Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.
Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Dari Kekacauan
Disisi lain, setelah Amamiya mengantar Akira dan Lumina, ia kembali ke gedung aneh yang sebelumnya, lalu masuk ke salah satu ruangan di gedung itu.
Cklek!
Di dalam ruangan itu seperti kantor kecil dan terlihat Kato sedang duduk sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya.
Menyadari Amamiya masuk Kato beralih fokus dan berbicara,
“Ohh… apa kau sudah selesai mengantar mereka berdua?”
“Sudah jenderal, namun ada satu hal yang saya ingin tanyakan,” ucap Amamiya.
“Apa itu?” tanya Kato.
Amamiya pun menanyakan tentang hadiah yang diberikan kepada Akira dan Lumina, dia merasa hadiahnya terlalu berlebihan untuk mereka berdua, walau mereka pernah mengalahkan 10 orang Rank C.
Kato hanya tersenyum mendengar perkataan dari Amamiya, kato berkata dia mengetahui bahwa yang mengalahkan 10 orang C adalah Lumina seorang, sedangkan Akira tidak, Kato mengetahuinya karena ada kamera tersembunyi di hutan, namun alasan dia tetap tertarik pada Akira karena dia tau siapa Akira dan marga yang dimilikinya.
Amamiya hanya bingung dengan maksud perkataan Kato, namun setelah berpikir lagi ia baru ingat ada satu nama yang mirip, yaitu Hana Yoshikawa.
Dia adalah Pahlawan Rank S peringkat 1 di Jepang, selain itu walau tidak dipublikasikan, marga Yoshikawa adalah marga dari keluarga yang mempunyai perusahaan teknologi besar saat 4 tahun lalu.
Tapi entah bagaimana perusahaan itu bangkrut, bahkan tidak ada berita mengenai alasan bangkrutnya perusahaan itu, selain itu walau Akira memiliki hubungan dengan Pahlawan Rank S, Amamiya tetap merasa tidak setuju dia diberi hadiah sebesar itu bahkan potensinya belum terlihat jelas.
Kato menyadari keraguan Amamiya dan bertanya kepadanya,
"20 orang bersenjata api melawan anak berusia 17 tahun tanpa senjata, menurutmu mana yang menang?"
"Bukankah itu sudah jelas, yang menang 20 orang bersenjata api."
"Kalo seandainya yang menang adalah anak berusia 17 tahun, apa itu masuk akal?" tanya Kato.
"Tidak."
"Benar, itu alasanku membantunya sebanyak mungkin, lalu, ada sesuatu yang hanya diketahui segelintir orang."
"Saya tidak paham yang anda ucapkan, tapi tetap saja ini terlalu berlebihan jendral."
Kato berdiri dari kursinya dan perlahan berjalan menuju pintu keluar, saat melewati sebelah Amamiya dia menunjukan raut wajah serius dan berbicara,
"Sebaiknya kau jangan membuat masalah dengannya."
Cklek!
Begitu Kato meninggalkan ruangan, Amamiya hanya berdiri dalam keheningan, dia masih tidak paham dengan apa yang diucapkan Kato, lalu ia bergumam sendiri,
"Akira Yoshikawa, siapa dia sebenarnya?"
......................
Disisi lain, di rumah besar yang mewah, di dalamnya terdapat ruang tamu yang luas dan terdapat sofa dan meja di tengah tengahnya serta sebuah lemari dan beberapa dekorasi rumah.
Di ruang tamu, Akira dan Lumina sedang duduk di sofa saling berhadapan yang terpisah oleh meja.
Akira mengamati sekitarnya sambil berpikir.
“Tempat ini benar benar luas, bahkan ada 6 kamar dan peralatan rumah yang lengkap, rasanya sangat jauh berbeda dibandingkan apartemen tempat ku tinggal."
Akira pun mengingat kembali masa masanya di apartemen yang sesak dan sempit, tak lama ia langsung mengalihkan perhatiannya dengan memikirkan hal lain,
"Baiklah… karena aku sudah tidak ada kegiatan, saatnya aku mengecek statusku.”
Ding...
[Nama:Akira Yoshikawa
Umur:20
Level:20
Class:Tidak Ada
Rank Pahlawan:Tidak Ada
Otoritas:Raja Pahlawan LV(8)
Pahlawan Dibawah Otoritas:
Lumina Rank(F)
STR:12
DEF:12
DEX:10
INT:85
Skill:
[Mental Stability]
[Bifurcation (5%)]
Spell:
[Fireball (Cooldown 3 Hari)]
[Heal]
[Wind Blade]]
Akira menatap Sistem di hadapannya dengan santai, namun di pikirannya ia sangat terkejut melihat statusnya.
