Indonesia
NovelToon NovelToon
Dijual Suamiku kepada Sang Don

Dijual Suamiku kepada Sang Don

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Penyesalan Suami / Dark Romance / Tamat
Popularitas:911
Nilai: 5
Nama Author: Dayane Castro

Malam itu, Lorena—seorang perawat yang lelah membanting tulang demi menghidupi rumah tangganya—menemukan seorang pria sekarat berlumuran darah di tepi jalan, dan memilih menyelamatkan nyawanya. Ia tak pernah tahu bahwa pria itu adalah Ravi Dumont: penguasa kasino, seorang Don mafia yang dingin, dan sejak malam itu, terobsesi hanya pada satu perempuan—dirinya.

Ketika suami Lorena yang kecanduan judi terjerat utang setengah juta euro, ia memberikan satu-satunya "harta" yang tersisa untuk melunasinya: istrinya sendiri. Dalam sekejap, Lorena berpindah dari pernikahan yang menghancurkan ke tangan pria yang bersumpah takkan pernah melepaskannya.

Ravi bisa mendapatkan apa pun yang ia mau. Ia membelikan Lorena rumah sakit, menaburinya dengan kemewahan, memujanya seperti ratu—tapi cinta tak bisa dibeli, dan hati Lorena penuh amarah pada pria yang menjadikannya barang dagangan. Di balik senyum tenang Ravi tersembunyi sisi tergelap seorang mafia: kejam pada dunia, namun memuja perempuannya dengan obsesi yang berbahaya.

Di antara kilau meja judi, ancaman para pengkhianat, rahasia keluarga, dan gairah yang perlahan membakar segala pertahanan, kebencian mulai berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih menakutkan: keinginan untuk tinggal.

Bisakah cinta tumbuh dari sebuah transaksi? Bisakah seorang perempuan yang pernah dijual belajar mencintai pria yang membelinya—dan bisakah sang Don yang tak kenal ampun membuktikan bahwa perempuannya bukan lagi harta yang dimiliki, melainkan satu-satunya hal yang tak sanggup ia hidupi tanpanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayane Castro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

POV Lorena

Aku menatapnya, tak percaya dia benar-benar menyetujui kebiadaban semacam ini. Tak pernah terbayang olehku dia mampu berbuat sejauh ini saat aku menolongnya. Andai aku tahu ujungnya akan menyeretku ke situasi seperti ini, akan kulewati saja jalan tanah itu dengan mobil, kubiarkan dia tergeletak di sana, sekarat.

"Aku minta maaf, Lorena..."

"Berhenti bicara, dasar keparat. Berhenti minta maaf. Cuma itu yang bisa kau lakukan? Kenapa kau tidak memikirkanku sebelum menginjakkan kaki di rumah judi itu? Kenapa tidak kau tawarkan saja pantatmu sendiri sebagai gantiku?"

Dia menundukkan kepala, jelas menyesal. Kasihan sekali suamiku, dia pantas dijewer... bukan, dihajar habis-habisan supaya sadar diri.

"Aku bukan barang yang bisa kau klaim jadi milikmu. Aku akan pergi, dan kau tidak akan mengejarku."

Baru saja aku selesai bicara, sang pemilik kasino mengangkat pistol dan mengarahkannya ke kepala Jorge. Dia menatapku dengan senyum di wajahnya, membuka kunci pengaman pistol, lalu menunggu.

"Dia berutang lima ratus ribu euro padaku, dan aku akan mendapatkan uang itu dengan cara apa pun. Jadi kau punya dua pilihan: teken kontrak pernikahan ini, dan kita menikah begitu perceraianmu keluar, atau kutembak kepalanya sekarang juga dan kau menikahiku sebagai janda. Apa pun pilihanmu, kau tetap tinggal, karena aku sudah memutuskan kau akan jadi milikku, dan di sini, ucapanku adalah hukum."

Aku mendekati meja dan menopangkan kedua tangan di atasnya, menatapnya dengan amarah yang mendidih sampai ke dalam. Memaksaku melakukan sesuatu yang tak kuinginkan adalah keputusan terburuk yang bisa dia ambil.

"Sekalipun aku menandatangani ini, sekalipun dia keluar dari sini hidup-hidup dan menceraikanku, aku tak akan pernah jadi milikmu. Tak akan pernah berbaring di ranjangmu, dan tak akan pernah membiarkanmu menyentuhku. Hubungan macam itukah yang kau inginkan?"

"Untuk saat ini, yang penting kau ada bersamaku. Soal membiarkanku menyentuhmu... jangan khawatir, suatu saat kau sendiri yang akan memohon belaianku."

Senyum penuh percaya diri itu membuatku semakin geram, karena itu menunjukkan dia sedang mendapatkan persis apa yang diinginkannya. Meski Jorge hari ini membuktikan dirinya tak ada harganya, si biang penyakit itu tak boleh mati gara-gara kebodohannya sendiri.

