Indonesia
NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Ghazi

Mutiara Hati Ghazi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.

Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.

Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.

"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan Mutiara

"Ddrrttt.... Ddrrttt ...

"Assalamualaikum...

"Assalamualaikum warahmatullahi, Wabarakatuh...

Ddrrttt.. Ddrrttt...

Ghazi yang baru saja menyelesaikan sholat tahajudnya itu, Langsung meraih benda pipihnya yang sejak tadi bergetar diatas meja.

"Gabriel?" Ghazi melihat jam, Waktu masih menunjukkan pukul tiga dini hari. Kok tumben saudaranya itu menelfonnya di jam segini?

"Halo, Assalamualaikum..." Ghazi langsung mengangkat panggilan telepon dari saudara kembarnya itu. Ia yakin pasti ada yang penting. Karena kalau tidak penting, Mana mungkin Gabriel menghubunginya sepagi ini.

"Waalaikum salam...

"Ada apa?

"Pulanglah.. Umma jatuh dari tangga. Kondisinya cukup parah...

Deg!

"Ap..Apa? Umma jatuh?

"Iya.. Cepatlah segera pulang..."

Mendengar kabar cinta pertamanya jatuh dan cukup parah. Tanpa menunggu lagi, Ghazi langsung beranjak.

Pria itu segera mengganti pakaiannya, Lalu meraih jaketnya. Ia harus pulang sekarang, Umma jatuh dan dia harus melihat seperti apa kondisinya saat ini.

"Ghazi, Mau kemana?" Tanya salah satu temannya yang terbangun karena panggilan alam. Pria itu tersenyum tipis..

"Aku harus pulang, Ibuku masuk rumah sakit.." Ucap Ghazi dengan tenang. Temannya itu cukup terkejut.

"Pulanglah.. Tapi apa gak izin dulu sama Tuan dan Nona Tiara? Cuma kalau di jam segini mereka masih tidur kayaknya.." Kata temannya tadi.

"Aku akan izin lewat telepon saja...

"Orang dalam mah bebas.." Ucap temannya seraya terkekeh.

"Ya, Sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu.."

"Hati-hati...

Sebelum Benar-benar pergi, Ghazi telah menghubungi Galih. Akan tetapi pria itu tidak mengangkatnya sama sekali. Terpaksa Ghazi mencoba mengirim pesan untuk meminta izin pulang sebentar.

Setelah mengirim pesan, Ghazi menghentikan langkahnya. Kepalanya medongak menatap keatas, Dimana kamar Mutiara berada.

"Assalamualaikum.. Dek, Sebelumnya Mas minta maaf. Mas izin pulang dulu, Ya.. Umma nya Mas masuk rumah sakit.. Tapi Mas janji, Secepatnya Mas akan kembali...

Tak ingin mengganggu sang pujaan hati, Ghazi memilih izin dengan mengirim pesan saja. Matanya tak lepas melihat kamar yang gelap itu..

Tak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya, Ghazi sangatlah berat untuk meninggalkan gadis itu seorang diri.

"Mas, Pulang dulu ya.. Jaga diri kamu baik-baik.." Ucap pria itu sebelum Benar-benar pergi.

...***************...

Tanpa Ghazi sadari, Bahwa Mutiara tidak tidur sama sekali. Setelah mendengar cerita Bi Yani tentang kisah kedua orangtuanya. Mutiara tidak mampu berkata apapun lagi. Kisah cinta Papa dan ibunya sungguh sangat menyakitkan.

Cinta tulus mereka harus terhalang oleh restu. Karena memang tidak adanya kesetaraan antara Papanya, Yang lahir dari keluarga terpandang sementara ibu kandungnya hanya seorang pelayan.

Sedangkan Diandra. Dengan kekuatan yang ia punya bisa melakukan apapun. Termasuk membeli cinta suci Galih pada Anjani. Anjani yang hanya wanita biasa bisa apa? Demi cintanya wanita yang malang itu dengan ikhlas melepas cintanya.

Bahkan setelah sembilan tahun berlalu, Anjani masih sendiri. Bukan tidak ada pria yang ingin meminangnya, Tapi karena rasa cintanya ysng begitu besar terhadap Galih, Membuat wanita cantik itu sulit membuka hari untuk pria lain.

Begitu pertemuan itu kembali. Anjani terpaksa menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Galih dan Diandra, Sebelum kekejaman menghantamnya.

Demi cintanya pada Galih serta rasa sayangnya dengan Mutiara, Anjani tulus memberikan Jantung dan matanya untuk Wanita itu.

