"Innalilahi wa innailaihi ro'jiun. Telah berpulang ke Rahmatullah atas nama ibu Zulaikha, istri dari bapak Nasrudin sore tadi, yang in sya Allah akan dikebumikan besok di pemakaman desa jam 10 pagi." Terdengar sebuah suara dari pengeras mesjid desa
Pengumuman tersebut sontak saja membuat aku dan istri terkejut dan saling pandang
Pasalnya nama yang baru saja disebutkan adalah tetangga yang pagi tadi bertandang kerumah sambil membawa setandan pisang di beri pada kami.
Namaku Rohiman, aku dan istri baru saja tiba di desa ini pagi kemarin. Yah, kami adalah penduduk baru di desa ini.
Desa ini masih asri karena terletak jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota, penduduknya yang ramah juga membuat kami memutuskan pindah jauh dari kota ke desa ini
Namun, entah mengapa perasaanku tiba-tiba saja menjadi tak enak setelah mendengar berita duka tersebut. Pasalnya baru sehari di desa ini, kami sudah di sambut dengan berita duka.
Entah, kepindahan kami ke desa ini sudah tepat atau tidak.
(.....)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phatric, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 30
" Mas... Mas! "
" Mas, bangun mas!"
Mataku terbuka ketika telinga ku menangkap suara sama laras, istriku.
" Mas ngapain tidur disini? " tanya laras
Ku pandangi sekelilingku, dan mendapati diriku yang pingsan di ubin dapur sampai sepagi ini.
" Mas ndak tau dek. "Jawabku berbohong
Tak mungkin aku mengatakan pada laras bahwa semalam aku di ganggu makhluk halus.
" Hah, kok mas ndak ingat, mas tidurnya sambil jalan kaki. " Ujar laras
" Ya sudah cuci muka dulu mandi sekalian. " titahnya
" Dingin dek. "
Kali ini aku tak berbohong, badanku serasa mengigil seluruhnya, mungkin karena semalam berbaring di atas ubin tanpa alas apapun.
" Jam berapa sekarang dek. " tanyaku
" Jam 5 subuh mas. "Jawabnya lalu kemudian masuk ke kamar mandi
Kuputuskan untuk berselimut sebentar di dalam kamar, agar rasa dingin di tubuh hilang.
Drrtt. ...
handphone siapa yang bergetar ku periksa handphone laras namun tidak ada panggilan masuk. Begitu pun handphone ku.
Ddrrt...
Kembali terdengar getaran handphone , dan berasal dari dalam bantal? Ku periksa seluruh bantal kulepas seluruh sarung bantal namun tak juga menemukan yang ku cari.
Ddrrt....
Getarannya berasal dari bantal yang ku pegang, tapi bantal ini sudah tak bersarung lagi, tunggu dulu atau jangan-jangan getarannya berasal dari dalam bantal. Tapi bagaimana mungkin, lekas ku ambil gunting yang berada di laci meja, dan membongkar bantal yang sedang ku pegang.
Dingin di tubuh tak kurasa lagi, terkalahkan oleh rasa penasaran pada apa yang ada di dalam bantal bantal ini telah rusak. Seluruh kapuk yang menjadi isi bantal telah berhamburan keluar, dan mataku menangkap benda persegi kecil warna putih.
Tunggu bukankah itu handphone gadis, tapi mengapa bisa ada di dalam bantal ini bagaimana caranya masuk. Aku bangkit da segera memeriksa lemari tempatku sebelum nya menyimpan handphone ini.
Nihil, handphone ini memang telah berpindah ke dalam bantal, tapi bagaimana mungkin?
Ddrrt...
Gawai gadis yang di tanganku ini kembali bergetar, pertanda panggilan masuk, dan nama yang tertera di sana adalah mas Rohiman? Apa-apaan ini? Kulihat handphone ku yang tergeletak di atas meja masih dalam keadaan mati. Lalu siapa yang memanggil di handphone ini?
Ku beranikan diri mengangkat panggilan yang mengatasnamakan diriku.
" Ha - halo. "
Hanya terdengar suara krasak krusuk tak jelas di seberang telepon, ku perhatian layar telfon untuk memastikan diriku masih tersambung dengan si pemanggil, dan yah masih tersambung.
Aku kembali menempelkan handphone gadis ke telinga masih suara krasak krusuk tak jelas yang sama, hingga aku mendengar suara langkah kaki yang semakin lama semakin jelas.
Lalu...
Pprrangg...
Aku segera menjauh handphone dari telinga karena suara benda terjatuh dari sebrang telfon benar-benar memekkan telinga.
