Hadirnya orang ketiga menjadi pemicu rusaknya hubungan rumah tangga. Berkali-kali gagal dalam berumah tangga membuat Larnia merasa dirinya dipermainkan oleh takdir. Akankah Larnia bisa menemukan kebahagiaan nya?
Ikuti cerita lengkapnya dalam novel ORANG KETIGA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 Menikahi Mu
"Larnia, aku ingin menikah dengan kamu," ucap Salwa. Larnia melebar bola matanya dengan sempurna. Dia hampir mati berdiri saat mendengar ajakan Salwa pada dirinya untuk menikah.
"Me menikah? Kamu sudah gila! Mana bisa di negera kita menerima pernikahan sesama jenis seperti ini. Kamu jangan ngaco deh," sahut Larnia.
Salwa tersenyum seraya memeluk Larnia. Sehingga kedua nya saling berhadapan. Kedua netra mereka saling beradu. Sejurus kemudian keduanya saling menempelkan bibir mereka. Jantung kedua nya mulai berdesir aneh. Aliran darah mereka telah memanas. Salwa benar-benar terhipnotis dengan daya tarik Larnia yang benar-benar memabukkan dirinya. Tidak mau berlama-lama lagi Salwa ******* bibir seksi Larnia hingga kedua nya saling balas. Bahkan dengan sangat nakal Salwa meremas pinggul Larnia yang besar. Larnia tidak kalah memainkan dada Salwa yang hampir tidak terlihat. Ini sangat jauh berbeda dengan apa yang dimiliki oleh Larnia yang memiliki dada yang cukup besar menantang.
"Kita menikah di Australia! Kamu mau kan sayang?" ucap Salwa yang menghentikan ciuman nya. Nafasnya yang masih belum beraturan terdengar ngos-ngosan.
"Menikah? Kamu yakin?" sahut Larnia. Sejujurnya Larnia masih normal. Dia masih ada getaran jika berdekatan dengan seorang pria. Namun rasa kesepiannya, membuat Larnia menerima perlakuan manis dengan Salwa.
"Yakin pakai banget," kata Salwa.
Kembali dia merebahkan tubuh Larnia dan mulai berada di atas tubuh Larnia. Kembali Salwa menciumi setiap lekukan indah tubuh Larnia. Hingga kedua nya sama-sama saling memberikan rasa puas. Salwa lah yang menuntun Larnia hingga kedua nya sama-sama saling memberi dan memuaskan satu sama lain.
Jangan tanya lagi bagaimana cara keduanya saling memuaskan dan menciptakan ******* nikmat. Tentu saja mereka paham bagian mana saja yang membuat mereka merasakan nikmat surga dunia. Walaupun hubungan itu tidak lah normal dan tidak dianjurkan. Namun keduanya tetap melakukan nya. Apalagi Salwa yang sudah begitu sakit hati dengan makhluk yang bernama laki-laki. Dia akan menjauh dari laki-laki untuk menjalin kasih.
"Larnia, aku mencintaimu sayang!" ucap Salwa seraya memejamkan matanya. Larnia membalas semua perlakuan manis Salwa dengan melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Salwa. keduanya saling memberikan kepuasan.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Aku pikir, lebih baik kita seperti ini saja. Kita tidak perlu aneh-aneh menikah. Toh kita masih bisa selalu bersama seperti ini. Bahkan kita bisa hidup dalam satu atap yang sama," ucap Larnia.
"Tapi aku benar-benar mencintaimu, Larnia sayang! Ini tidak sekadar kebutuhan *** saja," sahut Salwa. Larnia tersenyum seraya mengusap puncak kepala rambut Salwa.
"Terimakasih kalau kamu menyukai aku. Disaat aku benar-benar terpuruk oleh masalah laki-laki. Di mana kekecewaan itu membuatku hancur lebur. Aku pikir pernikahan ku dengan mas Amir adalah pernikahan terakhirku. Namun ternyata aku salah," kata Larnia.
"Laki-laki manapun ketika melihat barang baru selalu mudah tergoda. Tidak perduli di rumah ada istri yang sangat cantik menunggunya," ucap Salwa.
"Mereka melakukannya di rumah, Salwa. Mereka sanggup melakukan itu padahal kita masih satu rumah. Berapa tidak takutnya mereka melakukan pengkhianatan itu. Memang semua terjadi karena campur tangan mertua dan asik iparku untuk menjebak keduanya. Tujuannya supaya aku melihat dengan mata kepala sendiri," cerita Larnia.
