Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Kecanggungan yang luar biasa tebal menyelimuti kamar bernuansa merah muda itu saat cahaya senja perlahan berganti menjadi kegelapan malam. Udara kamar masih menyimpan sisa-sisa kehangatan dari pergulatan gila yang berlangsung sejak pagi hingga Sore hari.

Pearl Glow Hurt duduk membisu di depan meja riasnya. Mengenakan gaun malam berpotongan turtleneck lengan panjang berwarna krem, ia menolak untuk bertatap mata langsung dengan pantulan Orion Leander Ashford di cermin.

Setiap kali iris mata cokelat Glow tak sengaja menangkap bayangan suaminya, dadanya bergemuruh hebat dan pipinya seketika membara panas. Pikirannya dipenuhi racauan gila yang membuatnya ingin menenggelamkan wajahnya ke balik bantal.

Bagi Glow saat ini, ketampanan suaminya berada di puncaknya bukan saat pria itu berpakaian rapi atau menguraikan senyum lugu, melainkan saat pria itu berada di atas tubuhnya dengan otot-otot tegap yang bertabur keringat dan pandangan mata biru yang menggelap penuh dominasi.

Gila... Aku benar-benar sudah gila, batin Glow menjerit histeris. Aku menyukai pria kanibal ini... Aku sungguh-sungguh jatuh cinta padanya. Tapi apakah pria bersikap manis ini juga memiliki perasaan yang sama padaku? Atau aku hanya objek dari gairahnya semata?

Di belakangnya, Lean berdiri tegap hanya dengan balutan kaus kasual dan celana panjang.

Pria Ashford itu tampak begitu sibuk dan telaten memegang kuas kecil serta botol concealer mahal milik Glow.

Dengan gerakan jemari yang teramat pelan dan hati-hati, Lean memoleskan cairan perata warna kulit itu ke permukaan leher dan tulang selangka Glow.

Menyembunyikan jejak-jejak kemerahan itu sungguh sebuah pekerjaan yang menyiksa. Bercak gigitan dan ciuman panas yang ditinggalkan Lean begitu pekat, melingkar di sepanjang leher mulus istrinya bagaikan ukiran kepemilikan mutlak.

"Lean... tebal sedikit di bagian kiri," bisik Glow ketus, menyembunyikan getaran di suaranya. "Sahabatku bukan orang bodoh. Kalau dia melihat ini, aku mau ditaruh di mana mukaku?!"

Lean tidak bisa menahan kekehan rendahnya. Pria itu menunduk sedikit, lalu—CUP!—mendaratkan satu kecupan manis di pucuk kepala Glow yang basah, sama sekali tak peduli pada omelan istrinya.

"Pria mana pun yang melihat tanda ini akan tahu bahwa kau milikku, Pearl," sahut Lean santai, mengusap lembut sisa concealer di leher Glow sebelum merapikan gaun turtleneck istrinya agar menutupi sempurna.

Ketika Glow akhirnya berdiri untuk bersiap berangkat menjenguk Angelina di rumah sakit, bencana kecil berikutnya terjadi.

Kedua kaki Glow terasa begitu lemas bagaikan tidak bertulang. Langkah pertamanya begitu kaku, pincang, dan agak mengangkang—sebuah efek samping yang teramat nyata dari pergulatan maraton mereka.

Lean yang berjalan di sampingnya seketika meledakkan tawa renyah yang sangat geli. Pria itu harus menggigit bibir bawahnya rapat-rapat untuk menahan tawa saat melihat cara berjalan istrinya yang begitu konyol dan menggemaskan hingga mereka melangkah keluar dari kamar.

"Hentikan tawamu, Pria Sialan!" bentak Glow dengan suara parau, memukul lengan tegap Lean dengan tas genggamnya seraya menahan rasa malu yang meluap-luap.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa puluh menit kemudian, mobil yang dikendarai Lean membelah jalanan New York yang dingin dan membelah area parkir VIP Rumah Sakit Mount Sinai.

Atmosfer rumah sakit malam itu terasa begitu sepi dan lengang. Bau antiseptik yang khas menyambut langkah kaki mereka saat berjalan menelusuri koridor lantai VIP menuju ruang rawat inap tempat Angelina dirawat.

Lean melangkah protektif di samping Glow, sebelah tangannya melingkar posesif di pinggang ramping istrinya, memandu langkah Glow yang masih sedikit kaku.

Namun, tepat saat mereka berbelok di persimpangan koridor utama menuju lorong kamar rawat, dua sosok manusia berdiri menanti di depan pintu kaca.

Langkah kaki Lean dan Glow terhenti seketika.

Di sana, berdiri seorang pria bertubuh jangkung dengan setelan jas mahal berwarna abu-abu gelap, menyandarkan punggungnya pada dinding marmer.

Di sampingnya, berdiri Rebelda Molloy dengan wajah yang masih dipenuhi memar dan perban menutupi sudut alis kirinya—sisa-sisa jejak adu tinju bersama Glow kemarin malam.

Rebelda menundukkan kepalanya dalam-dalam, tubuhnya gemetar tipis dan ia sama sekali tidak berani mengangkat pandangan matanya untuk menatap Lean.

Namun, fokus utama di koridor itu seketika tertuju pada pria yang berdiri di samping Rebelda.

Pria itu menegakkan tubuhnya, menyunggingkan senyuman tipis yang teramat dingin dan penuh rahasia. Iris matanya yang tajam menatap lurus ke arah Orion Leander Ashford.

"Senang bertemu denganmu... Orion," sapa pria itu dengan nada suara yang tenang namun sarat akan intimidasi mutlak.

