Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 - Rahasia pulau Wood
Kapal Draven berlayar menjauhi pulau Paz menuju ke pulau berikutnya, diatas kapal terlihat seorang kru baru yang cukup riang dan bersemangat, Luna sang navigator kapal.
"selamat datang di kapal kami.." ujar Draven melihat Luna yang melayang-layang menikmati angin laut,
Luna lalu turun ke dek kapal
"terimakasih kapten, aku akan memastikan setiap perjalanan kita akan selalu aman dari ancaman di lautan" jelas Luna dengan posisi memberi hormat
Zorana tertawa kecil melihat Luna
"senang ada seseorang yang terlihat bersemangat di kapal.." kata Zorana
"jadi sekarang perkenalkan dirimu.." tambah Axel sambil menstabilkan kemudi kapalnya
Mendengar itu Luna lalu melakukan perkenalan
"aku Luna berasal dari North Blue, aku adalah navigator di kelompok sebelum nya .. walaupun mereka tidak menghargai ku, tapi disini aku siap memberikan segalanya untuk.." Luna menghentikan perkenalan nya
"ngomong-ngomong apa nama kelompok kita?" tanya Luna
"Aether..kita adalah bajak laut Aether" jelas Draven kepada Luna
Luna mengangguk
"baiklah aku akan melakukan yang terbaik untuk Bajak Laut Aether!!" tegas Luna dengan bersemangat
Zorana tertawa kecil
"baiklah Luna selamat datang di Aether..aku Zorana" jelas Zorana
"Axel.." lanjut Axel memperkenalkan dirinya kepada Luna sambil mengemudikan kapal
Draven lalu tersenyum kepada Luna
"kami akan sangat mengandalkan mu Luna, aku Draven" tambah Draven.
Luna terlihat senang
"baiklah Draven, Zorana, Axel..ayo kita taklukkan lautan bersama!!" teriak Luna lalu melayang terbang ke udara
Axel menghela nafas nya
"seperti nya kita merekrut seorang yang akan menganggu tidur kita setiap malam.." kata Axel tanpa menoleh
Zorana tertawa
"lihatlah dia Axel, ini akan membuat kapal kita akan selalu ramai.." balas Zorana sambil melihat Luna yang terbang
Draven melihat Luna sambil tersenyum
"Luna adalah awal kita memulai.. kehadiran nya adalah hal penting di dalam Aether" jelas Draven lalu berjalan kembali duduk santai di bangkunya sambil membaca buku.
Dua hari setelah itu.
Axel sedang mengemudikan kapalnya
"Luna..apa ini jalur yang tepat menuju pulau berikutnya?" tanya Axel
Luna lalu melihat peta
"menurut peta seperti itu, dan juga arah angin yang kurasakan menunjukkan di depan kita ada pulau" jelas Luna pada Axel
Sementara Draven masih duduk bersandar di bangkunya sambil membaca
Zorana yang di dekat Draven berdiri menatap lautan dari pinggir pagar kapal
"jadi apa selanjutnya di pulau berikutnya?" tanya Zorana kepada Draven
Draven tidak menoleh
"setelah kita 2 hari dilautan seperti nya kita butuh memulihkan kapal ini.." jawab Draven
Zorana lalu menghadap ke Draven
"perlukah kita memiliki seorang teknisi kapal, karena setelah lautan Blue semua lautan akan menjadi sulit di prediksi" ujar Zorana menjelaskan keadaan lautan yang akan mereka lewati nantinya.
Draven mengangguk
"tentu saja..aku butuh seseorang yang bisa menguasai kapal sepenuhnya" jelas Draven
Tiba-tiba Luna datang melayang mendekati Draven dan Zorana
"kupikir kita butuh kapal yang lebih besar lagi jika ingin memiliki banyak kru.." tambah Luna yang tiba-tiba datang ke tempat mereka
Zorana menatap Luna
"benar..kita harus memiliki kapal yang nyaman untuk kita semua" ujar Zorana setuju dengan yang dikatakan Luna.
Axel lalu berteriak dari tempat kemudi
"ada pulau di depan" kata Axel sambil melihat nya dengan teropong
Mendengar itu Luna langsung melayang terbang ke tempat pengemudi dan mengambil teropong Axel
"dimana aku ingin lihat.." ujar Luna merebut teropong dari tangan Axel
"wah itu pulau Wood.. katanya disana adalah tempat para pembuat kapal terbaik lahir, tapi..ada kapal angkatan laut disana" kata Luna sambil melihat pulau itu
"angkatan laut?" tanya Zorana sedikit terkejut
"mungkin mereka hanya berpatroli disana" jelas Axel
Luna lalu melihat ke arah Draven
"kita tetap akan menuju pulau itu, kapten?" tanya Luna kepada Draven
Draven menutup bukunya dan berdiri
"kita tidak memiliki bounty, jadi mereka tidak akan menangkap kita" jawab Draven sekaligus menjelaskan.
"teruskan perjalanan ke pulau Wood, mungkin kita bisa menemukan seseorang lain di pulau itu" ujar Draven.
Axel mengarahkan kapal menuju pulau Wood.
Setelah beberapa lama akhirnya bajak laut Aether sampai di pelabuhan pulau Wood, mereka berempat menyandarkan kapalnya dan turun dari kapal lalu berjalan ke dalam pulau Wood
"wah ramai sekali.." ujar Luna yang berjalan di belakang Draven
"jadi kita perlu mencari seorang untuk memperbaiki kapal kita" jelas Axel
Draven lalu melihat ke salah satu kios , kemudian berjalan menuju kios tersebut.
Disana ada seorang pria bertubuh besar sedang memotong kayu dengan detail
"halo..permisi Pak" sapa Luna, lalu pria itu menoleh ke Luna lalu ke Draven , Zorana dan Axel
"ada apa?" tanya pria bertubuh besar itu
Axel lalu berbicara
"kami memiliki kapal yang harus di restorasi untuk melanjutkan perjalanan.." jelas Axel
Pria itu melihat Axel kemudian pedang nya
"kalian bajak laut?" tanya pria itu
"mungkin bisa dibilang seperti itu.." Zorana menjawab
Pria besar itu lalu menaruh gergaji kayunya dan berdiri menghadap mereka berempat
"namaku Hiden.. seorang pembuat kapal di pulau ini, kalian ingin restorasi dan meningkatkan kekuatan kapal kalian di lautan?" tanya Hiden kepada mereka berempat
"ya Hiden..kami butuh itu semua" jawab Axel
"dimana kapal kalian?" tanya Hiden
"Axel antarkan dia ke kapal.." ujar Draven lalu Axel mengangguk
"ikut aku.." ajak Axel kepada Hiden, kemudian Hiden mengambil peralatan nya dan mengikuti Axel.
Setelah itu Draven , Zorana dan Luna berjalan ke dalam pulau..mereka sampai di kios buah, Zorana dan Luna memilih buah-buahan segar.
Draven melihat ke arah lain, dia melihat seorang perwira angkatan laut dan beberapa marinir anak buahnya yang sedang membawa sebuah peti menuju ke dalam hutan di pulau Wood tersebut.
semangat!