Di pagi-pagi buta ini, Mutiara keluar dari kamarnya. Gadis itu memakai hoodi tebal dan celana jeans panjang.

Pagi ini, Mutiara berniat hendak pergi ke wilayah A untuk mengunjungi makam Ibu kandungnya. Dengan taksi online yang telah dipesannya, Mutiara segera masuk.

Jujur, Mutiara merasa takut menaiki taksi ini seorang diri. Kejadian beberapa waktu yang lalu membuat ketakutan yang Mutiara alami bertahan sampai sekarang.

"Ke wilayah A ya, Mas..

"Baik mbak.." Kendaraan roda empat itu melaju. Mutiara juga menonaktifkan ponselnya agar dia tidak bisa dihubungi.

Gadis itu juga tidak peduli dengan pesan yang dikirim Ghazi. Yang ada dalam otaknya saat ini ialah, Dirinya sampai dimakam sang ibu.

Kemungkinan Mutiara juga tidak tahu kalau Ghazi pulang kekota kelahirannya.

Sepanjang perjalanan, Mutiara hanya diam saja. Diluar sana, Cuaca sedang mendukungnya. Langit yang biasa cerah setiap harinya itu kini berubah menjadi mendung petang. Sama seperti kondisi hati Mutiara yang terasa gelap saat ini..

Rintik hujan pun mulai turun secara perlahan membawahi buminya. Mutiara, Dia memejamkan matanya karena rasa kantuk yang mulai menyerang. Maklum saja, Semalaman ia tidak dapat memejamkan matanya.

"Mas..

"Iya mbak..

"Saya mau tidur. Kalau udah sampai, Tolong bangunin ya.. Mas gak punya niat jahat kan ke saya?" Pria yang merupakan supir taksi online itu hanya terkekeh dengan pertanyaan Mutiara.

"Mana berani saya macam-macam, Mbak.. Saya juga punya rasa takut. Apalagi saya punya anak gadis.. Kalau saya punya niat buruk, Takut karma Allah bukan terbalas ke saya, Melainkan ke keluarga saya.." Jawan pria itu. Mutiara mengangguk, Ia mulai memejamkan matanya hingga tak lama mulai terlelap.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Mbak, Mbak.. Sudah sampai. " Mutiara mulai mengerjabkan matanya secara perlahan. Gadis itu terbangun karena supir taksi tadi telah membangunkannya.

Mutiara duduk sebentar, Kepalanya terasa pening. Mungkin karena semalam tidak tidur, Sekalinya tidur hanya sebentar saja.

"Udah sampai, Ya?

"Sudah..

Mutiara meraih beberapa lembaran merah kemudian langsung diberikan pada supir taksi online tersebut.

"Mbak, Ini uangnya kebanyakan..

"Gapapa.. Ambil aja.."

"Terima kasih ya, Mbak..

"Iya" Ucap Mutiara berlalu turun. Mutiara melihat sekeliling tempat itu, Kata Bi Yani perjalanan menuju makam ibunya akan memakan waktu sekitar dua jam an lebih.

Dia sampai keempat ini kurang dari dua jam. Mungkin karena pagi hari, Kendaraan masih sepi dan Kendaraan pun berjalan dengan lancar.

"Ibumu suka bunga mawar putih.. Dia pasti senang melihat putrinya datang dengan membawa bunga itu..

"Bibi tahu letak makam Ibu disebelah mana?

"Tempatnya paling pojok dan paling mewah sendiri.. Karena Tuan selalu memberikan yang terbaik..

Mutiara berjalan dengan santai menuju tempat pemakaman umum yang akan menjadi tujuannya. Gadis itu mampir ditoko bunga yang letakkan tak jauh dari area pemakaman.

Padahal ini masih pagi, Tapi toko tersebut sudah buka. Mungkin karena dekat dengan pemakaman, Makanya sepagi ini sudah siap melayani pembeli.

Mutiara memesan beberapa tangkai bunga mawar putih yang katanya adalah kesukaan ibunya.

Mutiara benar-benar pergi mencari makam sang ibu. Hingga, Gadis itu berhenti ketika nama Anjani Rahayu terpampang nyata dihadapannya.

Ia yakin, Kalau makam itu adalah makam ibunya. Dengan perasaan yang campur aduk, Gadis itu segera duduk bersimpuh dihadapan makam tersebut.

"Assalamualaikum, Ibu..." Ucap Mutiara seraya meletakkan bunga mawar putih itu.

