Indonesia
NovelToon NovelToon
PANGERAN SUBUH (Ustadzku, Guruku, Suamiku)

PANGERAN SUBUH (Ustadzku, Guruku, Suamiku)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Obsesi / Beda Usia / Tamat
Popularitas:136.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim99

Karena kenakalan remaja yang sudah di ambang batas wajar, sepasang suami istri memutusakan untuk mengirim anak bungsunya ke sebuah pesantren di pedesaan.
Namun, hal ini menjadi awal konflik batin terbesar untuk seorang gadis bernama Azizah. Gadis berusia 18 tahun yang masih duduk di kelas 12 itu menolak untuk dipindahkan apalagi saat kakeknya (pemilik pesantren) menyarankan Azizah untuk dinikahkan dengan seorang ustadz kebanggaan kakek Azizah dengan alasan untuk kebaikan Azizah.
Pemberontakan terjadi, awal pernikahan yang rumit membuat Azizah bersikeras untuk mendapatkan talak dari suaminya. Sejak awal, Azizah menerima perjodohan itu hanya untuk mengamankan posisinya saja. Karena, ia berpikir, pernikahan itu tidak penting, setelah dia menikah, dia bertekad untuk membuat suaminya jengkel dan akhirnya berujung perceraian. Begitulah rencana Azizah.
Satu hal yang Azizah tidak tahu, laki-laki yang menikahinya ternyata adalah ustadz dengan julukan kesabaran seluas samudra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Semakin Rumit

Jam Sembilan malam, dua pria di dalam rumah besar itu mondar mandir tidak karuan, mereka berdua berada di depan kamar utama, mencari cara agar kedua wanita di dalam sana mau menerima mereka.

“Bi … harusnya Ummi yang keluar, kenapa Ummi malah betah banget di dalam, apa enggak kangen sama Abi hmm?"

Abi Ziyad memutar bola mata, seharusnya yang dipertanyakan adalah Azizah. Farhan menikah dengan perempuan itu belum lama, tapi si perempuan sama sekali tidak merasa kehilangan saat suaminya tidak ada, ini aneh bukan?

“Apa kamu enggak anu ya?”

“Anu?” tanya Farhan kebingungan.

“Iya anu, mungkin kamu enggak mahir kali.” Abi Ziyad menaik-turunkan alisnya di depan sang anak.

Farhan bergidik ngeri, pria tampan itu menggelengkan kepalanya, memilih untuk mengetuk pintu kamar perlahan dan masuk, meninggalkan Abi Ziyad yang berjongkok di dekat pintu. Terlihat sangat menyedihkan apalagi posisinya yang berselimut sarung loreng. Persis seperti bapak-bapak yang sedang bertugas di pos ronda.

“Abi lagi ngapain?” tanya Salma. Perempuan itu muncul dari arah tangga, membawa mug besar berisi coklat panas yang akan menemaninya menelusuri apa yang sudah diminta oleh sang kakak. “Kalau mau ngeronda jangan di sini, Abi.”

“Apaan ikh … udah sana pergi.”

“Yeayyy … sewot.”

Salma kembali ke kamarnya, perempuan itu meletakan mug di sisi kanan sebelum akhirnya duduk, menghidupkan laptot juga memakai headphone. Bibirnya tersenyum saat beberapa data yang tadi dia minta dari seseorang sudah sampai juga. Namun, informasi pertama kurang menyenangkan. Hingga ....

Saat ia memriksa sesutu yang lain, satu hal ini luput dari pengetahuannya dan sang kakak. Dulu mereka hanya mencari informasi tentang siapa Azizah dan juga latar belakang keluarganya. Bagaimana keseharian perempuan itu dan kini informan mereka malah memberikan mereka fakta yang sangat-sangat membuat Salma tidak bisa berkata-kata.

“Bagaimana jika Azizah tahu tentang ini, dia pasti akan sangat sedih.”

Dengan cepat ia merubah format file yang dia miliki untuk selanjutnya ia kirimkan kepada sang kakak. Farhan menikah dengan Azizah memang karena perjodohan, akan tetapi dia tidak semerta-merta menerima itu tanpa melakukan apa pun.

“Halo, Mas. Wa’alaikumssalam. Salma lagi di rumah Kak Farhan.”

“Mas jemput sekarang ya. Ada yang harus kita bicarakan, Dek.”

Salma menaikan kedua alisnya. Jika sudah seperti ini dia tidak bisa melakukan apa pun, padahal masih ingin merecoki pengantin baru, tapi ya mau bagaimana ….

“Abi masih di situ? Kenapa enggak tidur di kamar aja?”

Abi Ziyad menggelengkan kepala. Bukan tidak ingin, tapi dia masih berharap kalau Azizah mau melepaskan sang istri.

“Mangkanya jangan tidur terus di ketek ummi. Jadi kebiasaan pan.”

