Vina, ia adalah gadis piatu yang tinggal bersama bibinya, setelah lulus dari SMA, Vina dijodohkan dengan Andre, putra dari keluarga pengusaha sukses.
Vina tidak bahagia dengan pernikahannya, ibu mertuanya serasa seperti orang ketiga, dan suaminya juga tidak pernah peduli dengan keadaannya. Waktu terus berlalu, perlahan, Andre mulai menerima Vina sebagai istrinya. Namun keadaan kembali kacau saat kekasih Andre tiba-tiba muncul kembali dan menagih janji untuk dinikahi, mampukah Vina mempertahankan rumah tangganya? Atau dia akan berhenti dan mengakhiri semuanya? Penasaran dengan kisah mereka? Ayo ikuti kisah mereka!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ditinggal Pergi
Vina masih tidak percaya dengan apa yang terjadi kepadanya saat ini.
"Mas, tolong jelasin ini semua! Apa yang sudah kamu lakukan sama aku?"
"Vin, kita dijebak, seseorang sudah membawa kita ke sini, dan aku yakin kalau ini semua ada sangkut pautnya sama Maya."
"Cukup ya! Aku enggak ada hubungannya sama ini semua." Maya masuk ke dalam kamar Radit, dia tampak memegang handphone di tangannya.
"Bukti ini akan aku berikan sama Andre, supaya Andre percaya kalau selama ini kalian memang memiliki hubungan spesial, biar dia enggak dibodohi lagi sama kamu!" sentak Maya.
Perempuan itu memperlihatkan beberapa foto yang telah diambilnya saat Vina tidur dengan Radit.
"Licik, ini semua pasti rencana lo kan?"
"Enggak usah berdebat lagi, kalian sudah tertangkap basah. Kalian harus mempertanggung jawabkan semuanya," ucap pak Harto. Lelaki paruh baya itu menyuruh dua temannya untuk membawa Vina keluar, Radit mencoba menahan mereka, tapi percuma saja.
Maya tersenyum menyeringai, menertawakan kekalahan Radit. "Enggak ada yang perlu lo jelasin, Dit. Mereka tidak akan percaya, dan hari ini riwayat Vina akan tamat, lo akan menjadi penyebab hancurnya rumah tangga mereka." Maya berlalu pergi.
Radit tidak tahu harus berbuat apa, dia juga masih bingung dengan keadaannya sekarang.
Maya dan pak Harto berniat keluar untuk segera membawa Vina bertemu dengan suaminya, tapi nyatanya Andre dan keluarganya sudah lebih dulu tiba di sana.
"Jadi ini yang kamu lakuin di belakang aku, Vin? Puas aku nyari kamu dari tadi, ternyata kamu malah enak-enakan sama Radit di sini!" bentaknya.
Radit kaget dengan kedatangan Andre, bu Mira, dan Lisa. Mereka menatapnya dengan pandangan heran, antara mau percaya dengan omongan Maya atau tidak.
Pak Harto dan dua temannya segera melepaskan Vina, mereka semua pamit undur diri.
"Ini enggak seperti yang kamu pikirkan, Mas. Aku juga bingung kenapa bisa ada di apartemennya mas Radit." Vina berjalan mendekati suaminya, tapi Andre malah mundur menjauhinya.
"Berhenti! Jangan mendekat! Aku tidak mau disentuh sama tangan kotormu itu!"
"Andre, jaga omongan kamu! Vina itu perempuan baik-baik. Kami tidak melakukan apa-apa, ini semua rekayasa Maya, dia yang merencanakan semua ini," ucap Radit seraya menunjuk ke arah Maya.
"Masih ingin menyalahkan aku juga? Oke, berhubung dua tetangga kamu masih ada di sini, mari kita tanyakan sama mereka!" Maya berusaha membela diri.
"Ma, ini semua enggak benar, Ma. Mama dan Lisa percaya kan sama aku? Kalian enggak mungkin termakan omongannya Maya kan?"
Bu Mira dan Lisa tidak merespon apa-apa, jujur saja, mereka juga bingung. Kenapa Vina ada di sana bersama Radit, dan apa yang sudah mereka lakukan hingga kondisi ranjang dan pakaiannya begitu berantakan .
Andre begitu terpukul, dia baru saja keluar dari rumah sakit, dan fisiknya belum benar-benar sembuh, sekarang giliran batinnya yang terluka karena kejadian ini.
Melihat Radit tanpa pakaian, semakin membuat Andre naik pitam. Dia berusaha menahan emosinya sebisa mungkin, dia tidak ingin menambah kekacauan lagi.
