Indonesia
NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:482.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Aturan Sang Tuan Rumah

Naya meletakkan kertas itu kembali ke atas meja dengan gerakan yang sangat halus, hampir tanpa suara. Namun, sorot matanya mengunci pandangan Arka dengan begitu kuat.

"Saya rasa ada satu poin di sini yang bertentangan dengan kesepakatan kita semalam, Tuan Arka," ucap Naya, suaranya mengalun tenang namun membawa ketegasan yang tak bisa dibantah.

Arka menyipitkan mata, merasa terusik dengan ketenangan Naya. "Poin yang mana?"

"Poin keempat," Naya menunjuk kertas itu dengan jarinya. "Di sini tertulis: Segala hal yang berkaitan dengan Kenzie, termasuk pemilihan menu makanan, jam bermain, dan pengasuh pendamping, harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Arkananta."

"Lalu? Apa yang salah? Kenzie adalah anakku. Aku berhak menentukan apa yang terbaik untuknya."

Naya tersenyum tipis—sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya, melainkan sebuah seringai tenang yang menandakan ia siap mempertahankan wilayahnya. Ia memajukan tubuhnya sedikit, menumpukan kedua tangannya di pinggiran meja kerja Arka.

"Semalam, Anda sudah menyetujui syarat saya, Tuan Arka. Selama dua tahun ini, saya adalah ibu Kenzie. Saya memegang kendali penuh atas perawatan dan pendidikannya tanpa intervensi siapa pun, termasuk pelayan Anda. Jika setiap hal kecil seperti menu sarapan Kenzie harus menunggu persetujuan tertulis dari Anda yang selalu sibuk di kantor, anak Anda bisa kelaparan," ucap Naya dengan kalimat yang tertata rapi namun menohok.

Arka tertegun. Rahangnya mengeras. Ia tidak terbiasa didebat, apalagi oleh seorang wanita yang posisinya berada di bawah kendali finansialnya. "Kamu berani mendikteku di rumahku sendiri, Nayara?"

"Saya tidak mendikte. Saya hanya menagih janji seorang pria terhormat yang katanya mengedepankan sikap profesional," balas Naya, suaranya tetap rendah, tidak meninggi sedikit pun, justru intonasi yang stabil itulah yang membuat argumennya terasa mematikan. "Jika Anda ingin saya menjadi ibu yang tulus untuk Kenzie di depan Mama Ambar dan publik, maka beri saya otoritas yang nyata di dalam rumah ini untuk mengurusnya. Jangan ikat tangan saya dengan birokrasi konyol ini."

Keheningan malam yang mencekam seolah berpindah ke ruang kerja itu di siang hari. Arka menatap Naya dengan mata elangnya yang tajam, mencoba mencari celah ketakutan atau kegugupan di wajah wanita itu. Namun, yang ia temukan hanyalah sepasang mata bulat yang menatapnya balik dengan keberanian yang sunyi. Wanita ini tidak menye-menye, tidak menangis, dan tidak memohon. Dia menghadapi Arka layaknya seorang rekan bisnis yang setara.

"Otoritas nyata, katamu?" Arka mendengus, mencoba mengembalikan dominasinya. "Kamu tahu apa tentang membesarkan anak dari keluarga Dewangga? Standar kami tinggi, Nayara."

"Standar tinggi tidak ada gunanya jika anak Anda merasa kesepian dan terkekang oleh aturan kaku," jawab Naya lugas. "Kenzie butuh kasih sayang, bukan protokol perusahaan. Tadi pagi, dia langsung menurut pada saya karena saya memperlakukannya sebagai seorang anak, bukan sebagai proyek bisnis Anda."

Arka terdiam. Kata-kata Naya menghantam bagian terdalam dari rasa bersalahnya sebagai seorang ayah yang jarang punya waktu untuk anaknya.

"Baik," ucap Arka akhirnya, suaranya beralih menjadi lebih berat. Ia mengambil pulpen di sakunya, lalu mencoret poin keempat di atas kertas tersebut dengan kasar. "Poin keempat dibatalkan. Urusan Kenzie berada di bawah kendalimu, dengan syarat ... jika ada hal yang mendesak atau menyangkut kesehatannya, kamu wajib melaporkannya padaku."

"Tentu. Itu memang sudah menjadi kewajiban saya," sahut Naya, senyum kemenangannya tersembunyi dengan sempurna di balik wajah tenangnya.

"Ada satu hal lagi," Arka berdiri, berjalan memutari meja kerjanya dan berhenti tepat di depan Naya. Perbedaan tinggi badan mereka membuat Arka terlihat begitu mengintimidasi, namun Naya tetap tidak mundur satu langkah pun. Ia mendongak, menantang tatapan sang tuan rumah.

