" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terluka
Monika berjalan dengan berlenggak-lenggok menggunakan pakaian seksinya, Ia membuka kacamatanya dan melihat gedung agensi milik Devano, lalu ia berjalan masuk ke dalam, semua orang menatap ke arah Monika karena mereka merasa tidak mengenalnya, Monika juga bukan model baru di agensi milik Devano.
" Mr Devano ada? "
" Di ruangannya ",
" Antarkan aku, " ucap Ester pada seorang model. Model itu merasa kesal karena ia bukanlah seorang penjaga atau pembantu di agensi ini, tetapi dengan terpaksa ia mengantar Monika menuju ke ruangan Devano, setelah sampai di ruangan Devano Monika menatap ke arah pria yang duduk di kursinya yang sedang melihat beberapa majalah.
" Ada yang bisa dibantu Miss? " Tanya Devano.
" Apakah anda Mr Devano? "
Devano menaikkan alisnya dan mengangguk kecil.
" Ada yang bisa dibantu Miss? " tanya Devano ulang.
Monika langsung berdiri dan bersedekap menatap ke arah Devano,
"Aku ingin kau memecat Ester, " Monika berucap dengan nada tidak suka.
Devano menaikkan alisnya..
" Kenapa aku harus memecatnya ? dia model terbaikku ".
"Jika kau tak ingin semua usahamu ini hancur, maka kau harus menuruti apa yang aku ucapkan " peringat Monika pada Devano
" Maafkan saya ya Miss, saya tidak takut pada ancaman Anda" geleng Devano.
" Kau tidak tahu siapa aku?" ucap Monika dengan berkajak pinggang .
" Saya tidak mengenali anda " jawab Devano tak kalah songong.
" Aku adalah Monika Castello, calon istri dari Mr Tommy Moretti. " tegas Monika dengan lagak sombongnya.
" Oh ya....? berarti anda adalah saudara dari Ester Castello"
" Cihh aku tidak memiliki saudara seperti dia, aku datang untuk memperingatkanmu, kamu harus memecat wanita itu ".
" Saya tidak akan melakukan itu, karena dia adalah model terbaik saya dan sudah memberikan keuntungan yang begitu besar pada saya " ucap Devano.
" Kau benar-benar tidak takut padaku? " ancam Monika.
" Untuk apa aku takut? keluarga Anda sudah tak berjaya seperti dulu, dan belum tentu juga anda dinikahi oleh Mr Tommy " Devano tak punya takut sama sekali. Ia berbicara dengan menyendiri langsung.
Devano tahu bahwa keluarga Ester tak memperlakukan dirinya dengan baik sehingga Ester mengalami hal yang buruk dikeluargannya.
" Siapa bilang, ini adalah perintah dari Mr Moretti sendiri " ucap Monika.
Devano mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang, Monika menatap Devano dengan tatapan bingung, ia penasaran siapa yang Devano hubungi. Tiba-tiba Monika tersenyum karena ia mengira jika Devano menghubungi Ester untuk memecatnya.
" Halo Mr Moretti, "
" Ya " jawab Tommy dari seberang sana.
" Calon istri anda datang kemari lalu mengatakan jika saya harus memecat model terbaik saya yaitu Ester, dan dia juga berkata jika itu adalah perintah Anda, jika saya tidak menurut maka bisnis saya akan dihancurkan oleh Anda, saya tahu jika Anda adalah orang baik, tidak mungkin semudah itu terjadi, apalagi kita pernah bekerja sama " ucap Devano.
Monika kebingungan dan takut Tommy marah, ia tak tahu jika Devano seberani ini menghubungi Tommy.
" Kauuu " ucap Monika marah.
" Itu tidak benar sama sekali, berikan ponselnya pada dia " ucap Tommy.
Devano dengan santai memberikan ponselnya pada Monika, lalu tangan Monika mengambilnya.
" Kau membuat kesalahan besar Monika, ikut campur dalam bisnisku akan semakin buruk resikonya " peringat Tommy.
" Aku.. aku.. tidak berlebihan atau membawa namamu " elak Monika.
" Sayangnya aku tidak percaya dirimu " jelas Tommy lalu mematikan panggilannya.