"Ini, Tiara.. Maaf, Putrimu ini baru datang berkunjung." Ucap Mutiara, Air matanya mengalir deras. Setelah dua puluh satu tahun berlalu ini baru bernama kalinya Mutiara datang ke makam ini mengunjungi ibunya.

Gadis itu menangis memeluk rumah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu.

Mutiara memeluk makam Anjani dengan rasa rindu yang teramat dalam. Gadis itu juga mencurahkan segala isi hatinya disana seolah ibunya bisa mendengarnya.

Memang benar, Pengorbanan seorang ibu itu sangatlah besar. Seperti Anjani, Wanita itu rela pergi dari dunia ini selama-lamanya demi kebaikan sang putri.

Bahkan sebelum mendonorkan mata dan jantung nya untuk Diandra. Anjani berniat, Bahwa meskipun dia tidak bisa hidup. Tapi lewat Diandra, Anjani bisa melihat putrinya serta bisa merasakan kedekatan mutiara dari dekat.

Namun sayangnya, Diandra yang memang punya dendam tidak sadar akan semua itu. Semuanya tertutup oleh rasa benci..

TBC

1
Lusi Hariyani
untung mutiara krm pesan sm ghavi
Sri Rahayu
semoga Ghazi bisa menemukan keberadaan Mutiara secepatnya 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Muft Smoker
org tamak selalu rugii ,,
😏😏😏 ,,

semoga ghazi bisa cepat menemukan mutiara ,
Ani
sokor
Nice1808
Hazel hazel kau gk akn menang dr mutiara🤣krna otak mu zonk isinya hnya kelicikan dan manipulatif🤭🤣
Evi alvian
dengan kepergiannya Mutiara semoga orang" yg telah menyakitinya sadar dan menyesalinya..
lanjut thor ditunggu kelanjutannya, semangattttt💪💪
Ariany Sudjana
akhirnya si pelacur murahan yang bodoh ini nongol lagi. jelas saja skripsi kamu ga maju-maju, kan kamu bodoh, udah gitu kamu itu hanya pelacur murahan, yang bisanya menggoda laki-laki kaya supaya kamu jadi orang kaya, padahal otak kamu zonk😂😂🤣🤣 dan kamu kan hanya bisa jadi pencuri hasil karyanya mutiara, jadi novelnya ga maju juga, karena bukan kamu yang nulis 😂😂🤣🤣 dan bodohnya masih ada laki-laki kaya yang percaya sama omongan kamu, sampai membela kamu sedemikian rupa dan meninggalkan tunangannya 😂😂🤣🤣 dasar bodoh
Adrian: iya betul 100 buat kakak jawaban paling mantap🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
mutiara ga mau merepotkan orang katanya, tapi dengan kamu ambil keputusan pergi jauh, kamu ga pikirkan papa kamu gimana? kalau papa kamu jadi sakit karena stress mikirin kamu, apa kamu tega?
Fia Ayu
Hayoo masih ada yg melek gk nie, klo di indo jam 2 an, di qatar baru jam 10 lewat, makasih thour up di jam segini🙏🏻
Fia Ayu: Iya kak, pejuang fulus nie😁
total 2 replies
Ani
bila perlu sekalian orangnya dimasukkan ke api biar jadi abu 😤😤😤😤
Sri Rahayu
Tiara knp kamu nyuruh Devi ksh ATM.mu ke Kendra...itu kan hak kamu keenakan Kendra bisa2 diambil Hazel nanti...lanjut Thorr😘😘😘
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kendra tololnya ga ketolong lagi. udah berkali-kali ada bukti, masih aja bisa dikibulin. guoblok banget
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener kan si rio yg bertopeng
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
si ex bodyguard nya
Lusi Hariyani
ghazi cpt dtg dong bantu mutiara pergi
Evi alvian
alurnya bkin gregetan banget dach.. bacanya aja ampe dating lama" aku gedek ama ceritanya😁🤭✌️sumpah othornya berhasil bkin para readers pada greget bacanya🤭✌️✌️
Ayudya
Rio siapa juga yg mau simpan barang yg Uda ga berguna sama sekali lebih baik di musnahkan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
mutiara bodoh knpa semua kesusahan dipendam sendiri, knpa ada Ghazi juga dianggap sama dgn kendra yg jahat padahal Ghazi beneran tulus pada mutiara
Nice1808: betul 😃
total 2 replies
Ninik
aku justru greget sama Mak othor sebab up nya cuma satu satu
Ariany Sudjana
ini mutiara bodoh, kenapa semua dipendam sendiri? buat apa tunangan sama Ghazi? kalau Ghazi jadi seperti orang bego, yang ga ngerti apa-apa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!