"Nanti siang di acara arisan keluarga, Clarissa, saudara mantan istriku, akan ada di sana. Seperti yang kubilang, dia wanita yang tajam. Dia akan mencari celah untuk membuktikan bahwa pernikahan kita adalah palsu. Begitu kita keluar dari rumah ini, kamu harus memanggilku 'Mas Arka' dengan nada paling manis yang kamu punya. Jangan sampai ada keraguan sedikit pun di wajahmu. Paham?"

Naya menatap lekat-lekat bibir Arka yang baru saja mengeluarkan perintah itu. Kemudian, ia menarik napas dalam-dalam, menampilkan senyuman tipis yang sangat anggun.

"Anda tidak perlu mengajari saya cara bersandiwara, Tuan Arka. Di dunia tempat saya tumbuh, menyembunyikan luka di balik senyuman adalah makanan sehari-hari," ucap Naya, suaranya terdengar begitu dalam dan menghanyutkan, menyiratkan masa lalu yang keras yang pernah ia lalui. "Khawatirkan saja diri Anda sendiri. Jangan sampai tatapan dingin Anda yang kaku itu membongkar permainan kita di depan Clarissa."

Arka terpaku. Kalimat Naya barusan terasa seperti tamparan halus yang mendarat tepat di harga dirinya. Belum sempat Arka membalas, Naya sudah menundukkan kepalanya sedikit sebagai tanda hormat formal.

"Saya permisi dulu untuk menyiapkan keperluan Kenzie dan mengganti pakaian untuk nanti siang," ujar Naya tenang.

Ia berbalik dan melangkah pergi dengan punggung yang tegak lurus. Gerakannya yang tenang, penuh percaya diri, dan tidak terburu-buru meninggalkan kesan yang mendalam di benak Arka.

Arka berdiri sendirian di ruang kerjanya, menatap pintu yang baru saja tertutup. Ia mengepalkan tangannya perlahan. Wanita yang ia kira bisa dikendalikan dengan mudah hanya karena segepok uang, ternyata memiliki kepribadian sekeras baja.

"Nayara ...," gumam Arka lirih, menyebut nama itu dengan perasaan yang mulai tidak menentu. Ada rasa kesal, namun jauh di lubuk hatinya, ada percikan rasa kagum yang mulai tumbuh terhadap kekuatan sunyi yang dimiliki sang istri kontrak.

Bersambung...

1
aliifa afida
coba panggil nya "Mas" terus yaaa.. gk usah pnggil tuan🤭🤭🤭
Rusmini13
malah gak capek Naya tp bagaimana kalo Arka yg jatuh cinta padamu gimana apa aturan itu masih berlaku...
Rusmini13
ombak air ombak asmara 🤭🤭
hai mom jumpa lagi dgn hp yg berbeda
😄😄😄🩷🩷
sweetpurple
keren!
Mama lilik Lilik
ceritanya sangat bagus ya mom,cuma nich nama pengacara nya arka,sering Gonta ganti, nama mama nya Naya jg sering ganti,tapi tetap bagus ceritanya, terimakasih mom untuk karya yg luar biasa ini🙏
Hariyanti
ceritanya bagus dan menarik 🥰🥰🥰🥰🙏
Hariyanti
arka itu bodoh atau gimana🤔 dia yang memulai bikin kontrak maka seharusnya dia yg batalin kontrak itu. setelah batal baru bicara hati😏😏
Hariyanti
ayo arka buruan batalkan kesepakatan 2 tahun itu.spy Naya ga galau terus
Hariyanti
ada yang mulai menyesal sepertinya🤔
K4RL4
ceritanya ok bgt
FHR
Memaafkan
matcha
AllahuAkbar takbir mbk gisel.. wkwkwk
Teh Euis Tea
otw baca mommy
matcha
karakter nya naya ini terlalu kuat smpe ketutupan karakter arka.. jd terkesan motonon krn krn karakter naya terlalu kuat dan selalu menang..
Ila Lee
jdi bukit kn tuan arka jgn diam C
mcm orng bodoh
Mutaharotin Rotin
semangat Mak ghin smoga ceritanya sukses sampai endingnya 💯💯
Mutaharotin Rotin
😍😍😍😍
Ila Lee
semoga semua dapat jalan keluar mata, akan menjadi Nyonya arka sampai maut memisah kn punya anak yg ramai biar kenzie senang bermain nanti😍😍😍😍😍😍😍
Ila Lee
arka cepat khas buang surut kontrak itu biar naya tidak berteka 2 dalam hati
Ila Lee
arka sudah lupa kn dari mula kau yg buat aturan mata hanya mengikut harapan Boss🤣🤣🤣 sekarang jdi nya gini🤣🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!