Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Brak.

Chef Arya memukul meja penjurian membuat tubuh Kevin terlonjak kaget.

"Kebodohan dan kesombonganmu akhirnya menghancurkan hidangan mahalmu sendiri, Kevin!"

"Kau menggunakan kluwek busuk yang rasanya sangat pahit seperti empedu."

"Sausmu ini tidak bisa dimakan sama sekali, rasa pahitnya menempel kuat di langit langit mulutku."

Chef Renata ikut menggelengkan kepalanya dengan tatapan kecewa.

"Mencicipi bahan baku sebelum dimasak adalah aturan dasar seorang koki, Kevin."

"Hari ini kau telah gagal total memahami bahan utama yang kami berikan."

Wajah Kevin memerah padam menahan rasa malu yang luar biasa di depan musuh musuhnya.

Dia hanya bisa menunduk dan mengepalkan tangannya kuat kuat karena tidak bisa membantah kenyataan pahit tersebut.

"Kembali ke mejamu, nasibmu hari ini benar benar berada di ujung tanduk," usir Chef Arya tajam.

Kevin mengambil sisa piringnya dan berjalan gontai kembali ke barisannya tanpa berani menatap Aldo.

Aldo hanya menatap lurus ke depan, dia sudah memprediksi kehancuran Kevin sejak awal pria itu memblender kluweknya.

Penjurian dilanjutkan dan kali ini giliran Toni yang dipanggil maju ke depan.

Toni membawa mangkok berisi sup ikan kluweknya dengan tangan yang gemetar hebat.

"Ini sup ikan dori dengan bumbu kluwek dan kemangi, Chef," ucap Toni pelan.

Chef Arya mengambil sendok dan meminum sedikit kuah encer berwarna abu abu tersebut.

Tiba tiba Chef Arya terbatuk kecil dan langsung membuang sisa kuah di sendoknya ke lantai.

"Apa kau ingin membunuh dewan juri di kompetisi ini?!" bentak Chef Arya dengan suara yang sangat menggelegar.

Toni langsung menangis tersedu sedu ketakutan melihat reaksi mengerikan dari juri utama tersebut.

"T-tidak Chef, saya hanya merebusnya seperti biasa."

"Kau memasukkan kluwek mentah langsung ke dalam kuah berair tanpa menumisnya terlebih dahulu!"

"Kuahmu ini mengandung sisa racun sianida dari kluwek mentah yang membuat lidahku kebas dan tenggorokanku gatal."

"Ini bukan sekadar hidangan gagal, ini adalah hidangan beracun yang berbahaya!"

Chef Renata langsung menarik mangkuk Toni menjauh dari meja agar tidak ada yang memakannya lagi.

"Maafkan saya Chef, waktu saya tadi hampir habis jadi saya buru buru," isak Toni membela diri.

"Tidak ada alasan untuk kelalaian yang bisa membahayakan nyawa orang lain."

"Lepaskan celemek hitammu dan keluar dari galeriku detik ini juga!" usir Chef Arya tanpa memberikan kesempatan kedua.

Toni menangis keras sambil melepaskan celemeknya dan berlari keluar galeri diiringi tatapan iba dari peserta lain.

Kevin yang melihat kejadian itu langsung menghela nafas lega secara diam diam.

Setidaknya hidangan pahit miliknya tidak sampai beracun seperti milik Toni, jadi nyawanya sedikit aman hari ini.

"Panggilan terakhir, Aldo Raditya, bawa mangkokmu ke depan," panggil Chef Bram.

Ketegangan kini berpindah sepenuhnya ke pundak Aldo.

Dia mengangkat mangkok rawonnya dan berjalan tenang menyusuri lorong menuju meja penjurian.

Asap panas dari kuah rawon itu mengepul ke udara membawa aroma yang sangat memanjakan hidung.

Aldo meletakkan mangkok itu di depan juri dan mundur satu langkah.

"Ini adalah Rawon Daging Sandung Lamur klasik Nusantara, Chef," ucap Aldo singkat dan jelas.

Chef Renata langsung tersenyum melihat warna kuahnya.

"Warna kuahmu hitam pekat dan sangat mengkilap, ini pertanda kluweknya ditumis dengan sangat matang."

Chef Arya tidak banyak bicara dan langsung mengambil sendok untuk menyeruput kuah rawon tersebut.

Slurp.

Suasana kembali hening saat Chef Arya mengunyah potongan daging beserta tauge segar dari mangkuk Aldo.

Glek.

Chef Arya menelan makanannya dan memejamkan matanya selama beberapa detik.

Tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh juri paling kejam tersebut.