Belum sempat mengatakan apa-apa, Salma sidah menarik tangan Abi Ziyad, mengecup punggung dan telapak tangannya tergesa.

“Mau ke mana?”

“Mas Biru katanya mau ke sini, kayaknya tadi udah di villa deh. Salma pergi dulu ya, Abi. Tolong bilangin sama mereka kalau Salma pamit pulang.”

“Lah ….”

“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumssalam.”

Salma keluar dari rumah itu, benar saja, saat ini sang suami sudah ada di sana, dia berbohong saat mengatakan akan menjemput karena pada kenyataannya malah selalu sudah ditempat. Aneh? Tentu saja tidak, ini adalah cara meeka melindungi satu sama lain, mereka terhubung ke ponsel semua anggota keluaraga yang di mana ketika mereka berada di radius yang sangat jauh pun, mereka akan mengetahui lokasi terkini satu sama lain.

“Ada apa Mas?”

Alibiru tersenyum, ia memakaikan helm untuk istri cantiknya dan motor itu membawa kedunya membelah gelapnya malam. Angin yang bertiup pun tidak terasa dingin sebab pelukan si perempuan yang sangat erat.

Tidak butuhwaktu terlalu lama untuk sampai di depan villa yang selama ini Salma gunakan untuk tempat tinggal dan juga tempat bersembunyi dari hingar bingar dunia luar.

“Kenapa kita ke sini? Ada yang Mas butuhkan?”

Lagi-lagi Alibiru tersenyum, ia membawa istrinya masuk ke dalam rumah. Berjalan menuju salah satu sudut di mana sudut itu memang tempat meletakkan semua komputer dan beberapa alat elektronik.

“Coba lihat ini!”

Alibiru menghidupkan layer monitor besar di depan meraka kepada sang istri.

“Apa ini Mas?’

Pria itu menarik pinggang sang istri, mengecup kening sang istri berkali-kali sebelum akhirnya kembali focus ke layar di depan.

“Kak Farhan tadi ngirim ini sama mas. Dia bilang kalau orangnya sudah menemukan tanah untuk membangun pesantren yang sudah lama kita impikan, beberapa lembaga termasuk Lembaga Pendidikan sudah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan kita. Hanya menunggu kakak menyelesaikan beberapa hal dan apa yang selama ini kita impikan akan terwujud.”

Salma menatap ke arah sang suami dengan mata berkaca-kaca. Sudah tiga tahun sejak mereka ingin membuat pondok pesantren modern yang akan mendukung bakat dan kemampuan para santri dalam bidang tertentu dan sekarang pembangunan akan segera dilakukan?

“Terima kasih karena selalu mendukung kami, Mas.”

Salma memeluk suaminya cukup lama. Pelukan yang semakin mengendur itu memudahkan Alibiru untuk mendongakkan wajah sang istri, ia sendiri menunduk mengecup bibir ranum sang istri dengan sangat lembut.

Malam itu, keduanya sama-sama meneguk manisnya cinta bersama. Salma seolah lupa jika besar kemungkinan, Farhan masih belum terbebas dari masalah yang harus dia hadapi nanti.

1
🌟 Dauzz🇲🇨
akhirnya happy ending 😍
🌟 Dauzz🇲🇨
rasani ngeselin emang
🌟 Dauzz🇲🇨
astagfirullah Azizah geram dengan sifat nya
🌟 Dauzz🇲🇨
bagus ceritanya
🌟 Dauzz🇲🇨
duh makin penasaran
🌟 Dauzz🇲🇨
waduh rupanya ada pelakor 🤭
Danny Muliawati
nah km pinter boy
Danny Muliawati
waduh gawat ktm boy
Danny Muliawati
knp hrs teriak2 kan ada hp
Danny Muliawati
smga yg terbaik yah Thor aq mah sk deg deg an
Danny Muliawati
ada aza yah masalah semangat thor
Danny Muliawati
penasaran banget info dr salma apakah itu
Danny Muliawati
manusia menjelma d'zal bilqis nama nya sgl cara di lakukan klo sdh cinta ga tau diri sdh di tampung di sekolahkan
Danny Muliawati
astagfirullahalazim bilqis bilqis smga Thor ada jln terbaik kasian azizah
Danny Muliawati
ga jaminan yah usia lebih dewasa dr azizah sgl cara ga baik di lakukan demi cinta sm ustad jadian deh lo bilqis cinta tak sampai 😂😂
Danny Muliawati
ternyata ustad itu banyak fans nya yah
Danny Muliawati
fikiran anak remaja yg frustasi bkn nya bersukur di angkat derajat menuju baik
Bagus Rahmad
terimakasih banyak atas hiburannya
Bagus Rahmad
ini baru menerima kenyataan paling bentar,kecewanya dan patah hati laki2 gak selama wanita
Bagus Rahmad
gilaa..anakbjaman now
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!