" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 10
Setelah mengurus masalah Lukman ludwighe kembali ke ruangannya ,ia menghela nafasnya dengan lelah.
Ludwighe mengambil ponselnya dan menghubungi Bella.
Tut... Tut...
Di dering kedua Bella mengangkat telpon tersebut.
" halo mas ,ada apa " ucap Bella
" hmm ,tidak ada" jawab ludwighe
Tapi Bella tau suaminya itu pasti lagi ada masalah
" hmm ,mas mau aku suruh sopir anterin makan siang gak" tanya Bella.
" kau saja yang ke sini " ucap ludwighe
Bella tersenyum senang mendengarnya.
" beneran mas ,Bella boleh ke kantor mas " ucap Bella memastikan.
" hmm datang lah bersama sopir " ucap ludwighe.
" iya mas ,kalau gitu udah dulu ya Bella mau masak untuk makan siang mas nanti " ucap Bella dengan semangat.
" baiklah " balas ludwighe
Kemudian Bella menutup panggilan telponnya dan bergegas pergi ke dapur untuk masak menu makan siang nanti.
Di ruangan bagas
Bagas memeluk lani yang masih terisak di pelukannya
" sudah tenanglah ada aku di sini " ucap Bagas menenangkan ia usap surai lani dengan lembut.
" hiks hiks say - a takut pak" jawab lani,
Lani semakin menangis saat mengingat bagaimana pak Lukman mencoba melecehkannya.
" jangan takut ,ada aku tenang lah lani saya sakit melihat kamu begini" ucap Bagas.
Hatinya sakit sekali melihat lani yang hancur seperti ini.
lani mencoba untuk tenang dengan perlahan ia mengatur nafasnya dan mengendalikan dirinya.
Bagas terus berada di sisi lani
" minum dulu " ucap Bagas sembari memberikan segelas air pada lani
Lani meminumnya dengan pelan.
" katakan padaku apa saja yang sudah si lakukan si keparat itu padamu " tanya Bagas ada kilat amarah di matanya.
" tidak pak ,dia belum sempat melakukan apapun pada saya" ucap lani kedua matanya kembali berkaca-kaca.
" syukurlah , maaf kan saya terlambat membantumu" ucap Bagas sendu ia menyesal karna terlambat menyadari bahwa lani dalam bahaya.
" tidak ,bapak yang telah menyelamatkan saya terima kasih pak ,saya gak tau apa yang akan terjadi pada saya kalau aja bapak gak datang tepat waktu saat itu " ucap lani
" tidak akan terjadi apa - apa padamu tidak akan ku biarkan " ucap Bagas
" istirahat lah di sini terlebih dahulu " ucap Bagas kemudian baga berjalan ke arah sebuah pintu dan membukanya.
Ternyata itu adalah sebuah kamar tidur yang luas.
" ayo masuk ,kamu istirahat di sini dulu ya ,atau mau saya antar pulang " ucap Bagas
" tidak ,saya istirahat di sini saja pak ,saya akan ke ruangan saya saja " ucap lani
" jangan membantah saya lani , istirahat di sini" ucap Bagas
Lani yang lelah pun akhirnya mengangguk dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Di luar gedung kantor Bella baru saja turun dari mobil ,kemudian ia melangkah memasuki kantor suaminya itu.
" permisi mbak" ucap Bella
" iya ada yang bisa saya bantu,mau bertemu dengan siapa ya nona" ucap resepsionis wanita tersebut.
" hmm ruangan pak Ludwighe di lantai berapa ya mbak" tanya Bella
" ruangan pak ceo ada di lantai paling atas nona ,maaf apa sudah ada janji temu " tanya wanita tersebut.
" sudah mbak" jawab Bella
" kalau begitu silahkan nona" ucap sang resepsionis wanita tersebut.
Bella mengucapkan terimakasih lalu berjalan menuju lift khusus para petinggi di kantor.
Sesampainya di lantai atas Bella melangkah kan kakinya dan berjalan menyusuri lorong dan ya Bella menemukan ruangan Ludwighe karna hanya ada satu ruangan di lantai atas yaitu ruangan suaminya.