DEG.

Anehnya, bukan Orion Leander Ashford yang mematung atau menunjukkan riak terkejut. Pria Ashford itu justru menatap sosok di hadapannya dengan pandangan mata biru yang luar biasa dingin, seolah sedang melihat seonggok batu bernapas.

Sosok yang mematung sempurna di tempatnya... adalah Pearl Glow Hurt.

Glow membelalakkan mata cokelatnya penuh guncangan hebat. Jantungnya berdegup kencang bagaikan dihantam palu godam, napasnya tertahan sepenuhnya di tenggorokan. Sebagai seorang agen polisi rahasia terlatih, wajah pria di hadapannya ini sudah terpatri abadi di dalam benaknya.

Pria itu adalah Reynal Space.

Reynal Space bukan sekadar pria borjuis biasa. Di jajaran markas pusat Perkantoran Agen tempat Glow bertugas, nama Reynal Space dikenal dengan julukan Angel—sebuah kode rahasia untuk misi penangkapan paling berbahaya, Buronan Kelas Kakap peringkat atas yang telah diburu oleh kepolisian internasional dan konsorsium intelijen selama bertahun-tahun atas kasus penyelundupan senjata api dan sabotase jaringan global.

Bagaimana mungkin seorang buronan internasional berdarah dingin seperti Reynal Space bisa berdiri di sini, menyapa suaminya yang "hanya pria bengkel biasa" dengan panggilan nama yang begitu familier?

Atmosfer di koridor itu mendadak membeku hingga ke titik didih terendah.

Reynal melirik tipis ke arah Rebelda yang mencengkeram lengan jasnya ketat, lalu kembali menatap Lean. "Apa yang sudah kau lakukan pada kekasihku? Dia menemui ku dengan wajah berdarah kemarin malam."

Lean sama sekali tidak menjawab. Ia tidak mengalihkan pandangannya, juga tidak menghentikan langkahnya.

Dengan sikap cuek yang teramat dingin, Lean justru merangkulkan tangannya lebih erat di pinggang Glow, berniat melewati Reynal dan Rebelda seolah-olah kedua orang itu hanyalah angin lalu yang tidak penting.

Melihat pengabaian mutlak itu, kekehan tipis keluar dari bibir Reynal Space.

Sambil melepaskan cengkeraman tangan Rebelda dari armadanya, Reynal melangkah satu tapak maju. Suaranya bergema rendah menembus keheningan koridor rumah sakit, melontarkan sebuah kalimat yang bagaikan anak panah beracun.

"Pilihanmu sekarang... benar-benar mirip seperti Putri Matias. Shannon Matias."

ZAP!

Kalimat itu seketika menghentikan langkah kaki Orion Leander Ashford.

Tubuh tegap Lean membeku kaku di tempatnya. Sebelah tangannya yang melingkari pinggang Glow mencengkeram kain gaun istrinya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Aura membunuh yang selama ini tersembunyi rapat di dalam diri Lean mendadak meledak keluar, memenuhi udara di sekitar mereka dengan tekanan udara yang mencekam.

Glow yang berada di sampingnya ikut terdiam. Rasa dingin yang asing merayapi tengkuknya saat merasakan perubahan drastis pada tubuh suaminya.

Lean memutar tubuhnya perlahan. Pria Ashford itu berbalik, menatap Reynal Space dengan iris mata biru yang kini memerah dan dipenuhi urat-urat emosi yang sangat pekat.

"Apa maumu, Sialan?" desis Lean dengan suara yang begitu dalam, tebal, dan menusuk—sebuah nada suara yang belum pernah Glow dengar sepanjang hidupnya.

Reynal Space tertawa rendah tanpa rasa takut sedikit pun. Dengan gerakan santai yang arogan, Reynal melepaskan pegangan tangannya, menyentuh ujung hidungnya tipis, lalu melangkah beberapa tapak mendekat.

Tangan kanan Reynal terangkat, menunjuk dari ujung rambut hingga ke bawah perawakan Glow yang berdiri di samping Lean.

"Dia persis seperti Shannon Matias," ujar Reynal dengan nada memprovokasi yang amat tajam. "Dari tatanan rambutnya, gayanya, bentuk tubuhnya... semuanya persis Shannon. Kau memacari dan menikahi gadis ini karena kau belum bisa melupakan mantan kekasihmu, kan? Kau belum bisa melupakan mendiang kakakku, kan? Belum melupakan satu-satunya wanita yang ada di dalam hatimu..."

DEG!

Dunia di sekitar Glow seolah runtuh seketika. Kalimat-kalimat dari mulut Reynal Space menghantam dadanya bagaikan dentuman meriam yang menghancurkan seluruh kebahagiaan yang baru saja ia rasakan beberapa jam lalu.

Glow mendongakkan kepalanya perlahan, menatap wajah suaminya dari samping.

Di sana, ia melihat mata biru Lean yang memerah basah oleh emosi yang tertahan—sebuah kilatan luka lama yang begitu dalam dan menyakitkan. Lean tidak membantah ucapan Reynal. Pria itu justru membuang pandangannya, lalu menatap Glow yang juga sedang menatapnya dengan rasa syok yang luar biasa.

Dada Glow bergetar hebat, air mata mendadak merebak di pelupuk matanya.

Shannon Matias...? batin Glow menjerit histeris dalam keheningan yang menyiksa.

Siapa wanita itu...? Apa dia mantan kekasih Lean...? Dan apakah selama ini... aku hanya dijadikan bayangan dari wanita yang tidak bisa ia lupakan?!

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!