belum di revisi
Tolong baca nya jangan di lompat!
SEKUEL SAYEMBARA JODOH
kisah anak-anak Dira dan Juna.
"Sampai sekarang aku masih mencintaimu, Bun."
"Kakak jangan gila! Aku ini calon adik iparmu!"
"Apa kamu mencintai Angkasa?" tanya Fajar.
Embun pun menjawab sambil membuang muka. "Ya. Aku mencintainya! Puas?"
Embun tidak pernah menyangka dipertemukan kembali dengan Fajar--seseorang yang datang dari masa lalu. Lelaki yang sangat mendambakan dirinya. Akan tetapi, Embun harus meninggalkan Fajar sebab begitu banyak tekanan yang dia hadapi. Tembok mereka cukup tinggi.
Saat ini Embun sudah bersama dengan pria lain. Pria yang memiliki kedekatan cukup erat dengan Fajar, yang menjadi pilihan ayahnya.
Lalu, bagaimana dengan Fajar? Cinta yang dia simpan rapat-rapat kini kembali bergejolak setelah pertemuannya. Akankah dia menyimpan cinta itu untuk selamanya? Atau justru berjuang untuk mendapatkan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Papa bebas
"Kamu di mana, Lintang? Masih di sekolah atau sudah di rumah." Ucap Embun melalui saluran ponselnya.
"Aku di rumah, Kak. Tapi bukan di kontrakan. Di rumah kita yang lama. Kakak langsung ke rumah saja." jawab Lintang.
Seketika dia mengganti rute perjalanan ke rumah lamanya. Dia senang akhirnya bisa pulang ke sana. Setelah dua minggu ini seperti anak lepas dari induknya. Pandangannya menerawang ke jalanan luas. Seharian ini begitu banyak masalah yang di hadapinya. Dari memergoki kedekatan Fajar dan Kinara, Kelakuan Darren yang bikin dia mengelus dada, sampai ancaman dari mamanya Fajar. Semua hal itu membuat dia menarik nafas dalam-dalam. Entah kenapa dia tidak bisa menangis walaupun hatinya terasa sesak sekali.
"Benar kata orang. Restu orang tua sangat penting. Begitu juga dengan aku dan kak Fajar. Walaupun sekuat apapun kami mempertahankannya, namun bila restu itu tidak ada tetap saja terasa percuma. Apa aku harus melepaskan kak Fajar? Mungkin iya. Tapi kalau melepaskan demi orang jahat seperti Kinara dan Marcel, apa aku jahat juga?"
Embun akhirnya sampai di depan rumah mereka. Tampak beberapa anak buah papanya yang masih bertahan. Mereka menyambut dirinya dengan hormat. Mereka sepertinya sudah tidak di pihak Marcel lagi. Tapi Embun masih penasaran kenapa anak buah papanya kembali lagi.
Dia masuk ke rumah. Memandang isi rumah yang tidak berubah sama sekali. Masih seperti dua minggu yang lalu. Dia pikir Kinara dan Marcel akan merombak isi rumahnya. Dia akhirnya sampai di kamar atas. Masih belum menemukan keberadaan Lintang. Lampu kamar terlihat gelap. Dia memencet sakelar lampu.
"Surprise!"
Embun kaget saat lintang dan beberapa temannya muncul di kamar. Tapi lebih kaget lagi saat melihat pria yang berada di tengah Lintang dan teman-temannya.
"Papa!"
Embun berlari menghambur ke arah papa Trias. Dia memeluk erat lelaki yang sangat di rindukannya. Tangan kekar Trias menutupi punggung anak gadisnya. Tubuh Embun bergetar hebat. Tangisan yang sedari tadi di tahannya kini tumpah.
"Embun rindu sama papa. Maafkan Embun yang sudah buat papa bisa masuk penjara." kata Embun.
Trias dan Embun saling bertatapan. Lelaki mengusap wajah putri sulungnya yang sudah sembab. Itu berarti sekarang waktunya membawa Embun dan Lintang pulang ke kampung halaman.
"Siapa yang membebaskan papa? Apa keluarga kak Fajar?" tanya Embun.
"Panjang ceritanya, Bun. Pastinya papa senang bisa berkumpul bersama kalian. Dua anak papa yang cantik ini." Trias, Embun dan Lintang saling berpelukan. Trias memeluk kedua putrinya penuh rasa haru. " Kita akan buka lembaran baru di tempat yang baru." kata papa Trias. Di sambut anggukan kedua putrinya.
Embun melerai diri dari pelukan papanya. Teringat akan permintaan mamanya Fajar. Kalau papanya bebas artinya dia harus meninggalkan Fajar. Janji adalah hutang. Itu yang pernah Fajar katakan padanya. Sekarang dia harus melunasi janji itu.
Selamat tinggal kak Fajar. Semoga kamu bahagia dengan pilihan orangtuamu.
Kedua gadis itu masih memeluk papanya. Setelah seharian di terpa berbagai masalah kini Tuhan memberinya hadiah terindah. Tentu saja kepulangan papanya menjadi kado terindah dalam hidupnya. Mereka berkumpul bersama lagi. Menjadi keluarga lengkap.
"Embun janji, Pa. Tidak akan melanggar kemauan papa." kata Embun lirih.