Tok tok tok
" masuk" ucap ludwighe
Ceklek
" mas " ucap Bella
ludwighe terkejut ia menatap ke arah pintu dan ternyata Bella sedang berdiri sambil memegang kotak bekal di tangannya.
ludwighe berdiri dan merapikan jas nya ia berjalan menghampiri Bella.
" kenapa tidak telpon kalau sudah sampai ,aku bisa menjemput mu di bawah tadi" ucap ludwighe ia bawa Bella menuju ke sofa dan mendudukkan dirinya dan Bella di sana.
" gak papa mas ,Bella cuma mau bikin mas terkejut" ucap Bella.
ia buka bekal yang tadi di bawanya dari rumah dan mulai menyajikannya.
" mas ayo makan dulu ,pasti mas belum makan " ucap Bella .
" hmm " balas ludwighe
Menu yang di bawa Bella sangat sederhana yaitu sambal ayam balado dengan tumis kangkung dan dan rendang daging.
" maaf ya mas Bella masaknya yang sederhana" ucap Bella
" hmm aku bukan pemilih makanan, semuanya kelihatan enak" ucap ludwighe ia langsung menyantap makanannya dengan lahap ,Bella sangat senang saat melihat suaminya makan dengan lahap masakannya.
mereka menikmati makanan dengan hening.
Hingga beberapa saat mereka telah selesai makan siang ,Bella membereskan bekal yang ia bawa tadi ,berniat akan pulang sekarang.
" kau pulang dengan ku saja nanti" ucap ludwighe
Bella terkejut
" loh emng gak apa-apa mas ,nanti Bella ganggu kerjaan mas gimana" ucap Bella ia merasa tak enak hati pada suaminya itu.
" tidak,duduklah di situ atau jika kau mau beristirahat masuklah ke ruangan yanga da di pojok rak buku ,itu adalah kamarku " ucap ludwighe .
" wah mas punya kamar di kantor " ucap Bella
" hmm agar saat aku lelah aku bisa beristirahat sejenak " ucap ludwighe yang diangguki Bella .
" gak apa-apa kalau Bella tidur di kamar mas " tanya Bella ia takut suaminya tak nyaman dan hanya terpaksa menyuruhnya istirahat di kamar itu.
" itu juga kamar mu ,diamlah jangan ganggu aku " ucap ludwighe
Bella memutuskan untuk tidur saja sebab ia merasa sangat ngantuk dan bosan ,Bella memasuki ruangan yang menjadi kamar tidur suaminya itu.ternyata di dalamnya sangat luas dan bersih ,semuanya tersusun rapi.sama seperti kamar mereka di mansion.
Setelah puas Melihat-lihat Bella akhirnya merebahkan tubuhnya ke atas ranjang ,ia sudah sangat lelah hingga tak butuh waktu lama Bella akhirnya memasuki alam mimpinya.
Sementara di luar kamar ludwighe masih berkutat dengan komputer dan dokumen - dokumen nya .
Terlihat gurat lelah di wajahnya namun sebisa mungkin ludwighe menahan rasa lelahnya agar pekerjaan nya cepat selesai dan ia bisa pulang dan beristirahat.
Huuufff...
" banyak sekali dokumen yang harus di tandatangani." ucap ludwighe.
lalu tatapan matanya terarah pada pi tu kamarnya , ludwighe berjalan ke arah kamarnya dia ingin memastikan apakah Bella sudah tidur atau belum.
Ceklekk...
Pintu terbuka dan terlihatlah pemandangan Bella yang tengah tertidur pulas seperti seorang bayi yang tak berdosa.ludwighe melangkah mendekati Bella dengan lembut ia singkirkan ank rambut yang menutupi wajah Bella.ia pandangi wajah cantik milik Bella dengan lekat hingga beberapa menit kemudian ludwighe memutuskan untuk kembali melanjutkan pekerjaan nya
Cup..
Ludwighe cium kening Bella dengan penuh sayang ia usap pelan lalu setelah nya beranjak keluar dari kamar tersebut dan mulai melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.