Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34.
Teman-teman sekelas Olivia pun saling berkomentar mengenai sikap Olivia kepada yang lain, yang duduk bersebelahan dengan mereka.
"Waktu aku mau tegur dia, dia malah mengancamku!!" kata Mia dengan suara yang kencang, agar di dengar yang lainnya.
"Mahasiswi yang seperti begini harus ditegur!!" sahut Dosen Camilla, "Olivia, maju!!"
Hans yang mendengarkan apa yang dikatakan Dosen Camilla, dan komentar teman-temannya, hanya diam duduk ditempatnya menyunggingkan senyuman tipis di sudut bibirnya.
Olivia duduk tenang di kursinya mendengar Dosen Camilla memanggilnya, untuk segera datang maju ke depan kelas.
"Di kasih kesempatan tidak mau, maunya dihukum!" gumam Olivia, sebelumnya sudah memberitahu Dosen Camilla, saat ia memperlihatkan mejanya yang di balikkan Mia.
Olivia melemparkan pandangan matanya kepada Dosen Camilla, "Sudah dikasih jalan keluar, tidak mau mendengar! malah makin menjadi-jadi!"
Tatapan mata Olivia perlahan menjadi tajam memandang Dosen Camilla.
Brak!!
Olivia memukul permukaan meja dengan ke dua telapak tangannya, sembari ia bangkit berdiri dari duduknya.
Hans si mahasiswa nakal sampai terkejut melihat Olivia, yang akan maju ke depan kelas.
Olivia melangkah turun menuju depan kelas, dan langsung melangkah berdiri di samping Rektor kampus.
"Olivia! kau membully temanmu, dan tidak hormat kepada orang tua! kau harus meminta maaf kepada semua orang!!"
Dosen Camilla kemudian menyerahkan mikrofon kepada Olivia, setelah ia selesai mengatakan apa yang harus ia sampaikan kepada Olivia.
Olivia melihat mikrofon yang disodorkan kepadanya, dan tangannya pun meraih mikrofon tersebut.
Kelas seketika hening memandang ke arah Olivia, menunggu Olivia mengucapkan kata maaf kepada mereka semua.
"Olivia, kau pikir bisa menang dariku?" bisik Lydia bergumam pada dirinya sendiri melirik Olivia, sembari diam-diam tersenyum penuh kemenangan.
Olivia di depan mulai mengatakan apa yang harus ia sampaikan, dan di dengar semua yang ada di ruangan tersebut.
"Aku.. aku hanya mau bilang kepada semua yang ada di sini, termasuk kepada pemimpin!" kata Olivia menoleh ke arah Rektor dan Dosen Camilla.
Rektor memperlihatkan raut wajah tidak senang, memalingkan wajahnya ke samping, dan Dosen Camilla menunjukkan raut wajah yang sangat dingin.
"Kalian... !" Olivia menjeda apa yang akan ia katakan dengan raut wajah, terlihat gugup menundukkan wajahnya, seperti seseorang yang merasa menyesal.
Dan melihat sikap Olivia itu membuat semua mahasiswa dan mahasiswi, yang ada dalam ruangan itu tersenyum menunggu kata minta maaf dari Olivia.
"Kalian semua dasar tolol!!!" tiba-tiba Olivia berteriak dengan begitu kencangnya, melanjutkan apa yang ingin disampaikannya.
Kata-kata 'tolol' begitu panjang ia teriakkan, sampai kepalanya membungkuk meneriakkannya.
Dan Rektor hampir saja jatuh terhuyung karena terkejut mendengar teriakan Olivia.
Mata Dosen Camilla terbelalak dengan begitu lebarnya mendengar teriakan Olivia, yang sungguh diluar dugaannya.
Sebagian mahasiswa dan mahasiswi justru tertawa mendengar teriakan Olivia, termasuk Hans si mahasiswa nakal.
"Keluar! kau mau apa? apa kau sudah gila?!!" Dosen Camilla memarahi Olivia, "Kembalikan mikrofon itu kepada ku!!"
Dosen Camilla menghambur ke arah Olivia, untuk mengambil kembali mikrofon yang di pegang Olivia.
Olivia dengan cepat menghindari tangan Dosen Camilla merebut mikrofon dari tangannya.
"Memangnya aku salah bicara??" tanya Olivia memandang tajam Dosen Camilla, "Kalian tidak lihat mana yang benar, dan mana yang salah! malah menyuruh aku meminta maaf!!"
"Kalau bukan tolol, berarti bodoh!!!!" teriak Olivia lagi dengan kencang menggunakan mikrofon tepat di depan dosen Camilla.
Lydia di tempat duduknya terkejut melihat keberanian Olivia.
Ia tidak menyangka, rencananya untuk membuat Olivia meminta maaf tidak sesuai dengan harapannya.
Ia sama sekali tidak menduga, kalau Olivia bisa begitu berani di depan banyak orang melawan dosen Camilla dan Rektor kampus.
"Ka.. kau keterlaluan! kau... !!!" dosen Camilla menjadi emosi tingkat tinggi dibuat Olivia.
Bersambung.....
..