan seketika Nadin melotot kan mata nya pada William
"Kak, nanti Kak Stevanie tau kalau Kakak cium-cium aku" ucap Nadin dengan suara keras nya
"Jangan sampai ketahuan Stevanie, Baby" bisik William
"Aku merindukan suara mu seperti kemaren Baby" ucap nya yang langsung mendekat ke arah Nadin dan mulai menciumi Nadin
William mulai mencumbu semua di wajah Nadin hingga membuat Nadin hanya bisa merasakan hawa panas yang tak terkendali dari dalam tubuh nya lagi dan William dengan cepat membuka kancing piyama yang Nadin pakai saat ini, kemudian dia melihat jika saat ini Nadin tak memakai dalaman nya
"Apa setiap tidur kamu selalu seperti ini, Baby?" bisik William yang sibuk merem a s bagian dada Nadin saat ini hingga Nadin hanya bisa memejam kan matanya dan menikmati sentuhan William saat ini
"Iya..a. Kak" sahut Nadin pelan yang sesekali melenguh karena perbuatan William padanya
William yang mendengar itu langsung mulai memainkan nya dengan sangat perlahan-lahan dan lembut sekali di sana dengan bibir nya
William yang memanjakan ceri yang ber warna pink kesukaan nya tersebut membuat Nadin yang dari tadi diam menikmati, saat ini kembali mengeluarkan suara yang sebenar nya dia tahan sejak tadi
"Eeuugghh"
Terdengar suara lenguhan
Nadin yang membuat William tersenyum di bawah sana sambil terus menerus bermain-main dan meremas squishy kesukaan nya dan memanjakan nya saat ini
"Eeuugghh"
Nadin tanpa sadar yang terus menerus mengulang suara merdu nya saat ini yang untung nya setiap kamar di Mansion William dinding nya
"Apa sudah puas Baby?" tanya William tersenyum menatap Nadin saat ini di depan wajah nya dengan mata sayu nya
"Sudah Kak, tubuh ku sangat lemas saat ini" ucap nya
"Kalau gitu, Kakak balik ke kantor dulu ya, ada beberapa hal yang harus Kakak kerjain, Baby Istirahat lagi ya" ucap William sambil mengecup bibir dan kening Nadin saat ini dan Nadin pun hanya mengangguk pelan
William mulai menyelimuti tubuh Nadin saat ini dan pergi meninggalkan nya sendirian dikamar nya
Sepeninggal Wiliam dari kamar nya, Nadin merasa kan perasaan tak menentu di hati nya, di lain sisi diri nya mulai nyaman dengan William dan di sisi lain Nadin ingat jika William adalah Kakak Ipar nya, namun Nadin lebih memilih saat ini untuk segera tidur karena tubuh nya begitu lelah dan letih akibat perbuatan William pada nya tadi
Malam hari nya, Nadin baru terbangun pukul 9 malam dan selama sore hingga saat ini tak ada satu pun yang membangunkan nya
"Kenapa Kak Stev gak bangunin aku, kalau aku ketiduran sampai jam segini" gumam Nadin
Nadin pun mulai mengambil Hp nya yang terdapat di meja sebelah ruang tidur nya saat ini dan melihat ada pesan masuk dari Stevanie
"Din, aku keluar kota hingga lusa, kamu makan malam nya bareng William aja ya berdua" ucap nya di chat
"Ya" sahut nya cepat
Nadin pun memutuskan untuk mandi air hangat cepat saja karena hari sudah mulai malam, rencana nya Nadin ingin mengerjakan tugas kuliah nya yang saat ini mata kuliah yang tak di sukai Nadin sama sekali
Saat Nadin telah bersiap mengerjakan tugas nya, tiba-tiba perut nya lapar dan saat ini sudah lewat jam makan malam
Nadin memutuskan untuk mencari makanan di dapur yang bisa di masak cepat oleh nya
Ketika Nadin ke dapur, suasana dapur sudah sangat sepi jadi Nadin memutuskan untuk mencari di setiap lemari dan kulkas, siapa tau ada bahan masakan yang diri nya bisa masak saat ini
Nadin sangat senang ketika diri nya menemukan mie instan dan telur saat ini di depan nya, lalu Nadin mulai memasak nya saat ini
Ketika Nadin asyik memasak tiba-tiba ada sebuah tangan memeluk nya dari belakang hingga membuat Nadin terkejut dan untung saja masakan yang berada di kompor saat ini baru saja dia matikan
"Masak apa Baby?" tanya William yang saat ini mengendus leher Nadin dari belakang
"Masak Mie sama telur Kak" ucap Nadin
"Mie instan?" tanya William yang tak pernah mendengar makanan semacam itu
"Apa Kakak mau?" tawar Nadin
"Apa Kakak boleh minta di buat kan begitu juga?" tanya nya dan William mengangguk pelan
"Kak, nanti ada yang liat aku takut, kalau ada yang ngelaporin ke Istri Kakak lho" ucap Nadin yang ingin segera melepas kan pelukkan William yang membuat Nadin taknyaman karena berada di dapur
"Jam segini semua pelayan ada di kamar belakang Mansion masing-masing, Baby" bisik nya yang masih setia mengendus leher Nadin
"Oh pantesan tadi aku turun, gak ada orang Kak" ucap Nadin paham
"Apa Baby sengaja menggoda ku? kenapa gak memakai pengaman saat ini?" tanya William saat memegang nya
"Kak, aku kalau malam mau tidur, gak pernah pakai" ucap nya
"Ini udah jadi, kita makan dulu Kak, takut dingin gak enak" ucap Nadin dan William hanya mengangguk pelan
Saat mereka baru selesai makan, Nadin mulai membereskan kedua nya dan itu membuat Wiliam mengikuti Nadin kembali ke dapur
"Gak usah di cuci Baby, biarkan besok maid yang ngerjain" ucap William
"Gak apa Kak, dikit aja kok" ucap Nadin
"Apa kamu baru selesai mandi Baby? Kenapa rambut nya masih basah?" tanya Wiliam
yang baru sadar ketika Nadin selesai membersihkan piring kotor mereka
"Iya Kak, aku baru bangun jam 9 malam ini, maka nya baru mandi, ini rencana nya mau ngerjain tugas kuliah yang bikin pusing, maka nya makan dulu baru ngerjain nya" ucap Nadin kesal
"Mata kuliah apa Baby? Siapa tau Kakak bisa bantu" ucap William sambil menawarkan diri
"Mata kuliah Ekonomi Kak, aku pusing soal teori nya" ucap Nadin
"Ayo ke kamar mu" ucap William menggandeng tangan Nadin
"Mau ngapain Kak?" tanya Nadin yang seketika cemas dan itu membuat William tersenyum gemas dengan gadis kecil nya ini
pertama novel "SENTUHAN KAKA IPAR" Novel ini akan diperbarui secara berkala di aplikasi ini. Aku Post bab baru setiap malem jam 12 malem ya. Selamat datang di halaman
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas
tolong berikan dukungan kalian dengan cara memasukkan novel ini ke dalam rak buku(library), memberikan tanda suka (like), dan membagikan komentar hangat kalian! SetSetiap komentar dan dukungan dari kalian adalah kekuatan terbesar bagi saya untuk terus melanjutkan kisah ini sampai tuntas