( Aaaaaa. Astaghfirullah)
Terdengar teriakan dari sebrang telfon, tapi tunggu dulu, bukankah itu suara ku berteriak semalam?
Kembali ku dekatkan handphone ke telinga, untuk mendengar lebih jelas suara teriakan tadi.
" Jangan lupakan aku. " Terdengar teriakan seorang wanita dari sebrang telfon.
Seketika handphone tersebut terjatuh dari genggamanku dan mendarat di lantai ketika aku mendengar suara wanita dari sebrang sana.
Itu suara hantu semalam.
Mengapa terekam jelas di panggilan tersebut?
Handphone yang telah tergeletak di lantai tersebut menyala kembali dan menampilkan Roon chat. Apa handphone itu eror, tapi mana mungkin handphone jadul seperti itu bisa error.
Room chat tersebut menampilkan chat gadis bersama kontak nomor dengan nama mas Rohiman.
Aku?
Ku perhatian chat tersebut yang hanya berisi dia baris percakapan. Satu percakapan gadis yang memulai obrolan, dan satunya lagi balasan dari seseorang dengan nama mas Rohiman.
( mas, kapan datang aku sudah disini) bunyi pesan gadis yang terkirim
( iya ini mas lagi di jalan, kamu sabar ya) balasan chat untuk gadis
Ini tak mungkin akukan, kulihat waktu chatnya adalah jam 5 sore untuk apa aku menemui gadis di waktu maghrib seperti itu. Gegas ku periksa no atas nama diriku tersebut, dan hasilnya adalah sama.
Tapi mengapa aku sama sekali tak mengingat apapun mengenai isi pesan ini.
Ah, aku kembali teringat pada ucapan pak hasan sebelum dia meninggal.
Ia mengatakan bahwa ia membuatku lupa pada semua hal di seminggu awal kepindahan ku di desa ini
Dan juga mengatakan bahwa ia membuat ku lupa pada semua kenangan ku mengenai gadis.
Apa itu artinya aku mempunyai hubungan khusus bersama gadis?
Hanya satu jalan keluar untuk mengetahui dan mengingat semuanya. Benda yang di berikan pak hasan, aku harus mencari satu pasangan nya.
Aku menuju ruang tamu dan mencari kesegala sudut, sofa ruang tamu ku geser sembarangan arah, bisa jadi ia menyelipkan di bawah sofa, namun nihil.
" Mas, mas ngapain kenapa ruang tamu berantakan begini mas? " ujar laras
" Nyari opo toh mas. " tambahnya
" Mas nyari benda yang sama seperti kita temukan tempo hari di balik cermin dalam kamar mandi dek. " ujar ku masih terus mencarikali ini dalam bunga hisa di sudut ruangan.
" Ini maksudmu mas. "Laras menunjukkan benda yang sama seperti kami temukan di balik cermin, tapi warnanya hanya satu saja , hitam. Tak seperti sebelumnya yang memiliki dua sisi warna berbeda hitam dan putih.
" Dapat dimana dek? " Benda tersebut telah berpindah tangan padaku
" Dibawah meja makan. " Jawab laras
" Benda ini tertempel di bawah meja makan mas, pak hasan benar-benar lihai dalam menyembunyikan barang. " Lanjut laras
Aku beranjak menuju kamar untuk mengumpulkan semua benda pemberian pak hasan.
" Mau di apakan mas semua benda itu?. " tanya laras mengikuti langkah ku
" Mas mau bakar semua . "
" Apa ndak sebaiknya hubungin imtinan dulu. Kan dia yang punya saran untuk membakar semua ini. "Lara memberi usul,
" lagipula imtinan mengatakan harus menghubungi nya jika kita menemukan semua benda ini. " Lanjut nya lagi
Benai, harus nya aku menghubungi imtinan, dan harusnya aku meminta maaf padanya karena sudah berburuk sangka.
" Kamu benar dek, mas panggil imtinan dulu. " Aku berlalu menuju rumah imtinan menggunakan sepedah motor
Motor ku melaju dengan kecepatan cukup cepat, padahal rumah imtinan tidak terlalu jauh, rasa penasaran perihal ingatan ku yang hilang membuatku terburu-buru seperti ini. Hingga tiba-tiba dari seberang jalan ada seorang gadis berbaju putih hendak menyebrang secara terburu-buru, dan tidak melihat motorku yang melaju cepat.
Motor ku tiba-tiba hilang keseimbangan bersamaan dengan rem yang tak berfungsi.
Ku putar kemudi motor ke arah kanan agar tak menabrak gadis berbaju putih tersebut. Anehnya dia sama sekali tak bergeming dan terus melangkah walau motorku semakin dekat dengannya.
Bbraakk!