"Aldo, aku menghukummu masuk ke Pressure Test karena kau terlalu berani melanggar aturan," ucap Chef Arya membuka mata.

"Tapi hari ini, kau membuktikan bahwa keberanianmu itu memang didasari oleh kehebatan yang nyata."

"Kuah rawon ini sangat luar biasa, rasa kluweknya dalam, gurih, dan sama sekali tidak ada jejak pahit."

Chef Bram ikut mencicipi rawon tersebut dan langsung mengangguk puas.

"Daging sandung lamurnya lumer di mulut dan bumbunya meresap sampai ke serat terdalam."

"Kau tahu persis bagaimana memperlakukan kluwek ini sebagai rajanya bumbu Nusantara."

"Ini adalah rawon terbaik yang pernah disajikan di musim ini," puji Chef Bram tanpa ragu.

Mendengar pujian beruntun itu, Rina dan beberapa teman Aldo di atas balkon langsung bersorak kegirangan.

Aldo menundukkan kepalanya dalam dalam untuk menyembunyikan senyum lega di bibirnya.

"Terima kasih banyak atas penilaiannya, para Chef."

"Kerja bagus, Aldo. Kau adalah orang pertama yang lolos dari lubang jarum malam ini."

"Silakan naik ke atas balkon dan bergabung dengan teman temanmu," perintah Chef Arya.

Aldo berbalik dan berjalan menuju tangga balkon dengan langkah yang sangat ringan.

Saat dia melewati Kevin, Aldo tidak perlu mengucapkan sepatah kata pun untuk menunjukkan kemenangannya.

Tatapan mata Aldo yang tajam sudah cukup untuk membuat harga diri Kevin hancur berkeping keping malam ini.

Aldo menaiki tangga dan langsung disambut pelukan hangat dari Rina yang menangis bahagia.

"Aku sudah bilang kan, kamu pasti bisa mengalahkan mereka semua," isak Rina.

"Terima kasih Rina, kita berdua selamat hari ini," balas Aldo tersenyum.

Di bawah sana, Chef Arya menatap Kevin dan sisa peserta Tim Merah yang masih gemetar ketakutan.

"Kalian yang tersisa di bawah sana masih harus menunggu keputusan akhir kami."

"Hanya karena ada satu hidangan beracun, bukan berarti hidangan pahit kalian aman dari eliminasi."

Galeri Master Chef kini benar benar menunjukkan wujud aslinya sebagai arena gladiator kuliner paling kejam di negeri ini.

1
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
makasi crazy up nya
kiyoe: Terimakasih kak Heni selalu atas support nya 🙏
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Was pray
Rina mentalnya tempe ketakutan mesti perut mules. kok gak pusing atau yg lain.. masak hobi kok perut mules. 🤭
Was pray
Aldi sering kalah duluan bangun paginya sama Kelvin
Was pray: si Aldo thooor...
total 2 replies
sitanggang
terlalu monoton, hanya seputaran galery memasak saja. gak ada konteks diluar gallery , sprti org yg pinjamkan uang 50k atw kluarganya yg me onton di tv semisalnya🙄
kiyoe: kan Aldo yatim piatu kak
total 2 replies
ceuceu
di tunggu up nya thor
Was pray
nah benar kan? sejelek apapun hasil masakan Kevin tetap lolos, lama lama jadi kurang greget baca novel ini
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
ceuceu
aneh kok bisa jojo bertahan pdhl ga bisa masak ceroboh,knp ga tereleiminasi dari awal thor,masak apa si jojo selama tanding?
ceuceu
baru tau tehnik membuka kluwek
kiyoe: wkwk berarti belum pernah masak pakai kluwek yaa kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
danang sotoy arogan
ceuceu
serakah bgt kevin
ceuceu
perjuangan seorang anak demi masa depan
Was pray
beberapa kali Kevin melakukan kesalahan dalam memasak tapi tetap juga lolos... ini ntar memasak bebek betutu yg amburadul juga lolos lagi kah?
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
kiyoe: Terimakasih kak selalu mensupport saya 🙏
total 1 replies
Was pray
Danang and Jojo selevel Danang sok pintar tapi o'on Jojo berpikir lemot tapi mau belajar walau pelan, kalau Dua koki ini digabungkan satu tim bisa mengundang tim damkar.... 🤣🤣🤣
Was pray
kok bisa lolos audisi si Jojo k as lau masak dop aja keasinan? ntar kalau Jojo bukan warung makan bisa bisa pembelinya bisa pada darah tinggi tuh..... 😄😄😄
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
Was pray
ya salah tim biru sendiri yg memilih Danang jadi kapten tim, kalau udah kacau baru menyesal
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!