"Terimakasih, Nak. Papa harap apa yang kita alami akhir-akhir ini bisa menjadi pelajaran bersama." kata papa Trias mengecup pucuk rambut kedua putrinya.
"Lintang juga janji sama papa akan belajar yang rajin. Supaya papa dan kak Embun bangga." sahut Lintang.
"Iya, papa percaya sama kalian."
"Sudahlah, ini hari bahagia kita. Tidak boleh ada yang bersedih. Malam ini kalian siap-siap papa traktir kalian makan di tempat enak."
"AASSSYIIIIK!" Pekik keduanya.
" Lintang bukannya baju kita ada di kontrakan?" tanya Embun.
"Enggak. Setelah seorang pengacara menjemput aku di sekolah. Dan mengatakan rumah kita sudah di kembalikan sama om Marcel. Kami langsung memindahkan barang.
Dan papa datang setelah rumah ini selesai di bereskan. Papa juga belum tahu kalau kita sempat terusir dari rumah."
"Pengacara?" Embun heran.
"Namanya Pak Diko. Katanya utusan dari kak Roger. Kayaknya kak Roger itu anak orang kaya, kak. Ya, dia sudah banyak bantu kita. Lebih bagus kakak sama dia daripada sama kak Fajar." kata Lintang.
"Kayak tidak ada lelaki lain saja. Kak Roger dan kak Fajar itu sahabat sejak kecil. Jadi tidak mungkin aku sama kak Roger." kata Embun. " Sudah kita mandi dulu. Atau kamu yang mandi duluan, kan kamu suka lama kalau di kamar mandi." Embun berlalu meninggalkan kamar. Dia menuju ke dapur. Membuatkan papanya teh hangat.
"Bun," sapa Papa Trias.
"Iya, Pa." Embun menghidangkan secangkir teh hangat untuk papanya.
"Bagaimana kuliah kamu? lancar?"
"Alhamdulilah, Pa. Sejauh ini lancar." Embun duduk di sebelah papanya.
" Hubungan kamu sama Fajar bagaimana?" Embun tersentak. Pertanyaan papanya membuat dia sedikit heran. Bukannya papa Trias tidak suka hubungan dia sama Fajar?
"Sudah selesai, Pa." Embun menjawab sambil menundukkan kepalanya. Bagi Embun dia harus melupakan Fajar. Karena sudah berjanji akan meninggalkan Fajar jika papanya bebas.
"Bagus! papa senang kalau kamu sudah tidak lagi sama dia. Satu lagi papa minta, kamu jangan dekat dengan Kinara. Papa sadar ternyata Marcel memanfaatkan kita. Dia mau Fajar cacat supaya tidak bisa menolak perjodohan mereka.
Papa heran sama Marcel, kenapa sebegitunya mau menjadikan pemuda kere itu sebagai calon menantu."
"Itu karena persahabatan antara keluarga Kinara dan keluarga kak Fajar, Pa. Mamanya kak Fajar sangat sayang sama Kinara. Makanya mereka sangat kuat untuk besanan." jawab Embun.
"Oh, begitu. Jadi setelah Lintang selesai ujian kita pindah. Bos Rayyan akan kasih modal ke papa. Kita buka usaha baru, tentu dengan bidang pekerjaan terakhir papa. Dialah yang membebaskan papa melalui Roger dan pengacaranya. Tapi bukan berarti papa setuju dengan Roger. Papa tidak mau besanan sama anak nasab ibu." kata Trias.
"Pa, tidak usah pikirkan tentang pasangan aku maupun Lintang. Papa bebas saja sudah Alhamdulillah. Sekarang kami mau mengejar cita-cita. Kami punya permintaan, biarkan kami menempuh pendidikan sesuai minat."
"Papa tidak akan melarang kalian mengambil kuliah sesuai dengan keinginan. Papa akan dukung kalian selama itu positif. Dan papa akan dukung kamu mencari cinta pertamamu." kata Trias.
"Terimakasih, Pa." ucap Embun memeluk sang papa.
Tapi kenapa aku merasa sosok itu ada di Kak Fajar. Ah tidak Embun, kalau memang dia pasti sudah mengaku sejak awal. Tapi nyatanya, itu hanya praduga aku saja. Bisa jadi karena aku mencintai kak Fajar.
Jika suatu aku memang di pertemukan sama Den Aak. Aku akan melupakan kak Fajar.
" Jadi nanti kita pulang ke Salatiga ya, Pa."
" Papa mau nya di Salatiga. Ada Tante Maria yang akan bantu usaha papa. Tapi bos Rayyan minta papa yang memegang cabang usahanya di kota Bandung."
Embun sedikit mengernyitkan dahinya. Bukan soal kepindahannya, melainkan Tante yang akan bantu papanya. Tante Maria adalah sepupu papa Trias. Image Tantenya yang mantan napi seakan membuat Embun menolak kehadirannya.
"Jangan ajak Tante Maria, Pa. Jujur sejak awal Embun kurang suka sama dia. Lebih bagus papa menuruti permintaan bos Rayyan."
Terimakasih author buat cerita kerennya 😍😍 Walau masi penasaran sama ending kisah Darren dan Reva, juga jodohnya Lintang 😁