“Cooldown 3 Hari!? Yang benar saja!? kalau di game mungkin hanya beberapa menit tapi disini…”
Akira menghembuskan nafas panjang, pasrah dengan keadaannya.
“Sudahlah… yang penting aku dapet Spell baru dan—”
Akira yang sebelumnya fokus ke sistem, berganti fokus menatap Lumina yang berada di hadapannya.
“Kalau begitu… bagaimana dengan Lumina.”
Ding...
[Nama:Lumina
Umur:19 Tahun
Level:22
Class:Knight
Rank Pahlawan:F
ATK:45
DEF:41
DEX:25
INT:6
Skill:
[Heavy Slash]]
"Ini sih mirip sekali dengan saat di game, status INT nya tidak bertambah satupun, umumnya walau bukan seorang penyihir sekalipun, setiap naik level, semua status pahlawan pasti naik walau hanya satu, tapi—”
Akira menatap seksama ke arah Lumina yang sedang duduk di hadapannya, sedangkan Lumina hanya diam dengan muka polosnya kebingungan kenapa ia ditatap.
“Ya... lagi pula, tanpa status INT bertambah pun, dia akan menjadi salah satu pahlawan terkuat yang kupunya.”
Akira bersandar di sofa sambil melihat ke langit-langit.
"Karena sudah satu bulan berlalu, seharusnya 'itu' akan muncul," pikir Akira.
Akira berdiri dari sofa lalu menatap ke arah Lumina dan berbicara,
“Aku ada urusan, aku ingin ke kamarku dulu, jika ingin beristirahat, ada kamar lain dan sepertinya sudah disiapkan pakaian juga, sebaiknya kau segera berganti.”
Terlihat Pakaian Lumina di bagian lengannya robek karena pertarungannya dengan Bos Monster.
“Baik Tuan!” jawab Lumina.
Akira yang mendengar perkataan Lumina terus memanggilnya Tuan dan bersikap formal, mulai membuat dirinya merasa tidak enak, walau awalnya biasa saja.
“Bersikap biasa saja dan jangan memanggilku Tuan.” ucap Akira.
“Lalu, saya harus memanggil anda apa?” Tanya Lumina.
“Cukup panggil aku Akira.”
“Baik Tu— maksudku Akira."
“Yasudah, aku ke kamar dulu.”
Akira naik ke lantai atas, masuk ke kamarnya, di dalam kamarnya lumayan luas dan terisi dengan kasur yang terlihat empuk, ada jendela yang memperlihatkan pemandangan hutan, lalu ada lemari dan sebuah meja yang terdapat komputer serta kursi putar yang empuk.
Akira duduk di kursi depan meja komputer sambil berpikir,
“Tak kusangka mereka sampai memberiku komputer, padahal rumah ini saja sudah merupakan pemberian yang besar, karena sudah diberikan, aku manfaatkan sebaik mungkin."
Akira pun menyalakan komputernya dan mengetik sesuatu, ketika ia menemukan hal yang dicarinya ia pun langsung mengkliknya.
Dia melihat layar monitor komputernya dengan seksama kemudian bersandar di kursinya.
Akira sedang melihat sebuah artikel yang menampilkan invasi selama 4 Minggu, tujuan ia melakukan ini adalah untuk mengetahui Bos Monster yang akan muncul nanti, namun, setelah ia melihat artikel secara keseluruhan, dahinya langsung berkerut.
“Dari banyaknya monster, kenapa harus monster ini…”
Ding...
Suara sistem mengganggu fokusnya, yang membuatnya melihat apa yang sistem tunjukan, sistem yang muncul berwarna biru, menandakan itu sistem dari Bumi, Akira yang melihat panel sistem membuat sudut bibirnya tersenyum karena merasa jengkel ketika melihat sistem dihadapannya menunjukan sesuatu.
“Sepertinya... mereka gak sabaran ya…” Gumamnya.
[Peringatan!]
[Pesan untuk seluruh Pahlawan Bumi]
[Dalam waktu 2 hari dari sekarang akan ada Invasi Bos Monster dari benua Nox]
[Bos Monster akan muncul di salah satu negara secara acak]
[Untuk mencegah Invasi dari Bos Monster, hanya ada satu jalan, kalahkan Bos Monster, maka seluruh Retakan Portal akan tertutup]
[Semoga Kalian Berhasil]