Ponsel Devano diletakkan di atas meja dengan kasar.
" Kau berani mencari gara-gara denganku, awas saja " peringat Monika pada Devano.
" Aku tidak takut padamu, dan jangan pernah datang lagi " ucap Devano dengan tatapan nyalang.
**********
Ester mampir untuk membeli sebuah roti kesukaannya di restoran, ia turun dari mobil dan hendak melangkah ke arah restoran tersebut, ketika ia baru saja keluar dari mobil siapa sangka ada sebuah motor yang melaju dengan sangat kencang dan menabrak Ester hingga Ester terguling di jalan.
BRAAAAKKK
" Aakkkkkhhh " Rintih Ester lalu tak sadarkan diri.
" Nona " kaget sang supir dan langsung mendekati Ester yang tak sadarkan diri, penabrak langsung kabur begitu saja hingga membuat supir tak bisa mengejarnya.
" Astaagaa.. aku harus menghubungi Tuan lalu Ambulance " ucap supir itu segera menghubungi. Ia merasa jalan sedang sepi dan tak ada orang sama sekali yang membantunya, sang supir takut ingin mengangkat Ester, takut lukanya semakin parah.
Tak lama sebuah ambulan datang dengan seorang dokter dan perawat, mereka segera meletakkan Ester di atas brankar. Lalu sebuah mobil mewah berhenti dan seorang pria berjas mahal turun dari mobil tersebut, Tomi menatap Ester sudah diangkat di atas brankar dan akan dimasukkan ke dalam ambulan, dengan sigap Tommy langsung mengikuti masuk ke dalam ambulan untuk menemani Ester, ia kaget melihat kondisi Ester yang terluka di bagian kepala dan kakinya, tangannya mengepal kuat ketika mengetahui kondisi Ester yang lumayan cukup parah.
" Siapa yang berani melakukan ini" gumam Tommy, lalu ia segera menuliskan pesan di ponselnya untuk mengirim pesan pada Petter, setelah itu ia menemani Ester hingga sampai di rumah sakit.
Di rumah sakit, dokter dan para perawat langsung menangani Ester untuk membersihkan luka dan mengobatinya,
" Berikan layanan sebaik mungkin " ucap Tommy pada dokter tersebut,
" Anda tenang saja Mr " jawab dokter tersebut.
Tommy mengusap wajahnya kasar ia bersedekap dan berpikir ada seseorang yang saat ini mungkin saja dalang dari kondisi Ester.
" Dalam satu hari ini, hanya kau yang berbuat ulah " ucap Tommy memikirkan seseorang yang ia curigai saat ini.
Tommy menunggu di luar ruangan, Ester sedang ditangani oleh beberapa dokter hingga beberapa menit kemudian seorang dokter datang dan menatap ke arah Tommy.
" luka sudah kami bersihkan dan ada sedikit luka yang kebuka sehingga memerlukan jahitan di bagian kepala " jelas dokter tersebut.
" Apa dia sadar atau ada sesuatu yang serius.? " tanya Tommy.
" tidak ada Mr, untungnya lukanya tidak mengenai bagian dalam, tapi pasien mengalami cukup pendarahan, pasien akan dipindahkan dari ruang rawat inap untuk menjalani perawatan peninjauan ulang sehingga menunggu setidaknya hingga pasien pulih."
" Baik " angguk Tommy.
Tommy melihat Ester masih pingsan dan sudah berganti dengan pakaian pasien serta luka yang sudah diobati dan beberapa perban di bagian tubuhnya, Ester dibawa ke sebuah kamar VIP yang terbaik di rumah sakit ini, lalu Tommy mengikutinya dari belakang.
Tommy menatap Ester yang memejamkan matanya, ia tahu jika hidup wanita ini memang sangat sulit, bahkan keluarganya sendiri tidak ada yang mendukung dirinya, ia akui jika dulu dirinya adalah pria yang cukup jahat karena telah melakukan hal yang buruk pada Ester, tetapi Tommy tidak bisa bohong karena selama ini dia merasa bersalah dan masih memikirkan Ester beberapa kali.