"Sudahlah! Yang penting sekarang, aku di sini peduli dengan kamu," sahut Salwa. Kembali dia membungkam bibir mungil milik Larnia. Jika tidak dibungkam bibir itu akan terus bercerita. Sedangkan Salwa sudah sangat malas jika sudah membicarakan seorang pria dari masa lalu Larnia.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Ada Salwa?" tanya pria dewasa yang belum pernah Larnia kenal mendatangi rumah Larnia di jam delapan malam.
Sedangkan Salwa di dalam sedang memasakkan mie goreng buat Larnia. Bersama Salwa, Larnia benar-benar sangat dimanjakan sekali oleh Salwa. Termasuk memenuhi segala keinginan Larnia dalam soal makanan. Larnia terbilang sangat milih-milih dalam urusan makanan. Larnia mengerutkan dahinya menyelidik siapa pria dewasa itu yang bertujuan mencari Salwa, kesayangannya.
"Tunggu di sini dulu yah, mas! Mas siapanya Salwa?" ucap Larnia.
"Bilang saja aku kakak tirinya, Joko ingin berjumpa dengan nya. Kangen banget," kata laki-laki itu yang tidak lain adalah Joko.
Joko selain kakak tirinya Salwa, dia adalah kekasih Pretty sang sekretaris sekaligus bendahara di showroom milik Salwa. Tiba-tiba saja Larnia teringat bahwasanya pria inilah salah satu penyebab Salwa membenci seorang pria. Bahkan kakak tirinya inilah yang melecehkan Salwa saat masih remaja dulu. Bersama ayah tiri dan kakak tirinya secara bergiliran melecehkan Salwa. Hal itu membuat Salwa traumatik dengan hubungan bersama dengan pria.
Larnia diam membisu. Dia segera masuk ke dalam dan menutup pintu rumahnya. Larnia tidak perduli bahwasanya di luar ada Joko yang duduk di luar teras.
"Ada apa sih kok cemberut?" tanya Salwa seraya menarik pipi kesayangannya.
"Di luar ada yang mencari kamu tuh! Katanya sudah rindu berat dengan kamu," ucap Larnia. Dibalik ucapan Larnia seperti ada kecemburuan di sana. Salwa terkekeh melihat ekspresi Larnia yang cemburu seperti itu.
"Siapa sih? Jadi penasaran aku," ucap Salwa.
"Lihat saja sendiri!" sahut Larnia. Salwa sementara tidak memperdulikan Larnia yang seperti cemburu.
"Mie goreng nya dimakan dulu yah, sayang! Aku lihat dulu siapa yang datang mencari ku," kata Salwa seraya melangkah keluar meninggalkan Larnia yang kini sudah duduk menikmati mie goreng buatan kesayangannya.
"Mas Joko!" ucap Salwa yang tiba-tiba menjadi gugup. Joko mendekati adik tirinya seraya tersenyum lebar.
"Bagaimana kabar kamu, dik? Kangen banget aku dik," ucap Joko seraya memeluk Salwa. Jangan lupakan tangan Joko dengan nakal meremas bagian pinggul milik Salwa. Salwa melotot bola matanya dengan sempurna. Namun anehnya Salwa tidak berani menolak perlakuan yang melecehkan dirinya.
"Ikut aku pulang yah, dik! Aku kangen banget," bisik Joko pelan. Dia setelah mengucapkan kata-kata itu menggigit telinga Salwa pelan lantaran gemas. Salwa meremang tubuh nya. Jujur saja, Joko lah laki-laki pertama yang telah merenggut keperawanannya.
"Aku tahu, kamu kangen aku Salwa," kembali Joko membuat Salwa seperti patung yang tiba-tiba menjadi sangat patuh dengan kakak tirinya itu.
aku doakan semoga sukses menjadi penulis Thor.
bukumu bisa difilmkan
it nmanya gtal
Amir sabar menghadapi Larnia
Padal usia Amir lebih muda 👍
makasih udah update 👍
Masih menyimak cerita 👍👍
Larnia apakah terlalu mudah jatuh cinta 🙈🙈
enam kali gagal...wow bukankah dia bisa mendapatkan penghargaan sebagai janda laris manis 🤭🤭