Aku menarik napas, mengembuskannya panjang, dan tanpa jalan keluar, kuraih pena lalu kutandatangani kontrak itu. Aku sudah bisa membayangkan neraka kehidupan yang menantiku ke depan. Pria ini kemungkinan besar bahkan tak akan mengizinkanku bekerja. Setelah aku membubuhkan namaku, dia menarik kertas itu ke sisinya dan ikut menandatanganinya. Jorge menjatuhkan diri ke lantai, bersimpuh di kakiku, tapi aku mundur selangkah, menjauhinya.

"Terima kasih, Lorena. Terima kasih sudah tidak membiarkannya membunuhku."

"Aku tak ingin melihat wajahmu lagi, Jorge. Setiap hari aku menyesal telah menikahimu. Kau bukan cuma menghancurkan hidupmu sendiri, kau juga menghancurkan hidupku. Kuharap kau menyesalinya setiap hari, dan semoga itu jadi pelajaran agar kau berhenti berjudi sebelum permainan itu benar-benar menamatkan hidupmu, karena aku tak akan ada lagi di sini untuk membayar kesalahan-kesalahanmu."

Kulihat Ravi mengangkat tangan dan menyerahkan selembar cek pada Jorge. Aku tersenyum, menggeleng. Dia bukan cuma menukarku dengan utang, dia menjualku. Dadaku sesakit itu sampai rasanya ingin menjerit. Kulangkahkan kaki beberapa langkah ke arahnya dan kutampar wajahnya sekeras yang membuat tanganku sendiri perih.

"Enyah dari sini, Jorge." Ravi menoleh ke arah para pengawal. "Aku mau penjagaan ekstra ketat. Jangan biarkan dia masuk ke kasino mana pun milikku lagi." Jorge keluar dari ruangan dengan tangan menutupi pipinya, dan aku terus menatap hingga dia lenyap di balik pintu.

"Aku..." Aku berbalik menghadap Ravi. "Aku seharusnya membiarkanmu mati di jalan tanah itu."

"Setuju. Dan karena kau tidak membiarkanku mati, kau malah mendapatkan seorang mafia terobsesi yang rela melakukan apa saja untuk memilikimu." Dia keluar dari balik meja dan mulai melangkah ke arahku. Aku mundur beberapa langkah, terganggu oleh intensitas tatapannya. "Segala yang kuinginkan di dunia ini, pasti kudapatkan. Tak peduli apa pun itu, tak peduli sebesar apa pun penghalang di jalanku. Pada akhirnya, aku selalu mendapatkan yang kuinginkan."

"Kau tidak memilikiku." Punggungku menabrak dinding, tapi dia terus mendekat. "Kau tidak akan menyentuhku."

Dia tersenyum ketika berhenti tepat di depanku, dan aku menelan ludah. Dia menopangkan satu tangan di kedua sisi kepalaku, mengurungku sepenuhnya.

"Aku pria yang sabar, Lorena. Aku bisa menunggu waktumu. Suatu hari kau akan mengatakan bahwa kau mencintaiku dan menyerahkan dirimu padaku."

"Tidak akan pernah!"

Dia tersenyum lagi dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, membuat bibir kami hanya berjarak sejengkal. Kurasakan napasnya menerpa kulitku, dan sensasi asing menjalar di dalam diriku karena kedekatan ini.

"'Tidak akan pernah' itu kata yang terlalu kuat, nyaris abadi. Dan kau milikku, sepenuhnya milikku." Dia mengecup ringan beberapa kali di bibirku, dan ketika dia mencoba memperdalam ciumannya, aku memalingkan wajah, membuat bibirnya mendarat di pipiku. "Akan kupakai kata itu dengan cara lain," gumamnya di dekat telingaku. "Aku tak akan pernah meninggalkanmu, tak akan pernah mencampakkanmu, dan tak akan pernah berhenti berusaha menaklukkanmu. Entah butuh berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, itu tak masalah bagiku, asalkan kau ada bersamaku."

Dia mencengkeram daguku dan mencuri sebuah ciuman panjang, sementara aku berusaha menjauh, hampir ingin menembus dinding untuk lepas dari kedekatan yang mencekik ini. Lalu dia menarik diri dengan senyum puas, menggenggam tanganku, dan menuntunku ke kursinya. Dia duduk dan menarikku ke pangkuannya, matanya tak lepas dari mataku.

"Kau perempuan tercantik yang pernah kulihat, Lorena, dan perempuan seperti ini layak diperlakukan dengan sangat baik oleh suaminya. Apa yang bisa ditawarkan pria itu untukmu? Tidak punya kestabilan finansial, tidak punya harga diri, dan sepertinya bahkan tak menghargaimu. Kalian sudah menikah lima tahun dan tak pernah punya anak. Kenapa?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!