Pak Harto yang sejak tadi menyaksikan drama mereka, kembali berbicara saat dirasa kalau itu semua tidak akan selesai tanpa ada penjelasan.
---
"Saya akan menjawab dengan sejujurnya, saya memang melihat Radit dan menantu Ibu masuk ke sini. Saya hanya melihat saja, tidak menegur. Namun, dua jam lebih saya tunggu, mereka tidak keluar-keluar, itu sebabnya saya curiga," jelas pak Harto.
"Apa Bapak melihat secara langsung mereka berdua? Maksud saya, apa Bapak bertatap muka langsung dengan mereka berdua?" tanya bu Mira.
"Tidak, saya hanya melihat mereka dari belakang, tapi saya bisa menjamin kalau itu memang Radit." Pak Harto terlihat begitu yakin, Vina memicingkan matanya, menatap Maya dengan penuh kebencian.
"Tapi itu bukan saya, Pak. Tadi saya masih di jalan mau ke apotik, di tengah perjalanan saya diculik sama dua orang preman, dan saya tidak tahu mereka siapa."
"Kamu masih tidak mau ngaku, Vin? Kamu berharap aku akan percaya lagi dengan omongan kamu? Jangan harap!" tegas Andre, dia memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia menghindari tatapan istrinya, rasanya saat ini Andre sangat muak melihat wajah dan sikap sang istri.
"Vina benar, tadi di jalan aku juga dihadang sama preman gitu. Mereka membekap mulut aku, dan akhirnya aku enggak sadarkan diri, begitu terjaga aku sudah ada di sini bersama Vina. Bukankah ini aneh?"
Radit berusaha untuk menjernihkan pikiran mereka yang sudah dikotori dengan omongan Maya.
"Mas, kamu masih enggak percaya kalau ini semua perbuatannya Maya?" tanya Vina.
"Aku lebih percaya omongan Maya daripada kamu, Vin. Aku nyesal udah percaya sama kamu kemarin, jangan-jangan..."
"Stop, Mas! Aku enggak mau dengar itu, kalau memang benar Maya tidak ada hubungannya dengan ini semua, lalu kenapa dia tahu aku dan mas Radit ada di sini?" tanya Vina menyelidik.
"Jelas aku tahu dong, karena selama ini aku selalu mengikuti ke mana pun kamu pergi," jawab Maya dengan gamblang.
Vina melirik ke arah mertua dan adik iparnya, melihat mereka diam, Vina sadar kalau mereka masih bingung dengan semua ini. Mungkin saat ini mertuanya tidak bisa memberi pembelaan untuk dirinya.
"Untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah, ayo kita lihat cctv di sini!" ajak Andre. Ajakannya itu langsung diterima dengan senang hati oleh Radit.
Radit tidak tahu kalau Maya sudah menghapus jejak cctv itu, melihat rekaman dari cctv hanya akan menambah masalah baru, dan memperkuat bukti akan tuduhan yang ditujukan oleh Maya untuk mereka berdua.
---
Kediaman Andre...
"Mas, aku bisa jelasin ini semua. Kamu enggak bisa lepasin aku gitu aja, aku sangat mencintai kamu, Mas. Mas Andre, Mas!!!"
Teriakannya itu beradu dengan deru mobil Andre yang sudah pergi meninggalkan pekarangan rumahnya. Andre pergi dengan Maya, dia meninggalkan Vina yang hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya yang malang.
Vina berjalan gontai memasuki rumahnya, hari ini mungkin hari terakhirnya sebagai istri Andre.
Tidak ada bukti yang bisa dia gunakan untuk membela dirinya sendiri.
Perempuan dan lelaki yang dia lihat di cctv apartemennya Radit, memang sangat mirip dengannya, tapi itu bukan dia. Yang lelakinya juga mirip dengan Radit, itu yang membuat mereka yakin dan percaya kalau Vina dan Radit memiliki hubungan gelap.
Siapa sebenarnya dua orang itu? Vina merasa buntu sekarang, dia sudah terlalu lelah untuk memikirkan semuanya.
Rasanya baru kemarin dia menjalani hari bahagia bersama suaminya, sekarang semua itu berganti menjadi derita.
"Mas, sekarang aku semakin yakin kalau kamu memang tidak pernah melupakan Maya. Hari ini aku bisa melihat semuanya, kamu juga sebenarnya masih mengharapkan Maya, hanya saja kamu berusaha menjaga perasaan aku, kamu berusaha menjalankan amanah papa." Vina menangis, tangisannya terdengar begitu pilu dan menyayat hati.
siapa yang datang tuh?
semangat menulis
kisahnya sudah bagus